Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian
Arsy atau Chila


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Setelah cukup lama berbincang dan bernostalgia bersama para sahabatnya, Arsy pun bergegas pamit untuk pulang.


“Assalamualaikum,” ucap Arsy seperti biasa ketika memasuki rumah.


“Walaikumsalam, Sayang baru pulang? Udah makan belum?” tanya bunda Anna menyambut kedatangan putri nya.


Wanita yang sudah merawatnya sejak kecil, memberikan nya kasih sayang melebihi kasih sayang dari seorang ibu kandung. Kini wanita itu sudah terlihat semakin tua dengan beberapa keriput menghiasi wajah nya, namun meski begitu, bunda nya tetaplah wanita yang paling cantik menurut nya. Tentu saja paling cantik di rumah itu, dan bila di rumah sang mami maka maminya yang tercantik, dan di rumah sang mama maka mama nya yang tercantik.


Jangan heran, Arsy memiliki tiga orang ibu yang sangat luar biasa hebat yang selalu memberikan kasih sayang melimpah untuk nya sejak kecil. Mami Renata, wanita yang sudah melahirkan nya ke dunia. Mama Michele, wanita yang sebenarnya adalah tante nya, namun karena sejak kecil selalu bersamanya, jadilah ia memanggil mama. Dan yang terakhir bunda Anna. Wanita yang sudah menjadi ibu sambung nya selama lebih dari dua pulih tahun, wanita yang sudah mendampingi ayah nya selama ini.

__ADS_1


Tidak ada yang Arsy beda bedakan, ia menyayangi mereka sesuai porsi masing masing, dan alhamdulilah tidak ada yang cemburu atau apa. Karena Arsy selalu bisa menempatkan diri di mana pun ia berada.


“Sudah Bunda, tadi Chila ketemu sama Jesika dan Susan. Kami makan siang bareng, makanya telat pulang nya, karena ngaret sampai sore,” Jawab Arsy tersenyum lalu melepaskan pelukan sang bunda.


Teman teman nya dan orang luar memang memanggilnya dengan nama Arsy. Namun keluarga dan kerabat yang sudah mengenal nya sejak kecil, maka akan memanggil nya dengan nama Chila. Itu adalah nama panggilan nya sejak kecil.


“Ya sudah, kamu mandi dulu gih. Sebentar lagi ayah pulang,” ujar bunda Anna menyuruh agar putri nya istirahat.


“Entahlah, anak itu memang susah tepat waktu. Paling masih di jalan sama teman teman nya,” jawab bunda Anna terlihat menghela napas nya berat.


“Vito sama Fa’az ikut juga?”

__ADS_1


“Tentu dong Sayang. Ayah kamu itu kurang kerjaan, makanya mau membuat acara segini besar nya, otomatis akan banyak mengundang teman dan kerabat serta rekan bisnis nya,” ucap bunda Anna terlihat menghela napas nya dengan berat.


“Baiklah, kalau begitu Chila ke kamar dulu ya Bunda. Nanti Chila turun kalau ayah dan Victor sudah kumpul.” Arsy kembali mencium pipi bunda nya lalu segera bergegas ke dalam kamar.


Tubuh nya sangat terasa letih dan lelah, ia baru saja tiba di Indonesia pagi tadi sekitar jam sembilan. Bukan langsung istirahat, namun ia malah memilih pergi keluar untuk bertemu dua sahabat nya, jadilah ini ia semakin merasa lelah.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Chila memilih untuk menunaikan sholat ashar terlebih dulu, sebelum akhirnya ia tidur. Dan tak lupa, ia memasang alarm jam setengah enak sore agar tidak terlambat menunaikan sholat Maghrib dan acara makan malam bersama keluarga nya nanti.


‘Ya Allah, hamba percayakan semuanya kepada Mu. Dan hamba yakin, bahwa jalan Mu akan jauh lebih indah dari yang selama ini hamba bayangkan,’ gumam nya sebelum pada akhirnya ia menutup mata memasuki alam mimpi.


...~To be continue .......

__ADS_1


Lanjut gak nih? tinggalin jejak dong biar gak goib, dan bikin Mom semangat update ✌🏻✌🏻😍😍😍


__ADS_2