Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Pagi hari


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Satu bulan sudah, Mike dan Chila kembali bersama. Selama satu bulan itu juga, Mike tinggal di rumah mertua nya. Dan selama itu juga, hubungan nya dengan sang istri masih terasa begitu hambar.


Namun, meski begitu Mike tidak menyerah. Ia tidak pernah mengambil hati dengan sikap diam nya Chila. Karena ia cukup sadar diri bahwa semua ini terjadi karena nya.


"Apakah kamu jadi pergi sama Mami?" tanya Mike ketika hendak berangkat ke kantor.


Semalam, Chila meminta izin kepada Mike, hari ini dirinya akan pergi bersama mami Renata untuk membeli beberapa perlengkapan bayi.


Usia kandungan Chila yang sudah mulai memasuki usia delapan bulan. Hingga membuat para orang tua begitu antusias untuk berburu kebutuhan. Begitupun dengan Chila yang juga sudah tidak sabar untuk membeli perlengkapan bayi nya.


"Jadi," jawab Chila singkat seraya menganggukkan kepala nya.


Terkadang, Mike sampai kehabisan kata kata. Bagaimana caranya untuk mencairkan hati Chila yang sudah terlanjur beku. Segala macam cara sudah ia lakukan, namun wanita itu masih begitu dingin terhadap nya.


Sedih? Menyesal dan kecewa. Tentu saja Mike rasakan.


Mike hanya bisa menganggukkan kepala nya, lalu ia berjongkok seperti biasa untuk berpamitan dengan sang buah hati.


"Hati-hati," ucap Chila setelah Mike hendak keluar dari kamar.

__ADS_1


Namun, baru saja Mike hendak berbalik lagi, ternyata Chila sudah pergi. Wanita itu sudah lebih dulu memasuki walk in closed untuk menghindari Mike.


'Terimakasih,' gumam Mike lirih lalu ia bergegas keluar kamar dan segera berangkat ke kantor karena memang pagi ini dirinya sudah ada jadwal meeting penting.


"Mike, gak sarapan dulu?" tanya bunda Anna ketika melihat Mike langsung berpamitan.


"Enggak Bun. Mike ada meeting penting pagi ini," jawab Mike seraya mencium punggung tangan bunda Anna dan ayah Rasya.


"Sesibuk apapun, jangan lupa untuk sarapan. Jangan sampai sakit! Ingat istri lagi hamil, jangan sampai menyusahkan!" ucap ayah Rasya tanpa menatap menantu nya.


Mike tahu, meskipun itu sebuah sindiran. Namun arti dari kata kata itu bukanlah seperti itu. Mike tersenyum, lalu mendekat ke arah ayah Rasya.


"Iya Ayah, terimakasih. Mike berangkat dulu, Assalamu'alaikum," ujar Mike lalu segera pergi.


Tak berapa lama Mike pergi. Chila turun dengan pakaian yang sudah rapi.


"Selamat pagi, Ayah.. Bunda," ucap Chila mencium pipi bunda dan ayah nya bergantian.


"Pagi Sayang, " jawab kedua orang tua nya bersamaan.


"Mau sarapan apa, hem?" tanya bunda Anna, memberikan segelas susu ibu hamil untuk putri nya.

__ADS_1


"Gak deh kayaknya Bun. Chila mau sarapan di luar sama Mami. Kemarin, Mami ngajakin beli soto di dekat pasar kota!" ucap Chila seraya meminum susu nya.


"Kamu mau belanja di mana?" tanya bunda Anna langsung mengerutkan dahi nya.


"Di Mall biasa Bun, tapi kita mau cobain beli makan di luar Mall. Gak jauh kok, tempat nya ada di belakang pas Mall itu. Semalam Chila sampai searching dan memang katanya rekomended banget!" ujar Chila menelan saliva nya seolah tak sabar.


"Baiklah, tapi hati hati ya." ujar bunda Anna sedikit khawatir. Meskipun Chila akan pergi bersama Renata, yang tak lain dan tak bukan adalah ibu kandung nya. Namun, tetap saja Anna merasa sedikit khawatir.


"Bunda ikut aja deh! Bunda mau ikut cobain juga," kata bunda Anna sedikit berbohong.


"Katanya Bunda mau ikut ayah ke Bandung?" tanya Chila langsung mengerutkan dahi nya.


"Ayah kamu sudah tua. Biarkan saja dia pergi sendiri, bunda mau cobain makan di luar sama kalian. Emang gak boleh?" tanya bunda Anna dengan mimik wajahnya sedih.


"Eh, bukan begitu Bunda. Gapapa kalau Bunda mau ikut. Hanya saja, ayah—"


"Ayah sudah biasa pergi sendiri! Lagipula Ayah hanya sebentar di Bandung. Paling besok pagi atau siang sudah pulang." kata ayah Rasya yang langsung di angguki kepala oleh Chila.


Rasya tahu bahwa istrinya sedang khawatir maka dari itu ia membiarkan Anna membuat alasan seperti itu agar tidak melukai Chila.


Karena, kalau Chila tahu bahwa Anna ikut karena kurang percaya dengan Renata. Pasti Chila akan merasa sedih dan sedikit tersinggung, mungkin.

__ADS_1


...~To be continue......


__ADS_2