
...~Happy Reading~...
‘Kalau Chila jatuh, apakah bunda juga akan datang untuk Chila? Chila pengen kaya mereka, yang pas jatuh dan nangis, terus bunda nya datang dan meluk. Chila mau di peluk sama Bunda pas Chila nangis.’ Suara kecil dari seorang gadis yang sangat menggemaskan, membuat seseorang langsung tersadar dari tidur panjang nya.
“C—Chila ... “
Anna yang tengah tertidur di samping suami nya, seketika langsung terbangun saat mendengar suara gumaman dari suami nya.
“Mas!” Anna segera menekan tombol emergency untuk memanggil dokter dan ia juga langsung menggenggam tangan Rasya. Meskipun belum membuka mata nya namun Anna sudah bersyukur karena suami nya sudah mulai sadar.
“C—Chila ... “
“Dokter! Suami saya sudah sadar!” kata Anna ketika melihat kedatangan beberapa dokter dan perawat memasuki ruangan.
“Maaf Bu, silahkan anda tunggu di luar dulu ya,” ujar salah seolah perawat yang menuntun Anna agar keluar dari ruangan. Dengan pasrah akhirnya Anna memilih untuk keluar. Ia mengecek jam di ponsel nya, yang ternyata sudah jam tujuh pagi.
Ia memutuskan untuk menghubungi Victor, memberi kabar bahwa ayah nya sudah mulai sadar. Dan Victor tanpa pikir panjang langsung mengiyakan dan segera meluncur ke rumah sakit.
__ADS_1
Sesampainya d rumah sakit, Victor berpapasan dengan Om Vino yang datang bersama tante Renata.
“Pagi Om,” sapa Victor saat hendak memasuki loby rumah sakit.
“Pagi Victor! Kamu gak ke kantor?” tanya om Vino mengerutkan dahi nya.
Vino sudah tahu bahwa sejak Rasya koma, maka Victor lah yang menggantikan peran ayah nya.
“Gak tahu Om, tadi Victor mau ke kantor, tapi Bunda telfon. Katanya Ayah sudah mulai sadar, makanya victor mau lihat ayah dulu.” Jawab Victor, seketika membuat wajah Vino dan Renata sedikit tersenyum lega.
“Alhamdulilah, kalau begitu ayo segera masuk,” kata tante Renata segera menggandeng tangan suami nya dan mengajak nya untuk masuk ke dalam.
“Ayah,”
Rasya hanya mampu tersenyum tipis dan sedikit membalas pelukan putra nya. Hingga saat tiba tiba ia melihat kedatangan Renata dan Vino di belakang Victor. Seketika itu juga Rasa kembali merasakan sesak di dadanya saat melihat Renata.
Ya, wajah Renata sangat mirip dengan Chila, hingga membuat nya kembali teringat akan putri nya. Namun, Rasya berusaha untuk menetralkan degup jantung nya, ia tidak ingin kembali tak sadarkan diri, karena ia harus segera mencari putrinya. Itu yang ada di pikiran nya saat ini.
__ADS_1
Setelah berbagai mimpi tentang masa kecil Chila hadir dalam ingatan nya, membuat Rasya semakin bertekad untuk sembuh dan segera menemukan putri nya agar bisa ia bawa pulang lagi.
“Bagaimana keadaan kamu?” tanya Vino membuka suara.
“Aku sudah lebih baik,” jawab Rasya pelan.
“Aku ada kabar baik,” ucap Vino yang seketika membuat wajah rasya langsung mendongak dan sedikit terlihat cerah, “Orang orang ku sudah menemukan keberadaan putri kita. Hanya saja—“
“Kenapa?” tanya Rasya langsung mengerutkan dahinya, “Putri ku baik baik saja? Chila tidak kenapa kenapa kan? Chila—“
“Dia baik baik saja,” jawab Vin dengan cepat memotong ucapan Rasya, “Aku sudah berhasil menemukan keberadaan nya, tapi aku tidak bisa membawa nya pulang.”
“Kenapa begitu Om?” tanya Victor ikut bersuara.
“Chila saat ini ada di bawah pengawasan Klan C.” Jawab Vino di sertai helaan napas berat.
“Klan C? Siapa itu? Victor gak ngerti,” tanya Victor dengan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, “Apa kakak ku sedang tersesat di dunia fantasi? Klan itu bukannya hanya ada di sebuah dunia gamers. Pantas saja kita sangat sulit mencari keberadaan kakak selama ini. Eh tapi ini bukan dunia fantasi, gak mungkin begitu.” gumam Victor menggelengkan kepala nya sendiri merasa bingung.
__ADS_1
...~To be continue .......