Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Moment is Perfect


__ADS_3

hai all jangan lupa tinggalkan vote,like & komen ya guys......😁


ok cekidot..........


 


🍀🍀🍀Cindrella step sister🍀🍀🍀


☕happy reading☕


 


nampak suasana di sebuah ruang makan terasa begitu ganjil dan terkesan aneh,dimana sepasang suami istri nampak saling melempar tatapan penuh arti terhadap 3 orang pria tampan yang sedari beberapa hari ini nampak sering melamun dan tersenyum sendiri tanpa sebab.


"Rafen"pangil sang istri alias Anggita pada suaminya yang sedari tadi terlihat jengkel.


"ia sayang,ada apa hem"jawab Rafendra lembut.


Anggita nampak tersenyum hangat menatap suami tampan nya itu.


"ada apa dengan mereka bertiga beberapa hari ini sedikit aneh?"tanya Anggi nampak prihatin.


"entahlah sayang,kurasa aku terlalu memanjakan mereka akhir akhir ini,dan itu membuatku sedikit jengkel,entah kemana pikiran mereka"ucap Rafendra jengkel.


"sudah biar aku tanyakan ada apa dngan mereka bertiga"anggi nampak bangkit dan berjalan ke arah kursi ketiga pria tampan yang pikirannya mengelana entah kemana.


Plak.........Plak.........Plak..........


anggi gemas sendiri melihat wajah bodoh Bimo,Alex dan juga Lingga dan tepukan anggi yang lumayan keras sukses mengagetkan ketiga pria tampan tersebut.


"YAK,ORANG BODOH MANA YANG BERANI MENGGANGGU LAMUNANKU"omel lingga tak sadar.


"ck,pengganggu sekali"dumel Alex tak sadar seperti lingga.


"sialan siapa yang ingin ku tembak pagi pagi"grutu Bimo tak sadar.


ketiga pria tampan tersebut masih tidak sadar akan siapa yang tengah mereka sumpah serapahi karna berani mengganggu lamunan masa depan mereka.


Rafendra nampak menahan emosi melihat kelakuan ketiga kaki tangannya,dan ditambah awan hitam yang tengah menghiasi wajah cantik istrinya membuat Rafendra harus bersabar .


"untung kalian bertiga sudah kuanggap saudaraku,jika tidak sudah habis kalian,hei sadarlah bodoh "batin Rafendra gusar.


Brak............


dengan hati dongkol,Anggi menggebrak meja makan hingga membuat semua orang berjingkrak kaget dan Rafendra harus mengelus dada sabar akan kelakuan bar bar sang istri.


"oh jadi siapa yang kalian bilang bodoh,pengganggu,dan ingin ditembak "ucap anggi menekan kata terakhirnya disertai tatapan ingin membunuh.


sontak Bimo,Alex dan juga lingga bergidik ngeri dan hanya bisa menggigit bibir takut,sementara Rafendra hanya menatap iba ketiga kaki tangannya.


"ka...kakak ipar bicara apa sih hahaha"lingga tertawa sumbang tak berani menatap balik mata tajam anggi.


glek.......


"matilah,singa betina siap mengamuk"batin Bimo bergidik.


"ma...maaf adik ipar,sungguh kami tidak...ada maksud"ucap Bimo gugup.


"be...benar adik ipar kami hanya sedang memikirkan sesuatu"tambah Alex menatap cemas ekspresi istri dari bos tirani mereka.


Anggi memicing mata penuh curiga.


"cepat habiskan sarapan kalian dan ikut aku,kutunggu di arena latihan tembak"ucap anggi dengan ekspresi datar dan suara dingin tak terbantahkan.


"wah hebatnya istriku,selamat kalian akan jadi target yang bagus"ucap Rafendra tanpa dosa dan melenggang pergi mengikuti sang istri,berhubung ini weekend jadi semua menikmati libur untuk bersantai di mansion sang bos.


"ck sial padahal aku ingin berkencan dengan my Amor yura"batin lingga gusar.


"maaf my sweety seperti aku tidak jadi mengajakmu jalan"batin Alex nelangsa.


"huft,gagal lagi mau kencan aja susah banget baru aja mau pdkt gagal aja terus"batin Bimo tertawa miris.


sesampai di arena latihan tembak Anggota BE di taman belakang mansion nampak anggi bertambah jengkel melihat wajah tersiksa ketiga pria tampan yang sudah dianggap seperti adik serta kakak sendiri oleh Anggi,karna Bimo,Alex serta lingga sudah begitu lama mengikuti sang suami mulai dari mereka masih remaja hingga sekarang.


"kalian ini kenapa sih,seperti orang yang akan menuju hukuman saja wajah ditekuk begitu"sinis Anggi kesal.


"tidak kok adik ipar kami baik baik saja "ucap Alex sungguh ingin menangis sekarang mengingat anggi akan menjadikan mereka sasaran latihan tembak nya.


"kakak ipar biarkan kami pergi kali ini saja"Lingga sungguh membuang harga dirinya memelas pada wanita cantik yang tengah menatapnya jengah.


"bos tolonglah,minta Thomas atau Jeremi saja ,jangan kami"tambah Bimo menatap penuh permohonan pada sang bos demi menghentikan sang istri.dan Rafendra bos kurang ajar itu justru tertawa nista dengan ekspresi datar minta dihajar.


"HAHAHHAHA SELAMAT MENIKMATI SAJIAN ISTRIKU BIMO ALEX LINGGA,JIKA KALIAN SELAMAT TENTUNYA"Rafendra sungguh senang melihat wajah pucat pasi ketiga kaki tangannya itu,dasar bos gak waras.

__ADS_1


bagaimana tidak takut,bayangkan saja istri bosnya itu belum ada sebulan belajar memegang senjata,dan ini malah dengan seenak jidat menyuruh mereka menjadi target dengan sebuah apel masing masing di kepala ketiga pria itu,sungguh malang nasib kalian.


nampak Rafendra semakin tertawa nista melihat Lingga sudah gemetaran sambil melihat anggi tengah sibuk mengokang senjata laras panjangnya.


Bimo sudah menutup mata tidak berani melihat aksi nyonya besar BE,dan pria itu semakin mengutuk tawa puas sang bos yang tengah melihat istri nya tengah bermain main dengan nyawa manusia.


Alex sudah merapalkan berbagai macam doa agar selamat dan bisa bertemu dengan sang pujaan hati,meski ia tau kemungkinan selamat hanya 4:10 persen saja,dasar pasangan iblis batin Alex merana.



posisi anggi sudah siap mengunci targetnya,sungguh sadis memang anggi jika sudah memberi hukuman,siapa suruh ketiga pria tampan bawahan suaminya itu pake acara membuatnya jengkel pagi pagi.(ok abaikan modelnya dan fokus pada gaya busana latihan anggi ok😉)


"hei kalau kalian gelisah dan bergerak terus aku tidak tanggung jawab lho jika peluru ini malah menembus kepala kalian"ucap anggi tersenyum menyeringai.


Glek............


"aku pasti mati jika kakak ipar benar bbenar menjadikan kami targetnya"batin lingga pasrah.


Dor.........


sebuah tembakan meleset mengenai pohon samping alex,dan Alex pria itu sudah bergetar hebat dengan peluh disekujur tubuhnya.


"ck meleset lagi"dumel anggi jengkel.


Dor......


tembakan kedua tepat,


satu buah apel di atas kepala Alex jatuh dengan Alex sudah jatuh lemas sambil mengusap dadanya bernafas lega.


"syukurlah aku selamat"ucap Alex penuh syukur


anggi hanya memutar mata bosan mendengar gumaman penuh syukur alex .


"asik juga bermain main mengerjai mereka hihihi"batun anggi tertawa nista.


"nah siapa selanjutnya"ucap anggi menyeringai sadis.


nampak Rafendra.semakin tertawa lebar melihat ketidak berdayaan bawahan kepercayaannya itu.


"dasar bos laknat,oh Tuhan bisa bisa aku jantungan jika begini"batin lingga menangis pasrah.


Dor....


Dor....


Dor.....


"huft,masih hidup ternyata aku"ucap Bimo penuh syukur.


dan kini semua mata tertuju pada Lingga yang sudah berkeringat dingin menatap horor pada kondisi apel kedua kawannya yang sudah hancur tak berbentuk.


"hah tidak asik,apa aku tutup mata saja ya"ucap anggi tanpa sadar membuat wajah lingga pucat pasi dengan suara tawa Rafendra bertambah keras menistakan anak buah paling bungsunya itu,dan Bimo serta Alex menatap prihatin pada lingga.


"tolonglah kakak ipar ku yang paling cantik,baik dan murah hati please janganya "ucap lingga memohon belas kasih kakak iparnya itu.


memang belakangan ini kelakuan istri cantik bos tirani mereka sungguh diluar akal.mulai dari meminta belajar menembak meminta keindonesia hanya untuk bisa makan gudek,dan masih banyak hal absurd lagi yang harus dipenuhi tampa terbantahkan dan jika tidak maka siap siap mendengar omelan berjam jam bikin panas kuping,jika tidak maka seperti sekarang ini menjadi sasaran target latihan tembak nya,sungguh untung istri Bos serta CEO besar WjC dan BE.


"baiklah karna aku tak tega melihat wajah kalian itu,cepat katakan kenapa dengan kalian belakangan ini"ucap anggi memicing tajam.


Bimo,Alex serta lingga saling pandang mencoba berkomunikasi.


"heh malah diam,kuhitung sampai 3 masih diam liat saja nanti hukuman kalian"kesal anggi melihat ketiga pria bawahan suaminya masih bungkam.dan Rafendra menatap malas akan hiburannya yang akan segera berakhir,bos laknat memang.


1.............


2..............


3.............


"ia kami mengaku,kami sedang-"ucap lingga merona malu tak sanggup meneruskan ucapannya.


"hem,lingga kau demam wajahmu seperti seorang gadis saja"ucap anggi tersenyum penuh arti.


"ia kakak ipar kami sedang mencoba pdkt,hahah maaf kami tidak bilang"ucap Alex tertawa canggung.


tanpa banyak bicara anggi berlari memeluk ketiga pria itu yang nampak berdiri kaku.


"wah lingga adik kakak sudah besar sekarang,siapa ketiga gadis kalian itu hem"ucap anggi berbinar.


Bimo,Alex dan lingga nampak bergidik ngeri melihat kebelakang saat aura sang bos nampak menggelap serta tatapan yang seakan mampu menembus jantung mereka sangking tajam dan dinginnya tatapnan itu menusuk mereka bertiga.


"matilah kami,dasar bos tirani posesife"batin mereka bertiga nelangsa.

__ADS_1


Grep.........


dengan lembut Rafendra menarik tubuh ramping sang istri kepelukannya dan menatap nyalang ketiga bawahannya itu.


"beraninya kalian memeluk istri bos kalian"begitulah arti pandangan tajam Rafendra yang dapat ditangkap oleh Bimo dan Alex .sementara lingga nampak menatap polos tak mengerti kenapa bos tiraninya ini marah.


"masih disini,kalian mau latihan bersamaku"ucap Rafen datar sembari mencium pipi lembut sang istri.


sebelum membuat sang bos bertambah marah,Bimo Alex serta lingga sudah siap mengambil langkah 1000 sebelum panggilan anggi membuat mereka berhenti sembari menahan dongkol,bagaimana tidak si suami minta pergi dengan aura iblis nah,si istri minta tetap tinggal,wah sungguh hari yang menguras sistem kerja jantung.


"biarkan mereka pergi sayang,aku mau main sama kamu sekarang"ucap Rafendra.memelas sembari menatap jengkel pada Bimo Alex dan lingga yang masih berdiri bodoh tak bergeming juga.


"baiklah,oh ia Bimo kalian bertiga bawa gadis kalian kemari makan malam tidak ada protes"ucap anggi mutlak.


"baik kakak ipar kami permisi"ucap Bimo langsung berbalik pergi diikuti kedua rekannya.


"aduh aku gerah pengen mandi,terus ajak Selenia dan rianti jalan jalan deh"_ucap anggi tanpa beban .


"sayang,kalau kamu pergi aku sama siapa"ucap Rafendra kesal.


"yah terserah kamu,dah sayang "ucap anggi enteng sembari berlalu pergi dengan santainya meninggalkan Rafendra yang hanya bisa pasrah.


***************


disebuah mall besar di pusat kota London nampak tiga orang wanita cantik tengah berjalan sembari saling melempar candaan ringan.dan salah satu memiliki perut yang nampak membuncit.


"Anggi,Selenia kita cari makan yuk,aku sedikit lapar"ucap rianti sembari mengusap perutnya yang nampak sedikit berbunyi.


"kak rianti memang tidak sarapan tadi"tanya Selenia .


"heheh,karna mas Davin sedang di indonesia dan Niel sedang bersama nenek nya jadi aku malas makan sendirian"ucap rianti tersenyum malu.


"ia sudah ayo"jawab anggi membalas senyum saudarinya itu.


Resto Del'viaro


"maaf Selenia,rianti aku ke toilet sebentar"ucap Anggi yang tiba tiba merasa mual.


"ku temani,aku juga ingin ke toilet"ucap Selenia sembari bangun dan berjalan bersama anggi meninggalkan rianti yang tengah sibuk menyantap steik pesanan mereka tadi.


Anggi nampak sedikit pucat sembari berjalan lemas menuju salah satu bilik toilet.


"kak,aku gak nyangka kandunganku udah masuk 5 bulan aja"Selenia berbicara sembari membenahi riasannya di kaca wastafel kamar mandi resto.


hening...........


tak ada sautan didalam bilik toilet tempat anggi masuk tadi.


"kak.....kakak ipar,kok diam aja"panggil Selenia mulai cemas,bagaimana tidak sudah lebih dari 15 menit ia menunggu anggi namun tak keluar juga.


karna panik Selenia membuka paksa pintu bilik anggi dan betapa syoknya ia melihat kakak iparnya itu sudah tidak sadarkan diri.


"astaga tuhan kak Valy kenapa hiks"ucap Selenia panik kemudian berusaha menelpon rianti,bahkan ia tidak terfikir menghubungi kakaknya sendiri suami dari Anggi.


rianti berlari panik menuju toilet dan tak lupa menelpon ambulance dengan segera.


keadaan restoran menjadi riuh akibat ulah Selenia serta rianti yang sudah kalang kabut panik melihat wajah pucat anggi.


tak lama ambulance datang dan membawa anggi serta Selenia dan rianti ke rumah sakit pusat kota London.


**************


nampak seorang pria tampan nan gagah tengah berlari panik diikuti 3 orang pria tak kalah tampan dibelaknganya.


"sayang,kenapa bisa begini"ucapnya panik menerjang ruang UGD.


"Selenia kenapa bisa begini"ucap Rafendra menatap tajam pada sang adik.


"kakak sabar dulu,kakak ipar masih diperiksa dokter"ucap Selenia sabar.


"kenapa tidak bawa ke rumah sakit VAN WICK HOSPITAL milik WJC naungan BE sih Selenia Rianti"ucap Alex bingung.


"kami panik tadi,sudah disini juga bagus"ucap rianti kesal,tak taukah mereka betapa paniknya ia dan Selenia tadi.


tak lama dokter keluar dengan ekspresi wajah tak dapat di baca.


"yang mana disini suami pasien?"tanya sang dokter dengan nametag Manuel Rudel .


"saya suaminya dokter"ucap Rafendra datar namun sorot matanya begitu penuh kecemasan.


"mari ikut saya keruangan saya ,kita perlu bicara"ucap dokter paruh baya itu tersenyum hangat.


tak lama keluarga Houston,Xavier serta keluarga Setiawan tiba dengan ekspresi cemas berbeda beda menatap ruang rawat anggi.

__ADS_1


TBC............


__ADS_2