
Zoya
"Pelan-pelan jalannya sayang!" Teriak Ezra yang sedang mendorong stroller baby Zi. Aku berjalan secepat kilat menuju ruangan dimana Bi di rawat.
Semenjak Rion mengirimkan foto bayi cantik nan menggemaskan itu aku langsung bersiap. Baby Zi juga anteng sekali selama perjalanan ke rumah sakit. Dia tau kami akan mengunjungi teman seperjuangannya.
"Congratulation little star!" Teriakku begitu aku membuka pintu. Aku tak peduli seberapa banyak orang di dalam. Aku langsung menuju ranjang dimana Bi berbaring.
Aku memeluknya erat. "Hebat!" Bisikku pelan. "Selamat sekali lagi sayang!"
"Makasih zoya!"
****
Nath
Kedatangan kak Zoya sama sekali tak ku hiraukan, aku memilih fokus pada bayi cantik berpipi gembul yang berada dalam boxnya itu.
Ah, seandainya saja... Huuuft! Aku membuang fikiran itu jauh-jauh.
"Kak, mirip abang banget!" Ucap Tiara yang berdiri di sebelahku. Gadis itu membenarkan topi baby Queen yang tampak miring karena bayi itu beberapa kali menggeliat.
Kenapa Tiara ada disini? Ya karena dia termasuk orang yang dekat dengan Rion dan kak Bi. Lagi pula aku bisa apa jika perintah nyonya Lintang yang terhormat memintaku untuk menjemputnya.
"Ho'oh Ra. Rion banget mukanya."
"Gak sia-sia usahaku, kan?" Sahut si bapak yang sedang duduk di sofa bersama keluarga yang lain.
"Jangan dekat-dekat Nath! Entar ketularan kamu sablengnya!" Cih! Dia gak ngaca apa? Dia bahkan lebih sableng dariku.
"Dia senang ada aku, Yon. Jarang-jarang loh ditemeni om ganteng."
"Dia tidur gak tuh?" tanyanya.
"Enggak." Sahutku cepat karena bayi cantik itu sedang membuka matanya dengan mulut yang terus bergerak, bahkan sesekali lidahnya menjulur keluar. Masih kecil aja udah kelihatan kelakuannya mirip si bapak! Hahahah.
"Bagus deh. Biar dia biasain diri lihat buaya dari sekarang." Dan sindirannya di respon baik oleh seisi ruangan ini. Mereka semua tergelak. Bahkan jika vas bunga di atas meja itu bisa tertawa, ia akan ikut tertawa.
Bayi kecil itu tersentak dan menangis. "Eehh... sayang!"
"Owekkk.. owekk....!"
"Sayang-sayang." Aku menepuk tubuhnya yang dibedong kain.
"Nah kan, keluar buayanya! Keponakan nangis dipanggil sayang!" Ejek Rion lagi.
Apa peduliku? Aku lebih tertarik melihat mama menggendong bayi itu dan meletakkannya dipangkuan kak Bi.
"Sana dulu!" Usir mama. "Queen mau nen!"
Ck! Aku ikut berkumpul di sofa diikuti oleh Tiara. "Kenapa gak lihat? Siapa tau pengen belajar!" Aku terkekeh saat mata tajamnya membidikku. Jika yang tajam itu adalah pisau, sudah kupastikan diriku berlumur darah. Eh, lebay ya?
***
Orion
Queen, putri kecilku yang membawa kebahagiaan. Aku merasa ini seperti mimpi, tapi tangisan nyaringnya membuatku sadar, aku seorang ayah sekarang.
Aku bersyukur semua berjalan lancar, tanpa kendala berarti dan hadiah indah itu. Terima kasih ya Allah. Lengkap sudah rasanya hidupku ini. Eh, belum deh! Kan belum lulus kuliah. Hahaha.
__ADS_1
"Cucu kita, Thar!" Ucap papi kepada papa mertuaku saat papi mencoba menggendong Queen.
"Iya, Ray! Gak nyangka ada di titik ini." Mata papa memerah. "Dulu pertama kali ketemu Bi, dia masih sangat kecil. Dan Rion, dulu sering main ke rumah pas balita karena Sania sibuk sama pendidikannya, sekarang anaknya ada di depan mata kita Ray!"
"Eh... Eh... Eh..." Papi gugup dan kebingungan karena putriku terus menggeliat di tanganya.
"Hati-hati, Sayang!" Mami sampai bergerak cepat dan mengambil tubuh mungil Queen. "Kamu ih, ini bayi, cucu kamu. Jangan sambil becanda dong!" Mami memarahi papi.
"Gak bercanda sayang. Aku beneran kaget." Papi membela diri.
Mami berdiri menggendong Queen dan menimangnya lembut. Sementara Chiara turus berada di samping mami memandangi keponakan barunya itu.
"Bang, dia bobonya sama Chia aja ya." Pintanya gak masuk akal. "Biar Chia ada temennya." Adikku itu ada-ada aja.
"Lah, kamu mau nyusuin dia?" tanyaku hampir terkekeh.
Dia langsung diam. "Pakai dot botol kan bisa." Ada aja idenya.
"Gak boleh. Kalau mau, kamu buat sendiri!" Tolakku tegas.
Enak aja dia, aku ayahnya Queen. Siang malam mengajaknya bicara, malah setelah lahir mau dikuasai Kamu. Oh, gak bisa.
"Yaaaa... "Chiara lemas.
"Kalian tinggal di rumah papa aja, Yon." Penawaran apa itu pa?
"Papa punya dua cucu tapi gak ada yang tinggal sama papa." Ada raut sedih di wajahnya.
"Papa jangan khawatir ya. Queen pasti akan sering main ke rumah papa kok. Kalau gak bareng kami, ya bareng opa sama omanya." Aku sedikit tergelak. Bagaimana mungkin hot daddy di rumahku kini berubah menjadi hot opa. Hahahah.. Opa Ray. Wooooh Keren!
"Opa Ray siap antar jemput." papi semangat sekali. Sepertinya dia tak sabar membawa Queen berkeliling kota dengan Rubiconnya.
***
Shaqueena Aludra Danadyaksa. Nama yang indah yang Rion rancang dengan sebaik-baiknya nama.
Shaquena artinya ratu yang berpembawaan tenang. Aludra adalah salah satu mana bintang yang masih sekelompak dengan Orion dan Danadyaksa adalah nama belakang keluarga yang Rion sematkan sebagai penerus keturunannya.
Harapannya mungkin queen akan menjadi ratu. Ratu dalam keluarga, ratu di hati semua orang, Dan karena ratu juga diartikan sebagai seorang pemimpin, maka pasti tersemat harapan besar kelak putri kami diterima dengan baik dimana pun ia berada dan bisa jadi pemimpin, paling tidak untuk dirinya sendiri.
"Isssh! Gadis ayah lahap banget, Nak." Rion terpana melihat Queen menyusu dengan lahapnya. Pagi ini kami hanya bertiga di rumah sakit. Mama baru saja pulang dan mami akan datang sebentar lagi sekaligus menunggu jam kerjanya.
"Kayak ayahnya." Sindirku dengan suara pelan.
"Pasti dong!" Dia tertawa senang.
"Bi..." panggilnya dengan suara lembut.
"Ya..." Aku menatapnya yang duduk sangat dekat denganku.
"Terima kasih." Ucapnya tulus.
Ah, aku benci momen seperti ini. Rion selalu berhasil membuatku mellow meski ia hanya mengatakan kata terima kasih.
Aku menunduk dan fokus pada Queen yang sepertinya sudah kenyang karena ia sudah melepaska diriku dari hisapannya.
Aku merapikan bajuku dan tetap memangku Queen yang hampir terlelap.
"Kita belum di puncak, Bi. Tapi kenapa rasanya sudah sebahagia ini." Rion menyelipkan anak rambutku ke belakang telinga.
__ADS_1
"Kalian berdua membuatku bahagia."
"Dan suatu saat nanti, aku yang akan membahagiakan kalian." Rion mencium keningku lama. Lalu beralih ke kening Queen.
"Sama-sama sayang."
"Setahun lalu aku tak pernah membayangkan ini. Aku di London, terpenjara oleh rasa cinta yang menurutku salah."
"Tapi ternyata aku yang salah. Karena cintaku, cinta kamu dan cinta kita tak pernah salah, Yon."
"Oma Riana benar, Cinta tau kemana ia harus pulang."
"Aku, kamu, dan Queen adalah satu lembar baru yang belum terlukis." Aku tersenyum menatapnya yang kini tengah meletakan kedua tangannya dipipiku.
"Dan aku berjanji, kita akan melukisnya dengan warna kebahagiaan."
Rion mendekatkan wajahnya dan bibir kamu hampir menyentuh.
"Hekk... hekkk.. hekk... owekk... owekk."
Kami terkejut dan saling menjauhkan wajah kami lalu menatap Queen yang menangis dengan mata tertutup.
"Timing-nya pas banget sih Sayang."
"Gak rela ya, bundanya ayah cium." Rion mengusap pipi Queen dan aku berusaha menimang pelan tubuhnya.
Kami tertawa bersama saat Queen tiba-tiba saja tersenyum.
Inilah kisah kami, aku dan brondong termanisku. Kisah penuh liku dan luka. Kisah tak semulus paha artis kore*.
Kami adalah contoh dua insan berbeda usia tapi disatukan oleh kata cinta. Cinta yang awalnya membawa kami pada kesalahan, kemarahan dan kekecewaan.
Namun aku sadar, cinta itu suci dan murni, datangnya dari hati. Jika kami belum diberkahi mungkin karena kami mencoba merasakan cinta dengan cara yang salah.
Menghalalkan banyak kesalahan dengan mengatas namakan cinta.
Tapi, kami berhenti di saat yang tepat. Berusaha memperbaiki diri, menjadi pribadi yang jauh lebih baik, dan mengulang semuanya dari awal.
Menyatukan cinta dengan cara yang benar, mengikatnya dalam ikatan suci pernikahan dan kami saat ini sedang ada dititik kebahagiaan.
Semoga kebahagiaan ini akan tetap kami rasakan. Amin...
-END
****
Hai-hai...
Sampai juga di ujung kisah. 😊 Semoga ada pelajaran yang bisa kita petik dari kisah ini.
Kalau gak ada, ya minimal bisa menghibur dan menemani waktu luang kalian semua.
Terima kasih atas dukungan kalian yang sudah sampai sejauh ini. Terima kasih like, comen, Favorit, Vote dan hadiah dari kalian.
Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan selalu berada dalam lindungan Allah taala. Amin ya robbal alamin 😊
Jangan lupa mampir ke kisah othor selanjutnya.. yang akan up dalam waktu dekat. Insya allah.
Kisah Cinta membingungkan antara El Nath dan Tiara. 😊
__ADS_1
Mudah-mudahan kalian suka 😊
Ku tunggu kalian di sana guys... babaaaiiiii 🤗🤗🤗