
...~Happy Reading~...
Siang harinya, para sahabat Chika datang ke rumah ayah Rasya, begitu mendengar bahwa Chila sudah kembali.
Dan berapa bahagia nya mereka, saat tahu bahwa ternyata Chila juga sedang mengandung. Mereka menjadi sangat antusias untuk datang dan memberikan selamat.
"Selamat ya Ar, kami seneng banget lihat nya. Akhirnya, setelah sekian lama dan sekian purnama kamu kembali ke rumah. Dan kami berharap, kamu tidak akan pergi lagi," ujar Naura menggenggam tangan Chila.
"Ar, kalau boleh jujur aku kesel dan marah sama kamu. Karena kamu hanya memberikan kabar kepada Shiena. Tapi sekarang aku lega dan bersyukur karena pada akhirnya kamu sudah mengambil keputusan yang tepat, yaitu kembali di antara kita kita!" imbuh Naura tersenyum lega.
"Maaf, kalau kepergian ku membuat kalian khawatir. Dan terimakasih sudah merindukan ku," kata Chila terkekeh.
"Tidak ada yang merindukan mu Ar. Kami hanya kehilangan mu!" canda Naura sedikit mendengus namun mampu membuat mereka tertawa.
"Oh ya Ar, kira kira kamu sudah tahu belum apa jenis kelamin bayi kamu?" tanya Jesika seraya mengupas kulit kacang di piring nya.
"Belum, aku sengaja tidak ingin tahu dulu. Yang penting dia sehat, itu udah cukup. Biar jadi surprise aja," jawab Chila mengusap perut nya.
"Gapapa, tapi ku harap anak kamu cewek ya Ar. Biar kita bisa berbesan," kata Jesika terkekeh.
__ADS_1
"Heh, sembarangan! Calon mantu aku itu!" saut Shiena menatap tajam pada Jesika, "Dia sudah ku tandai. Jadi kalian jangan macem macem!"
"Na, memang nya mau kamu jodohin sama siapa? Claire? Gak mungkin Na, dia sudah besar. Dan bayi yang kamu kandung, belum jelas masih kecil banget." kata Naura ikut menimpali.
"Ya udah gampang, ntar kalau anak yang ku kandung cowok atau misal anak Arsy cewek. Aku bikin lagi sampai cocok pokoknya!" kata nya dengan santai.
Uhukkk hukkk!
Chila pun langsung tersedak minuman nya saat mendengar ocehan tak masuk akal dari Shiena.
"Shiena, memang nya kamu mau punya berapa anak?" tanya Chila menggelengkan kepala nya.
"Gila kamu Na! empat? banyak banget?" pekik Susan menggelengkan kepala nya.
"Gak lah. Empat itu pas menurut aku, biar mereka gak kesepian. Aku sendiri ngerasain jadi anak tunggal itu gak enak. Beban nya terlalu berat, kalau dua? Kaya Clayton dan Claudia, rame sih tapi masih kurang menurut ku. Jadi aku putuskan untuk program empat anak. Eh malah Clayton minta nambah satu lagi!" cerita Shiena panjang lebar, membuat para sahabat nya seketika langsung menelan saliva nya.
Begitupun dengan Arsy yang langsung menarik napas panjang. Dirinya baru satu saja, namun rasanya sudah sangat sulit.
Mungkinkah itu karena hubungan nya dengan Mike yang tidak semulus hubungan Shiena dan Clayton? Makanya Chila seperti enggan untuk menambah momongan. Batin Chila kembali sedih saat mengingat betapa hampa nya kehidupan rumah tangga nya.
__ADS_1
"Ya sudah Na, kalau empat nanti bagi satu satu sama kami. Anggep aja Claire paling besar kan, nah nanti kamu bisa jodohin sama Raka. Cocok, Raka lebih tua dari Claire. Lalu nanti sama anak Jesika, Susan dan anak aku," ucap Chila terkekeh sendiri menghitung calon anak anak Shiena.
"Nah setuju tuh!" sahut Jesika menganggukkan kepala nya.
"Yah dia langsung setuju. Mau mengulang kisah ya Jes? Orang tua nya gak jadi bersatu, akhirnya para anak anak yang meneruskan kisah nya hahaha!" ujar Susan langsung tertawa terbahak.
Untuk sesaat semuanya langsung terdiam karena belum maksud akan kata kata Susan. Hingga beberapa saat, mereka tersadar bahwa dulu Jesika dan Clayton sempat ada sedikit kedekatan hingga membuat mereka ikut tertawa.
"Sialan kamu San!" dengus Jesika langsung melemparkan bantal sofa ke arah Susan.
"Eh tapi gapapa juga sih ya. Kayaknya seru kalau kita semua bisa berbesan!" sambung Shiena mengangguk antusias.
"Aku cuma bisa bilang, amin. Semoga doa dan harapan kita di kabulkan sama Allah. Dan siapapun jodoh mereka kelak, aku harap hubungan persahabatan kita tidak akan pernah pudar. Urusan anak anak, biarkan mereka sendiri yang memilih, biarkan mereka yang menentukan," ujar Chila dengan begitu bijak.
"Nah kan, pada akhirnya bu ustadzah sudah mengeluarkan kata kata bijak nya." kata Naura tersenyum.
"Amiiinnn!" seru kelima wanita itu tertawa dan langsung berpelukan bak teletubbies.
...~To be continue... ...
__ADS_1