
...~Happy Reading~...
"Huaaa calon mantu aku, ya Allah ganteng sekali kamu, Sayang." Shiena langsung meletakkan bingkisan nya ke sofa, lalu berhambur mendekati brankar, dimana Chila tengah duduk bersandar sambil memangku baby Yusuf.
"Na, bayi kamu belum jelas status nya. Main asal langsung stempel hak milik aja, kamu." celetuk Naura langsung menggelengkan kepala nya.
"Ya kalau nanti memang bayiku laki-laki. Tahun depan aku proses lagi, tenang aja. Semua bisa di atur, Clayton masih kuat untuk di ajak ngadon," kata Shiena tanpa memperdulikan tatapan dari para sahabat nya.
"MasyaAllah, kamu ganteng banget sih. Bener bener calon mantu idaman, emmm gumuss." Shiena tak henti henti nya terus mengecup wajah baby Yusuf, hingga membuat bayi itu tergelak karena menahan rasa geli.
"Tuh kan, kalian lihat. Dia udah tahu, kalau yang gendong calon mertua nya, jadi dia anteng dan bahagia. Ya kan Sayang," kata Shiena terus menatap kagum pada bayi sahabat nya.
"Terserah deh, terserah!" kata Jesika menghela napas nya kasar, "Oh ya Ar, gimana keadaan kamu? Udah baik?"
"Alhamdulillah, aku sudah lebih baik. Terimakasih kalian sudah mau datang kesini," ujar Chila tersenyum.
"Kita tuh kangen tau sama kamu, kita seneng banget pas denger dari tante Anna kalau kamu sudah sadar. Makanya kami cepet cepet kemari," ungkap Naura.
__ADS_1
"Ar, namanya siapa?" tanya Shiena kini kembali mendekat ke arah brankar.
"Katanya calon mantu, tapi gak tau namanya. Gimana sih, mertua lucknat ini namanya," kata Susan lalu di sambut gelak tawa oleh yang lain nya.
"Namanya Yusuf," jawab Chila ikut terkekeh mendengar candaan Susan.
"MasyaAllah, sangat pas sekali dengan paras nya. Tampan dan gagah ya Sayang. Kamu harus jadi laki laki yang pemberani, kuat dan bisa menjaga putri Mami Shiena nanti ya." kata Shiena yang terus mengajak Yusuf ke dalam dunia khayalan nya.
Kini, Shiena memilih untuk duduk di sofa, menjauh dari para sahabat nya, sambil mengajak ngobrol dan bercanda baby Yusuf. Meskipun perut nya sudah membuncit, namun ia tetap merasa bahagia dan tidak keberatan sama sekali saat menggendong baby Yusuf.
"Kok aku jadi takut ya?" gumam Naura menatap ke arah Shiena.
"Aku takut, nanti anak dia laki-laki juga. Dan dia bakal kecewa," jelas Naura, antara sedih tapi juga ingin tertawa.
"Udah, biarin aja. Kata dia kan kalau anak nya cowok. Bakal lanjut proses lagi tahun depan. Biarkan bumil bahagia, biarkan," kata Jesika yang juga tak kuasa menahan tawa nya.
Susan, Naura dan Jesika terus mengajak bicara dan bercanda dengan Arsy. Sementara Shiena dan Yusuf menyendiri di sudut ruangan.
__ADS_1
Hingga, tanpa terasa waktu sudah menunjuk angka lima sore. Entah sudah berapa jam mereka bercengkrama, bahkan kini, baby Yusuf sudah tertidur di pangkuan Shiena.
Karena waktu sudah semakin sore, akhirnya Shiena segera beranjak dan meletakkan baby Yusuf di dalam box bayi.
"Kayaknya kita udah kelamaan deh, kita sampai lupa waktu," kata Shiena sedikit menguap.
"Bukan kita yang lupa waktu, tapi kamu Na," ucap Jesika langsung menghela napas nya kasar.
Naura dan Susan sudah pulang sejak tadi. Dan kini, hanya tinggal Jesika dan Shiena yang berada di ruangan Chila.
"Kalau aja rumah kita gak se arah, udah aku tinggal kamu dari tadi," kata Jesika berdecak.
"Kamu pikir aku anak kecil. Kamu tinggal, aku bisa telfon suami ku," ucap Shiena begitu santai.
"Ya udah, calon mantu. Mami, pulang dulu ya, sampai juga lain waktu, nanti kalau sudah besar, harus segera datang ke rumah Mami dan melamar putri Mami, jangan lupa. Harus ingat ya," kata Shiena sekali lagi menunduk seolah seperti berbisik di telinga baby Yusuf.
"Tenang Ar, nanti aku bilangin ke Clayton biar bawa istrinya ke psikiater. Kamu jangan khawatir," sindir Jesika tiba tiba membuat z Shiena langsung mendengus dan kesal.
__ADS_1
...~To be continue... ...