
...~Happy Reading~...
"K—kamu hamil lagi?" tanya ayah Rasya yang langsung bangkit dari tempat duduk nya dan menghampiri Chila.
"I—iya Ayah, " jawab Chila sedikit menundukkan kepala nya, tangan nya sejak tadi tidak bisa lepas untuk menggenggam tangan suaminya dengan begitu erat.
"Tapi Yusuf masih kecil," gumam ayah Rasya lirih.
Kini, ayah Rasya sudah duduk di sebelah Chila dan mengambil alih tangan yang sejak tadi di genggam oleh Mike. Ayah Rasya mengusap jemari tangan putri nya dengan begitu lembut. Mencoba mengajaknya berbicara dari hati ke hati tanpa membuat putri nya terluka atau tersinggung.
"Iya Yah, kami tahu bahwa Yusuf masih kecil. Hanya saja, kami juga gak tahu kalau ternyata Chila bisa hamil lagi secepat ini."
Ayah Rasya langsung mengusap wajah nya dengan cukup kasar. Ia menarik napas panjang, lalu memejamkan matanya sebentar.
"Apakah Ayah tidak suka dengan kehamilan Chila? Apakah Ayah tidak mau menambah cucu lagi?" tanya Chila dengan mata berkaca kaca menatap sang ayah.
__ADS_1
"Bukan begitu sayang, ayah suka kok, bahagia sekali. Orang tua mana yang tidak bahagia bila akan mendapatkan cucu lagi," kata ayah Rasya langsung menarik napas panjang, "Hanya saja, ayah khawatir sama kamu."
"Chila kuat kok Yah. Chila pasti bisa, asal Ayah, Bunda dan suami Chila selalu mendukung Chila." ujar Chila menatap wajah Ayah nya.
Mike langsung merangkul bahu sang istri, untuk menyalurkan ketenangan pada Chila, agar tidak terlalu tegang atau berfikir macam macam.
"Ayah dan Bunda pasti akan selalu mendukung kamu, Nak. Maaf bila Ayah sempat meragukan kamu," ucap Ayah Rasya tersenyum, "Selamat ya."
"Mike—"
"Iya Ayah, Mike janji akan menjaga Chila dengan sepenuh hati Mike. Dan Mike tidak akan membuat kesalahan lagi, Mike janji akan selalu memberikan yang terbaik untuk anak dan istri Mike," kata Mike yang dengan cepat memotong pembicaraan Ayah mertua nya.
Hari demi hari berganti, setiap harinya Chila tidak pernah merasakan apapun. Ia tetap biasa saja menjalani aktifitas untuk merawat Yusuf dan lain sebagainya.
Namun, berbeda dengan Mike yang selalu merasa resah dan gelisah setiap kali berada di kantor nya. Bukan segera ingin pulang, namun ia selalu menginginkan sesuatu yang aneh.
__ADS_1
Mike tidak pernah mau menuruti nya, ia akan mengalihkan keinginan nya untuk bekerja atau kadang tidur di kamar kantor nya.
"Pak, siang ini akan ada meeting di J&F resto." ujar Ray saat memasuki ruangan Mike dengan membawa beberapa berkas.
Mike langsung menghela napas nya berat. Karena sesungguhnya nya, ia sangat malas sekali untuk bekerja di luar. Ia hanya ingin di dalam ruangan dan istirahat, karena kepala nya terasa begitu pusing juga sedikit mual.
"Baiklah," kata Mike pada akhirnya menghela napas kasar.
Menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit, kini mobil yang di tumpangi Mike dan Ray sudah tiba di restauran yang begitu legend.
Mike segera turun dan bergegas masuk. Namun, tiba tiba matanya memicing ketika melihat seseorang yang tengah berjalan memasuki restauran tersebut.
"Kenapa ada disini?" gumam Mike mengerutkan dahi nya.
Seketika itu juga, Mike langsung menelan saliva nya. Perasaan aneh yang selama ini ia rasakan, bahkan rasa kesal yang memuncak lantaran keinginan yang tidak masuk akal nya, membuat nya semakin membenci orang tersebut.
__ADS_1
"Ray, kau temui klien dulu. Aku akan pergi ke Toilet!" ucap Mike yang memilih jalan lain menuju toilet, sementara asisten nya langsung pergi menuju ruangan private yang mana sudah di pesan untuk mengadakan meeting siang ini.
...~To be continue... ...