
...~Happy Reading~...
Tak hanya Naura dan Chila saja yang terkejut. Namun semuanya juga ikut terkejut saat melihat barang belanjaan yang di beli oleh Mike dan Clayton.
"Ini kalian mau buka restauran atau gimana sih?" tanya Shiena langsung menepuk kening nya.
"Aku tidak tahu harus beli apa dan berapa. Jadi ya sudah, ku beli saja semuanya!" jawab Clayton santai.
"Clay, kamu kira kita ini kambing di suruh makan daun segini banyak nya!" tanya Naura menggelengkan kepala, ia tidak mengerti dengan jalan pikiran dua manusia kulkas di depan nya itu.
Clayton dan Mike memborong seluruh isi dari supermarket. Semua stok daging, buah dan sayur semua di angkut hingga sampai memenuhi beberapa taxi.
Sebenarnya tadi Mike sudah meminta bantuan kepada pihak supermarket agar di kirim dengan mobil sana. Hanya saja, mobil dari pihak supermarket sedang mengalami kendala. Akhirnya karena tidak ingin menunggu lama, Clayton dan Mike sepakat untuk memanggil Taxi.
"Kita juga bukan sumo yang makan banyak. Astaghfirullah, Arsy, Shiena ini suami kalian kenapa begini banget sih!" keluh Naura menghela napas nya dengan kasar.
Bagaimana tidak, kini ia merasa menjadi tukang sayur dadakan. Vila nya penuh dengan sayuran buah dan perdagingan.
"Ini lagi, kamu ngapain beli beginian Clayton!" tanya Naura lagi saat melihat sebuah labu berwarna oranye yang cukup besar, bukan hanya satu, melainkan ada lima.
"Mana ku tahu, aku hanya bilang kepada mereka agar mengambil semua jenis sayur dan buah." jawab Clayton santai.
"Ini juga, astaga, mana ada orang barbeque an pakai oyong sama terong." imbuh Naura semakin tak habis pikir, "Tadi sudah ku kasih catatan kan? Kenapa gak beli sesuai dengan catatan aja sih? Terus ini mau buat apa coba?"
Ia meminta mereka untuk berbelanja, padahal ia sudah memberikan catatan belanja. Sayur dan buah apa saja yang harus di beli oleh Clayton dan Mike. Namun, ternyata yang datang justru berbagai sayuran yang tidak di butuhkan tetap di beli.
"Catatan nya hilang!" jawab Clayton santai.
Ingin marah percuma. Tapi mereka juga tidak tahu harus berbuat apa dengan semua sayuran tersebut. Di masak pun juga tidak akan habis untuk satu minggu, sementara mereka hanya tiga hari di sana.
"Sudahlah, gapapa. Nanti bisa kita kasih ke mbak yang datang bersih bersih Vila." ujar Chila yang sudah pasrah dan bingung juga harus di apakah sayuran sebanyak itu.
__ADS_1
"Suami kamu mana Ar?" tanya Jesika yang sejak tadi tidak melihat keberadaan Mike.
Dan saat itu juga, Chila baru tersadar bahwa tidak menemukan keberadaan suami nya. Padahal, ia tadi ingat bahwa suami nya ada di sana juga.
"Kayaknya masuk deh tadi," kata Susan yang tak sengaja melihat Mike masuk lebih dulu ke dalam kamar.
"Ah kalau begitu aku susul suami ku dulu ya," ucap Chila dan segera bergegas menyusul suami nya.
Membiarkan Clayton seorang diri di sidang dan di salahkan oleh para wanita. Sementara ketiga laki laki yang memasang tenda tadi, tak henti henti nya mentertawakan kebodohan Clayton di taman belakang.
Cklek!
"Mas," panggil Chila ketika melihat suami nya tengah duduk bersandar di tempat tidur, "Kenapa? kamu sakit?" tanya Naura langsung menghampiri Mike dan duduk di sebelah nya.
"Gapapa," jawab Mike tersenyum namun matanya terlihat berkaca kaca.
"Loh, kamu kenapa Mas?" tanya Chila mengerutkan dahi nya.
Chila yang merasa bingung dan tidak mengerti hanya bisa terdiam dan membiarkan Mike menangis di bahu nya. Chila mengira, bahwa tadi di supermarket Mike dan Clayton pasti bertengkar.
Namun mengapa suami nya sampai menangis? batin Chila tidak mengerti.
"Apakah kalian berdebat lagi? Ada kata kata dari Clayton yang menyakiti kamu? Atauβ"
"Gapapa, gak ada perdebatan kok. Hanya saja, entahlah, aku hanya ingin menangis saja," jawab Mike yang membuat Chila semakin di landa kebingungan.
"Mas mau istirahat dulu?" tanya z Chila yang langsung di balas anggukan kepala oleh Mike.
"Kamu juga ikut istirahat ya?" kata Mike segera menuntun Chila untuk ikut berbaring dan kembali memeluk nya.
Chila benar benar merasa aneh dengan perubahan sikap sang suami. Dan lagi lagi, dirinya merasa ingin ber suudzon kepada Clayton. Karena hanya laki laki itu yang terakhir kali pergi dengan suami nya.
__ADS_1
...ππππ...
Malam hari pun tiba. Acara yang di tunggu tunggu kini sudah di mulai. Sejak tadi, Clayton dan Kenzo begitu sibuk untuk membakar daging dengan di bumbui sedikit perdebatan tentu nya.
"Clay, apa tadi kamu berantem lagi sama om Mike?" tanya Kenzo sedikit berbisik.
"Tidak!" jawab Clayton jujur, "Kenapa?"
"Gapapa, hanya saja aku merasa sedikit aneh. Sejak tadi kalian pergi, kenapa dia jadi diem begitu?"
"Bukankah dia memang pendiam?" kata Clayton nampak acuh.
Kenzo menghela napas nya berat, ia merasa percuma bertanya kepada Clayton. Yang memiliki sifat sebelas dua belas dengan Mike. Namun, terkadang ia heran, Mike dan Clayton memiliki sikap dingin dan wajah datar. Tapi bila sedang berdua, keduanya sering bertengkar dan berdebat. Keduanya menjadi sangat aktif dan banyak bicara, sangat berbeda bila dengan orang lain.
"Mas mau makan apa?" tanya Chila. Sejak tadi, Mike tidak ingin berada jauh dari istri nya. Bahkan ia menolak keras perintah siapapun untuk membantu ini dan itu.
Mike terus menggenggam tangan Chila dan sesekali laki laki itu menyandarkan kepala nya pada bahu sang istri.
"Gak, mas tidak lapar," jawab Mike memejamkan matanya, "Besok kita pulang aja yuk," ajak Mike tiba tiba.
"Mas, kita baru satu hari disini. Masa pulang sih?" kata Chila menghela napas nya berat.
"Ya udah kalau gak mau. Aku kan cuma usul."
"Kamu marah?" tanya Chila yang langsung di balas anggukan kepala oleh Mike.
Brukk!
Saat semuanya sedang sibuk dengan aktifitas masing masing. Tiba tiba mereka di kejutkan oleh suara sesuatu yang ternyata adalah...
...~To be continue... ...
__ADS_1