
...~Happy Reading~...
Saat yang ditunggu- tunggu akhirnya tiba. Hari yang paling di nanti oleh Mike setelah hampir enam bulan lama nya ia berkelana mencari keberadaan sang istri. Kini, ia akhirnya bisa bertemu dengan wanita yang sudah membuat nya gila.
Wanita yang sangat ia rindukan, kini terbaring lemah di atas tempat tidur rumah sakit. Posisi tubuh Chila yang tengah terbaring, membuat perut wanita itu terlihat begitu besar, tidak seperti saat ia berdiri karena pakaian yang selalu ia kenakan selalu menutupi perut nya, hingga saat berdiri tidak begitu terlihat bahwa wanita itu tengah hamil.
Davis mendorong kursi roda milik Mike dan mendekatkan nya di samping brankar Chila. Setelah itu, laki laki itu mengajak Miyya untuk keluar agar memberikan ruang kepada Mike dan Chia untuk saling berbicara.
‘Assalamualaikum Mas,” ucap Chila membuka suara, ekspresi wajah nya masih terlihat datar.
Padahal, tadi ia menangis dan memohon kepada Davis agar di pertemukan dengan suami nya, namun kini. Rasanya untuk tersenyum sangat sulit, hingga wajah nya hanya bisa menampilkan ekspresi datar.
“Walaikumsalam,” jawab Mike begitu lirih dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Sejak tadi, pandangan nya tak lepas dari wajah dan perut istrinya yang seolah terus memanggil nya untuk di tatap. Tangan nya terkepal begitu kuat di bawah sana, ia ingin menyentuh dan memeluk istri nya. Namun, perjanjian nya dengan Davis sebelum nya, ia tidak boleh menyentuh Chila. Karena itu akan membuat wanita itu kembali ketakutan. Dan bila itu terjadi, maka ia dan Chila harus bersiap kehilangan calon anak mereka.
__ADS_1
Mike yang tersadar akan kesalahan nya, jadi ia mengiyakan. Mike tau, mengapa wanita nya akan ketakutan, itu karena ulah nya yang sudah khilaf bermain tangan kepada Chila kala itu.
“Bagaimana aku ingin mengucapkan kata kata Maaf kepada mu. Ketika aku sadar, bahwa kata kata itu tidak akan cukup untuk menyembuhkan luka mu, karena ku. Dan bagaimana bisa aku meminta mu untuk memaafkan ku, ketika aku tahu bahwa aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.” Gumam Mike langsung menutup wajah nya dengan tangan, ia terisak di depan seorang wanita yang tak lain adalah istri nya sendiri.
Dia benar benar sangat menyesal, dan ia merasa semakin bersalah kala melhat kondisi istrinya yang terlihat begitu lemah saat mengandung buah hati nya. Mike semakin tak kuasa menahan tangis nya, saat melihat wajah sang istri yang terus menatap nya dengan ekspresi datar.
Sangat menyakitkan, bahkan rasanya jauh lebih sakit di banding semua pukulan yang ia dapatkan dari sekian banyak orang.
Sementara itu, Chila yang melihat penyesalan Mike karena kesalahan nya, membuat hatinya seperti teriris. Sangat perih dan menyakitkan, namun ia juga tidak bisa semudah itu untuk melupakan setiap kata dan perbuatan yang di lakukan laki laki di depan nya ini.
“Bolehkah aku menjelaskan semuanya sama kamu?” tanya Mike lirih menatap sayu pada Chila, membuat wanita itu langsung menganggukkan kepala nya, tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun lagi.
“Aku tahu, bahwa aku sudah melakukan kesalahan terbesar karena sudah menyakiti kamu. Tapi sungguh, aku sama sekali tidak berniat untuk melakukan itu.” Ucap Mike kembali menghapus air mata nya, “Hubungan ku dengan Els sudah lama berakhir. Aku benar bekerja di Jerman, aku sama sekali tidak pernah berselingkuh.”
“Memang benar aku sering menemani Els untuk kontrol kesehatan, itu kesalahan aku tidak pernah jujur padamu. Maafkan aku, tapi aku tidak pernah berduaan dengan Els, kami selalu pergi bersama dengan tante Felly. Dan untuk beberapa bulan terakhir, kak Michele yang menemani dan mengantarkan Els. Aku hanya menemui di rumah sakit dan melihat nya dari luar jendela saja. Dan untuk terakhir kali nya, saat aku pulang dan mempercepat keberangkatan, karena keadaan Els sudah cukup parah namun dia tidak mau di rawat inap. Dia masih tetap kekeuh untuk pulang dan menunggu ku.”
__ADS_1
“Aku dan Els sudah berhubungan cukup lama, aku tidak bisa semudah itu menolak permintaan nya, saat aku tahu bahwa umur nya sudah tidak akan lama lagi. Tapi bukan berarti aku masih mencintai nya, walau pun dulu saat awal kita menikah, perasaan itu masih ada. Namun, saat setelah kita bersatu, demi Allah, aku benar benar sudah melupakan semua perasaan ku padanya. Aku sudah mencintai kamu, Chila.” Jelas Mike panjang lebar.
“Kalau Mas mencintai Chila, lantas mengapa begitu sulit untuk Mas jujur kepada Chila?” tanya Chila langsung memalingkan wajah nya ke samping.
“Karena aku takut menyakiti kamu,” jawab Mike dengan cepat, “Aku takut membuat mu salah paham, dan aku takut—“
“Tapi nyatanya kamu juga nyakitin aku Mas!” seru Chila pada akhirnya, ‘Astagfirullah.”
“Benar, pada akhirnya aku memang sudah menyakiti wanita sebaik kamu. Bahkan aku sampai tega menyakiti fisik kamu, maafkan aku. Aku benar benar menyesal hiks hiks hiks.” Kata Mike seraya mengepalkan tangan nya dengan begitu kuat untuk menahan rasa sesak di dadanya.
Chila sudah tidak berkata kata lagi, wanita itu hanya bis memejamkan mata nya dengan begitu erat dan menggigit bibir bawah nya.
“Masih bisa kah, aku meminta kesempatan terakhir sama kamu?” tanya Mike menatap lekat wajah Chila dengan di sertai lelehan air mata yang sudah membasahi wajah nya, “Bukan kesempatan kedua, karena aku takut akan meminta untuk ketiga dan seterusnya. Aku mohon, berikan aku kesempatan terakhir. Untuk terakhir kali nya, dan aku akan berusaha untuk memperbaiki nya,” imbuh Mike benar benar memohon.
...~To be continue ......
__ADS_1