
Seorang pria tampan berwajah datar memasuki sebuah hotel mewah ROYAL HOTEL,pria itu berjalan dengan penuh wibawa dan sangat maskulin membuat semua orang langsung menunduk hormat padanya.ia adalah Rafendra kusuma Wiguna
"baikalh bimo cepat katakan apa yang pria tua itu inginkan?"tanya Rafen arogant tanpa ingin berbasa basi.
"hei kak,pria tua itu ayah kita,kau ini bebar benar tidak ada sopan ya "celetuk sang adik Selenia.
"sudah tidak usah banyak bicara,aku ingin segera kembali ke tempat Valy,calon istriku"jawab Rafen datar.
"huft terserah saja dasar bucin,memangnya juga kak valy mau sama pria arogant berwajah batu sepertimu kak?"omel Selenia.
sementara Rafendra hanya memutar bola matanya malas mendengar ocehan tidak penting Selenia.
tiba diruangan khusus dihotel milik Rafendra ,Bimo segera menyerahkan laptopnya kepada Rafendra,ayah tuan mudanya sekaligus sahabatnya itu akan melakukan vidio call.
tak berapa lama panggilan vidio tersambung,dan munculan wajah seorang pria paruh baya yang terlihat masih berkharisma diusianya yang lebih dari 50 tahun.
"ada apa ayah"tanya Rafen langsung dengan wajah adonisnya.
"kau ini,bukanya menanyakan keadaan orangtua dulu,ck dasar"omel sang ayah Tn Bayu Adiyaksa Wiguna.
"sudahlah ayah to the point saja,aku masih ada urusan"kata Rafen tidak sabar.
"dia ingin menemui calon istrinya ayah"tiba tiba Selenia menyeletuk diantara percakapan Rafen dan Bayu sangat ayah.
Bayu sontak terkejut akan ucapan putrinya,selama ini siapa yang tidak mengenal watak putra nya ,seorang pria bernama Rafendra,wanita dan cinta hanya omong kosong baginya,satu satunya wanita yang mendapat cinta dan perhatiannya hanya sang bunda dan adiknya Selenia meski dengan cara yang Berbeda dari kebanyakan orang.
Rafendra pria yang tidak suka mengobral kata kata manis dan janji,suka bicara langsung pada intinya dan tidak suka berbasa basi,tidak pernah tersenyum apalagi tertawa lepas hanya wajah datar dan sikap arogant yang selalu ia tampilkan.namun semenjak bertemu dengan seorang gadis manis yang sedang memainkan piano sambil berderai air mata,saat itu juga seakan dunia nya jungkir balik.
ada sebuah rasa ingin selalu melindungi dan berada disamping gadis itu menenangkannya,menghapus air matanya dan memeluk nya hangat dalam keadaan apapun.semua orang bilang itu adalah cinta,namun Rafen sendiri belum yakin,maka dari itu ia hendak memastikan gadis itu selalu bersamanya sampai ia sendiri yakin akan isi hatinya.
"benar apa yang dibilang adikmu Rafen?"tanya Bayu mencoba memastikan pendengaran ya.
"heem"Rafen hanya berdeham ria membalas pertanyaan sang ayah.
"wah,akhirnya kami akan segera mempunyai menantu,apa gadis itu cantik hingga membuat pria batu sepertimu takluk "goda Bayu pada putranya.
"sudahlah ayah,lupakan sekarang ada masalah apa sampai ayah memanggilku?"tanya Rafen mulai kesal.
"hahahahh baik baik begini,sepertinya ada yang mencoba menjatuhkan harga saham pembangunan resort Kita yang akan dibangun di U.S.A,ayah Khawatir perusahaan kita disana bisa pailit"terang Bayu panjang lebar.
"ayah tidak usah khawatir,biarkan saja dulu mereka bermain main,nanti aku akan bereskan dengan caraku sendiri tenang saja"jawab Rafen santai kemudian tanpa dosa memutuskan panggilan vidio sepihak.
sementara Bayu hanya bisa menahan kejengkelannya atas kekurang ajaran putranya.
"Bimo,segera beritahu Alex,minta dia mengirim lingga mengawasi perusahaanku di US,kau ikut denganku sekarang"perintah Rafen kemudian berlalu pergi meninggalkan hotel.
"hati hati kak"kata Selenia sambil melambaikan tangan ke arah sang kakak,namun Rafen tidak perduli dan melenggang pergi.
"ck dasar pria batu"grutu Selenia jengkel.
"Tn muda kita akan Kemana sekarang?" tanya Bimo sopan.
"kau ini apa bodoh,tentu ketempat Valy"jawab Rafen dongkol.
"hehehe maaf tuan muda,ku pikir anda bercanda"ucap Bimo terkekeh .
__ADS_1
"kadang kadang aku heran,apa kau ini memang seorang hacker,kebodohanmu itu membuatku sakit kepala"Rafen berbicara sambil memijit keningnya jengkel.
"maaf maaf,mana ku tahu pria arogat dan dingin sepertimu ini bisa tertarik juga dengan seorang gadis,jika Alex dan lingga tau ,mereka pasti akan menertawakan mu bos"kekeh Bimo.
"diamlah berisik sekali kau ini,menyetir saja dengan benar"geram Rafen mendengar ejekan tangan kanannya ini.
"ok ok bos"jawab Bimo geli
yah Rafendra memiliki tiga orang yang berperan sebagai kaki tanganya di dunia bawah.
* Bimo smith seorang hacker yang handal pria tampan berusia 23 tahun memiliki wajah campuran indo english,hanya saja sedikit kurang peka Dan hanya patuh 100%pada tuan mudanya Rafendra,selain itu yah tau sendirilah ,pria yang memiliki sifat dingin namun lihat dulu siapa lawan bicaranya.
* Alex lumiro seorang sniper yang mumpuni,salah satu tangan kanan Rafendra sekaligus sahabatnya,pria gila yang tidak jarang seperti iblis yang suka membunuh.orang kepercayaan Rafen didunia gangster.dibalik wajah tampan nya jiwa saiko mengalir dalam darahnya,dan hanya kepada Rafendra ia tunduk.
* lingga Stevano pria berwajah cantik namun selalu tersenyum palsu ,pria dengan banyak akal,dan kemampuan mata mata (spy)yang mengagumkan ,jika ia sudah menyamar ia bisa menjadi tokoh apa saja,ahli menggunakan segala jenis senjata tajam .
* charles luwis seorang dokter muda yang bekerja sebagai dokter pribadi keluarga Wiguna,sekaligus dokter khusus didunia gangster yang dipimpin oleh Rafendra gang EAGLE BLOOD.
ini sekilah profile para kaki tangan Rafendra kusuma Wiguna .
ok back to topic
-------------
sesampainya dirumah sakit,Rafendra tidak sabaran untuk segera menuju ruangan anggi.(saat panggilan Rafendra anggi bernama valy)
cklek
suara pintu kamar terbuka.
"valy,kemana gadis itu"batin Rafen panic.
"BIMO CEPAT KEMARI"teriak Rafen panic.
"ck ada apa sih bos,malu teriak teriak dirumah sakit"gerutu bimo melihat tingkah bosnya yang biasanya keep calm ,jadi seperti orang kebakaran jenggot.
"bacot kamu,cepat panggil petugas jaga cepat "perintah Rafen gusar.
tanpa banyak bacot lagi,Bimo segera pergi memanggil petugas jaga.
tak berapa lama datanglah dua orang perawat yang menggenakan baju super ketat berjalan kearannya dengan gaya menggoda meliukkan pantatnya sepertinya bebek.
Rafendra menatap kedua wanita itu kesal,namun senyum Meremehkan tercetak jelas di wajah tampan nya,namun sayang senyuman itu disalah artikan oleh kedua wanita itu.
"ada apa tuan,ada yang bisa kami bantu"ucap salah satu dari wanita itu dengan suara dibuat mendesah desah menggoda.
sementara yang satu lagi sengaja berdiri didepan Rafen dengan dada yang di buat membusung,keduanya berusaha menggoda Rafen ,pria tampan yang tajir melintir.
Bimo melihat kedua wanita itu dengan tatapan datar.
"kemana gadis yang dirawat diruangan ini Cantik"tanya Rafen tersenyum manis ke kedua wanita itu.
kedua perawat itu hampir pingsan melihat senyum tampan Rafen,Mereka menganggap Rafen telah termakan rayuan mereka.
"gadis itu Sudah pulang ,dia dijemput oleh keluarganya"_kata perawat wanita itu,sekarang wanita itu sudah duduk disamping Rafen dengan rok yang ia angkat sedikit memperlihatkan paha wanita itu.
__ADS_1
"sudah puas bermain main ,dasar jalang tidak berguna"Rafen tersenyum mengerikan sambil mendorong kedua wanita itu jatuh.
"Bimo,urus mereka,jangan sampe aku melihat lagi kedua jalang ini yang sudah berani menyentuh ku"Rafendra memerintah Bimo dengan suara dingin yang terdengar mengerikan.
kedua wanita itu nampak bergidik ngeri melihat perubahan ekspresi wajah kedua pria tampan diruangan itu.
dengan cepat Bimo mengeluarkan sebuah pisau lipat dari sakunya dan dengan cepat menusuk kedua wanita itu tanpa suara,karna pisau belati yang dia gunakan terlumuri racun buatan Charles.
JLEB!!!!JLEB!!!!!
suara tusukan belati di perut kedua wanita itu.
"ck dasar wanita wanita bodoh,siapa suruh kalian cari mati"ucap Bimo dengan wajah datarnya tanpa dosa.
AKHHHHKH!!!!!
suara teriakan yang tertahan,seketika darah keluar dari mulut kedua wanita itu.
setelah memastikan mereka tewas,Bimo menelfon anggotanya menyuruh mereka membereskan mayat Kedua wanita itu.
"sudah"tanya Rafen sambil menahan emosinya.
"beres bos" segera bimo membalas pertanyaan bosnya,sekarang wajah Rafendra sudah sangat mengerikan dengan semburat merah penuh amarah,dan Bimo tidak bodoh untuk bermain main dengan singa yang sedang siap mengamuk.
-------
HOTEL ROYAL
PRANK!!!!!
PRANK!!!!
PRANK!!!!
suara Benda dibanting memenuhi ruang khusus dihotel milik Rafendra.
"akhh sial,kemana kamu valy,beraninya kau pergi"geram Rafendra murka,ia sangat marah mengetahui gadis itu pergi tanpa pamit.entah mengapa Rafen takut bahkan sangat takut anggi pergi dan tidak akan bisa ia lihat lagi.
"tenang kak,percuma kakak kayak gini,kita bisa pergi kekampus kemaren dan mencari tahu tentang kak valy disana"ucap Selenia sedikit takut akan kemarahan sang kakak,sebab baru kali ini ia melihat kemarahan Rafen Secara langsung,kakaknya itu biasa selalu keep calm dan tenang.
"BIMO CEPAT PAKAI KEMAMPUANMU ITU,CARI TAHU SEGALA HAL TENTANG VALY,KALAU KAU GAGAL KU TEMBAK KEPALAMU"maki Rafendra emosi.
"ba baik bos"Bimo bergidik ngeri atas sikap sang bos.
tanpa ba bi bu ,Bimo segera mengambil alat alat canggih miliknya untuk meretas akun milik kampus anggi.
dengan kemampuanya tak berapa lama ia berhasil mendapatkan informasi anggi,namun tidak semua karna Sepertinya sebagian besar data itu sudah di block.
dengan ragu ragu Bimo menyerahkan hasil pencarianya pada Rafendra.
Rafendra meneliti dengan seksama biodata pribadi anggi,sekarang ia tahu anggi adalah anak yatim piatu,dengan predikat sebagai mahasiswa terbaik ,most wanted girl di kampus nya dan gadis cerdas yang mendulang banyak prestasi ,berhasil berkuliah dikampus elit karna beasiswa berprestasi.
"emmm inilah gadisku,akan ku bunuh siapa saja yang berani menghalangi jalanku menjadikan nya milikku,hanya milikku seutuhnya"Rafendra tersenyum menyerigai yang tampak mengerikan siapapun yang melihatnya,hal inipun berlaku pada Bimo dan Selenia,meskipun mereka sudah sering melihat senyum iblis seorang Rafendra,tetap saja akan selalu terlihat menakutkan.
"entah kemana wajah dingin dan arogant itu pergi,kau benar benar hebat kak valy,kau sudah merubah pria batu ini menjadi seperti iblis yang gila"batin Selenia sambil menggelengkan Kepalanya takjub.
__ADS_1
sementara Bimo hanya bisa mengangkat bahunya pasrah.