
Orion
Malam minggu pertamaku dengan kak Bi setelah kesempatan yang ia berikan.
Jangan bayangkan kami akan menghabiskan waktu di tempat gelap berduaan saling menautkan bibir. Percayalah, itu hanya mimpi.
Karena di sinilah kami sekarang. Di dalam mobilku dengan kak Bi yang ada di sebelahku dan tebak siapa manusia di kursi baris ke dua?
Nath dan kak Zoya. Dua penguntit yang akan meramaikan malam minggu kami. Huuh!!
Memang benar, jika dua manusia berbeda jenis kelamin berduaan, maka ketiganya setan. Tapi entah sekuat apa iman ku dan kak Bi sampai-sampai Tuhan mengirimkan dua setan sekaligus.
Berawal dari aku yang bertamu di rumah kak Bi dan saat kak Zoy justru mengajak kami menonton film.
Dan lebih sial lagi, perusuh tambahan datang. Nath malah ikut masuk ke dalam mobil. Padahal dia hanya memakai jeans pendek dan sebuah sweater hoodie. Sepatunya bahkan ia pakai di dalam mobil.
Di perjalanan keduanya tertawa lepas, merasa diatas awan karena berhasil mengacaukan acara malam minggu kami.
Tapi jangan panggil aku Rion jika tidak bisa menjadikan acara malam minggu ini lebih seru.
Saat lampu merah, ku sempatkan mengirim pesan chat pada Tiara.
Tiara, bersiap. Abang sama kak Bintang jemput kamu sekarang, kita ketemu sama bang Ezra di mall. Ada yang harus kita bahas.
Dan aku mengirim pesan ke bang Ezra.
Bang, semoga gak sibuk. Pesankan tiket film untuk 6 orang termasuk abang. Cari film terbaru. Surprise, i bring kak Zoy for you.
Aku senyum-senyum sendiri. Saat mengirim pesan itu. Kalian tunggu kejutanku. Batinku geli sendiri.
Kak Bi sampai menatapku curiga. "Kenapa senyum-senyum."
"Gak apa-apa kak. Kakak pasti akan terhibur." Aku tersenyum manis. Semanis gadis di sebelahku.
Aku memilih jalan sepi untuk menjemput Tiara. Wajah Nath sudah menunjukkan kecurigaan. Ya, karena dia tahu jalan ke rumah Tiara.
Aku turun dari mobil bersama kak Bi dan meminta kedua makhluk penguntit untuk stay di mobil.
Kami masuk ke dalam gang kecil dan masuk ke teras sebuah rumah petak yang tampak asri dengan banyaknya tanaman hias dalam pot.
"Assalamualaikum, pak." Sapaku pada ayah Tiara yang berada di teras. Aku memang sudah mengenal mereka melalui bang Ezra.
"Waalaikum salam. Nak, Rion?"
"Iya pak, kenalkan pak ini tunangan saya." Aku menunjuk kak Bi.
Kak Bi melotot kearahku, aku membalas dengan senyum.
Lalu kak Bi menyatukan telapak tanganya di dada dan menganggu pelan pada ayah Tiara. "Saya Bintang, pak."
Manis sekali. Aku senang kak, jangan sentuh pria manapun.
"Duduk dulu nak. Ada perlu sama Tiara?" Aku mengangguk.
__ADS_1
"Bapak panggil Tiaranya dulu."
"Pak, sebenarnya kami mau izin bawa Tiara pak." Ucapku meminta izin.
"Kemana?" Tanyanya dengan kening berkerut. Wajar bila seorang ayah khawatir saat putrinya di ajak keluar oleh seorang pria.
"Sekedar jalan-jalan pak. Mau sekalian ketemu bang Ezra kok, di mall." Kak Bi menatapku penuh selidik.
"Bang, Kak Bintang." Tiara keluar dengan dirinya yang sudah siap.
"Kamu sudah siap-siap Ti?" Tanya ayahnya.
"Iya ayah. Tia tadi sudah izin sama ibu pas ayah pergi ke warung." Ucap Tiara.
Akhirnya kami berhasil membawa Tiara dengan janji pulang sebelum jam sebelas malam.
Kami masuk ke mobil dengan Nath yang ku paksa duduk di kursi paling belakang.
"Aku sendirian, Yon!" Ucapnya kesal saat posisinya di gantikan oleh Tiara.
"Tia di belakang aja, bang."
"Gak usah Ra, biar enak ngobrolnya cewek-cewek harus kumpul." Alasan kak Bi masuk akal.
"Aku gimana kak?" Nath mulai kesal. Rasakan permainanku Nath.
"Kalau mau di baris kedua, kamu pangku Tia!" Ucapku asal dan berhasil mendapat pukulan cinta dari kak Bi di lenganku.
"Ogah!" Nath juga langsung menyahut.
Aku terbahak. "Mau ikut atau tinggal, Nath?" Tanyaku dengan senyum jahil.
"Iya... iya... aku ikut!" Ucapnya sambil memakaikan hoodie ke kepalanya lalu melipat tangan di dada dan menutup matanya.
Nikmati perjalananmu di kursi belakang Nath! Batinku.
Sepanjang jalan hanya di dominasi obrolan Tia dan Kak Bi. Kak Zoy hanya sesekali ikut nimbrung.
Kami masuk kedalam mall dan langsung menuju food court. Kak Zoy yang sudah tahu tujuan kami berlagak melipir kearah lain dengan menggandeng Nath.
"Aku lapar, kak! Lumayan ini, Rion yang bayar."
"Apa lagi kebab bang Ezra, dijamin free." Ucap Nath dengan wajah laparnya.
Dasar Nath, isi kepalanya hanya yang gratisan aja.
"Justru itu..." Belum selesai kak Zoy bicara Kak Bi sudah berhasil mengapit lengannya menuntunnya berjalan di belakangku. Nath dan Tia berada di baris paling belakang. Semoga keduanya tak saling cakar.
Kami duduk di meja panjang, dengan jumlah kursi yang lumayan banyak. Syukurlah masih ada tempat.
Bang Ezra datang bersama seorang pelayan.
"Yon!" Kami toss ala pria dewasa. Mengadu kepalan tangan.
__ADS_1
"Yes Bang. Aman?"
"Aman donk." Jawabnya. Entah apa yang aman. Pokoknya aman saja lah.
"Tiara, ikut juga?" Pertanyaan bang Ezra membuat Tiara menautkan alis menatapku.
Dia pasti heran, mengapa bang Ezra malah bertanya begitu, bukankah aku yang mengajaknya untuk menemui bang Ezra.
"Iya bang, aku yang ajak." Aku dengan cepat menjawab bang Ezra.
"Kak Bi, makan apa kak?"
"Kita kan mau nonton, Yon!" Kak Zoy yang tak disapa sama sekali oleh bang Ezra sepertinya mulai mencari perhatian.
"Bang Ezra udah beli tiket bang?" tanyaku.
"Penuh semua Yon! Kita makan dulu, entar pada fikirin deh mau kemana setelah ini." Ucap bang Ezra.
Tak lama dua orang pelayan membawa beberapa porsi kebab ke meja kami.
"Terima kasih, Ton!" Ucap bang Ezra pada pelayan itu.
"Kita belum pesan, Zra." Ucap kak Bi.
"Makan aja, servis istimewa untuk kalian." Bang Ezra mempersilahkan kami.
"Ah, calon abang ipar bisa aja kasih servisan." Ucap Nath menepuk bahu bang Ezra.
Kak Zoy melotot kearah Nath. "Tuh mata kenapa kak Zoy?" tanya Nath.
Kami semua menahan tawa melihat kak Zoy yang langsung menunduk saat bang Ezra ikut menatapnya.
Jinak-jinak merpati. Suka. Tapi dilamar malah nolak. Batinku.
Dan sepertinya peribahasa itu juga cocok untuk kak Bi. Tapi gak masalah kak. Rionmu masih ingin berjuang kok.
"Gak usah kepedean kak. Maksudku abang ipar tuh, aku mau nikahin adik perempuan bang Ezra, kalau ada ya bang." Nath menaik turunkan alisnya.
"Ada gak bang?" tanyanya sambil bercanda.
"Ada, Tiara tuh udah bang anggap adik sendiri." Ucap Bang Ezra enteng.
Uhukkk... Uhukk.
Tiara langsung terbatuk.
Ekspresi Nath langsung berubah, dia seperti salah tingkah. Menunduk dan mengusap tengkuknya.
Kak Bi dan kak Zoy terbahak sambil menutup mulut mereka.
"Kena kan?" Ucap Kak Zoy mengejek Nath.
"Kamu makin cantik Zoy, kalau ketawa lepas." Ucapan bang Ezra berhasil membuat kami terdiam sesaat. Speechless.
__ADS_1