
hai all,sebelum baca please tinggalkan vote like n komen buat El.......😉
ok cekidot........😄
☕happy reading all☕
seorang pria tampan memandang tajam pada seorang pria yang tak lain adalah kaki tangannya(dalam istilah lain itu artinya orang kepercayaan ya guys).
"apa sampai sekarang kalian belum berhasil menemukan keberadaannya,ini sudah lebih dari 5 tahun"ucapnya dingin dengan sorot mata tajam.
pria yang ditanya hanya bisa menunduk dalam tak berani menatap sang atasan.
"jawab harul,apa sekarang kau mulai bisu hah"ucap Devan begitu datar namun terdengar sangat mengintimidasi.
dengan memantapkan hati dan mengumpulkan segala keberaniannya yang tersisa,Harul sang asisten pribadi merangkap tangan kanan kepercayaan Devan memberanikan diri menjawab atasannnya.
"maaf pak Devano,saya sudah mengerahkan seluruh kemampuan serta anak buah terbaik kita,namun nampaknya nona Anggi seperti hilang ditelan bumi,kami tak menemukannya dimanapun"jawab harul tegas.
dulu Devan,Harul,Davin bersahabat baik sebelum retak nya hubungan Devan dan Anggi menyebabkan sikap Devan berubah 180 derajat.
"sudah pergilah"perintah Devan dingin.
prank!!!!!
tak lama setelah harul keluar,Devan membanting semua barang dalam ruang kerjanya meluapkan segala amarah,kerinduan serta kecewa yang ia rasakan.
"dimana kamu sebenarnya sayang,tolong kembali dan maafkan aku"ucap Devan kini mulai bergetar menahan kesedihannya.
***********
sementara itu anggi tengah berkumpul dengan keluarganya,Bagas,Maya serta Rianti dan kedua cucu laki laki keluarga Anggara.
"ya ampun,putri bunda.ayah sama bunda kangen banget sama kamu nak"ucap Maya berderai air mata ,akhirnya setelah bertahun tahun akhirnya ia dapat melihat putri angkatnya itu,anak perempuan dari sahabatnya serta sang suami.
"maaf ayah,bunda ada banyak hal yang terjadi,dan semua menguras semua perhatian Anggi,jadi emm,Anggi gak sempat sering sering ngabarin kesini,dan untuk mempercepat pendidikan Anggi ,terpaksa Anggi gak pulang dulu bun,maaf"terang Anggi merasa bersalah pada keluarga angkatnya itu.
"sudah tidak apa nak,yang penting kamu sudah berhasil sekarang,dan kami sudah sangat bersyukur dengan itu"kini Bagas sang ayah ikut bicara.
setelah asik mengobrol melepas rindu,akhirnya kini Anggi serta rianti berada dalam kamar lama mereka.
"gi,apa kabar kamu sekarang,em apa kamu sudah memiliki kekasih?"tanya rianti sedikit canggung.
"hei,ada apa dengan wajahmu itu,emm kabar ku baik dan sebenarnya untuk kekasih,kalian akan tau nanti"jawab anggi tersenyum hangat pada sahabat sekaligus saudara angkatnya itu.
"gi,maaf sebelumnya,kau tau kak Devan sampai sekarang masih sangat mencintaimu,dia sudah tidak bersama Kristi,dan kau tau Nikolas,dia putra mereka"ucap rianti menatap sendu pada Anggi,rianti tau betapa sakit sahabatnya itu,namun seiring berjalannya waktu,rianti pun sadar betapa Devan sangat hancur karna cintanya pada Anggi,gadis dengan segala kepahitan dalam hidupnya.
Anggi diam menatap rianti penuh arti,mata gadis itu terpejam mengingat betapa sakit hatinya dulu akibat perbuatan pria bernama Devan,dan sampai kini rasa sakit itu masih ada disudut hatinya.
"maaf rianti,aku sudah memiliki seseorang dihatiku,kau lihat cincin yang kupakai ini,kau akan tau tak lama lagi,jadi kumohon jangan mencoba membuatku melihatnya lagi,sudah cukup aku yang merasa sakit,aku tak mau pria yang sudah memberikan hatinya padaku merasakan sakit yang kurasakan,ya sudah aku akan kembali sekarang,dan ya rianti,tolong jangan memberi tau siapapun tentang kepulanganku sekarang,termasuk keluarga suamimu"ucap Anggi tegas.
tak lama anggi pamit kepada keluarga Bagas untuk kembali ke mansion Rafendra.
sepanjang perjalanan anggi terus menahan sakit dihatinya,tak terasa air matanya kembali mengalir.
tes
tes
tes
"kenapa!cinta mereka bilang,hahaha,cinta tidak akan menyakiti seperti ini,maaf saja Devan,bagiku kau hanya masa lalu,dan Rafen adalah masa depanku kini"dengan kasar Anggi menghapus air matanya,sambil menatap kosong kedepan.
dreet........
suara ponsel anggi bergetar dan menampilkan nama my husband Rafen.
my lovely husband calling......
"pasti si mesum itu yang ganti nama kontaknya,dasar aneh"anggi tersenyum geli memandang layar ponselnya.
"ya,ada apa Rafen?"jawab anggi sambil menahan suaranya yang sedikit bergetar.
"apa aku tidak salah dengar baby,biasanya kau akan memakiku dulu ,kenapa sekarang terdengar merdu sekali,tapi tunggu,apa kau menangis baby?"tanya Rafendra mulai khawatir.
"ti...tidak kok,aku baik baik saja"jawab Anggi mulai tak dapat menahan gugup dihatinya.
__ADS_1
Rafen terdiam sejenak,tiba tiba suara pria itu terdengar dingin.
"apa artinya aku bagimu baby,jangan sembunyikan apapun dariku"ucap Rafen terdengar dingin sarat akan nada kekecewaan.
"tidak Rafen,bukan begitu,kumohon aku tidak apa per-"
tut......
panggilan terputus sebelum Anggi sempat menyelesaikan ucapannya.
hiks
hiks
"maaf Rafen,aku tidak bermaksud menyakiti hatimu,kumohon jangan marah"kata anggi mulai menangisi dirinya.
tok
tok
tok
suara kaca mobil anggi diketuk seseorang dari luar.
Anggi tidak perduli dan masih mencoba berdamai dengan hatinya.
Ceklek
grep
seseorang menarik tubuh anggi dalam pelukan nya.
anggi tersentak kaget dan mencoba melepaskan diri dari rangkulan pria yang seenaknya sudah memeluknya.
"tunggu,wangi ini"batin anggi sambil mulai merasa rileks.
"kenapa menangis baby"Rafen tersenyum lembut sambil mengusap punggung gadis itu lembut.
"Rafen,kenapa kau bisa disini?"tanya anggi sambil mendongak dan menatap manik hitam kelam pria yang tengah memeluk nya penuh cinta.
Anggi dengan kesal mencubit pinggang pria arogant yang sudah mulai mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"aw aw aw sakit baby,kenapa kau mencubitku sih"kata Rafen meringis pelan sambil mengusap pinggangnya.
"kau ini kenapa mesum sekali sih,modus aja ngusap punggung aku,lama lama kenapa tanganmu itu malah ke bokongku sih"ucap anggi jengkel.
"huft,kau kan calon istriku,wajarlah kalau calon suamimu modus sama kamu baby"goda Rafen tersenyum jenaka.
namun tak lama senyum itu pudar berganti raut wajah serius yang terkesan dingin .
"baiklah,sudah cukup,sekarang katakan pada ku kenapa menangis baby,please jangan pendam apapun sendiri lagi,sekarang ada aku di samping mu ,pria yang akan selalu ada dalam keadaan apapun"ucap Rafendra tegas mengusap lembut sisa sisa air mata yang masih tertinggal di pipi putih gadisnya.
"aku bertemu keluarga angkat ku tadi,dan aku belum sanggup mendengar ucapan mereka mengenai-"belum selesai anggi berbicara,Rafen sudah meletakkan jari telunjuknya menempel pada bibir Anggi,meminta dia berhenti berbicara.
"tenanglah baby,biarkan aku yang urus semua ok,bagaiman jika kita jalan jalan sekarang "Rafen menarik masuk tubuh anggi ke dalam Bugatti miliknya dan memerintahkan anak buahnya membawa kembali mobil Audi yang digunakan anggi tadi.
sekarang disinilah mereka,berjalan dengan tenang menikmati waktu sore menunggu senja dipinggir pantai dengan Rafendra menggenggam erat tangan gadisnya.
semilir angin sore menerpa wajah cantik anggi menerbangkan tiap helai rambut panjangnya .
Rafen tersenyum lembut sambil merapikan rambut anggi yang sedikit berantakan tertiup anggi.
dengan sayang Rafendra merangkul anggi agar berbaring di sampingnya diatas hamparan pasir putih,sebelah tanganya diletakkan sebagai bantal dan sebelah lagi digunakan mengelus sayang rambut panjang anggi.
mereka berbaring tenang menikmati sunset yang sebentar lagi akan hilang digantikan dengan sang bulan.
"Rafen"panggil anggi pelan.
"ada apa baby"gumam Rafen lembut.
"jangan tinggalkan aku"kata anggi sendu sebelum kegelapan menariknya kedalam mimpi.
"tak kan kubiarkan Devan kembali mengusik hatimu lagi baby,cukup dulu ia menyakiti mu,dan sekarang hanya ada aku yang akan membawamu dalam kebahagiaan ,aku akan selalu bersamamu hingga maut memisahkan kita"ucap Rafen memandang jauh kedepan .
Rafen mulai mengetik sesuatu di ponsel miliknya ,tak lama dengan penuh kelembutan,diangkatnya tubuh sang gadis menuju mobil untuk kembali ke mansion miliknya.
__ADS_1
di baring kannya tubuh gadis yang masih terlelap dalam damai diatas ranjang King size miliknya.
"tidurlah baby,biarkan aku mengurus semua bebanmu"Rafen mengecup sayang kening Anggi sebelum berlalu pergi menangani segala hal yang mengganjal hati calon istrinya.
*********
"kau yakin sayang ,Anggi benar benar disini tadi,apa katanya?"tanya Davin antusias menatap sang istri.
"berakhir mas,semua sudah selesai,nampaknya kak Devan tak akan bisa mendapat hati anggi lagi,dia sudah memiliki pria lain dihatinya"jawab rianti tak enak hati menatap suaminya.
"hei,sudahlah sayang,kita juga tidak bisa berbuat apapun jika memang sudah begiru,oh ia darimana kamu tau anggi sudah punya seseorang dihatinya?"tanya Davin penasaran.
"cincin,dia bilang nanti kita akan tau jika sudah waktunya"jawab rianti frustasi.
*********
Rafen melajukan mobil nya penuh emosi mendengar laporan Bimo,bahwa sampai sekarang Devan sahabatnya itu masih saja berusaha mencari Anggi,calon istri Rafendra,mantan kekasih Devan dulu,jika bukan karna kebodohan Devan,mungkin saja dulu mereka benar benar menikah.
entah Rafen harus bersyukur atau bersedih atas takdir cinta yang telah dilalui calon istrinya dulu.
tapi bagi Rafen,sekarang apapun yang terjadi,ia yakin bahwa Tuhan memang mengirimkan Anggi untuknya.
disinilah Rafen menatap datar pada kedua orang tua angkat anggi beserta Davin dan rianti istrinya.
"baiklah langsung saja,maaf tuan Bagas saya datang kemari hanya untuk menegaskan bahwa saya adalah pria yang akan menikahi putri anda,dan maaf sebelumnya saya mohon untuk berita ini jangan sampai terdengar ditelinga Devan,saya punya rencana untuk masa depan serta kebahagiaan calon istri saya"terang Rafendra tegas serta pandangan tak terbantahkan.
kedua orang tua angkat Anggi menatap kagum pada pria tampan yang sedang duduk dihadapan mereka penuh aura kepemimpinan serta pandangan tegas tak terbantahkan membuat siapa saja akan tunduk dan patuh tanpa syarat.
"kenapa Rafendra,kenapa bisa tiba tiba kau bersama anggi,sejak kapan?"tanya Davin tak habis pikir.
"itu saja yang perlu kau tau Vin,sebentar lagi undangan akan ku kirim,dan untuk Devan,jangan sampai dia tau,kami akan menikah akhir bulan,dan itu saja yang ingin kusampaikan,saya permisi"Rafen bangkit dan berlalu pergi meninggalkan berjuta pertanyaan dibenak semua orang.
"jadi kak Rafendra lah pria itu"ucap rianti pasrah.
"sudah tidak ada harapan untuk kak Devan ,kurasa kita hanya bisa menuruti perkataan Rafendra,kau harus tau sayang,Rafendra itu pria yang sangat sulit ditangani,tak kusangka Anggi bisa melelehkan pria berhati dingin itu"ucap Davin memandang kepergian Rafen dengan pandangan kosong.
sedang Bagas dan Maya hanya bisa berdoa semoga Rafen adalah pria terakhir yang bisa membahagiakan putri mereka.
********CSS******
Rafendra memandang hangat gadis cantik yang sedang tertidur pulas disampingnya.
"terima kasih baby,kau sudah bersedia berada disampingku,aku bersumpah kau akan ku jaga layaknya harta terakhir dalam hidupku"
Cup!!!!!
Rafen mengecup lembut bibir anggi sambil mempererat pelukannya pada anggi,bersama sama tenggelam dalam buai sang malam.
***********
seminggu telah berlalu dan kini Citra serta Selenia telah sibuk mengajak anggi untuk fitting baju pengantin untuk pernikahan nya.
sengaja Rafendra tidak di ikut sertakan dalam segala hal yang menyangkut anggi,bahkan kini Rafen terpaksa membiarkan anggi tinggal di villa milik keluarga Wiguna agar Rafen tidak bisa melihat calon istrinya sampai hari pernikahan mereka.dan yah,Rafendra benar benar gila menahan rindu pada gadisnya .
"mom,please satu jam aja,aku bener bener merindukan calon istriku"Rafen mencoba memohon pada ibunya agar bisa menemui calon istrinya itu.
"no no no,sabar dong kak,biar surprise ntar pas hari H"bukan citra yang menjawab namun putrinya ,adik perempuan Rafen dengan semangat mengejek sang kakak.
"sabarlah son,dad juga seperti ini dulu saat akan menikahi mommy kalian"terang Bayu menatap geli wajah frustasi putranya.
"fine"Rafendra berlalu dengan rasa kesal dihatinya.lagi lagi ia tidak bisa melihat wajah gadis yang ia cintai ,keluarganya memang benar benar kejam membuat Rafen harus bersabar menahan rindunya.
keluarga Rafendra memang sengaja datang untuk membantu Anggi mempersiapkan pernikahan mereka,dan mereka secara halus meminta keluarga Bagas untuk menunggu dan tidak memba tu,itu semua agar Devan tidak mengetahui apapun tentang anggi.yah Rafendra benar benar over protektif dalam segala hal menyangkut anggi.
"bimo bagaimana?"tanya Rafen dingin menatap tajam pada Bimo yang tengah sibuk dengan laptop canggihnya.
"kau benar bos,Devano benar benar berubah kini,tidak ada wanita wanita penggoda disekitarnya seperti dulu,yah walau kadang ia masih sering pergi ke club dan bermain wanita,namun tidak sampai pada hubungan seks,just have fun "terang Bimo sambil tangannya sibuk mengutak atik laporan di layar laptopnya.
Rafendra menyeringai jijik.
"tetap saja dia tidak akan pernah berubah,masih punya nyali mengharapkan gadisku"senyum meremehkan tercetak jelas di wajah Rafendra.
Rafendra pria tampan ,mapan dengan sejuta pesona namun tidak pernah suka bermain wanita,meski memiliki wajah bak dewa Yunani namun itu tidak membuat para wanita berani mendekatinya,karna tatapan dingin membunuh yang selalu ia tampilkan.
TBC.......
__ADS_1