Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Pulang untuk pergi


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Terimakasih, cup.” Setelah pegelutan yang cukup panjang, kini tubuh keduanya tumbang di atas tempat tidur.


Mike segera menarik selimut untuk menutupi tubuh polos istri dan dirinya, lalu kembali merengkuh nya ke dalam pelukan. Hangat, itulah yang Chila rasakan, ia sangat merindukan dekapan hangat suaminya yang sudah seminggu lebih ini berada di luar negri.


“Bagaimana pekerjaan kamu, Mas? Lancar?” tanya Chila seraya mendongakkan kepala nya dan memainkan bulu bulu halus yang berada di rahang kokoh sang suami.


“Alhamdulilah, semuanya lancar berkat doa istri sholehah nya Mas,” jawab Mike lalu kembali mengecup bibir istrinya dengan begitu gemas.


“Alhamdulilah,” gumam Chila ikut tersenyum.


“Tapi .. “


“Tapi kenapa?” tanya Chila langsung menatap suami nya kembali.


“Tapi belum sepenuh nya membaik, dan Mas masih harus kembali ke sana.” Imbuh Mike dengan menghela napas nya berat.

__ADS_1


“Jadi, mas pulang hanya sebentar?” tanya Chila langsung memasang wajah sedih nya.


“Maaf,” ujar Mike dengan perasaan bersalah, “Papa sudah tua, mas tidak mungkin membiarkan Papa yang ke sana bolak balik.”


“Kak Aldi ikut juga?”


“Enggak, dia harus mengurus perusahaan yang disini.” Jawab Mike yang semakin membuat hati Chila menjadi tidak tenang, “Kak Aldi tidak bisa menangani proyek baru di sana, karena proyek itu, mas yang buat. Dan mau tidka mau, mas yang harus melanjutkan yang di sana. Lagipula, perusahaan yang disini akan terbengkalai kalau kita berdua ke sana.”


“Kalau Chila ikut, boleh gak?” tanya Chila dengan begitu lirih.


“Kamu yakin mau ikut ke sana?” kata Mike balik bertanya.


“Bukan begitu Sayang. Hey, lihat mas,” kata Mike mendongakkan wajah nya Chila agar kembali menatap nya, “Mas di sana akan cukup sibuk. Kalau kamu ikut, mas hanya khawatir kamu semakin kesepian. Sementara di sini, kamu banyak teman, dan juga dekat dengan keluarga. Tapi kalau kamu mau ikut, mau mencoba di sana gapapa. Mas akan semakin senang,” jelas Mike panjang lebar.


“Bakal sibuk banget ya?” tanya Chila lagi dengan begitu lirih.


“Maaf, tapi mas akan mengusahakan untuk selalu pulang. Seminggu sekali, mas janji.”

__ADS_1


Untuk sesaat, Chila terdiam. Ia berfikir bahwa ia hanya akan menjalankan LDR satu dua minggu saja. Tapi mencerna ucapan suaminya yang akan pulang satu minggu sekali, otomatis, mereka akan LDR cukup lama. Chila tidka mungkin melarang atau menolak, karena ini demi kepentingan pekerjaan, apalagi ini adalah perusahaan keluarga besar. Yang tidak mungkin untuk di tinggalkan.


“Baiklah kalau begitu. Tapi apakah nanti mas tidak akan kelelahan kalau harus bolak balik, Indonesia Jerman seminggu sekali, itu tidak dekat loh,” ucap Chila sedikit ragu.


“Akan tetap mas usahakan. Jangan sedih lagi ya,” kata Mike yang sebenarnya juga bingung, ia tidak mungkin menolak perintah ayah nya, namun ia juga tidak mungkin membawa Chila. Mengingat di sana ia akan sibuk dengan pekerjaan nya.


Memulihkan perusahaan yang sedang di ambang kebangkrutan, tentu saja tidak akan mudah. Namun, Mike di percaya oleh keluarga besar nya untuk menangani itu. Antara bangga namun juga sedih karena harus berpisah dengan istri nya.


“Terus kapan mas berangkat lagi? Chila masih kangen,” gumam Chila pelan seraya memeluk tubuh suaminya.


“Dua hari lagi. Dua hari mas akan mengambil libur,” jawab Mike membalas pelukan istrinya.


“Hemmm, mau mandi, tapi Chila capek.” Rengek nya ketika dalam mode kumat manja.


“Mau gendong?” tawar Mike tersenyum dan langsung mengecup kening istrinya dengan gemas.


“Kalau mas maksa, Chila gak nolak,” jawab wanita itu terkekeh, membuat Mike ikut terkekeh. Dengan cepat, laki laki itu bangkit dari tempat tidur dan segera mengangkat tubuh istrinya untuk pergi ke kamar mandi dan mandi bersama.

__ADS_1


...~To be continue ......


__ADS_2