Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Penyesalan


__ADS_3

Suasana didalam kamar mewah panthouse devan nampak tegang,semua orang kalut dalam emosi masing masing.


manik mata indah milik Anggi menatap penuh kekecewaan pada sang kekasih,kemudian beralih menatap Kristi penuh amarah,namun raut wajah yang terlihat justru setenang air mengalir,walau nampak rona wajah merah padam bergejolak penuh amarah yang tertahan.


"wah wah wah,kau rupanya batuya kak dev,kan sudah aku peringatkan kemaren,rupanya tak kau mengerti"ejek rianti.


"dan hey,sepertinya disini ada jalang teriak jalang,ku pikir si dewi itu sudah memberi tahu kmu Kristi,bahwa Anggi itu calon i,s,t,r,i tuan devan yang terhormat"kata rianti penuh penekanan disetiap ucapan ya.


sementara rianti terus mengejek,Anggi hanya diam menahan setiap amarahnya yang siap meledak,jika itu orang lain Anggi pasti sudah menghajarnya,namun anggi tak bisa karna bagaimanapun devan sudah banyak meninggalkan kenangan manis dalam hari hari bahagia saat mereka bersama.


"tu...tunggu dulu rianti,ta...ta...pi dewi bi...lang ba...bah...wa anggi han....hanya menggoda devan,di...dia gak bi... bilang me...mereka a...akan me...ni


..nikah,ka....kalo a...aku tau a...aku ti...dak akan me..me...la...ku kan ini"Kristi mencoba mencari pembelaan diri sambil berbicara terbata bata menahan malu.


"ma...maaf Anggi,aku benar be...nar khi..laf,aku masih mencintai devan,hiks hiks hiks"tangis Kristi pecah.


anggi hanya menatap datar pada Kristi,tidak ada rasa apapun dihati anggi melihat tangis penyesalan Kristi dan wajah frustasi devan.


"sayang,aku mohon padamu dengarkan penjelasan ku dalu"devan memohon pada anggi sambil berlutut dihadapannya memelas.


rianti hanya menarik senyum mengejek pada devan dan Kristi,rianti tau semua sudah terlambat.


sedangkan Anggi hanya menatap sekilas pada devan,kemudian tatapannya beralih kepada Kristi,wanita itu sedang menatapnya balik dengan mata memerah menahan tangis dengan tubuh yang bergetar.


anggi menarik nafas dalam dan menghembuskanya kasar.


"hai Kristi,bagaimana perasaanmu sekarang,apa sudah puas kau bercinta?"sapa anggi sambil tersenyum sangat manis.


hati devan semakin pilu melihat reaksi anggi menahan amarahnya.


"sayang,aku bisa jelaskan segalanya"pinta devan kembali memohon,devan mensejajarkan tubuhnya dengan anggi dan menggenggam kedua tangan gadis itu lembut.


"kamu terlalu tidak punya malu untuk menggenggam tanganku s.a.y.a.n.g"sarkas anggi penuh penekanan pada ucapan ya.


devan terpaksa dengan berat hati melepas genggamnya dari tangan anggi,dia benar benar merasa hancur dan bersalah kepada gadis yang ia cintai.

__ADS_1


dengan wajah datar dan suara dingin yang menusuk serta sedikit senyum diwajahnya anggi kembali menatap Kristi.


"Kristi aku ucapkan terima kasih padamu,karna telah membuka mataku dan meyakinkan diriku bahwa pria ini bukanlah pasangan yang pantas untuk mendampingiku"anggi menatap sendu kearah Kristi,sedangkan Kristi mulai menangis pilu,air mata mengalir deras dari kedua bola matanya.


"kau tau Kristi,jika aku begitu murka,tapi aku tidak akan menyalahkan mu.jujur aku begitu emosi melihat kalian berdua tapi tenang saja aku sudah biasa menahan perasaanku,namun percayalah satu hal meskipun aku menahan diriku aku masih bisa lepas kontrol,dan untuk itu maka sebaiknya kalian tidak muncul lagi dihadapanku dan bersikaplah seperti orang asing"terang anggi datar .


rianti begitu emosi melihat sikap tenang anggi,padahal dia tahu sahabatnya itu sedang berdarah darah walau tiada luka terlihat,akhirnya rianti lepas kendali dia berjalan cepat ke arah Kristi.


PLAK


PLAK


PLAK


PLAK


tamparan bertubi tubi diberikan rianti pada Kristi,dan tepat pada saat itu davin telah tiba ke panthouse devan,dan sangat terkejut melihat emosi kekasihnya,dan sikap tenang anggi yang sedang duduk dengan tatapan kosong tak bergerak.


"sayang,sudah hentikan cukup"davin menarik rianti yang hendak menampar kembali Kristi.sedang devan langsung merangkul Kristi,devan merasa iba melihat kedua pipi Kristi yang sudah memar akibat tamparan bringas rianti.


"HEY ***,LO MASIH AJA BERSIKAP MANIS SAMA NIH JALANG,LO GAK LIAT TUH ANGGI UDAH KAYAK ORANG TAK BERNYAWA NGELIAT KALIAN BERDUA,BAJINGAN LO"maki davin berang,dia hendak menerjang sang kakak dengan emosi yang sudah diubun ubun.


"cukup vin,biar semua urusan aku yang tangani sekarang kalian berhenti"ucap anggi datar ,namun perlahan suaranya mulai serak.


"anggi aku sungguh minta maaf"ucap Kristi benar benar menyesali perbuatan nya.


Devan mengusap wajahnya frustasi,menyalahkan sikap bodohnya yang berakibat menyakiti hati Anggi gadisnya,calon istrinya,gadis yang dicintainya.devan sangat mengetahui jika saat ini gadis itu sedang menahan air matanya ,karna anggi memang tidak pernah menangis terang terangan dihadapan orang lain. gadis itu terlalu kuat menahan kesedihan ya.


"untuk sekarang dan selamanya aku tidak mau dan tidak akan pernah bisa menerima permintaan maaf kalian dan aku sudah tidak ingin mendengar penjelasan kalian,namun aku berjanji tidak akan hadir didalam hubungan kalian setelah ini,anggap saja ini hadiah terakhir dariku dan aku dengan senang hati merestui kalian,aku tidak ingin melihat penyesalan sia sia kalian jadi congratulation"ucap anggi tanpa kebohongan dan senyum yang terlihat sangat menyakitkan.


"dan untukmu Devan"lirih Anggi sejenak menenangkan sudut matanya yang mulai panas.


"sebaiknya jadilah pria terhormat,bertanggung jawablah atas kelakuan mu,kamu dan aku kita sudah tidak bisa mempertahankan hubungan ini"ucap anggi lirih,ia sudah benar benar tersakiti,dibalik wajah tenangnya tersirat gelombang amarah,penyesalan,kekecewaan yang sangat dalam,semua gadis itu tutupi dengan sikap cuek dan ketusnya.


"sayang,aku mohon tolong dengarkan aku sekali ini saja please baby,aku sangat menyesal,aku sungguh mencintaimu tolong jangan bersikap seperti ini jangan tinggalkan aku sayang"tangis devan sambil bersimpuh dihadapan anggi ,akhirnya laki laki itu menangis sesal dia sudah tidak tau lagi harus apa.

__ADS_1


sedangkan Anggi hanya menatap nanar laki laki itu,tersirat jelas kekecewaan besar di mata nya,tak ada maaf lagi dihatinya,dan hal yang paling dibenci oleh Anggi adalah penghianatan.


"cukup devan,kita sudah selesai"ucap anggi datar.


Devan menatap kaget pada anggi,berkali kali ia menggelengkan kepalanya tidak terima mengingat betapa sulitnya ia mendapatkan gadis itu mengetuk pintu hatinya dan menjalin cinta denganya.sekarang semua harus kandas karna kebodohan ya.


anggi sudah tidak kuat lagi,dia sudah tidak bisa menahan tangisnya,oleh karna itu ia memilih bangkit dari duduknya dan mengajak rianti serta davin yang masih setia menunggu dirinya,mereka hendak beranjak dari tempat itu.


"sayang aku mohon jangan lakukan ini,aku tidak bisa tanpamu tolong tolong aku menyesal sayang,jangan meninggalkanku seperti ini aku mohon,katakan apapun akan kulakukan untuk menebus ke salahan ku asalkan jangan pergi anggi plis,semua yang kamu katakan akan ku lakukan jangan seperti ini anggi plis"tangis pilu devan ,dia menatap anggi dengan mata yang sudah memerah penuh air mata penyesalan,laki laki yang terkenal sebagai playboy akut itu kini tengah bersimpuh pilu dihadapan seorang gadis yang dicintainya,namun kebodohanya sudah menjadi bom penghancur yang memisahkan dengan gadis yang ia cintai.


"sudah ku katakan devan,kau akan menyesalinya"ejek rianti dan davin bersamaan,kini mereka sudah berlalu pergi keluar kamar devan bersama anggi dibelakangnya.


sebelum keluar anggi sekali lagi menatap kedua orang dikamar itu yang masih setia menagisi kebodohan mereka.


"kak dev,i'm done with you"keputusan anggi sudah tidak bisa diganggu gugat ,gadis itu sudah melepaskan hubungannya.


setelah kepergian anggi ,devan masih setia duduk bersimpuh dengan kedua lutut nya menatap kepergian anggi gadisnya dengan perasaan tidak rela.


"devan maaf,ini semua salahku yang masih mencintaimu,aku sudah salah mempercayai ucapan dewi"kata Kristi penuh sesal,kini ia sudah memakai pakaiannyan dan berjalan keaarah devan.


"sudahlah semua sudah terlambat,tapi kamu harus tau aku tidak akan menyerah,aku akan bicara lagi dengan Anggi begitu dia tenang,kuharap kau jangan ikut campur"jawab devan sambil berdiri menuju kamar mandi.


kata kata devan yang dingin pada Kristi membuat wanita itu *** dadanya yang terasa sesak,baru saja mereka bercinta bersama dan sekarang pria itu sudah mengacuhkannya.


"dan sebaiknya kau pergi dari sini,aku ingin sendiri"kata devan lagi sebelum menutup pintu kamar mandi keras.


sekarang hati dan pikirannya sangat kacau,perkataan anggi bagai racun yang Bisa membunuhnya secara perlahan.


devan menghujani seluruh tubuhnya dengan air shower,laki laki itu kembali menangis sambil mengacak rambutnya frustasi.


"besok aku harus Bicara dengan anggi,aku gak bisa dan tidak mau berpisah darinya"batin devan meyakinkan dirinya ,kedua tangannya mengepal kuat menahan amarah pada dirinya sendiri,dengan gelap mata dia melayangkan tinjunya menghantam cermin dikamar mandi,hingga pecah berkeping keping ,nampak darah segar mengalir dari punggung tanganya yang menghantam cermin.


tak ada rasa sakit dia rasa,rasa sakit hatinya menutupi rasa sakit di tangannya sendiri.


ketika pertama kali melihatmu,menatap manik indahmu saat itu aku yakin bahwa kaulah takdir jiwaku.

__ADS_1


-Devan Anggara-


__ADS_2