Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Memberikan ASI


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Gimana, mau coba lagi?" tanya Mike saat melihat istrinya sudah terlihat lebih tenang.


Sejak tadi, Chila sedang berusaha memberikan asi untuk Yusuf. Namun, ternyata rasanya sangat sakit, hingga membuat wanita itu berulang kali meringis dan berujung menangis.


"Sebentar lagi, hiks hiks. Ternyata sangat sakit, perih banget hiks hiks." gumam Chila masih terisak, namun ia juga merasa kasihan dengan anak nya yang seperti nya sangat mendamba asi.


"Hey, jagoan jangan terlalu kuat. Kasihan Uma nya, tuh kan Uma nangis karena bibir mungil ini nih," ujar Mike menundukkan kepala sambil menyentuh bibir Yusuf.


Bukan merasa bersalah, justru bayi itu terlihat senang dan tertawa saat bibir nya di sentuh oleh sang ayah. Mungkin, bagi Yusuf, ayahnya sedang mengajak nya bermain atau bercanda.


"Mas, tolong siniin Yusuf nya. Insyallah Chila sudah siap," ucap Chila seraya menarik napas nya panjang.


Dengan perlahan, Mike mengangkat putra nya dan kembali ia letakkan di pangkuan sang istri. Begitu pun dengan Chila yang dengan perlahan membuka kancing baju nya dan mulai memberikan putra nya asi.

__ADS_1


"Shhhh sakittt," ringis nya yang langsung memejamkan mata seraya meremas sprei dengan cukup kencang.


Seiring berjalan nya waktu, Yusuf pun semakin kuat menghisap makanan nya, seolah tak sabar. Hingga setelah beberapa saat, tiba tiba Yusuf melepaskan pu ting ibu nya dan menatap wajah sang ibu dengan mata berkaca kaca.


"Kenapa Sayang?" tanya Chila begitu lembut seraya mengusap wajah tampan anak nya.


Tidak bisa menjawab, Yusuf hanya bisa menangis dengan begitu kencang. Hingga membuat Chila dan Mike bingung.


"Mau minum lagi? Ayo Sayang, Uma gapapa kok, Uma udah gak sakit," ujar Chila sedikit berbohong, karena nyatanya ia masih merasakan perih. Bahkan, ia merasakan bahwa pu ting nya sedikit merah karena lecet.


Dan setelah di paksa, beberapa kali akhirnya Yusuf mau menghisap nya lagi, namun tak berapa lama hanya beberapa detik, dia kembali melepaskan nya dan menangis.


"Mas, minta tolong buatkan susu botol saja? Seperti nya, asi ku belum terlalu lancar. Dan dia marah karena itu," kata Chila langsung menggendong Yusuf dan berusaha menenangkan nya.


"Baiklah, sebentar ya Sayang. Sabar dulu, cup." Mike segera bangkit dari tempat tidur dan bergegas membuatkan susu botol untuk Yusuf.

__ADS_1


Dan benar saja, ketika mendapatkan susu botol, anak itu langsung diam dan meminum nya dengan cepat hingga tidak lama susu nya kandas.


"Alhamdulillah," gumam Chila mengusap bibir Yusuf lalu menggendong nya menghadap pundak agar tidak kembung.


"Kamu sudah minum vitamin kamu?" tanya Mike setelah mengembalikan botol susu Yusuf di meja.


"Sudah Mas, tapi lama banget efek nya. Ini udah hampir seminggu, dan yang keluar hanya sedikit," jawab Chila menghela napas nya dengan berat.


"Sabar ya, nanti pasti lancar kok. Ingat sama apa kata dokter kan? Bertahap," ujar Mike berusaha meyakinkan dan memberikan semangat pada istri nya.


"Ini jagoan Abi, kuat banget sih minum susu nya hem. Biar cepat besar ya Sayang, mau jadi apa nanti?"


Setelah merasa kenyang, kini Yusuf terlihat lebih ceria dan begitu asik memainkan kedua kaki nya dan sesekali tertawa bersama sang Abi.


"Mas, Chila turun dulu ya. Mau coba ngobrol sama Bunda," kata Chila yang langsung di balas anggukan kepala oleh Mike, yang masih asik bermain dengan Yusuf.

__ADS_1


...~To be continue......


__ADS_2