
hai all jangan lupa tinggalkan jejak vote,like dan komentar ya guys......😉
🍀🍀🍀Cindrella step sister🍀🍀🍀
nampak dua orang wanita tengah duduk di area taman kota yang nampak sepi karna hari itu bukanlah akhir pekan, dengan satu memandang penuh hinaan dan dendam,dan satu lagi nampak tenang dan memandang tak perduli pada sekitar.
"ada apa kau memintaku bertemu"tanya anggi malas.
Dewi menyeringai sinis memandang raut tenang Anggi.
"wah rupanya kau sedang mengandung,apa mama tau"ucap dewi sinis.
"apa perdulimu tau atau tidak bukan urusanmu"jawab anggi ketus.
"hahaha kasihan sekali bahkan mama tidak memperdulikan kehamilanmu,kau tau dari pada itu mama lebih antusias mengurusi pernikahanku nanti dari pada dirimu dan calon bayimu itu"ucap dewi menekan kata kata terakhirnya.
Anggi terdiam dengan manik mata memerah menahan kesedihan dan amarahnya,jika saja ia sedang tidak mengandung mungkin emosinya tidak selemah ini.
Dewi tersenyum puas melihat raut terluka di wajah saudari tirinya itu.
"kau tau ,mama akhirnya sadar dan bersyukur telah meninggalkan kau dan ayah tidak bergunamu itu-"
PLAK.........
ucapan dewi terpotong akibat tamparan keras anggi pada pipi kirinya,begitu kerasnya hingga pipi itu terlihat memerah dan sedikit darah terlihat dari sudut bibir dewi yang nampak robek.
"KAU BERANINYA KAU MENGHINA AYAHKU DASAR PEREMPUAN ULAR,KAU MAU MATI HAH"maki anggi sudah tidak bisa menahan emosinya lagi,dengan cepat ia menghantam perut dewi dengan kepalan tangannya hingga gadis itu terhuyung jatuh menghantam tanah,dewi meringis menahan sakit pada perutnya serta pipi bekas tamparan anggi.
"KAU JAL*NG SIALAN,BERANI SEKALI KAU MEMUKULKU"maki dewi dan hendak membalas anggi.
namun belum sempat ia menjatuhkan tangannya menyentuh tubuh anggi.suara dingin dan serak menghentikannya.
"berani kau menyentuh kakak iparku kubunuh kau"lingga berdiri dibelakang tubuh anggi dan menatap dewi dingin sangat menusuk,pria cantik itu membuat tubuh dewi bergetar takut.
"cih,pecundang "sinis dewi berlalu pergi dan memilih aman dari pada berurusan dengan pria berwajah Cantik namun memiliki aura kejam dibalik tatapan matanya.
"huft,kakak ipar mari kita pulang saja"hela lingga mulai khawatir melihat keadaan istri bosnya itu mulai terisak pelan dengan tubuh bergetar.dengan sabar lingga membawa tubuh anggi menuju mobil kembali ke mansion.dalam hatinya sudah membayangkan betapa murkanya nanti sang bos melihat istri tercintanya kembali menangis.dan lingga yakin dialah yang akan jadi sasaran kemarahan Rafendra nanti.
********
sementara Rafendra dengan terpaksa kembali dulu ke England meninggalkan sang istri dalam pengawasan lingga,karna masalah yang ditangani Alex sudah masuk Danger Code.masalah penggelapan dana Markus sudah mulai mengusik organisasinya maka kini Rafendra dengan murka mulai menyuruh Alex masuk kode bersih dan lenyapkan.
kini nampak disebuah ruangan sempit dan pengap 3 orang pria tengah duduk berlutut penuh luka dibawah kaki Rafendra sang bos Blood Eagle.
"cambuk dia dan jangan berhenti hingga kusuruh"ucap Rafendra datar tanpa ekspresi melihat tahananya mulai menjerit kesakitan.
Ctar.........
Ctar.......
Char.......
cambukan berbahan kulit dengan gerigi tajam diujungnya menghantam tubuh ketiga pria itu tanpa ampun.darah segar keluar dari kulit yang nampak koyak begitu dalam akibat cambukan bertubi tubi.
Akkkhhhh
Aarrrggghh
__ADS_1
"AMPUN LEPASKAN KAMI,SUNGGUH KAMI TAK AKAN BERANI LAGI BERBUAT BEGINI MR R."jerit pilu seorang pria bermata sipit memandang Rafendra penuh permohonan.pria itu adalah kaki tangan Markus yang memesan senjata dan granat pada organisasi BE.
"SIALAN KAU PENGECUT,KAU BAHKAN MEMAKAI TOPENG MENCULIK KAMI DAN SEKARANG LEBIH BAIK KAU BUNUH SAJA AKU"teriak Markus sambil meringis akibat cambukan Alex padanya.
Dor..........
Markus begitu terdiam kaku melihat Rafendra dengan santainya menembak mati salah satu kaki tangan Markus dengan wajah seakan tak terjadi apapun.
"kau tinggal punya 2 nyawa,sungguh membosankan.sekarang katakan dimana kau sembunyikan sisa senjata yang kami kirim dan dimana kau simpan kelebihan dana itu"ucap Rafendra sudah mulai kesal.
"apa mak...sud mu aku ti...tidak tau uhuk"ucap Markus kekeh meski kini sudah terbatuk darah.
lingga caling.......
"ck ada apa bocah ini menelpon"batin Rafendra jengkel pestanya diganggu.
"BOS PULANGLAH KAKAK IPAR VELERIA JATUH PINGSAN"teriak lingga panik.
tanpa membalas ucapan lingga,Rafendra berdiri panik.
"Alex siapkan jetku dan habisi bedebah ini"ucap Rafendra berlalu tergesa gesa menuju jet pribadinya untuk pulang ke Indonesia menemui sang istri.
"sayang ada apa denganmu,kumohon jangan membuatku takut.Please god jaga istriku"batin Rafendra panik.
**********
"permainan dimulai lihat saja Anggi,aku akan buat mama sendiri yang membalas tamparanmu hahahah..."Dewi melihat kedatangan Winda dan Hari dari balik jendela kamarnya dilantai dua.seringai licik menghiasi wajahnya.
"hiks....hiks....hiks...."tangis dewi terdengar keras tepat saat Winda dan Hari melintas melewati depan kamar gadis itu.
Winda panik mendengar tangisan putrinya,dan begitu masuk wanita paruh baya itu begitu terkejut melihat pipi bengkak dan memerah dewi,serta gadis itu tengah merintih memegangi perutnya.
"astaga sayang,siapa yang melakukan ini padamu"ucap Winda panik sembari berteriak memanggil salah satu Art dirumahnya mengambil kotak obat.
"hiks....maaf ma,tadi dewi tidak sengaja bertemu anggi saat jalan jalan di taman .hiks.....dan dewi mencoba menyapa dia mengingat anggi juga saudari dewi,hiks....tapi ...tapi anggi malah menampar dan memukul dewi ma .hiks....mama jangan marah pada anggi ma,dewi gak apa kok hiks"isak dewi didalam pelukan Winda,tanpa disadari siapapun dewi sedang menyeringai puas.
Winda menahan amarahnya yang sudah pada batasnya mendengar penuturan Dewi.
"anak itu memang harus mama beri pelajaran,sudah cukup dia menyakiti kamu sayang,dan mas Hari sungguh aku minta maaf akan sikap Anggi pada Dewi"ucap Winda malu akan kelakuan Anggi .
"sudahlah ma,kita obati dewi dulu dan nanti kita bicara dengan anggi baik baik,jangan terlalu terbawa emosi ma,ingat kamu juga ibunya anggi"ucap Hari bijak berusaha menenangkan amarah sang istri.
"sudahlah ma,sungguh dewi gak apa kok ma"ucap dewi penuh ke pura puraan.
"tidak sayang ayo kita ke mansion Bagas ,mama harus memperingatkan anak itu dia sungguh sudah keterlaluan memukulmu"geram Winda dan tanpa fikir panjang pergi dengan penuh amarah bersama Hari dan Dewi,gadis itu tengah bersorak senang.
*************
disini disebuah ruang duduk 6 orang dengan pandangan sulit diartikan.
"ANGGI,KATAKAN PADA MAMA KENAPA KAMU TIDAK BISA BERSIKAP SEDIKIT SAJA LEMBUT PADA DEWI,DIA ITU SAUDARIMU"ucap Winda geram menatap tajam pada wajah tenang anggi.
"apa salah anggi winda,kalian jangan datang datang cari ribut"ucap Maya tidak terima winda berteriak pada putrinya itu.
"apa maksud kalian datang seperti ini,dan kau winda jangan sekali pun kau berani berteriak pada putri kami"ucap Bagas sinis.
"jaga sikapmu pada istriku Bagas"ucap Hari tidak suka melihat istrinya terpojok perkataan Bagas juga Maya.
"DIA JUGA PUTRIKU ,KALIAN HANYA ORANG TUA ANGKATNYA JADI JANGAN IKUT CAMPUR,DAN KAMU ANGGI MENGAPA KAU BEGITU KEJAM"murka Winda penuh emosi.
"putrimu kau bilang tidak taukah kau kesalahan apa yang telah kau perbuat dulu hingga membuat karakter ku seperti ini mama"ucap anggi miris menekankan kata mama pada Winda.sakit,hati anggi begitu sakit ingin ia menangis namun rasanya air matanya tak sanggup lagi keluar.
__ADS_1
Plak.........
"WINDA BERANINYA KAU MENAMPAR PUTRIKU"teriak Bagas murka.
tanpa sadar tangan winda melayang menampar pipi putrinya itu,anggi tersenyum miris sorot matanya penuh kekecewaan dan luka.
winda diam dan mencoba mengacuhkan amarah Bagas dan Maya.
"tak bisakah kau lupakan masa lalu dan jangan melampiaskan semua pada dewi,mama lelah anggi"ucap Winda sesak.
"anda lelah,NAMUN ANDA TAK INGAT DAN TAK PERNAH TAU BETAPA AKU DAN AYAHKU HIDUP DENGAN HATI PENUH KESENGSARAAN ,KAU MEMBUAT PRIA LEMBUT ITU HANCUR,KAU KAU MEMBUAT KAMI JATUH BEGITU DALAM DENGAN CARA YANG SANGAT MENYAKITKAN"emosi anggi mulai menguasai dirinya,mata anggi mulai berkaca kaca memerah menahan air mata yang akan tumpah.
Bagas dan Maya tertunduk dalam merasakan sakit hati Anggi dan Aksan dulu.Hari menghela nafas pasrah,dewi twrsenyum puas ditengah isak tangis bohong nya dan Winda memukul dadanya sesak dan mulai menangis.
"hiks...anggi sungguh jika waktu bisa terulang,mama tidak ingin ini semua terjadi"isak winda sendu.
Anggi tersenyum miris dan menatap nyalang pada ibu kandung serta saudari tirinya itu.
"CUKUP,KARNA DIRIMU AKU MENJADI SEORANG ANAK PEREMPUAN YANG SELALU TERSESAT TANPA KASIH SAYANG SEORANG IBU YANG HARUSNYA JADI PENUNTUNKU,KARNA DIRIMU AKU SELALU MENYENDIRI TAK SANGGUP MENERIMA LUKA LEBIH DARI YANG KAU TOREHKAN,KARNA DIRIMU AKU SULIT PERCAYA PADA ORANG LAIN BAHKAN PADA DIRIKU SENDIRI AKU MENJAUHI SEMUA ORANG DISEKITARKU AKU KEHILANGAN ARAH NYONYA WINDA"ucap anggi memukul mukul dadanya demi mengurangi rasa sakit dihatinya.
Maya sudah menangis keras dipelukan Bagas dan Winda wanita itu sebenarnya ingin menangis dan memeluk tubuh putrinya itu namun mengingat kata kata Dewi,Winda menjadi bimbang setelah melihat wajah sedih Dewi Winda membuang rasa sakit dihatinya untuk Anggi dan mencoba mengendalikan emosinya.
"CUKUP,MAMA JUGA MENDERITA ANGGI BUKAN HANYA KAU SAJA,DAN MAMA SUDAH BERUSAHA MENEBUS KESALAHAN MAMA,TAPI KAU SUNGGUH EGOIS DAN KERAS KEPALA,KENAPA HARUS DEWI KENAPA BUKAN MAMA YANG KAMU SAKITI HIKS...."akhirnya isakan itu lolos dari bibir Winda menatap sedih pada sikap anggi,putrinya yang dulu lembut,ceria dan hangat telah berubah dingin dan kasar.
"lihat ,kau tak akan pernah bisa lihat dan rasakan segala penderitaaku akibat ulahmu nyonya,kau tau dulu aku bahkan tak bisa menangis karna dimata ayahku air mata itu adalah kelemahan meski aku hanya seorang gadis kecil dulu.aku terpaksa berpura pura tersenyum,tertawa setiap hari demi ayahku,hatiku menangis dan terluka"ucap anggi pelan sungguh hatinya berdenyut sakit melihat sikap winda yang tak pernah berubah,bahkan wanita itu tidak sadar bahwa putrinya itu sedang mengandung.
"mama tau kesalahan mama sangat besar,tapi bisakah kita lupakan semua dan buka lembaran baru,mama hanya ingin kau hidup rukun dengan dewi nak"ucap winda sendu sambil memeluk tubuh dewi yang menangis sesunggukan di pelukan nya.
Maya tidak tahan melihat sorot terluka dimata Anggi,wanita itu bangun dan menarik anggi kedalam pelukannya.Bagas menatap benci dan kecewa pada ketidak pekaan Winda,wanita itu begitu bodoh tak sadar dia telah membangun jurang yang semakin dalam diantara dirinya dan putri kandungnya sendiri.kini nampak Winda dan Anggi bagai bumi dan langit yang tak akan bisa bersatu lagi.
"KAU MEMANG WANITA EGOIS,KAU TAK PERNAH MEMIKIRKAN ORANG LAIN,KAU HANYA MELIHAT LUKAMU DAN KINI,HIKS.....APA KAU TAU AKU MENANGIS DITENGAH MALAM BERHARAP KAU KEMBALI.KARNA DIRIMU KUSAKSIKAN AYAHKU TIADA,KAU...KAU TAK TAU AYAHKU MENANGIS DITENGAH MALAM DALAM TIDURNYA DAN AKU MASIH TERLALU MUDA DAN TAK TAU CARA MENGOBATI LUKA DIHATINYA hiks....KARNA DIRIMU KAU MENGHANCURKAN KAMI,AKU DAN AYAHKU KAU WANITA EGOIS"teriak anggi mulai terisak menahan rasa sakit pada hatinya.
Winda diam mematung menyaksikan betapa hancurnya hati anggi karna pwrbuatannya dulu,tangisan anggi begitu pilu dan menyayat hati.
"PERGI"teriak bagas murka tidak tahan melihat istri dan putrinya menangis pilu didepan matanya.
"PERGI KALIAN,APA KALIAN TULI.LINGGA JANGAN DIAM SAJA SERET MEREKA KELUAR DARI RUMAH PUTRIKU"teriak Bagas berang.
"kumohon Bagas biarkan aku bicara dulu dengan anggi"ucap winda kekeh.
"KAU TAK LIHAT PUTRIKU SEDANG KACAU,MAU APA LAGI KAU WANITA SIA*AN"maki Bagas emosi.
"CUKUP BAGAS ,TAK SEPANTASNYA KAU MEMAKI ISTRIKU"emosi Hari,masalah ini sepertinya tak akan pernah berakhir.
"nyonya karna dirimu aku takut terluka dan takut percaya pada cinta,setelah aku menemukan kebahagiaanku kumohon jangan hancurkan itu"ucap anggi sendu dan berlalu memasuki kamarnya meninggalkan semua orang.
"kau wanita dan ibu yang kejam,tak taukah kau bahwa ia sedang mengandung,tak bisakah kau lihat perutnya itu ada berisi nyawa lain didalamnya,sungguh betapa bodoh dan butanya dirimu Winda,kau akan menyesal suatu hari nanti"ucap Maya sendu dan berlalu pergi menyusul putrinya itu.
Winda terdiam terkejut mendengar ucapan maya,namun belum sempat ia bicara suara dingin penuh emosi Bagas menghentikannya.
"lingga cepat lakukan tugasmu dan jangan pernah izinkan mereka masuk kemari"sinis Bagas.
lingga yang sedari tadi diam dan tak bisa melepaskan amarahnya melihat tangisan kakak ipar kesayanganya akhirnya sadar dan dengan kasar menarik Winda dan keluarganya keluar dari mansion.
"pergi dari sini dan jangan mengusik kakak iparku lagi"suara dalam dan dingin lingga membuat tubuh Winda,Hari dan Dewi bergetar sedikit takut melihat tatapan tajam itu.
"baik kami pergi,dan maaf"ucap Winda mencoba menatap pria muda beraura bengis itu.
"sampah kurang ajar"ucap lingga emosi.
TBC....
__ADS_1
say hallo from Alex😉manga version