
...~Happy Reading~...
Yusuf masih terus menangis dalam gendongan sang ayah, membuat Mike dan ayah Rasya benar benar kewalahan. Hingga saat tiba tiba ia mendengar suara pintu yang terbuka, sontak kedua laki laki itu langsung menatap ke arah sumber suara.
"Astaga, di apain sih sampai nangis begitu?" tanya bunda Anna yang baru kembali, ia langsung meletakkan buah buahan nya ke meja dan mencuci tangan.
"Gak di apa-apa Bun, tau-tau dia langsung menangis seperti ini." kata Mike menghela napas nya dengan berat.
Bunda Anna segera meminta Yusuf dan menggendong nya. Ia terus menimang dan membawa nya berjalan jalan di dalam ruangan. Hasilnya masih sama, Yusuf masih terus menangis.
Namun, ketika bunda Anna melewati brankar Chila, tiba tiba tangis Yusuf berhenti.
"Anak ganteng kenapa nangis hem?" tanya bunda Anna terus berjalan, hingga membuat Yusuf kembali menangis lagi.
"Lah, kok nangis lagi?" gumam nya bingung.
"Sshhh shhh shh Sayang diem ya Sayang. Anak ganteng, anak baik gak boleh nangis begini, ada apa sih hem?" Mike pun kembali mengambil alih putra nya karena ternyata bunda Anna juga tidak bisa menenangkan nya.
Euggghh!
Di sela tangisan Yusuf yang begitu kencang, tiba tiba pandangan ketiga orang itu langsung beralih ke arah brankar. Dimana mereka seperti mendengar seperti ada suara lenguh an.
__ADS_1
"Chila!" pekik nya dan segera menghampiri brankar.
Mata lentik wanita itu perlahan mulai terbuka, terpejam kembali dan terbuka berulang kali. Ayah Rasya segera memanggil dokter, dan bunda Anna menggenggam tangan Chila.
Sementara Mike, masih menggendong putra nya juga ikut mendekat di sebelah nya. Dan memang benar saja, berada di dekat Chila, membuat tangis Yusuf terhenti seketika.
Bahkan, kini bayi itu terlihat seperti sedang mengoceh sendiri seraya menatap langit langit ruangan Chila.
"Alhamdulillah, kamu sudah sadar," gumam Mike tanpa sadar meneteskan air mata haru nya.
Setelah berhasil membuka mata sepenuhnya, Chila hanya mampu terdiam. Ia seolah tidak bisa membuka mulut nya untuk bersuara. Hanya menatap ke arah sekeliling, dimana suami dan ibu nya tengah menatap nya.
Cklek!
Setelah selesai memeriksa, dokter dan kedua orang tua Chila pun memilih untuk keluar. Memberikan waktu kepada Mike dan Yusuf agar lebih dekat dengan Chila.
"Sayang... Alhamdulillah, akhirnya kamu sudah bangun," ucap Mike begitu lega, "Apakah kamu mendengar tangisan Yusuf? Apakah dia yang membangunkan mu?"
Chila hanya menatap laki laki di sebelah nya itu dengan bingung. Laki laki yang tengah menggendong seorang bayi mungil.
"A—anak ku?" gumam Chila tanpa sadar langsung meneteskan air mata nya, tangan nya terulur untuk menyentuh wajah sang putra dengan sedikit bergetar.
__ADS_1
"Yah, ini anak kamu. Anak kita," ucap Mike tersenyum.
"Sayang, mau sama Uma?" tanya Mike, lalu ia segera bangkit berdiri dan menidurkan Yusuf di sebelah ibu nya.
Tangis Chila seketika langsung pecah, saat melihat bayinya kini tertidur di sebelah nya. Ia ingin sekali memeluk nya sangat erat. Namun, tubuh nya masih sangat lemas, ia hanya bisa mengusap pelan tanpa bisa memeluk.
"Dia sangat merindukan mu," ucap Mike menatap wajah Chila.
"Terimakasih hiks hiks hiks." gumam Chila kembali terisak.
"Kami yang berterimakasih," kata Mike dengan cepat menggelengkan kepala nya, "Terimakasih karena kamu sudah kembali kepada kami. Terimakasih karena kamu sudah menjadi wanita yang begitu kuat, kamu sudah berjuang untuk melahirkan putra kita. Cup."
Mike memeluk kepala Chila dan mencium kening nya dengan begitu lembut. Tidak ada penolakan atau pemberontakan dari wanita itu. Justru Chila malah merasa semakin tenang dan nyaman berada di dekapan suami nya.
Namun, saat Mike tengah memeluk Chila tiba tiba saja Yusuf kembali menangis, hingga membuat Mike buru buru melepaskan pelukan nya.
"Abi tidak akan mengambil Uma kamu, Sayang." celetuk Mike tiba tiba menghela napas nya berat, ketika ia melepas pelukan nya, maka Yusuf juga langsung berhenti menangis.
Chila tersenyum, ia terus menatap wajah suami nya. Suami yang selama ini ia abaikan. Hanya karena sebuah kesalahan yang tanpa ia sengaja.
Ia benar benar sangat menyesal, dan berterimakasih karena Mike tidak pernah menyerah. Laki laki itu terus berusaha membuktikan ketulusan dan keyakinan nya pada dirinya.
__ADS_1
...~To be continue... ...