
...~Happy Reading~...
Usai menjalankan sholat subuh berjamaah dengan sang suami. Kini Chila pun berniat untuk turun ke bawah guna membantu sang bunda membuat sarapan. Sementara itu, Mike, ia memilih berada di dalam kamar untuk mengecek beberapa pekerjaan nya. Hari ini, ia masih cuti, dan mungkin hingga tiga hari ke depan. Jadilah ia merasa seperti pengangguran sekarang.
Belum ada rencana untuk berbulan madu, karena baik dari Chila atau Mike belum ada yang membuka suara akan hal itu. Keduanya masih sibuk dengan hati dan perasaan masing-masing. Terlebih ketika Chila mendengar sendiri bahwa suaminya masih berhubungan dengan mantan kekasih nya, Chila tidka ingin memaksa Mike untuk bisa langsung jatuh cinta padanya.
Sekali lagi, Chila hanya bisa pasrah dan berserah kepada Allah. Dia menikah karena Allah, jadi apapun akan ia serahkan kepada Allah, dan ia juga sudah meyakinkan dirinya sendiri, bahwa apapun yang akan terjadi ke depan nya nanti, Chila akan menerima nya. Selama tidak ada kata talak yang terucap dari mulut sang suami, maka Chila akan terus bertahan meski badai yang akan ia hadapi begitu besar. Itulah kepercayaan Chila, ia begitu yakin, bahwa Allah tidak akan memberikan nya jalan yang tidak mungkin ia tidak bisa lalui.
“Selamat pagi Bunda ... “ sapa Chila ketika sudah sampai di dapur dan melihat sang bunda tengah memasak untuk sarapan.
“Pagi Sayang, kamu sudah turun? Dimana suami kamu?” tanya bunda Anna mengerutkan dahi.
“Om Mike masih di kamar, lagi ngecek kerjaan,” jawab Chila seraya melingkis baju tidur panjang nya hingga ke siku lalu membantu bunda Anna untuk mencuci sayuran.
__ADS_1
“Kamu bukannya menemani Mike saja dulu, kenapa harus buru buru turun?”
“Chila kan mau bantuin Bunda. Lagian om Mike juga sudah besar kok, gak perlu di temani,” jawab Chila dengan polos nya lalu kembali melanjutkan aktifitas nya mencuci sayuran.
Bunda Anna hanya mampu menghela napas nya pelan dan menggelengkan kepala, padahal yang ia tanyakan bukan itu, namun yang di tangkap oleh putri nya justru itu.
“Woahh pengantin baru udah sibuk aja di dapur pagi pagi,” ucap Victor yang ternyata juga sudah bangun.
“Enak aja, ganteng begini di bilang jelek.” Saut Victor memberengut, membuat Chila dan bunda Anna langsung terkekeh, “Oh ya kak, Bun. Nanti Victor sama Vito balik ke Jogja ya?” imbuh nya seraya mendudukkan diri di meja makan dan memakan sebuah apel.
“Kok cepet banget?” tanya Chila menghampiri Victor dan memberikan nya segelas susu hangat.
“Adik ganteng lucu dan imut nya kakak ini, udah ketinggalan banyak kelas. Lagian juga sahabat Victor udah pada balik semua ke sana.”
__ADS_1
“Yah sudahlah. Padahal kakak pengen banget ke sana,” kata Chila dengan mimik wajah sedih nya.
“ya udah sih, ajak aja bang Mike. Anggep aja bulan madu,” balas Victor dengan santai nya, seketika membuat Chila yang tengah meminum air putih langsung tersedak.
Uhuukk huukkk uhukkk
“Astaga, Victor kamu apain kakak kamu!” seru bunda Anna langsung menghampiri Chila dan membantu menenangkan nya dengan menepuk nepuk punggung Chila.
“Lah Victor yang di salahin sih Bun. Perasaan omongan Victor gak ada yang salah deh,” ucap Victor menggaruk kepala nya bingung.
“Sudah sudah, Chila kamu mandi dulu sana. Sarapan nya sudah siap, sekalian ajak suami kamu turun, kita sarapan bareng,” tutur bunda Anna, yang langsung di balas anggukan kepala oleh Chila.
...~To be continue ......
__ADS_1