
...~Happy Reading~...
“Mike tunggu!” panggil seorang wanita paruh baya yang tak lain dan tak bukan adalah tante Felly.
Terlihat wanita paruh baya itu tengah berlari ke arah nya dengan wajah yang sudah begitu sembab karena menangis.
“Els mencari kamu. Dia ingin berbicara dengan mu,” imbuh nya menatap Mike.
“Maaf Tante, Mike tidak bisa. Mike harus pergi,” ujar Mike langsung menolak, karena kini ia harus mencari keberadaan Chila.
“Tante Mohon, keadaan Els sangat kritis, dia hanya ingin bertemu dengan mu. Tante mohon Mike, tante mohon hiks hiks,” pinta tante Felly benar benar memohon kepada Mike.
Ingin menolak, namun ia juga tidak tega. Tidak menolak, ia harus mencari istrinya. Sungguh, kini Mike benar benar di ujung dilema, mana yang harus dia utamakan. Hingga saat tiba tiba ia melihat beberapa mobil tiba bersamaan.
“Papa?” gumam Mike pelan, saat melihat papa nya datang bersama dengan om Aiden yang tak lain dan tak bukan adalah suami tante Felly.
Ya, selama ini, Aiden tengah berada di Indonesia, dan baru bisa datang kali ini ketika mendengar kabar dari istrinya. Jadilah, Aiden dan Farel ke Jerman bersama untuk melihat kondisi Els.
Sementara itu, tante Felly yang melihat kedatangan suaminya langsung berlari dan memeluk nya, “Bagaimana dengan Els?” tanya om Aiden menatap istrinya.
Tante Felly menggelengkan kepala nya, “Dia ingin bertemu dengan Mike, hiks hiks. Keadaan nya sangat kritis, aku takut hiks hiks.”
“Maaf Om, tante, Mike harus pergi,” ujar Mike menolak permintaan tante Felly.
“Mike,” panggil papa Farel menatap putra nya.
Karena tidak tega melihat tangisan Felly, akhirnya Farel pun mencoba untuk membujuk putra nya agar mau ikut masuk kembali ke rumah sakit. Dan mau tak mau, karena paksaan dari papa nya, akhirnya Mike mau ikut kembali masuk ke dalam.
__ADS_1
Dan disinilah dia sekarang, di dalam ruangan bersama dengan gadis yang pernah ia cintai. Gadis yang menemani hari harinya dalam beberapa tahun. Gadis yang selalu ceria dan manja kepada nya, kini masih terbaring lemah dan tak berdaya. Lengkap dengan begitu banyak nya peralatan yang terpasang di tubuh nya.
Els yang melihat kedatangan Mike, langsung tersenyum dengan mata yang berkaca kaca. Tangan nya terangkat seolah menyuruh agar Mike mendekat.
Menghela napas nya berat, Mike akhirnya mendekati Els dan duduk di sebelah nya.
“Terimakasih,” gumam Els begitu lirih dan hampir tak terdengar. “Terimakasih karena kamu sudah menepati janji mu,”
“Miki ... “ panggil Els lagi, dengan senyuman yang justru terlihat sangat menyakitkan untuk Mike lihat, “Jika nanti aku pergi, bisakah kamu sampaikan Maaf ku kepada Chila?”
“A—aku sudah merebut suami nya. Aku sudah menyakiti nya, dan aku sudah menghancurkan nya.”
“Miki, aku harap. ... A—aku harap kamu akan bahagia bersama Chila.”
Untuk sesaat, Els berhenti berbicara. Terlihat gadis itu menarik napas nya begitu panjang. Memejamkan mata hingga membuat air mata nya semakin deras membasahi wajah nya.
Uhukkk hukkk
“Els!” pekik tante Felly dan om Aiden langsung menghampiri Els, namun gadis itu menggelengkan kepala nya.
“Aku berharap, kelak Chila mau memaafkan ku, dan mendoakan aku,” imbuh Els dengan di sertai tarikan napas panjang, menandakan bagaiman sulit nya gadis itu untuk bernafas.
“D—Daddy , M—Mommy ... “ panggil Els semakin lirih menatap kedua orang tuanya,”K—kakak ... “
Brakkk!
Tepat saat Els menyebut nama kakak nya, tiba tiba suara pintu yang di dobrak dengan begitu kencang membuat semua yang berada di dalam sana sedikit terkejut.
__ADS_1
“Els!”
“K—kakak ...” gumam nya lirih berusaha tersenyum di sisa sisa napas terakhir nya.
Boy dan Arshen, kedua pemuda itu langsung memeluk adik nya engan begitu erat. Tidak ada yang tidak menangis di sana. Boy dan Arshen baru tiba karena keduanya sudah sibuk dengan kehidupan masing masing. Bahkan mereka tidak ada yang tahu bahwa adik nya memiliki penyakit yang cukup serius.
“Kamu harus sembuh, kamu harus sembuh! Els jangan tinggalin kakak, kakak mohon!” ucap Boy dengan suara bergetar karena menangis sambil menggenggam tangan adiknya.
“Kakak sayang sama Els?” tanya Els menatap kedua kakak nya, dan langsung di balas anggukan kepala oleh keduanya.“Titip Mommy dan Daddy, kak Boy cepat temukan kak Chyra, biar Mommy tidak kesepian lagi saat Els tidak ada.”
“Enggak Els, kamu harus sembuh. Kamu pasti sembuh, jangan bicara seperti itu!” seru Boy menggelengkan kepala nya dengan cepat.
“Els seneng,” gumam nya memejamkan mata nya, lalu membuka nya perlahan, “Tapi Els juga capek, Els mau istirahat.”
“Mom ... Els gak bisa napas,” imbuh Els terlihat semakin kesulitan bernafas. Dengan cepat, Arshen segera menekan tombol emergency untuk memanggil dokter.
“Miki ... “ panggilnya menatap ke arah Mike, hingga membuat kedua saudara dan ibunya menatap ke arah Mike yang masih berdiri di ujung brankar.
“Maukah kamu menuntun ku? Aku ingin pulang.”
Mike memejamkan matanya dan menghela napas nya panjang. Tak bisa ia pungkiri, bahwa dada nya juga begitu sesak melihat keadaan Els saat ini. Meskipun ia hanya wanita di masa lalunya, dan mungkin perasaan itu tak lagi utuh sepenuh nya, namun ia ikut merasa sakit melihat Els kritis.
...~To be continue .......
...Dah yooo, udah Mommy pulangin si Els nya. Tapi Mom sedih, mom nulis sampai nangis. Gak tega mulangin Els ... Huaaaaaaa...
...Allah Maha Pemaaf koh, masa kalian gak bisa maafin juga 😭😭😭...
__ADS_1