
...~Happy Reading~...
"Ameena Khairin Humaira." Mike tersenyum dan kembali menggenggam jemari tangan istrinya, "Artinya, Setia, jujur dan murah hati yang memiliki wajah kemerahan. Kami berharap, kelak dia akan menjadi wanita yang baik, jujur, dan setia terhadap keluarga, teman maupun pasangan nya." imbuh Mike yang langsung di balas anggukan kepala oleh Chila.
"Dan dia akan di panggil Maira," sambung Chila semakin melebarkan senyuman nya.
Chila dan Mike sudah merencanakan nama itu sejak jauh jauh hari. Seperti halnya Mike yang menginginkan putra nya di panggil Yusuf. Dan kali ini, Chila juga menginginkan putrinya di panggil Maira.
"MasyaAllah, Maira," panggil mami Renata mengusap wajah baby Maira yang masih sangat terlihat merah.
Dan benar saja, bayi itu langsung tersenyum dengan mata terpejam, seolah menyukai nama panggilan nya.
"Ayah, Bunda. Mami dan Papi. Pulang dari sini, kami memutuskan untuk kembali ke rumah kami rasanya sudah terlalu lama kami tinggal bersama Ayah dan Bunda. Jadi—"
__ADS_1
"Tunggulah sampai keadaan Chila pulih. Bunda mohon," pinta bunda Anna dengan cepat memotong ucapan Mike.
Tentu saja bunda Anna tidak akan tega melepaskan Chila begitu saja. Apalagi putrinya itu habis melahirkan. Memang benar, di rumah Mike pun, juga pasti ada pembantu dan suster. Namun tetap saja bunda Anna tidak akan tega melihat Chila yang masih dalam masa pemulihan harus sendiri mengurus kedua anak nya.
"Bun—" Chila menatap bunda nya dengan tatapan sayu.
Ia sudah sepakat dengan Mike akan pulang ke rumah nya. Rumah yang sudah sangat lama ia tinggal, tepat nya saat ia hamil Yusuf. Dan kini, adik nya Yusuf sudah lahir, maka Chila berfikir memang benar. Seharusnya dirinya kembali pulang.
Chila sudah yakin dan memaafkan laki laki itu sepenuhnya. Walau terkadang, ia masih mengingat perlakuan demi perlakuan yang Mike berikan dulu namun ia juga selalu bertekad bahwa ia sudah memaafkan.
"Mike, istri kamu habis melahirkan. Secara SC, bunda mohon sama kalian, setidaknya sampai satu bulan. Sampai Chila benar benar bisa mengurus Yusuf dan Maira sendiri." kata bunda Anna benar benar memohon kepada anak dan menantu nya.
"Tapi Bun—" kata Chila seketika terhenti saat Mike menggenggam tangan nya.
__ADS_1
"Baiklah Bun, maafkan Mike bila harus merepotkan Bunda lagi," ucap Mike akhirnya mengalah.
"Alhamdulillah," kata bunda Anna dengan gemas langsung mencium cucu pertama nya, yang tengah tertidur pulas di gendongan nya.
Sejak Chila hamil, Yusuf memang selalu tidur dan banyak menghabiskan waktu dengan bunda Anna. Maka tak heran, bila anak itu begitu anteng dan manja kepada nenek nya.
Sementara itu, Renata hanya bisa tersenyum tipis. Sangat tipis, karena hatinya masih terasa begitu perih setiap kali melihat kedekatan serta kekompakan antara Chila dengan Anna.
Dialah ibu kandung nya, namun Anna yang selalu lebih mengerti dan bisa selalu ada untuk Chila. Iri? Tentu saja Renata selalu merasakan itu, namun Vino selalu bisa menenangkan nya dan menyadarkan nya bahwa ia harus membuang jauh jauh perasaan itu.
Sedekat apapun Chila dan Anna. Renata lah ibu kandung nya, sampai kapan pun, posisi Renata tidak akan pernah terganti. Renata dan Anna adalah dua wanita hebat yang akan selalu ada di hati Chila.
...~To be continue... ...
__ADS_1