
...~Happy Reading~...
Dengan perlahan, Chila membuka mata nya perlahan, saat sudah tiba di rumah sakit. sayup sayup ia bisa mendengar suara gemuruh yang begitu ramai di rumah sakit. Ia bisa merasakan tubuh nya yang sedang di angkat oleh suami sahabat nya.
Namun tubuh nya terasa sangat lemas, bahkan hanya untuk mengeluarkan suara saja ia merasa tidak sanggup. Hingga saat tiba tiba Clayton merebahkan nya di sebuah brankar di dalam rumah sakit. Ia bisa mendengar namun ia tidak sanggup untuk membuka mata lagi, ia hanya bisa meringis menikmati setiap rasa yang ia rasakan saat ini.
‘Ayah ... ‘ gumam nya sampai meneteskan air mata.
Hanya ayah nya yang ia ingat di saat seperti ini. Ia ingin ayah nya, namun ayah nya begitu jauh. Mungkin ini juga adalah dosa nya karena ia pergi sejauh itu tanpa pamit kepada siapapun, termasuk ayah nya.
“Els bertahanlah. Ku mohon bertahan lah,”
Deg!
__ADS_1
Ia semakin memejamkan matanya dengan begitu erat saat mendengar suara yang begitu familiar di telinga nya. Dengan sekuat tenaga, ia membuka mata nya, hingga tiba tiba matanya menatap seorang laki laki yang sedang mendorong sebuah brankar berisi seorang wanita di atas nya yang sudah tak sadarkan diri.
Ingin rasanya Chila berteriak dan memanggil suami nya, namun ia tidak sanggup. Selain itu juga, kini mereka sudah di pisahkan oleh sebuah lorong bercabang. Brankar Chila di bawa ke sebelah kiri memasuki ruang UGD. Sedangkan brankar yang di dorong oleh Mike ke arah kanan.
Selama di periksa, Chila hanya bisa beristighfar dan menangis di dalam hati nya. Semua dugaan dan prasangka nya sudah terjawab. Tuhan sudah membuka jalan petunjuk untuk nya dengan memberikan nya sakit dan menemukan nya dengan Shiena.
Dan setelah beberapa saat, kini Chila sudah di pindahkan ke ruang perawatan. Namun entah mengapa sejak tadi tangis nya tak bisa berhenti, sampai saat dimana Shiena dan Clayton memasuki ruangan nya, membuat tangis Chila semakin pecah.
“Shiena hiks hiks hiks.” Chila langsung mengubah posisi nya menjadi duduk dan memeluk Shiena dengan begitu erat.
Tangis nya pecah, dada nya semakin terasa sesak. Ia tidak tahu dengan apa yang harus ia lakukan saat ini.
“Aku harus apa Na? Katakan sama aku Na, aku harus gimana hiks hiks hiks.” Tanya Chila di sela isak tangis nya.
__ADS_1
Shiena yang tidak mengerti hanya bisa membalas pelukan Chila dan berusaha mengusap usap bahu nya agar wanita itu tenang.
“Kenapa Tuhan begitu jahat padaku Na, kenapa Tuhan gak adil? Dosa apa yang ku lakukan di dulu di kehidupan sebelum nya? Hikshiks kenapa harus sesakit ini Shiena. Kenapa auuwhh—“ Pekik Chila seketika langsung melepaskan pelukan nya dari Shiena ketika merasakan perut nya kembali sakit.
“Ar, kamu gapapa kan?” tanya Shiena dengan panik.
Shiena mengambilkan tisu dan mengusap air mata Chila. Untuk pertama kali nya, Shiena melihat sahabat nya sehancur itu. Bahkan, saat dulu Chila melihat orang yang di cintai bercumbu dengan rang lain, tangis Chila tidak sepecah ini. Chila masih bisa tersenyum dan selalu mengatakan ia baik baik saja.
Shiena tahu bahwa Chila adalah gadis yang paling pintar untuk berbohong, terlebih soal hati. Namun, mengapa kini tiba tiba wanita itu terlihat begitu rapuh dan hancur sampai seperti itu? Batin Shiena bertanya tanya.
Satu hal yang Shiena tau, sebaik apapun dan setegar apapun seorang wanita. Akan ada titik dimana ia juga bisa hancur dan terluka, seperti Arsy saat ini. Wanita yang selalu ceria, lembut dan begitu hangat, kini berubah menjadi hancur dan tak berdaya.
...~To be continue ......
__ADS_1