
...~Happy Reading~...
"Kenzo!" pekik Clayton yang sejak tadi berdiri di samping Ken begitu terkejut ketika melihat laki laki itu ambruk dan tak sadarkan diri.
Seketika itu juga, semuanya langsung beranjak dari tempat duduk masing masing dan membantu Clayton untuk membawa Kenzo masuk ke dalam Vila.
"Kamu apain suami ku Clay!" tanya Naura menatap tajam pada mantan kekasih nya tersebut.
"Lah, mana ku tahu. Tadi lagi asik tau tau ambruk. Kurang gizi kali," jawab Clayton seraya mengangkat kedua bahu nya.
"Sembarangan aja kalau ngomong. Mana ada kurang gizi!" saut Naura mendengus tak terima.
"Panggil dokter aja, Ra." kata Chila memberikan saran.
Naura pun langsung menganggukkan kepala nya dan segera menghubungi dokter yang dulu pernah membantu nya juga saat berada di Bali. Namun, tiba tiba ia teringat sesuatu.
"Jes, suami mu kan Dokter. Ngapain nyuruh aku telfon dokter?" kata Naura kembali mendengus dan menatap kesal pada Jesika.
"Lah, kan yang nyuruh Arsy bukan aku," balas Jesika berdecak.
Sementara itu, orang yang di sebut dokter itu baru saja datang setelah tadi dirinya pergi ke Toilet dan tidak mengetahui bahwa Kenzo pingsan.
"Pantes aja di belakang sepi, ternyata pada ngumpul disini, ngapain?" tanya Lucas dari ambang pintu kamar.
"Sayang, tolongin Kenzo dong. Lihat deh, dia ada penyakit apa," ujar Jesika langsung memanggil suami nya.
"Anjr Jes, mulut kamu. Kenzo gak ada riwayat penyakit apapun heh!" saut Naura dengan kesal.
__ADS_1
"Bisa gak sih kalian diem jangan ribut!" pekik Chila dengan tiba tiba langsung menghela napas nya kasar.
Dan seketika itu juga Naura serta Jesika langsung terdiam. Karena Chila tidak pernah berbicara dengan suara tinggi.
"Dokter Lucas silahkan," imbuh Chila mempersilahkan Lucas untuk memeriksa Kenzo.
Setelah beberapa saat, karena Lucas juga tidak membawa peralatan medis apapun. Ia hanya bisa. menganalisa saja tentang keadaan Kenzo. Namun, ia juga merasa sedikit ragu akan analisa nya sendiri.
"Ra, sepertinya memang kamu harus panggil dokter deh. Aku gak ada alat sama sekali, cuma kalau firasat ku, yang harus di periksa bukan suami kamu," ujar Lucas dengan raut wajah serius nya.
"Lah, yang pingsan Kenzo masa yang di periksa bukan dia. Terus siapa dong?" tanya Naura langsung mengerutkan dahi nya.
"Kamu," kata Lucas yang membuat semuanya langsung menatap bingung.
"Kok aku?" tanya Naura.
"A—aku hamil?" tanya Naura sedikit terbata dengan menatap ragu pada Lucas.
"Hanya analisa ku saja. Atau, kalau kamu tidak kau ke dokter sekarang, kamu bisa membeli alat tes kehamilan dulu. Karena yang ku lihat Kenzo tidak sakit apapun, dan juga beberapa hari ini dari waktu kita di Jakarta, aku juga lihat ada yang aneh sama dia." jelas Lucas panjang lebar.
"Clay, beliin dong," ucap Naura langsung menatap pada Clayton.
"Beli apa?" tanya Clayton yang sebenarnya sudah paham maksud dari Naura.
"Testpack lah, masak kon dom!" jawab Naura ketus.
"Gak mau!" tolak Clayton dengan cepat, "Suruh aja Kenzo, dia yang menghamili mu kok!"
__ADS_1
"Kamu gak lihat Kenzo lagi pingsan?" kata Naura menatap datar.
"Iya Be, kamu beliin dulu gih. Kasihan Kenzo," ujar Shiena ikut membujuk Clayton.
"Sayang, kenapa kamu ikut ikutan sih. Aku itu suami kamu, bukan suami dia!" kata Clayton menggelengkan kepala nya.
"Aku tahu, kamu suami aku. Tapi kan gak ada salahnya membantu yang sedang kesusahan. Lagipula hanya membeli testpack bukan bom!" ucap Shiena.
'Aku lebih baik membeli bom daripada membeli testpack untuk mantan!' gumam Clayton dalam hati.
'Dasar kamu Ken, sengaja pingsan lama agar tidak pergi keluar malam begini! Awas saja kau nanti!' umpat Clayton dalam hatinya seraya menatap tajam kepada Kenzo yang masih memejamkan mata.
"Aku akan ikut dengan mu!" ucap Mike tiba tiba membuat langkah kaki Clayton yang hendak keluar kamar terhenti.
Clayton tidak menjawab, namun laki laki itu langsung menatap bingung pada Mike. Tatapan matanya sangat jelas seolah bertanya, mau apa?
"Ada yang ingin ku cari!" jawab Mike tak kalah datar.
"Mas, kamu mau nyari apa?" tanya Chila menahan tangan Mike sebentar.
"Sebentar aja kok, ya. Cup." kata Mike lalu ia segera mengecup kening Chila sebelum akhirnya ia berjalan menyusul Clayton yang sudah lebih dulu keluar.
"Perasaan tadi suami kamu lesu banget deh Ar. Kenapa sekarang jadi semangat gitu mau jalan sama Clayton?" celetuk Jesika yang seketika membuat semua mata langsung menatap wanita itu dengan horor.
"Suami ku masih normal, Jes!" saut Chila yang seolah tak terima dengan pernyataan dari Jesika.
...~To be continue......
__ADS_1