
...~Happy Reading~...
Cklek!
Chila yang baru saja melepaskan mukena nya, seketika langsung terkejut kala mendengar suara pintu kamar yang terbuka. Ia langsung mengalihkan pandangan nya, dan menatap Mike yang baru saja masuk ke dalam kamar.
Wanita yang tengah mengandung hampir tujuh bulan itu langsung menundukkan kepala nya, sambil terus beristighfar kala merasakan debaran jantung yang luar biasa kencang. Bukan getaran asmara seperti saat ia baru menikah dengan Mike.
Melainkan getaran yang menjurus ke arah rasa takut, akan kenangan yang pernah ia alami. Ia berusaha untuk menekan rasa takut nya, namun entah mengapa ia justru semakin merasa takut. Hingga, saat laki laki itu mendekat ke arah nya, membuat nya mau tak mau langsung menatap ke arah sang suami.
Deg!
“Terimakasih,” ucap laki laki itu menatap Chila dengan begitu tulus.
Sangat terlihat dengan sangat jelas, raut penyesalan di mata Mike, serta ketulusan di setiap perkataan nya. Namun, entah mengapa, Chila masih begitu sulit untuk melupakan semua kenangan buruk yang pernah di berikan oleh laki laki tersebut.
“Terimakasih karena sudah memberikan ku kesempatan,” imbuh Mike, membuat Chila langsung menganggukkan kepala nya, tanpa membuka suara.
“A—aku akan istirahat sekarang!” ucap Chila sedikit terbata, lalu ia segera membereskan mukena dan sajadah nya dan segera menuju tempat tidur.
__ADS_1
Chila langsung menutup hampir seluruh badan nya dengan selimut tebal, serta memunggungi Mike. Rasanya masih sangat berat untuk nya memulai kembali seperti dulu. Rasanya sangat aneh, namun ia juga tidak bisa pergi atau berhenti.
‘Chila, kamu menikah karena Allah. Kamu mencintai Mike karena Allah. Jadi apapun yang terjadi dalam rumah tangga kamu, itu semua karena campur tangan Allah. Ikhlas, dan pasrahkan semuanya kepada Allah. Berdamailah dengan hati kamu. Allah memberikan ujian ini kepada mu karena Allah tahu, bahwa kamu adalah perempuan yang hebat dan kuat. Kamu mampu melewati semua ini.’
Deg!
Seketika Chila langsung kembali membuka mata nya, saat ia teringat akan kata kata yang di ucapkan oleh sang mami beberapa saat yang lalu. Memang benar, semua yang terjadi, semua sudah atas kehendak-Nya.
Sebagaimana pun dirinya menghindar, kalau memang sudah garis nya, maka ia tidak akan bisa menghindar.
Ikhlas? Apakah dia bisa mengikhlaskan semuanya? Rasa sakit yang di berikan oleh Mike padanya. Sakit fisik yang ia alami memang tidak seberapa, namun hatinya terasa begitu sakit dan perih. Bukan dengan Mike, namun dengan Michele. Wanita yang sudah ia anggap ibu, dan itu sangat tidak mudah melupakan nya.
Setiap kali Chila melihat wajah suami nya, maka ia akan teringat wajah kakak ipar nya, Michele. Itulah yang membuat nya sulit untuk bersikap seperti sedia kala terhadap sang suami.
“Auwhh!” pekik Chila tiba tiba dan langsung membungkam mulut nya dengan tangan.
Mike yang mendengar suara pekikan dari Chila yang memunggungi nya, langsung mendekat dan mencari tahu mengapa istri nya memekik.
“Kenapa?” tanya Mike dengan suara yang begitu lembut, persis seperti dulu saat hubungan mereka baik baik saja.
__ADS_1
“Sshh, gapapa,” jawab Chila masih dengan posisi memunggungi Mike.
“Apakah dia menendang lagi?” tanya Mike pelan namun juga sangat penasaran.
Dengan pelan, Chila pun menganggukkan kepala nya, karena setiap kali bayi nya menendang, maka ia akan merasakan sakit yang cukup nyeri di pangkal inti nya. Itu semua karena ia mengalami plasenta previa, jadi setiap kali bayi itu menendang maka plasenta akan semakin menekan ke bawah, hingga membuat nya merasa sakit.
“Maaf,” ujar Mike sedikit takut, seraya memeluk Chila dari belakang.
Bukan hanya memeluk, namun laki laki itu juga mengusap usap perut Chila dengan begitu lembut. Dan entah bisikan dari mana, yang membuat Chila mengubah posisi tidur nya dengan tiba tiba.
Wanita itu mengubah posisi menjadi terlentang, hingga memudahkan Mike untuk mengusap perut besar nya.
Tanpa sadar, Mike pun tersenyum lega melihat istri nya, ia kembali mengusap nya dengan tangan kanan. Sementara sebelah tangan kiri ia jadikan tumpuan di dagu agar bisa berhadapan dengan perut Chila.
“Assalamualaikum, Nak. Istirahat ya, ini sudah malam, waktunya untuk istirahat. Jangan menendang Uma terus ya, main tendang tendangan nya nanti saja saat sudah di luar. Nanti kita main bola bareng, sekarang sudah malam, waktunya istirahat. Tidur ya Sayang, cup.” Bisik Mike pelan lalu di akhiri dengan sebuah kecupan singkat di perut Chila.
Dan ajaib, setiap apa yang di katakan oleh Mike, maka bayi di dalam kandungan Chila tidak akan lagi memberontak. Padahal, selama ini, setiap kali Chila mengajak bayi nya berbicara juga tak kalah lembut dari Mike. Namun entah mengapa, anak nya begitu sulit untuk mendengarkan nya.
Chila berfikir apakah karena suara nya berada cukup jauh dari perut, sehingga tidak bisa di dengar oleh anak nya? Sedangkan bila Mike yang berbicara akan langsung terdengar karena suaranya begitu dekat dengan perut nya. Namun bukankah itu sangat konyol, batin Chila heran.
__ADS_1
Mike masih terus mengusap perut Chila, bahkan kini laki laki itu mengambil bantal dan ia dekat kan di samping perut Chila agar bisa tertidur di samping perut nya. Sambil melantunkan beberapa ayat dari surat Yusuf, membuat hati Chila semakin terasa tenang. Hingga tanpa sadar ia terlelap.
...~To be continue ......