
Bintang
Klik.
Sebuah lampu yang cukup terang menyala jauh di atas kepalaku. Aku melihat ke atas, kira-kita di ketinggian 2,5 meter.
Aku melihat sekeliling dan tidak menemukan Zoya.
Tap... tap... tap...
Gesekan alas kaki dan paving block terdengar. Langkah kaki perlahan mendekat kearahku. Bersamaan dengan diputarnya sebuah lagu.
Seorang gadis yang tak ku kenal berjalan mendekatiku lalu memberi setangkai mawar merah. Gadis itu tersenyum seolah memberi kode agar aku menerimanya.
Aku mengambil setangkai mawar merah itu. Lalu gadis itu berjalan meninggalkan aku.
"Tunggu..." Belum selesai aku bicara, gadis lain muncul dengan bunga yang sama. Ku ambil bunga itu dan gadis itu pergi.
"Dia indah meretas gundah."
Lirik lagu Teman Hidup. Itu suara Rion? Aku melihat sekeliling. Tapi gelap. Semua gelap.
"Dia yang selama ini ku nanti."
"Membawa sejuk pemanja rasa."
"Dia yang selalu ada untukku."
Dan gadis yang lain lagi kembali mucul dan pergi. Hingga tanganku penuh dengan puluhan tangkai mawar merah.
"Kalian siapa?"
"Sebenarnya ada apa?"
"Hei tunggu." Tapi ucapanku tak ada yang menggubrisnya.
"Di dekatnya aku lebih tenang."
"Bersamanya aku jalan lebih terang." Itu suara Rion lagi? Ya Allah, sebenarnya ada apa ini?
Klik.
Lampu menyala tepat 5 meter di depanku. Lampu yang sama seperti yang ada di atasku. Menyorot tubuh pria yang berdiri disana. Pria yang ku kenal berdiri memegang mikrofon dan sebuah buket bunga yang sangat besar.
"Hoooooooo."
"Tetaplah bersamaku." Rion mulai melangkah.
"Jadi teman hidupku." Setiap langkahnya, lampu di sisi kanan dan kiri menyala.
"Berdua kita hadapi dunia." Rion semakin mendekat.
"Kau milikku, milikmu."
"Kita satukan tuju."
"Arungi bersama derasnya waktu."
Sekarang Rion sudah berdiri di depanku. Dia tersenyum lebar. Menyerahkan padaku buket bunga mawar berwarna merah. Mawar yang sama seperti yang ada ditanganku. Juga seperti yang ku terima pagi tadi.
"Kau milikku, Ku milikmu."
"Kau milikku, ku milikmu." Lanjutnya dengan nada yang indah.
Musik terus di putar. Aku menerima buket itu dan memeluknya dengan tangan kananku.
Aku lihat Rion menghela nafas. Dia gugup?
Rion tersenyum lebar. "Kak, sudah banyak waktu kita lewati bersama. Sejak kecil bahkan saat aku belum melihat dunia." Ada tawa kecil di ujung kalimatnya.
"Sejak aku belum bisa berkata. Sejak aku belum tahu cara berjalan. Tapi sejak itu kita sudah saling mengenal."
"Kamu adalah alasan dibalik tawa dan tangisku." Rion berucap dengan sangat lembut dan pelan. Penuh kehati-hatian.
"Kamu adalah alasan dari setiap langkahku."
Pandanganku sedikit buram karena air mata yang menetes tanpa ku minta.
"Kamu adalah tujuan hidupku."
"Dan segala yang ku lakukan adalah tentangmu."
"Kak, aku sudah bertanya pada hatiku. Pada diriku."
"Jawabannya selalu sama."
Rion berlutut dengan sebuah kotak kecil yang sudah terbuka.
__ADS_1
"Marry me, Bintang Alkhaleena." Ucapnya berbarengan dengan menyalanya lampu tumblr sekitar 10 meter di belakangnya. Lampu berwarna biru membentuk rangkaian kata marry me.
Air mataku sudah membanjiri pipi. Aku kesulitan menghapus air mataku karena kedua tanganku memeluk begitu banyak bunga mawar.
"Menikahlah denganku. Jadi ibu dari anak-anakku."
"Berjalan bersamaku. Dan temaniku hingga ke puncak dengan jemari yang saling bertautan."
"Because you're the only one for me."
Aku menghela nafas. Dia melamarku. Lamaran yang sama sekali tak pernah terlintas dalam benak.
Ini terlalu istimewa, Yon. Aku tak pernah menyangka kamu akan melakukan ini semua untukku.
Debaran jantung ini, air mataku, rasa haru dan bahagia semua menjadi saksi dan bukti bahwa aku mencintainya.
Aku menutup mataku.
Bismillah. Semoga ini pilihan yang tepat. Semoga Engkau berikan berkah kebahagian pada keluarga kecil kami kelak. Amin.
Aku membuka mataku dan sedikit menunduk melihat pria yang masih tersenyum menatapku. Dia sangat yakin aku menerima lamarannya.
"Yes, i do." Aku mengangguk.
Rion tersenyum senang dan langsung berdiri. Rion meletakkan mikrofon yang ia pegang di atas tanah.
"Terima kasih kak." Ucapnya sambil mengambil benda yang ia letakkan di kotak kecil itu
Rion meraih jemariku. "Aku akan menjadikan kakak ratu dalam hidupku dan di rumah kita kelak."
Cincin itu sudah terpasang indah di jemariku. Cincin dengan berlian yang berkilau.
"Terima kasih untuk lamaran indah ini." Aku tersenyum menatap matanya yang juga berkaca-kaca.
"Terima kasih juga sudah menerima pria bod*h dan ke kanakan sepertiku kak."
Aku mengangguk.
"Terima kasih atas banyaknya maaf dan kesempatan yang kakak beri."
"Kedepannya tidak akan ada kesalahan yang sama kak."
Aku tersenyum. "Jadilah tauladan untukku dan anak-anak kelak."
Rion, pria yang tak pernah ku sangka dan ku impikan lamarannya. Pria yang dulunya sering ku elus lembut saat ia masih dalam perut tante Sania.
Aku tertawa memikirkannya.
Rion menyatukan alisnya. Dia terlihat penasaran tentang apa yang ada dalam fikiranku.
"Sudah selesai?" tanyaku.
"Ayo pulang." ajakku padanya.
Rion menggeleng. "Perayaannya belum." Dia mengerling.
Rion menjentikkan jari 3 kali di udara. Semua lampu menyala bersamaan dengan diputarnya sebuah lagu. Aku tahu lagu ini. What makes you beautifull dari One Direction.
Di depan sana ada Zoya, Nath, Nair, Caraka, Shaka, dan Ethan serta semua gadis yang memberiku mawar. Mereka menari bersama. Rion meninggalkan aku dan ikut menari bersama mereka.
Aku tertawa.
Baby you light up my world like no body else
The way that you flip your hair gets me overwhelmed
But when you smile at the ground it ain't hard to tell
You don't know
You don't know you're beautiful**l
Mereka terus menari bahkan melompat. Zoy membawaku bergabung. Semua mawar di tanganku ku serahkan kepada seseorang atas perintah Zoya.
Zoy memelukku.
"Congrats my little star." Aku menghapus air matanya.
"Semoga dimudahkan jalan menuju plaminan."
Amin..
"Semoga segera menyusul."
"Amiiiiiin." Sahutnya semangat.
Musik berhenti dan semua orang seperti kelelahan tapi mereka bersorak.
__ADS_1
"Yeee... Sukses!" Mereka semua bertoss satu sama lain.
"Thanks bantuannya guys." Teriak Rion pada mereka semua.
"You're welcome." Teriak mereka.
Mereka membantu atas perintah Rion? Aku menggeleng pelan. Totalitas sekali calaon suamiku. Hahaha. Brondong romantisku.
Ah, jadi pengen segera dihalalin.
Semua orang membubarkan diri. "Masuk ke dalam. Makanan kalian sudah disediakan disana." Ucap Zoya menunjuk arah bagunan restauran.
"Sekali lagi terima kasih semuanya." Ucap Zoya pada mereka.
Nath dan Nair memelukku. "Bahagia selalu kak."
"Thanks Nath, Nair."
Mereka melepas pelukan dan beralih pada Rion.
"Titip kak Bi, Yon." Ucap Nath sebelum dia pergi meninggalkan tempat ini.
"Jangan sakiti dia. Atau aku akan membawanya ke ujung dunia sampai kamu gak bisa menemukannya lagi." Nair berlalu meninggalkan kami.
"Iya... iya..." Ucap Rion.
"Kak Zoy mau pesan apa."
Zoy berjalan meninggalkan kami. Tapi setelah beberapa langkah dia berbalik. "Pesan keponakan yang lucu."
Kami berdua tertawa. "Siip kak. Keponakan kakak segera On the way." Aku menatap tajam Rion yang asal bicara. Tapi dia membalas dengan senyum termanis.
Huuh! Bagaimana bisa marah kalau dia semanis ini.
"Kak lihat cincinnya." Ucap Rion yang berdiri di sampingku.
Aku merentangkan jemariku di depan wajahnya. Terlihat jelas cincin nan mewah itu melingkar di jari manisku.
Dia menatapku. "Peluk aku kak."
Aku mengerutkan kening. Permintaan yang sulit untuk dikabulkan.
Aku memiringkan kepalaku. "Boleh."
"Tutup mata kamu."
Dia menutup mata dan merentangkan tangan. Aku meninggalkannya. Berjalan menjauh.
"Kak." Dia mulai lelah menunggu.
"Rion." Panggilku. Dan dia membuka mata berusaha mencariku.
"Ayo! Ke KUA dulu." Aku kembali berjalan.
Dia berlari dan dalam sekejap dia sudah berjalan di sampingku.
"Bulan depan kita nikah, ya kak."
Aku mengangguk. "Oke. Siapa takut."
****
Gak sesuai ekspektasi ya?
Sebenarnya aku mau pakai gaya-gaya flashmob gitu. Nyanyi sambil nari pakai lagunya Bruno Mars yg judule Marry me.
Tapi pas ngetik, nah lo! Kok ada kata-kata greja gitu di liriknya dan setelah ku baca semua kok kayak gak cocok sama mereka yak.
Aku ganti deh.
Editnya setengah bab sendiri makanya meleset dr rencana up siang hari.
Mawar kalian udah jadi buket guys. Thanks atas partisipasi kalian meringankan modal buat beli mawar 😊
Dukungan kalian warbiasaaa!!
Sampai cerita ini ada di urutan ke 250 rank hadiah.
Huuuh. Makasih buaaaanyaaaakkk guys 😚😚😚
Untuk masuk top rank 1-200 masih berat banget. Tapi aku gak berharap kok untuk itu.
Yang penting aku enjoy nulisnya. Kalian puas bacanya 😉
Jejak kalian begitu berarti. 😚
Next lamaran Zoy. Eh? *Kode lagi 😂
__ADS_1