
hai all jangan lupa tinggalkan jejak vote,like dan komentar ya guys....mampir juga ke novel El Princess of darkness.....makasih😉
ok cekidot..........
🌿🌿🌿Cindrella step sister🌿🌿🌿
disebuah kamar hotel,terlihat seorang wanita berbaring dalam keadaan berantakan,dapat dipastikan dibalik selimut tebal itu hanya ada tubuh polos tanpa sehelai benangpun.
Dewi nampak terengah engah mengatur nafasnya akibat baru saja bergumul panas dengan seorang pria yang sudah membayar jasanya sebagai penghangat ranjang.
sudah hampir 1 bulan lamanya dewi merasa terbebas dari cengkraman para iblis BE dibawah sang Lucifer kejam Rafendra Wiguna.namun entah mengapa,semua terasa mengganjal dan seakan sangat tenang namun menyimpan bahaya yang terselubung.
yah,selama dalam pelarian.Dewi terpaksa menjajakan tubuhnya demi mendapatkan uang.semua data diri,ponsel dan uang miliknya sudah lenyap saat Jeremi menyeret dan menarik paksa dirinya kemudian memenjarakan dan merenggut kehidupannya dengan berita kematian palsu.
"hei Salsa,ini bayaranmu sungguh pelayananmu sangat memuaskan"senyum mesum pria paruh baya dengan perut buncit itu membuat dewi menatapnya jijik dibalik senyum palsu nya.
"sama sama Mr Dom.saya senang melayani anda"suara menggoda dewi diselingi desahan manja menatap manja pada pria yang baru saja menggagahinya diatas ranjang.
Cup......
pria itu melum*t bibir dewi penuh nafsu kemudian berlalu puas meninggalkan kamar hotel.
Prank...........
tak lama setelah pria itu pergi,dewi melempar vas bunga menghantam pintu kamar hotel .
Arrrgkhhhh........
"SIALAN KAU ANGGI,INI SEMUA KARNA DIRIMU KAU ****** BRENGS*K"teriak dewi dengan suara penuh dendam.
"tunggu sampai aku memiliki uang yang cukup,aku akan menarikmu jatuh bersama diriku.aku tidak akan melepaskan mu"gumam dewi penuh dendam.
perlahan sambil menahan sakit di area bawahnya,dewi berjalan tertatih tatih menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Â
💧💧💧💧💧🌻💧💧💧💧💧
"bos bisakah kau kurangi sedikit aura suram mematikanmu itu,kakiku serasa tidak memiliki tulang"kesal Bimo pada sang bos.
"benar wajahmu terlihat membuatku ingin menedangmu sekali saja,jujur saja aku lelah menahan nafas melihat aura gelapmu itu"racau Xavier frustasi.
"oh ayolah bos,memang semua sedikit melenceng dari rencana.dan salahkan saja siapa suruh suster itu mati"santai lingga.
Rafendra diam terlalu malas membuka mulut,sebenarnya tidak masalah tahanannya melarikan diri.hanya dengan jentikan jari seluruh tanah Inggris ini bisa diobrak abrik oleh seluruh anak buah Rafendra.namun hanya karena seorang wanita jal*ng tidak sudi rasanya Rafendra membuang tenaga sia sia.
"santai lah bos,biarkan saja medusa itu bersenang senang sejenak sebelum nyawanya hilang"santai Alex .
"oh ia ngomong ngomong apa istriku di mansion mu Rafendra?sejak pagi entah kemana dia"tanya Xavier menatap Rafendra yang tengah sibuk mengetik cepat layar komputer penuh emosi.
"kau suaminya,kenapa tanya padaku?"Rafendra menjawab malas pertanyaan Xavier yang dirasa tidak bermutu.
"sialan,mulutmu semakin pedas saja.tinggal jawab saja susah sekali"kesal Xavier ,rasanya ingin sekali tanganya mencekik dan menonjok muka datar menyebalkan Rafendra.
"kau tidak tau istrimu pergi shoping ria dengan istri bos.kau saja yang bodoh itu saja tidak tau"cibir Lingga mengejek.
"bagaimana aku tahu,Selenia itu seperti hantu.wanita itu suka sekali pergi diam diam"grutu Xavier gemas.
Â
sementara itu disisi lain,Rafendra pria tampan itu nampak sedikit tenang dengan manik hazel itu begitu serius membaca laporan berkas berkas penting di atas mejanya.
"bagaimana ?"tanya Rafendra ambigu.
"apa bos,bicara yang benar kami tidak mengerti"kesal pria cantik berambut pirang.Lingga menguap bosan sembari melihat wajah Jeremi dari dalam layar tabletnya.
"berikan tabletmu"ucap Rafendra dingin.
dengan patuh lingga memberikan tablet itu pada Rafendra,wajah sang bos kini terlihat kembali suram dan mengerikan dengan aura dingin membunuh.
__ADS_1
"heheh ini bos "cengir lingga gelagapan.
"kau sudah tua bodoh.jangan main main"sinis Alex.
"katakan laporanmu Jeremi"printah Rafendra tanpa ekspresi.
"meski rencananya sedikit melenceng,wanita medusa itu sekarang sudah benar benar menjalangi dirinya sendiri.dan kami terus mencari dan mengawasinya"
"bagus,awasi cari diam diam .jika dia berulah bunuh saja"Rafendra menatap tajam pada Jeremi dan itu cukup membuat pria sangar itu bergidik.Rafendra semakin bertambah umur semakin mengerikan.tenang namun berbahaya.
"tidak buruk juga bermain main dengan seekor mangsa sebelum Alpha menelan tubuh kotor itu kedalam perutnya"ucap Rafendra dengan seringai dingin penuh aura membunuh .Bimo bergidik,Alex bergetar dan Lingga meneguk ludahnya susah payah.meski sudah lama mengikuti Rafendra,namun aura manusia iblis itu tidak juga berkurang.
"kurasa bos benar benar menjadikan medusa itu boneka permainan untuk jadi dessert Alpha rakus itu"ucap lingga bergidik mengingat buaya Aligator bertubuh besar peliharaan sang bos.
"kau mau juga menyapa Alpha"tawar bimo menatap lingga malas.
"ya,kurasa jika gigi Buaya itu mengapit kepalanya .mungkin pria bodoh ini akan sedikit pintar"tambah Alex menatap wajah pias lingga.
"tidak terima kasih aku tidak sudi melihat makhluk rakus itu"elak lingga ketakutan.gila saja,siapa yang mau melihat buaya besar dengan napsu makan tak terhitung.
drrrt.......
ponsel lingga berdering
my babe yura calling.....
"LINGGAAA CEPAT KESINI YURA UDAH SELESAI SHOOPING DAN SEKARANG PENGEN MAIN KE MANSION KKAK VALY NANTI ADA KAK SELENIA DAN 3 BOCAH TAMPAN PONAKAN YURA DISANA" suara kwras yura membuat telinga lingga berdengung hebat,gila!!!yura ini tubuhnya sja kecil suaranya mengalahkan bunyi keras petir .
"astaga maaf honey aku lupa"panik lingga akan janjinya untuk menjemput tunanganya itu.
"5 menit,kalau gak sampe aku ngambek"suara kesal yura membuat lingga terkekeh geli.
"ok baby wait for me "
tut..........
lingga bangkit tergesa gesa meninggalkan raut tak terbaca kawan kawan serta sang bos.
Brukh......
"FU*K SIAPA YANG TARUH PINTU DISINI"
Bimo,Alex,Xavier bahkan Rafendra menoleh menatap lingga yang kini jatuh terduduk sambil mengusap keningnya yang merah.
lingga bangkit dan memaki sumpah serapah sambil menendang pintu besar mahoni ruang sang bos jengkel.
"dasar bodoh,dia yang salah malah menyakahkan pintu"geli Bimo.
"budak cinta,mendengar suara yura langsung seperti orang kebakaran jenggot,berlari serampangan tergesa gesa"gumam Xavier terkekeh,lucu juga bawahan kakak iparnya itu.
"khem,gila sakit juga nih jidat"ucap lingga sembari merapikan sedikit kemejanya dan berlalu pergi seakan tak terjadi apapun.
Bimo,Alex,Xavier bahkan Rafendra melongo miris dengan kelakuan absurd setengah gila lingga,sungguh memalukan.
"my God,untung tidak ada yang lihat .jika tidak bisa malu si playboy insaf itu"kekeh Alex.
"untung pintunya kualitas super"tambah bimo menatap kasihan pada pintu yang ditendang lingga tadi .
"kalian seperti tidak tau saja ,urat malunya itu memang sudah putus jika menyangkut yura.sudah biarkan saja"ucap Xavier geli.
Rafendra mendengus bosan melihat ke tiga orang kawan ya itu yang masih saja membuat ruangan kantornya gaduh.
"diam dan keluar dari ruanganku.Alex kembali ke markas dan kau Xavier pergi ke mansionku,tunggu istriku dan istrimu pulang lalu jemput dia,hari ini proyek Resort Asia akan rampung desain dan kontraknya,jadi kemungkinan setelah dari kantor kedua wanita itu akan menjemput twin dari rumah mommy "perintah Rafendra menatap tajam pada ke 2 bawahanya itu.Alex dan bimo mengangguk cepat dan segwra berlalu pergi diikuti oleh Xavier.
Â
➿➿➿➿➿🔥➿➿➿➿➿
prok.....prok.....prok.....
suara tepukan tangan mengalun ditelinga kedua wanita yang baru saja keluar dari sebuah supermarket sehabis membeli pesanan 2 bocah tampan Pangeran BE.
__ADS_1
langkah kaki Anggi dan Selenia sontak berhenti dan terdiam kaku saat mendengar suara seorang wanita yang amat dikenali anggi ,namun setahu wanita cantik itu pemilik suara itu sudah tiada,lalu siapa yang berada dibelakang mereka saat ini.
anggi yang mulai merasakan firasat buruk berbalik dengan cepat diikuti Selenia.mata bulat itu terbelalak horor seketika.
"kak bu...bukanya wanita itu sudah mati,Xavier bilang dia terbakar saat kecelakaan mobil"bisik Selenia gelisah.
anggi menatap dewi tenang meski terbersit sorot wajah terkejut sebelumnya.
dengan sigap,anggi menarik Selenia berdiri dibelakangnya.wajahnya tenang dan waspada secara bersamaan.
satu hal yang membuat anggi sedikit cemas,dewi wanita picik itu akan menyakiti siapapun yang berada didekat anggi.ditambah lagi dewi datang dengan sebuah senjata api laras pendek yang entah didapatnya dari mana.
ini benar benar kiamat untuk anggi ditambah seringai menjijikkan yang ditampilkan dewi.tak masalah jika anggi terluka,namun bagaimana jika dewi sampai melukai Selenia?
"God,apa yang harus aku lakukan ,dan kini dewi membawa beberapa pria berwajah mesum menjijikkan bersamanya"batin Anggi .genggaman anggi semakin erat pada lengan Selenia.
"wow!!l we meet again my step sister,now you look rich and grateful woman.how lucky you are,but i'm an anonymous woman .alive but as it were die"sinis Dewi tajam.
anggi diam dan mencoba menelaah ucapan sinis dewi padanya.
"kau disini"ucap anggi bukan terdengar seperti pertanyaan namun pernyataan.
"kenapa?kau berharap aku sudah mati?"sinis dewi .
"memang kau seharusnya sudah tewas,aku heran mengapa Tuhan masih membiarkan wanita busuk sepertimu berkeliaran dimuka bumi"Selenia mulai jengah.
"cukup basa basi ini,kalian tangkap wanita itu ,wanita dengan rambut panjang coklat yang sangat menyakitkan mataku"perintah dewi pada 3 orang pria yang dibayar olehnya membantu menjakankan rencananya.
"jangan sakiti kakak iparku"sentak Selenia menatap benci pada sosok wanita berambut pendek sebahu.dewi tersenyum sinis.
dewi berjalan perlahan mendekati anggi dan Selenia.
Plak..........
tubuh anggi menegang kala tamparan keras dewi mendarat di pipi adik iparnya itu.
BWAHAHAHAHAH
suara tawa puas dewi dan antek anteknya menggema di lorong sepi dibelakang supermarket itu.anggi menggepalkan telapak tanganya erat,sungguh ia murka melihat Selenia diperlakukan kasar oleh dewi.
Bugh.........
anggi dengan cepat menendang perut dewi hingga wanita itu jatuh tersungkur.
anggi melawan dengan sekuat tenaga ke 3 pria berwajah preman itu.menendang,memukul bahkan meninju wajah para pria hidung belang itu kalap.
**BUGH.......BUGH....DUAK.....
"berhenti,atau aku bunuh wanita ini**"suara datar angkuh dewi menghentikan semua perlawanan anggi.
anggi mematung melihat bagaimana pisau tajam dewi bertengger manis di leher Selenia,adik iparnya itu sudah menangis terisak menatap dalam sorot mata anggi.
"DEWI.....LEPASKAN ADIK IPARKU SELENIA. KAU MEDUSA SIAL*N DEWI"teriak anggi emosi.
"hiks...kak Valeri"isak Selenia saat ujung pisau itu menggores lehernya hingga mengalirkan darah kental.
"SAMPAH......KALIAN SEMUA SAMPAH DIBAWAH PERINTAH MEDUSA TIDAK TAU MALU ITU,KALIAN AKAN MENYESAL"teriak anggi berlari menghampiri dewi.
dua orang pria langsung menyeret paksa tubuh anggi memasuki sebuah mobil Van hitam,dan dengan cepat dewi meninggalkan Selenia yang sudah terjatuh bergetar ketakutan.kakak iparnya diseret paksa dan didorong kasar,sungguh ia ingin membantu Anggi,namun Selenia hanya wanita lemah.
Breemmm.........
suara mobil yang mulai tertanggap pendengaran menyadarkan Selenia dari lamunan kosongnya.
"kak....kak Valeri,a...aku harus menyelamatkan dia"panik Selenia.
Dor...............
"cepat pergi tinggalkan tempat ini,kenapa kau ini sampai meleset.cepat pergi kalian menimbulkan keributan "maki dewi kala suara tembakan memancing kerumunan orang orang pria sekitar.
senjata api yang ditembakkan salah satu pria antek antek dewi menyambar pinggiran lengan Selenia,lengannya tergores dan mengeluarkan banyak darah.
__ADS_1
TBC..........