Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Ngidam


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Drrtt... Drttt..


Mike yang baru saja selesai dengan meeting nya, langsung menghentikan langkah kaki saat merasakan adanya getaran ponsel dari saki celana nya.


Untuk sesaat, ia terdiam dan mengerutkan dahi nya. Apakah dirinya tidak salah melihat? batin nya.


Setelah sekian lama, kini tiba tiba dirinya mendapatkan pesan chat dari istrinya, Chila. Apakah dia bermimpi? batin Mike, atau mungkin Chila salah kirim?


Istriku


'Assalamu'alaikum Mas, apakah sudah selesai meeting nya?'


Tanpa sadar, Mike menyunggingkan senyuman nya ketika sudah membuka pesan yang di kirimkan oleh sang istri.


^^^"Walaikumsalam, alhamdulillah Mas sudah selesai meeting. Sebentar lagi pulang, ada apa? Apakah ada sesuatu yang kamu inginkan?"^^^


Dirinya masih berdiri di depan pintu lift, bersandar pada dinding dan menunggu balasan chat dari istri nya.


Mike tidak perduli akan tatapan tatapan bingung para karyawan nya. Mungkin, karyawan nya akan berfikir, mengapa bos nya bisa nongkrong di depan lift sambil senyum senyum sendiri.


Namun Mike tidak perduli. Yang jelas, dia sangat bahagia karena mendapatkan pesan dari istrinya.


Istriku


'Bisakah Chila meminta tolong?'


^^^"Apa yang bisa Mas bantu? Katakan?"^^^

__ADS_1


Cukup lama Chila tidak membalas lagi, membuat Mike merasa semakin penasaran. Akhirnya, ia memutuskan untuk menelfon istrinya.


Tuuttt... Tuuttt...


'Assalamu'alaikum Mas,' jawab Chila dari ujung seberang sana.


"Walaikumsalam, Sayang. Ada apa? Kamu menginginkan sesuatu?" tanya Mike begitu lembut.


"Emmm itu, Chila tidak tahu, hanya saja—" Terdengar suara helaan napas berat dari pihak Chila.


Mike mengira bahwa kini istrinya tengah di landa kebingungan. Seperti ada yang dia inginkan, namun ragu untuk mengatakan.


"Katakan, nanti akan Mas usahakan." kata Mike mencoba membujuk Chila.


"Chila ingin brem." kata nya dengan cepat.


"Makanan," jawab Chila dengan cepat lagi.


"Makanan? Brem? Seperti apa? Dan dimana Mas harus membeli nya?" tanya Mike sedikit bingung. Karena dirinya baru mendengar adanya makanan bernama Brem.


"Chila tidak tahu," gumam Chila begitu lirih.


"Baiklah, nanti Mas pulang Mas bawakan. Mas akan cari dulu," ujar Mike walau kurang yakin.


"Benarkah?" seru Chila tiba tiba terdengar seperti memekik bahagia.


"InsyaAllah," jawab Mike ikut tersenyum lega.


"Baiklah, Chila akan tunggu. Assalamu'alaikum," kata Chila seolah tak sabar.

__ADS_1


"Walaikumsalam," jawab Mike, lalu sambungan telfon pun terputus.


Senyum terus mengembang di wajah Mike. Ia benar benar merasa sangat bahagia dan bersyukur karena ini adalah ngidam pertama yang di inginkan oleh Chila kepada nya.


Memasuki ruangan kerja nya, ia memanggil asisten sekaligus sekertaris nya.


"Ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya Ray selaku asisten pribadi Mike.


"Ray, Nadin, carikan aku Brem untuk istri ku!" ucap Mike dengan raut wajah datar nya, "Ah tidak. Kalian cukup carikan dimana tempat yang menjual, biar aku sendiri yang membeli."


"Maaf Pak, Brem itu seperti apa?" tanya Ray yang juga baru mendengar nama tersebut.


"Kalau untuk di daerah Jakarta, saya belum tahu Pak. Tapi saya suka membeli lewat online, karena setau saya itu makanan khas dari Jawa mana saya lupa. Maaf Pak," ujar Nadin yang memang dia sudah tahu akan makanan tersebut.


"Kamu sudah berkenalan dengan makanan itu?" tanya Mike langsung menatap sekertaris nya.


"Sudah Pak, dan memang saya juga menyukai nya. Hemm, kalau Bapak mau, besok akan saya bawakan. Karena baru kemarin paket saya datang dari membeli online," ujar Nadin menawarkan.


"Istri ku mau sekarang, hari ini!" kata Mike langsung menghela napas nya berat, "Begini saja, sekarang kamu pulang, bawa makanan itu dan kembali ke kantor!"


"Se—sekarang Pak?" tanya Nadin sedikit ragu.


Masalahnya, jarak rumah dan kantor cukup jauh. Sementara kini, sudah memasuki jam pulang kantor. Kalau dirinya harus bolak balik, bukankah akan sangat lama dan juga pasti akan sampai malam.


"Bawa Ray bersama mu! Aku akan menunggu disini!" ucap Mike tak terbantahkan.


Dan akhirnya mau tak mau, Ray dan Nadin pun segera bergegas pergi untuk mengambil makanan tersebut. Makanan yang sebenernya Mike sendiri tidak tahu berbentuk seperti apa, apalagi rasanya bagaimana ia tidak tahu.


...~To be continue... ...

__ADS_1


__ADS_2