Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Tommy Adijaya


__ADS_3

siang itu udara benar-benar tidak bersahabat terik matahari seakan mampu membakar kulit,Anggi dan rianti baru saja selesai mengurus ijazah kelulusan Mereka dan akan menuju halte bus untuk pulang.


rianti asik mengoceh tidak jelas kemudian merogoh ponselnya untuk menelfon pacarnya kris.


rianti yang tengah asik berbicara dengan kris lewat telfon tiba-tba memekik saat tasnya dijambret dan dibawa lari oleh seseorang.


"akh,brengsek tas aku woy"makin rianti sambil berlari.


refleks anggi ikut berlari membantu rianti.


"gila cepet banget gak kuat nih ri"anggi berlari cukup jauh dari rianti dengan nafas udah mau abis dia melihat seorang polisi di ujung jalan turun dari motor sport nya,menjelaskan serta melumpuhkan aksi si pencopet.


"wih gila guanteng banget tuh gi"kata rianti yang baru saja tiba menyusul anggi.


"matamu gak bisa dikondisikan apa ri,inget kris,lagian toh tas kamu udah balik pergi sono ambil"perintah anggi sedikit kesal.


"ia bawel banget sih,lagian punya temen gak bisa diajak becanda"protes rianti.


"becanda apa , panas nih pengen makan orang aku"kata anggi emosi.


"woles napa gi,ya udah ntar kita pergi swimming yuk"ajak rianti.



merekapun pergi ke arah si polisi ganteng yang sudah berhasil merebut tas milik rianti.


"ini tas nya mbak,kalo.sedang dijalan jangan suka menelfon bahaya "hardik sang polisi.


polisi tampan itu memberi peringatan pada rianti tegas.


Devan Adijaya polisi tampan dalam usia yang terbilang masih muda sudah mampu mendulang banyak prestasi dengan keahlian prediksi akurat dan keahlian menembak membuatnya meraih pangkat komisaris polisi di usia 25 tahun.



"ia pak maaf tidak akan saya ulangi"sekali rianti meminta maa.


diam diam devan memperhatikan anggi,senyum tipis terukir di wajah tampan nya.


"emmm manis "gumam devan



"maaf pak bapak ngomong apa"tanya rianti.


"oh gak,ya sudah saya permisi hati-hati sekali lagi"devan berbalik dan tersenyum pada Anggi sebelum naik ke atas motor sport nya dan pergi.


anggi segera menarik tangan rianti membawanya menuju bis untuk segera berangkat.


"kita naik taksi aja gi,panas nih biar langsung ke hotel Ocean Blue,gak sabar nih aku mau nyemplung"kata rianti.


"kenapa harus kesana"tanyaku binggung.


"disana tuh fasilitas kolam renang nya bagus tau dan besar bget kita pasti puas berenang disana"kata rianti.


"ok deh cepet dah mau kering nih aku,gila panas banget ri"jawabku



di lokasi kolam renang hotel Ocean Blue nampak dua orang gadis cantik begitu menarik perhatian kaum adam,terutama gadis cantik bermata emerald.


dengan tubuh dibalut baju renang yang begitu seksi dengan punggung yang terekspos sempurna,lekuk tubuh indah yang mampu membuat siapa saja menelah air liurya susah.



pemandangan indah itu tidak luput dari mata biru seorang pria tampan dengan stelan jas hitam kemeja putih,pria tampan blasteran itu menatap emosi pada setiap laki-laki yang menatap gadis cantik bermata emerald dengan tatapan lapar.


"emmm manisku,aku sangat merindukanmu akhirnya kita bisa bertemu lagi,aku akan segera menjadikanmu milikku,hingga tidak ada laki-laki lain yang berani menatap wajah manismu selain aku"batin devan dengan senyum devilnya.



sudah lelah berenang Anggi mengajak rianti duduk di tepi kolam,tiba-tiba datang seorang petugas hotel membawa dua paket lunch untuk Anggi dan rianti.


dua porsi beef stik kentang goreng,dua gelas jus jeruk dan dua porsi puding mangga caramel diberikan kepada anggi,anggi melihat binggung pada mpetugas hotel tersebut.

__ADS_1


"maaf mas kami tidak memesan makanan"tanya anggi bingung.


"udah gi ambil aja,laper nih aku"kata rianti.


"tapi ri,kita gak tau siapa yang kasih makanan ini,kamu jangan main makan aja"hardik anggi .


""sudah mas kemari kan makanannya,terima kasih"kata rianti.


pelayan hotel berlalu pergi meninggalkan mereka.



didalam sebuah restoran devan yang baru selesai dengan kesepakatan bisnisnya langsung menghunbungi asisten ya Harul.



"rul carikan informasi gadis yang aku kirim fotonya sama kamu,lakukan hari ini juga,nanti malam.serahkan hasilnya"kata devan tanpa bantahan.


"baik bos"jawab harul



hari ini devan kembali melihat gadis manis yang sudah mencuri hatinya


semenjak melihat gadis manis bermata emerald itu,devan selalu saja terbayang wajahnya saat berhubungan dengan wanita-wanita panggilann ya,begitu besar pengaruh si manis itu dalam hidup seorang devan,hingga dia sudah tidak lagi berhubungan dengan perempuan manapun dan hanya menjadi penggila kerja.



pagi ini anggi tengah duduk santai di meja kasir sambil sibuk mengisi formulir beasiswa untuk mulai masuk kuliahnya.



Tring....


suara bel toko berbunyi tanda datangnya pembeli.


segera Anggi berdiri dan membungkukan badan menyapa ramah.


"selamat datang "sapa anggi singkat.


kepadanya,anggi merasa pernah melihat pria ini tapi dia sedikit lupa,lama anggi menatapnya sampai suara pria itu menyadarkanya dari lamunan nya.


"ekhem,saya tau saya tampan,jadi tidak usah sampai begitu dong wajahnya cantik"canda pria itu tersenyum geli


"ah,,eh,,maaf "jawab anggi kikuk.


""hahahaha santai aja cantik,kenalkan sayang tomi,polisi yang kemarin membantu kalian dari jambret"kata tomi dengan wajah belinya menatap wajah gemas anggi.


""ah ia saya ingat,kemaren kan bapak pakai seragam,sekarang nggak jadi agak lupa"kata anggi cuek."



"hahahaha kamu ini saya belum tua,jangan panggil saya bapak dong"kata devan


"anda ini jadi polisi narsis juga,apa saya harus panggil paman,kakek atau adek kan tidak mungkin"balas anggi cuek.


"hahahaha kamu ini lucu sekali,maksud saya juga gak begitu,ok kamu pangil aja devan"kata devan santai


"ok terserah,mau beli kue apa"anggi langsung to the point,tidak mau berlama lama dengan polisi narsis yang kepedean luar biasa.


tiba-tiba rianti datang dan langsung mengambil tempat menyapa devan.


"eh ada pak polisi ganteng ,mau beli kue apa pak"tanya ranti alay.


"saya mau beli red velvet dua sama chese cake dua"balas tomi singkat.


"oh ya kenalkan pak saya rianti dan ini Anggita temen saya"kata rianti.


"udah nih pak kuenya terima kasih"kata anggi datar.


"ampun deh gi,senyum kenapa sih ntar kabur nih pak polisi ganteng"sewot rianti.


"emmm"balas anggi cuek.

__ADS_1



"hahahaha kamu ini irit banget ngomong nya,untung cakep"goda devan.


"maklum pak putri es"goda rianti.


"apaan sih kamu,gak jelas"balas anggi datar


"ya sudah ri ,anggi manis aku pergi dulu makasih kuenya"kata devan berlalu dengan senyum manis ke arah anggi.


"gila ya tuh devan kayak bunglon,kemaren mukanya datar banget waktu nolongin kita,sekarang bisa juga di ajak becanda"kata rianti.


"au ah gelap"jawabku datar.



tengah asik mengobrol dengan rianti,tiba-tiba tante maya datang dan mengajak kami pulang,setelah meminta mbak Niluh menutup toko kamipun menuju rumah om Bagas.



"ada apa tante kok mukanya gelap gitu"tanya Anggi


"kamu tau gi,mama kamu datang ke rumah tante,dia menanyakan prihal surat dari ayahmu"kata maya


"ngapain mama datang,lagian anggi belum mau ketemu dia lagi "jawabku



"udah kita liat aja dulu,lagian suami tante sudah dirumah sekarang"kata maya



sesampainya dirumah om Bagas, Winda dan suaminya Hari sudah duduk diruang tamu.


Om bagas duduk anteng namun dengan wajah gelap penuh amarah.


"Anggi sekarang om mau tau,jika kamu mau tinggal bersama ibu kamu sesuai dengan surat terakhir papamu,om tidak akan memaksamu"kata om bagas tenang.


lama aku berfikir,kemudian aku mengangguk tanda setuju,walau bagaimanapun ini adalah keinginan papa.kulihat om Bagas menghela nafas panjang dan mengangguk.


"baiklah anggi om tidak keberatan,tapi ingat pintu rumah om selalu terbuka untuk kamu"kata om bagas.



segera tante maya mengajakku berkemas untuk segera ikut dengan mama winda.


"sayang,bagaimanapun om dan tante sudah menganggapmu seperti putri kami sendiri,apapun yang kamu alami jangan ragu berbagi dengan kami disini"sambil mengelus rambut panjang ku sayang.


"ia tante makasih,tante dan om adalah keluarga anggi satu-satunya,walaupun anggi akan tinggal sama mama winda itu tidak akan merubah apapun"jelasku



segera kami menuju ke ruang tamu bertemu om bagas,sebelum aku pergi om bagas,tante maya dan rianti memelukku.


"anggi jika kamu merasa tidak nyaman disana pulanglah ke rumah om dan tante"kata om bagas.


"tolong ya winda,kalau kamu sudah membawa anggi,jangan kamu sembarangan memperlakukan dia"hardik tante maya.


"pak bagas dan bu maya tenang saja,saya dan istri saya winda akan merawat anggi seperti putri saya sendiri"kata Hari.



"saya tidak perduli dengan kata-kata anda pak Hari,tapi winda yang ibu kandungnya saja bisa meninggalkan ya"sindir maya.


"maafkan aku maya,aku benar-benar menyesal pada mas Aksan dan Anggi,sekarang biarkan aku menebusnya"pinta winda sambil menangis.


"saya tidak perduli bagaimana kamu menebus dosamu winda,yang pasti karna dirimu keluarga sahabat saya Aksan sudah hancur"hardik Bagas dengan nada mencemoh.



Hari yang sudah tidak tahan istrinya disindir halus oleh Bagas dan Maya segera memasukan barang anggi ke dalam mobil dan membawa istrinya pergi,Anggi diam saja mendengar segala sindiran halus yang dikatakan om Bagas dan Tante maya,lagi pula semua memang benar adanya.


__ADS_1


didalam perjalanan menuju rumah Hari,Anggi memilih diam memasang headset dan memejamkan matanya,dia tidak ingin melihat atau mendengar apapun dari mamanya.



__ADS_2