
...~Happy Reading~...
Mike menganggukkan kepala nya, memberikan izin kepada Chila saat ingin berteriak. Tentu saja Mike tahu akan maksud dari pertanyaan Chila, gadis itu ingin bersenang senang dengan para adik nya, dan tidak ada salah nya bagi Mike. Lagipula, rasanya Mike juga sudah sangat merindukan sosok Chila yang dulu.
Ceria, manja dan cerewet, bukan Chila yang saat ini, begitu pendiam, anggun dan jarang tertawa. Chila memang sering menampilkan senyuman manis di bibir nya, namun itu hanya sebuah senyuman, bukan tawa.
Menarik napas panjang, Chila mulai bangkit dari tempat duduk nya. Mike dengan senantiasa membantu Chila dari keribetan gaun yang cukup besar itu.
“Ayo kak, buruan!” kata Victor sedikit berteriak, membuat Chila hanya terkekeh lucu melihat nya.
Chila dan Mike pun tersenyum, ah ralat hanya Chila yang tersenyum, karena Mike sangat sulit untuk menarik sudut bibir nya. Chila dan Mike membalik badan untuk menghadap ke pelaminan, saling menggenggam sebuah buket bunga yang siap akan di lemparkan.
“Satuu!” teriak Chila dengan tak sabar.
“Dua!” seru Vito dan yang lain nya.
“Tigaaa!” Chila dan Mike pun langsung melemparkan bunga tersebut ke belakang. Suara riuh ricuh begitu gempar terdengar di telinga siapapun yang berada di sana.
“Bangke, kenapa elo yang dapet!” seru Victor seolah tidka terima.
“Tau nih, bukan nya tadi lo bilang gak mau ikutan. Kapan lo dateng nya?” sambung Vito ikut mendengus, ketika melihat buket bunga itu berada di tangan Faaz.
Benar, Faaz. Entah sejak kapan laki laki itu datang dan ikut berkerumun di sana. Nyatanya, kini ia berhasil mendapatkan bunga hasil dari lemparan pengantin.
“Karena dia tahu kemana dia harus berada,” jawab Faaz dengan santai dan tersenyum miring.
“Sialan ni anak! Kasih gue aja Az.” Kata Vito hendak merebut bunga di tangan Faaz.
“Sembarangan! Dia maunya sama aku, jadi kalian tunggu bunga hasil lemparan ku saja.” Ucap Faaz terkekeh, tak ingin bunga nya di rebut, akhirnya Faaz berjalan menuju pelaminan untuk memberikan ucapan selamat kepada om dan kakak nya.
“Kata Vito kamu gak mau ikutan.” Ucap Chila yang langsung menatap adik sepupu nya.
“Terpaksa, karena ada yang mau bunga ini.” jawab Faaz tersenyum.
“Selamat ya Kak, semoga pernikahan kakak dan om Mike sakinah mawadah dan warahmah. Faaz hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kak Chila dan om Mike.” Imbuh Faz dengan begitu tulus.
__ADS_1
“Amin ... makasih ya,” balas Chila tersenyum bahagia.
‘Faaz harap, apa yang kita bicarakan kemarin tidak benar terjadi.’ Ucap Faaz sedikit berbisik kepada om nya agar tidak di dengar oleh Chila.
“Kamu berani mengancam om mu sendiri?” seru Mike tertahan dan langsung mendelik tajam tak percaya.
“Kalau itu menyangkut kebahagiaan kak Chila, why not?” balas Faaz menatap om nya dengan datar, “Bukankah om jauh lebih tahu dengan siapa kak Chila di banding Faaz? Jadi, tolong jaga kakak nya Faaz baik baik.”
Setelah mengatakan itu, Faaz pun segera berpamitan pada Chila dan Mike. Karena tugas nya sudah usai, ia harus segera pergi keluar untuk menemui seseorang. Yups, seseorang yang sudah memaksa nya untuk mendapatkan bunga hasil lemparan. Siapa lagi kalau bukan kekasih nya.
Faaz memang sengaja tidak mengajak kekasih nya untuk hadir, karena baginya ia belum menemukan waktu yang tepat. Dan beruntung, kekasih nya tidak memiliki pikiran negatif, ia tidak mengapa tidak di ajak ke acara pernikahan keluarga nya. Hanya saja, ia memberikan syarat kepada Faaz agar membawakan nya buket bunga hasil lemparan.
Ajaib bukan, di saat gadis lain berlomba meminta hadiah lebih, seperti barang mewah atau terburu buru meminta di kenalkan pada keluarga besar. Kekasih Faaz justru lebih memilih di bawakan bunga pengantin.
...🍁🍁🍁...
“Arsyyy!” teriak Crazy squad yang baru datang pada sore hari di acara pernikahan Arsy dan Mike.
Naura, Jesika, Susan dan juga Shiena, keempat wanita itu langsung berhambur dan saling memeluk persis seperti Teletubbies yang sudah tidak bertemu satu abad.
“Aku ke sana dulu,” bisik Mike di telinga Chila karena tidka ingin mengganggu Quality time nya bersama para sahabat.
Tanpa mengucapkan sepatah apapun kepada crazy squad, Mike langsung beranjak dan pergi begitu saja, hingga membuat keempat wanita itu langsung menatap nya cengo.
“Gila, suami kamu lebih parah dari kang kulkas,” ucap Naura menggelengkan kepala nya.
“Ra, suamiku tidak sedingin itu.” Saut Shiena menatap Naura berdecak.
“Ya kan gue bilang gitu Na, suami si Arsy ngelebihin dingin nya si kang kulkas. Asal kamu tahu, dulu Clayton itu paling dingin loh.” Jelas Naura sedikit mendengus.
“Tapi dia baik kok,” ucap Arsy tersenyum memotong perdebatan antara istri dan mantan pacar Clayton.
“Sudah sudah, kita kan kesini mau ngasih ucapan buat Arsy sama foto bareng. Bukan mau gibahiin suami dia,” ujar Jesika melerai pertikaian.
“Astagfirullah,” saut semuanya bersamaan, “Maafkan kami bu ustadzah,” imbuh nya menatap Jesika.
__ADS_1
“Sialan, bukan gue woy!” seru Jesika dengan kesal lalu mereka tertawa bersama.
Kini formasi mereka sudah lengkap. Setelah Naura menikah yang di susul oleh Shiena, lalu Jesika, Susan dan akhirnya kini Arsy menyusul meskipun sedikit telat namun tak apa. Karena pada akhirnya mereka sudah menemukan pasangan hidup masing masing dan berakhir dengan bahagia.
“Oh ya Ar, abis ini kamu akan menetap di Indonesia kan? Gak akan pergi lagi kan?” tanya Naura membuka suara, kini kelima wanita itu tengah duduk di sebuah bangku membentuk lingkaran agar lebih memudahkan mereka untuk mengobrol.
“Insyaallah, aku akan disini. Tapi gak tau juga, om Mike belum bilang apa apa karena kami baru bertemu lagi,” jawab Arsy seraya memakan sebuah puding.
“Om?” gumam keempat wanita itu serentak langsung menatap ke arah Chila.
“kenapa? Ada yang salah?” tanya Chila dengan polos.
“Ar, kamu sudah menikah dan kamu masih manggil dia om?” tanya Naura menggelengkan kepala.
“Kayaknya masih mending aku deh manggil suami om. Daripada kamu dulu Cuma manggil nama doang,” balas Arsy berdecak.
“Ar itu kan dulu suami ku masih gila dan stres. Masih dalam tahap pengobatan, jadi kalau aku panggil dia sayang, atau mas hubby atau abang atau apapun itu, yang ada di besar kepala. Lagipula dulu kami masih sekolah,” ucap Naura membela diri.
“Sama saja Ra, tetap tidak boleh memanggil dengan sebutan nama. Karena—“
“Udah Ar, jangan ceramah sekarang, besok aja. Karena kamu pasti capek, aku gak enak sama kamu,” potong Naura dengan cepat membuat Arsy langsung terkekeh.
“Oh iya Ar, kamu udah siap mengubah status malam ini?” tanya Susan langsung mencondongkan wajah nya mendekat ke arah Arsy.
“Status apa? Kan status ku udah berubah, kau sudah jadi istri sekarang,” jawab Arsy sambil masih fokus dengan puding di tangan nya.
“Status dari gadis jadi wanita.”
Uhuukkk hukkk uhukkk!
Dan seketika itu juga Arsy baru tersadar maksud dan arah jalan kemana yang di tuju para sahabat nya hingga membuat nya langsung tersedak puding.
“Astagfirullah, kalian hukk uhuukk!”
“Minum dulu Ar, makanya makan pelan pelan. Kami gak mau minta puding kamu kok, iya kan guys yah,” ucap Naura dengan menahan tawa nya sambil mengusap punggung Arsy.
__ADS_1
...~To be continue ......