
...Nih Mommy tambahi satu bab lagi. Total Mommy udah update 4 bab ya hari ini. 😱...
...Mommy udah baik hati gak pelit, kalian juga jangan pelit2 ya. Jangan jadi pembaca Ghoib, cukup kasih Like dan komentar, Mommy udah BAHAGIA banget, apalagi tambah Vote dan hadiah, 🙈🙈💃💃💃💃...
...~Happy Reading~...
“Sayang, kamu yakin tidak ingin ikut Ayah pulang? Ayah khawatir sama kamu,” ucap ayah Rasya ketika hendak berpamitan dengan putri nya.
Sudah satu minggu ini dirinya berada di Italia untuk menemani Chila yang sempat mengalami kontraksi. Rasya begitu khawatir dengan keadaan putri nya, dan sebenarnya ia sangat tidak rela membiarkan anak nya kembali tinggal di sana. Meskipun Clayton sangat menjaga nya, namun tetap saja Rasya sangat khawatir dan sangat ingin putri nya mau ikut kembali ke Indonesia.
“Ayah, Chila gapapa. Lagian kemarin Clayton seharusnya tidak mengabari Ayah,” kata Chila menghela napas nya dengan berat, “Dia anak yang kuat, Ayah. Dia akan baik baik saja,” imbuh Chila seraya mengusap perut nya yang sudah mulai terlihat buncit.
“Iya, kamu benar. Dia akan menjadi anak yang kuat, seperti ibunya,” ucap ayah Rasya tersenyum.
“Ih, Chila gak mau di panggil Ibu. Chila mau di panggil Uma,” kata Chila terkekeh.
Rasya pun yang merasa begitu sesak, langsung memeluk putri nya kembali, hingga membuat air mata nya kembali menetes mengenai hijab Chila, “Kamu harus baik baik saja disini. Bulan depan, Ayah dan Bunda akan datang lagi kesini.”
Berikutnya, ayah Rasya segera berjongkok di depan Chila dan mengusap perut putri nya, “Halo Nak, jagain Uma nya ya. Opa percaya kalau kamu anak yang kuat. Harus bisa jagain Uma, jangan sampai Uma kamu menangis lagi, oke Sayang? Cup.”
__ADS_1
“Iya Opa,” jawab Chila menirukan suara anak kecil.
Ayah Rasya kembali tersenyum dan kembali berdiri, memeluk putri nya kembali dan mengecup kening nya. Rasanya begitu berat, sangat berat hingga membuat nya merasa enggan untuk pergi.
"Ayah pergi ya."
"Hati-hati Ayah. Jangan lupa kabarin Chila kalau sudah sampai," ucap Chila uang langsung di balas anggukan kepala oleh ayah Rasya.
“Ya udah Ar, kami juga pergi ya. Kalau ada apa apa, segera hubungi aku,” ucap Shiena jga berpamitan dengan Chila.
Ya, sore ini, Chila ikut ke Bandara untuk mengantarkan ayah nya dan juga sahabatnya. Clayton dan Shiena tidak bisa berlama lama di sana, karena Claire di tinggal di Indonesia. Jadilah mereka akan pulang ke Indonesia bersama ayah Rasya.
“Siap!” kata Chila tersenyum lebar, “Jaga baik baik calon menantu aku,” bisik Chila terkekeh ketika mengingat candaan nya dengan Shiena beberapa waktu lalu.
Ya, kini Shiena di nyatakan hamil tujuh minggu. Itulah yang membuat wanita itu sangat sensitif dan mudah menangis serta cemas. Itu semua karena bawaan si calon bayi.
“Pasti Ar, kamu juga jagain calon mantu aku. Kita ketemu lagi secepat nya,” kata Shiena begitu bersemangat.
Padahal, keduanya belum tahu apa jenis kelamin dari anak yang mereka kandung. Namun, mereka sudah bercanda ingin menjodohkan anak mereka kelak. Meskipun Chila sering melakukan USG, namun ia sengaja tidak pernah bertanya apa jenis kelamin bayinya. Ia ingin mendapatkan kejutan saat ia lahir nanti. Cukup mengetahui anak nya sehat dan tidak kurang satu apapun, itu sudah sangat membuat hati Chila bahagia.
__ADS_1
“Amiin,” balas Chila tersenyum.
“Davis! Segera bawa Arsy pulang! Jangan mau bila dia minta berhenti atau apa. Langsung kembali ke Vila dan—“
“Sudah cukup Clay! Aku paham, aku tidak akan meminta yang macam macam lagi! Sudahlah, jangan cerewet, pergi sana!” usir Chila dengan cepat memotong ucapan Clayton.
Semakin kesini, Chila memang sudah tidak sungkan lagi kepada Shiena dan Clayton. Hubungan mereka terlihat semakin dekat, bahkan Chila sudah mulai aktif lagi kecerewetan nya.
Begitupun dengan Clayton yang sangat over protektif pada Chila, bukan berarti di antara mereka tumbuh perasaan, jangan ngadi ngadi, itu semua hanyalah bentuk kepedulian dan rasa kasih sayang sebagai sahabat. Tidak lebih.
“Davis, ingat pesan ku baik baik!” ucap Clayton lagi menatap tajam pada sahabat sekaligus tangan kanan nya itu.
Sementara itu, Davis hanya menganggukkan kepala nya dengan wajah datar nya dan segera mengajak Chila untuk kembali ke Vila.
“Miyya, bawa dia.” Ujar Davis datar memberikan perintah kepada Miyya.
“Aku merasa seperti seorang tawanan,’ gumam Chila pelan, dan menghela napas nya berat.
Saat ketiga nya berjalan dengan davis di depan dan Chila serta Miyya di belakang Davis, kini tiba tiba langkah ketiga nya terhenti saat mendengar suara yang memanggil nama Chila.
__ADS_1
...~To be continue .......