
...~Happy Reading~...
Setelah beberapa saat, kini mobil yang di tumpangi oleh Chila sudah tiba di sebuah rumah sakit yang baru satu minggu kemarin merawat Chila.
“Aku bisa sendiri Vis, terimakasih,” ujar Chila ketika Davis hendak menggendong nya, “Aku masih sanggup berjalan sendiri.”
Davis mengerti dan hanya bisa menganggukkan kepala nya. Namun, saat baru memasuki pintu loby, Davis melihat seorang laki laki yang tengah membawa sebuah kursi roda yang akan di bawa entah kemana.
Dengan cepat dan tiba tiba, tanpa permisi, Davis segera meminta kursi roda itu. Tentu saja, hal itu membuat orang terkejut. Bagaimana bisa ada orang yang main asal serobot seperti itu. Batin orang itu berdecak kesal.
“Maaf Tuan, itu—“ ucap laki laki itu mengurungkan niat untuk protes, lantaran melihat tatapan tajam yang Davis berikan, seketika membuat nyali nya ciut, “Baiklah, silahkan anda pakai. Saya akan mengambil nya lagi.”
“Bagus!” ucap Davis datar, lalu ia segera memberikan kursi roda itu kepada Chila, dan menyuruh wanita itu untuk duduk.
“Davis ini punya siapa? Aku tidak melihat ada—“
“Cepat duduk dan diam! Kita langsung ke ruangan dokter Liana!” kata Davis dengan ekspresi wajah datarnya, dan mau tak mau Chila menurut agar tak membuat laki laki itu semakin marah pada nya.
__ADS_1
Dan, saat hendak memasuki lift, tiba tiba mata Chila terbelalak saat melihat pasien yang hendak di pindahkan ke ruang perawatan dengan menggunakan lift di sebelah nya.. Seolah mengerti dengan arti tatapan Chila, membuat Davis segera mendorong kursi roda Chila memasuki dengan cepat.
“Davis, tungu dulu! Davis tunggu! Jangan di tutup, Davis!” pekik Chila berusaha bangkit dari kursi roda nya, namun dengan cepat pula Davis menahan nya dan menyuruh Chila tetap duduk di tempat nya.
“Bukankah sudah ku katakan, jangan sakiti dia. Kenapa kalian begitu tega melakukan ini padanya, kenapa!” gumam Chila begitu lirih di sela isak tangis nya.
‘Astagfirullah, kenapa harus sampai seerti itu hiks hiks.”
“Dia yang mulai! Anak buah ku hanya membela diri!” jawab Davis dengan datar, yang mana membuat Chila seketika langsung menatap tajam.
“Membela diri kata kamu! Pikir dong Vis, kalian banyak orang sedangkan dia sendirian!”
Setelah beberapa saat, kini Chila dan Davis juga Miyya sudah tiba di lantai yang ia tuju. Lantai dimana ruangan dokter Liana berada.
“Davis, aku mohon. Aku ingin menemui nya, aku ingin melihat nya.” Ucap Chila menatap Davis penuh permohonan.
Meskipun ia sangat kecewa dan marah kepada Mike. Namun, ia tetap saja tidak tega melihat suami nya terkapar tak berdaya di rumah sakit. Tanpa ia tahu bahwa sebelumnya Mike bahkan sempat koma karena ayah nya sendiri.
__ADS_1
Dan inilah yang ditunggu tunggu oleh Davis sejak tadi. Ia ingin melihat Chila menangis dan Memohon untuk bertemu dengan suami nya. Sebenarnya, Davis sengaja menyuruh anak buah nya untuk menghajar Mike dan membawa nya ke rumah sakit. Entah firasat atau kebetulan, Davis merasa bahwa dia akan membawa Chila ke rumah sakit.
Karena Davis sudah cukup tahu bagaimana kondisi Chila. Wanita itu sangat mudah pendarahan setiap kali teringat akan suami nya. Dan sekarang mereka di pertemukan, namun Chila memilih pergi. Maka dari tiu Davis seperti memiliki firasat bahwa wanita itu akan kembali ke rumah sakit.
...~To be cntinue .....
Mommy : Vis, kamu peka banget sih?
Davis : Ckckck (Berdecak sombong)
Mommy : Kamu begitu mengerti akan perasaan wanita, tapi sayang—
Davis : #Mengerutkan dahi
Mommy : Sayang nya, kamu belum bisa mengerti dan peka terhadap pasangan mu sendiri.
Davis : Bagaimana aku mau peka, kalau Mommy sendiri belum emmberikan ku hilal! #Kesal
__ADS_1
Mommy : Hehehe #Kaburrrr