Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Baby Yusuf


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Assalamu'alaikum Nak, ini Abi," gumam Mike saat sudah berhasil menggendong putra pertama nya.


Meskipun dirinya hanya bisa duduk di kursi roda, namun ia sangat bersyukur karena pada akhirnya ia bisa menggendong, memeluk bahkan mencium buah hati nya.


Air mata sejak tadi begitu sulit untuk ia hentikan, terlebih saat ia melihat mata lentik sang buah hati yang terus terbuka dan terpejam menatap ke arah nya. Wajah nya nampak begitu tampan dan berseri, hingga membuat siapapun yang melihatnya akan langsung jatuh cinta.


Bibir mungil serta kepala yang terus bergerak gelisah, seolah mencari sesuatu untuk menghilangkan dahaga nya. Mike tahu, pasti bayi nya haus atau lapar.


Dan untuk saat ini, bayi tersebut hanya di berikan susu formula karena keadaan sang ibu yang masih koma.


"Terimakasih karena kamu sudah berjuang Nak, dan terimakasih karena kamu sudah hadir di antara Umma dan Abi." gumam Mike lagi yang tak kuasa menahan isak tangis nya.


"Apakah kau sudah menyiapkan nya nama?" tanya papa Farel yang sejak tadi menemani Mike di ruangan bayi.


"Yusuf," jawab Mike tersenyum, mengusap lembut pipi mungil buah hati nya. Dimana hal itu yang langsung mendapatkan respon dari sang bayi yang mengira bahwa jari Abi nya adalah makanan untuk nya.


"Mike jangan terlalu erat, atau kau akan menyakiti nya!" kata papa Farel berusaha mengingatkan.

__ADS_1


"Bisakah kita membawa nya ke kamar Chila, Pa?" tanya Mike tanpa menatap sang ayah, karena kini pandangan nya tak bisa lepas dari wajah sang buah hati.


"Chila masih belum sadar, Mike. Dia masih—"


"Karena itu Pa, Mike ingin bertemu dengan nya. Mike berharap, kehadiran Yusuf bisa membangunkan Umma nya," gumam Mike lirih.


Mau tak mau, akhirnya Farel menganggukkan kepala dan menuruti kemauan anak nya. Mike mendorong kembali kursi roda itu untuk keluar dari ruangan bayi, menuju ruang perawatan Chila.


"Mike, kamu—" pekik bunda Anna terkejut saat melihat menantu nya sudah mengarah ke arah nya.


Tidak ada yang tahu bahwa Mike sudah sadarkan diri. Terlebih kini laki laki itu datang dengan membawa bayi nya.


Bukan terkejut lantaran tidak senang. Ia sangat senang dan bersyukur karena pada akhirnya Mike siuman dan bahkan sudah bisa menggendong bayi. Hanya saja ia terkejut karena tidak tahu kapan menantu nya itu sadar, sampai sudah berjalan jalan ke ruangan bayi. Walaupun memakai kursi roda.


"Mike ingin melihat Chila, Bun." imbuh Mike menatap mertua nya.


"Masuklah Nak, ada ayah di dalam," ujar bunda Anna mengusap bahu Mike dan menganggukkan kepala nya.


Farel dan Mike pun, lalu memasuki ruangan Chila. Hanya ada ayah Rasya yang menunggu, karena papi Vino baru saja pulang bersama mami Renata beberapa saat yang lalu.

__ADS_1


"Mike!" tak berbeda jauh dari bunda Anna, ayah Rasya pun juga tak kalah terkejut dan langsung merasa senang lantaran Mike sudah sadar.


"Ayah, bagaimana keadaan Chila?" tanya Mike mencium punggung tangan Rasya.


"Ada pendarahan di otak nya, akibat benturan. Dan besok, dia harus menjalani operasi lagi," ujar ayah Rasya, menghela napas nya berat.


"Maafkan Mike, Ayah. Lagi lagi, Mike gagal menjaga Chila, maafin Mike," ujar Mike benar benar menyesal dan merasa sangat bersalah.


"Bukan salah kamu, kita berdoa sama sama demi keselamatan dan kesembuhan Chila," kata ayah Rasya menepuk pelan bahu Mike.


"Kenapa kamu membawa nya kemari?" tanya ayah Rasya kini beralih menatap ke arah cucu nya.


"Mike ingin memperkenalkan Yusuf dengan Umma nya. Kata Papa, Yusuf belum pernah keluar dari ruangan bayi, sejak pertama masuk," ujar Mike membalas tatapan ayah Rasya.


"Yusuf?" gumam ayah Rasya mengerutkan nama nya. Ia tidak tahu bahwa cucu nya sudah memiliki nama.


"Mike memberikan nya nama, Iliyas Yusuf Pranata. Karena dia sebuah anugrah terbesar dalam hidup Mike dan Chila." jawab Mike menjelaskan dan kembali menatap putra nya.


...~To be continue... ...

__ADS_1


__ADS_2