Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Tersinggung


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Seharian, Chila benar benar menghabiskan waktu berdua dengan suaminya. Meskipun hanya berjalan jalan ke Mall dan pulang ke rumah orang tua suaminya, namun Chila sudah merasa sangat bahagia.


“Berapa hari kamu di rumah, Mike?” tanya Papa Farel membuka suara ketika sudah menyelesaikan makan malam.


“Satu minggu Pa,” jawab Mike sambil mengotak atik ponsel nya.


“Mike, apa kamu tidak ada niatan untuk membawa istri mu saja ke sana?”


“Bukan gak ada niat Pa, hanya saja—“


“Chila kan kerja juga Pa, disini.” Saut Chila yang baru saja datang dengan membawakan minuman untuk suami dan mertua nya.


“Butik kamu memiliki banyak tangan, Nak.” Ujar papa Farel menghela napas nya dengan berat, “Kalian sudah satu tahun menikah dan hingga sekarang—“


“Chila ke kamar dulu Pa, maaf.” Ucap Chila segera memotong ucapan papa mertua nya.


Bukan kurang ajar, hanya saja Chila tidak ingin mendengar kalimat kalimat menyakitkan lagi. Rasanya sudah cukup ia selalu mendengar pertanyaan seperti itu dari orang lain, terutama para sahabat nya yang selalu menanyakan kapan dirinya hamil. Bukan berarti sahabatnya jahat, hanya saja mereka ingin memberikan saran saran kepada Chila, walau terkadang saran yang mereka berikan ada di luar nalar.


“Pa, kenapa harus bahas anak sih!” kata Mike menghela napas nya dengan berat.

__ADS_1


“Papa tidak ada bahas, orang papa belum selesai bicara,” ucap papa Farel membela diri.


“Tapi kata kata Papa itu udah bisa ketebak!” kata Mike berdecak dan segera bergegas menyusul istri nya ke dalam kamar.


Tak berapa lama Mike pergi menyusul Chila. Kini mama Crystal datang dengan membawakan cemilan, “Loh kok sepi, pada kemana Pa?” tanya mama Crystal menatap suami nya.


“Capek katanya habis jalan jalan, jadi pada ngamar deh.” Jawab papa Farel santai, “Kita ngamar juga yuk. Papa capek,” imbuh nya beranjak dari sofa dan mengajak istri nya.


“Kamu pasti ngomong pedes lagi kan?” tanya mama Crystal dengan tatapan penuh selidik.


“Apaan sih Ma, gak ada papa bicara macem macem,” jawab papa Farel berdecak, “Udah ah ayo tidur.”


Rencana nya ia ingin bercerita dan mengobrol banyak dengan menantu nya. Malah acara nya bubar sebelum di mulai.


Sementara itu, di dalam kamar nya. Chila sudah bersiap akan memakai mukena nya, namun tiba tiba Mike menahan mukena Chila.


“Ada apa Mas?” tanya Chila masih dengan raut wajah biasa saja, namun Mike tahu bahwa saat ini perasaan istrinya sedang tidak baik baik saja.


“Aku ambil wudhu dulu, tunggu aku,” ucap Mike, dan Chila hanya menganggukkan kepala nya.


Mike melepaskan tangan nya dari mukena Chila, lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Sambil menunggu Mike mengambil air wudhu, Chila pun sudah selesai memakai mukena. Memang keduanya belum menunaikan sholat isya, jadilah kini mereka akan sholat berjamaah.

__ADS_1


Drrtt ... Drrtt ...


Suara getaran ponsel di atas meja, kembali membuat dahi Chila berkerut. Penasaran, namun ia juga takut. Ia melirik ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup, lalu beralih menatap ponsel suami nya.


Karena rasa penasaran nya begitu besar, akhirnya ia beranjak dan hendak melihat ponsel Mike. Namun, saat ia hendak menyentuh ponsel itu, ia sudah mendengar suara pintu yang di buka, membuat nya mengurungkan niat untuk melihat ponsel tersebut.


Menarik napas panjang, Chila tersenyum, lalu berjalan menuju tempat tidur dan memberikan pakaian dan sarung untuk Mike yang sudah ia siapkan tadi.


...~To be continue .......


...Halo semuanya... Mommy mau tanya nih, jadi Mom akan adain Give away lagi untuk kamar Chila yah. Nah, Mommy mau ngasih hadiah tapi bingung apa....


...Bantu pilih dong, kasih saran, antara...


...-Mukena...


...-Hoodie...


...-atau Jam tangan....


...Tolong bantu saran nya ya untuk hadiah Give away di kamar ini, komen ya. Terimakasih 🥰🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2