Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Keputusan pernikahan


__ADS_3

hai all jangan lupa tinggalkan jejak vote,like & komentar ya .....


El gak suka pembaca gelap ..... ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


ok cekidot.........dan dengan jejak berarti kalian sudah mau menghargai karya orang lain๐Ÿ˜€



ย 


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€Cindrella step sister๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


seorang pria tampan dengan wajah yang terpahat sempurna tengah duduk dengan aura penuh keagungan bagai seorang raja,dengan balutan tuksedo hitam sekelam malam lengkap dengan aura ketenangannya,Rafendra duduk di lobby mansionnya menunggu kehadiran sang istri yang tengah bersiap.pasangan itu bersiap berangkat menuju acara pernikahan seorang Devano Anggara.


Rafendra terus melirik ke arah arloji mahal yang tengah melingkar sempurna di tangan ya.


"kenapa lama sekali,apa yang sebenarnya dilakukan istriku ini"ucap Rafendra sedikit tidak rela melihat istri cantiknya itu begitu antusias mempersiapkan diri demi acara pria yang pernah menjadi masa lalunya.


Tuk.....


Tuk.....


Tuk.....


suara ketukan hills beradu dengan lantai marmer membuat atensi Rafendra yang sedang dalam keadaan hati tidak baik langsung menoleh dan terperengah takjub melihat betapa cantik dan anggunnya seorang wanita yang tengah menatapnya dengan senyum lembut terpatri di wajah manis itu.



"kenapa kau sangat cantik?apa kau begitu senang akan bertemu dengan pria masa lalumu "ucap Rafendra sedikit kesal ,dan nampak sekali raut kecemburuan di wajah tampan itu.


bagaimana tidak kesal,memang Rafendra amat senang melihat betapa cantik istrinya dalam balutan dress berwarna unggu lembut yang menampilkan betapa mulus bagian belakang tubuh sang istri,hell Rafendra tak rela tubuh istrinya dilihat pria lain .ingin rasanya Rafendra merobek gaun sialan itu tapi sialnya amat sangat cantik membalut tubuh berisi sang istri.


Anggi tersenyum geli melihat Rafendra yang nampak sedikit merajuk tidak suka.


"dan kenapa dengan warna rambutmu itu,wah kau ingin menyaingi mempelainya"kesal Rafendra mengingat betapa devan masih sangat menaruh hati pada istrinya terakhir kali mereka bertemu.


Rafendra tidak rela dan tidak sudi apabila kesempurnaan sang istri dilihat dan dinikmati oleh pria lain,cukup Rafendra seorang titik.


perlahan anggi mendekati Rafendra yang menampakkan wajah kesal dan begitu arogan tak ingin dibantah.


"Rafen,ayolah jangan mulai.ini hanya untuk saat seperti sekarang.aku bahagia akhirnya devan bisa membuka hatinya untuk wanita lain,lagi pula kasian Nikolas jika tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu.kau tau bagaimana mantan istri devan,wanita itu sama saja dengan ibuku.nyonya winda"ucap anggi halus sambil mengelus sayang rahang Rafendra yang sudah mengeras menahan amarah,sungguh anggi tak ingin batal ke acara mantannya itu.hitung hitung memberi ucapan selamat dan selamat tinggal.


Rafendra diam sembari memejamkan kelopak matanya menikmati sentuhan lembut tangan halus sang istri,menghela nafas dan pria itu mengangguk pasrah.namun senyum menyerigai tertarik dari wajah tampan itu membuat anggi bergidik ngeri.


"a...apa"gugup anggi melihat betapa laparnya tatapan Rafendra pada tubuhnya.


"tidak ada,aku hanya ingin memberimu hadiah nanti"ucap Rafendra kalem dengan senyum mesumnya.


"jangan aneh aneh ya,awas aja "ancam anggi menatap jengkel wajah tenang seakan tak berdosa Rafendra,suami tampan nya itu benar benar menjengkelkan.


"sudah ayo jalan my Queen"ucap Rafendra sembari menarik lembut tangan sang istri menuju limosi putih berlambang seekor elang dimoncongnya.


***********



nampak ruangan ballroom hotel bernuansa castle avenue dengan warna dominan white and gold . ruangan begitu indah dan ditata sedemikian rupa demi acara pernikahan seorang putra sulung dari pebisnis Anggara.Devano Anggara akan menikahi seorang wanita cantik bernama Serafina de'angelo wanita keturunan Eropa asia.


Devan nampak termenung menatap penampilan dirinya dalam balutan tuksedo berwarna putih dengan selipan bunga dikantong jasnya.


sudah berkali kali pria tampan itu menghela nafas,ia sadar pernikahan ini dilakukan terpaksa karna keputusan dan perjodohan yang dilakukan kedua orang tuanya yang kasihan melihat sang cucu Nikolas amat merindukan sosok seorang ibu.

__ADS_1


Devan tau,Serafina calon istrinya tidak secantik Anggita kekasih yang dulu sangat menyesal telah ia hianati.namun nasi sudah menjadi bubur Devan hanya berharap Sera akan menyayangi Nikolas sepenuh hati itu sudah cukup baginya.


"ku harap aku bisa melupakanmu Anggi,kau tetap malaikat ku"ucap Devan sendu.tanpa ia sadari seorang wanita berusaha menahan air matanya mendengar pria yang sebentar lagi menjadi suaminya masih menyimpan wanita lain dihatinya.


sakit,sungguh sakit hati serafina.namun cinta sudah membutakan hati dan pikiran wanita itu.biarlah cinta Devan belum ia dapatkan,namun sera berjanji akan terus mencintai devan apapun yang terjadi nanti.cukup bersabar dan semua akan baik baik saja.


**********


kini semua prosesi pernikahan telah selesai dilaksanakan .Devan berdiri dengan gelisah diatas altar sembari menyalami setiap tamu yang hadir,namun matanya terus menyapu seluruh area ballroom pernikahanya. mencari sesosok wanita pemilik hatinya,apakah ia akan datang dan memberi sedikit rasa lega dihati devan walau hanya melihat dari jauh saja itu sudah cukup.Serafina mati matian menahan air matanya akan sikap Devan,tapi ia pasrah dan terus bersabar semoga tuhan merubah hati suaminya itu agar memberi cinta walau sedikit saja.


sebuah limosi berwarna putih berhenti tepat di pintu masuk dengan gelaran karpet merah sebagai penunjuk jalan.


seorang pria tampan keluar dengan aura bak seorang raja diikuti seorang wanita cantik begitu anggun meski tengah mengandung sekalipun.


semua blitz kamera langsung menyorot pada pasangan pengusaha nomor satu dari Inggris itu.Mr Rafendra Wiguna pebisbis ulung bertangan dingin.pria tampan dengan sejuta kharisma dan image dingin dan tirani melekat sempurna padanya.pria itu datang menggandeng sang istri Mrs Anggita Wiguna ,wanita cantik seorang desainer arsitektur terkenal yang namanya sudah tersohor di seluruh dunia desain dan Arti.


"Mr Rafen,apa kau membawa istrimu?"


"Mr Rafendra bagaimana kemajuan bisnis anda di Eropa?"


"Mrs Valeri sudah berapa bulan kandungan anda?"


"bla bla bla"


para wartawan dan paparazi terus melemparkan berbagai pertanyaan yang membuat Rafendra seakan ingin meledak,kepalanya pusing dan kupingnya mulai panas.dengan wajah datar dan aura dingin khas ,Rafendra berjalan tak perduli.sedang anggi hanya menampilkan senyum permintaan maaf dan berlalu mengikuti langkah tegap suaminya.


"Mrs Valeri,apa benar tuan Devan adalah masa lalu anda?"seorang wartawan wanita bertanya dengan nada memaksa membuat anggi berhenti dan diam sejenak.Rafendra sudah mengeraskan rahangnya Manahan amarah,gila saja jika sampai ia mengacau dipernikahan Devan.mau ditaruh dimana wajah tiraninya.


"kau tidak punya pertanyaan lain,apa kau tidak tau yang namanya privasi,kau wartawan tidak berhak menanyakan urusan pribadi orang lain"ucap lingga yang sudah mulai jengkel melihat betapa memaksanya para lambe turah ini,hell lingga dan segala pemikirannya.


"pergi"satu kata dari Rafendra membuat para wartawan dan paparazi itu bergidik ngeri,sungguh aura seorang Rafendra bak iblis mengerikan saja.


dengan berat hati semua orang bubar dan memilih mencari tokoh lain untuk diwawancara.


Cup.....


satu kecupan manis mendarat dipipi Rafendra,pria itu diam mematung masih belum percaya apa yang sudah terjadi.kilatan kilatan blitz mengabadikan moment romantis pasangan itu.untuk pertama kali Rafendra seakan terbang melayang.istrinya menciumnya didepan umum,yah walau hanya di pipi saja ini sangat bersejarah dan Rafendra suka itu.senyum Rafendra membuat para tamu wanita menjerit penuh puja melihat betapa tampannya pria tirani itu.


"kau mulai nakal ya sayang"ucap Rafendra berjalan cepat mengejar langkah sang istri yang sudah memerah malu merutuki sikapnya yang sudah berani mencium Rafendra si mesum suaminya itu.


"sayang,masa di pipi .aku mau dibibir .rasanya inginku me*umat,dan meng*isap bibir manismu hingga kau mengerang nikmat dibawahku"goda Rafendra tanpa dosa .senang rasanya menggoda istrinya hingga merona seperti ini.


sungguh anggi ingin menggeplak kepala penuh Pikiran mesum tidak tau tempat suaminya itu,lihatlah sekarang wajah memerah orang orang didekat mereka mendengar kata kata frontal Rafendra padanya.sungguh anggi malu dan ingin kabur saja sekarang.


"diam,kau mesum menjengkelkan"ucap anggi sambil mencubit keras perut sixpack Rafendra kesal.


Rafendra meringis pelan namun tetap berwajah kalem dan tenang..


"jangan menggodaku sayang,kau bisa meraba perutku di kamar nanti"Rafendra semakin gencar menggoda istri ya yang sudah ingin menangis karna malu menjadi pusat perhatian semua orang....


dari jarak tidak terlalu jauh,Devan tersenyum kecut melihat betapa Rafendra amat beruntung mendapatkan cinta dan senyuman tulus dari Anggita.


Rafendra berjalan sembari merangkul erat pinggang sang istri.begitu posesive dan protektive.


"congratulation on your marriage, i hope you've given up your love for my wife"ucap Rafendra dalam penuh penekananan diakhir kalimatnya.


Devan dan Rafendra seakan melempar laser tak kasat mata dari balik tatapan mata saja.


"i do"ucap Devan meski tak rela,Sera tersenyum kecut.hatinya miris melihat betapa anggun dan cantiknya wanita dihadapannya ini.anggi tersenyum tulus menatap Sera wanita mempelai istri Devan.


"kau tak perlu cemas Sera,percayalah aku tak akan mengganggu cintamu untuk Devan.dan kau "tunjuk anggi pada Devan.mata wanita cantik itu begitu tegas dan tenang.

__ADS_1


"jangan mengulang kesalahan yang sama.jika kau masih punya hati untuk melihat cinta,lihat istrimu jangan selalu terpaku pada masa lalu.ingatlah kak Devan,kau tidak memiliki cintaku lagi itu hanya sebuah obsesi saja,tolong jangan merusak hati yang lain dan jadilah pria sejati.cukup aku dulu yang menangis karna dirimu,ingat lah kau bukan anak remaja lagi,disisimu ada seorang anak yang butuh orang tua yang lengkap jadilah ayah yang baik dan suami yang bertanggung jawab"ucap anggi tersenyum tulus.Devan terdiam terpaku,hatinya menjerit membenarkan semua ucapan wanita pemilik hatinya itu.Devan diam dan terus memandang wajah cantik yang amat ia rindukan.


"terima kasih Anggita,aku berjanji akan berubah untuk mu untuk cintaku"ucap Devan mencoba tersenyum meski terlihat guratan pedih di mata nya.


"bukan untukku,untuk putra,istri dan juga dirimu sendiri.berubahlah kak Devan jadilah pria bijak yang terhormat.sampai jumpa"ucap anggi berlalu menarik lengan kekar Rafendra dengan senyum manis diwajahnya.


"wah sayang kau begitu mempesona dengan ucapan manismu tadi"ucap Rafendra mengerling nakal.


"diam,jangan mulai membuatku kesal"ucap anggi jengkel.


"kenapa gi,suamimu benar tau"ucap rianti yang datang tiba tiba bersama suami beserta kedua cucu keluarga Anggara..


"aunty cantik"teriak senang Nikolas dan Daniel.


"hai sayang,aunty kangen 2 pangeran tampan aunty"ucap Anggi senang melihat ke 2 putra tampan cucu Anggara itu..


"rianti, kak davin apa kabar"ucap Anggi tulus.


"baik gi,wah kalian kelihatan romantis sekali tadi"goda davin mengerling pada Rafendra.Rafendra mendengus kesal .


"mengganggu saja mereka ini"batin Rafendra jengkel..


maka dimulailah penderitaan Rafendra,dimana kedua iblis kecil itu terus memonopoli istrinya.lihatlah betapa Nikolas dan Daniel terus menatap berbinar pada perut buncit istrinya,dan istrinya itu malah dengan senang hati mencium gemas wajah kedua bocah itu,rasanya Rafendra tak dianggap lagi.


"hei kalian,cepat bawa 2 bocah itu.mereka memonopoli istriku"ucap Rafendra jengkel.davin,rianti,maya bahkan bagas bukannya membantu malah terkekeh geli seakan tak berdosa.


"kau menggelikan kawan,baru anak kami.jika bayi kembarmu lahir lihatlah kau tak akan diurusi lagi oleh istrimu sepertiku dulu"goda davin menakuti Rafendra.


Rafendra diam dan menatap kebersamaan istri dan para cucu anggara.


"biar saja,aku bisa memaksa nanti"ucap Rafen arogan.


"ck terserahmu"ucap davin jengkel rencana mengganggu Rafendra tak berhasil.


"aunty,apa dedek bayi didalam sini"ucap bocah 3 tahun itu Daniel,bocah gembil itu menatap berbinar perut buncit anggi.


"kapan bayinya lahir aunty,kami ingin melihatnya"Nikolas tak kalah antusias..


anggi tersenyum lembut mengecupi wajah manis ke 2 bocah laki laki itu.


"sabar ya sayang,dedek bayinya masih bobok dulu"ucap anggi lembut.


"yah lama dong"hela Daniel tak sabar.


"my Queen jangan cium mereka terus,suamimu ini cemburu lho"ucap Rafendra jengkel tak mendapat perhatian sedari tadi karna istrinya sibuk dengan 2 bocah menjengkelkan ini.


"uncle go away ,aunty stay here"ucap daniel polos diangguki sang kakak Nikolas.


Rafendra mendelik jengkel,dasar bocah setan pikirnya.


"Rafendra jangan gitu sama anak kecil inget kamu bentar lagi jadi seorang ayah"ucap anggi geli juga melihat pria tirani ini merajuk.


akhirnya Rafendra duduk dengan wajah suram dan aura kejam malas menatap kelakuan istri dan kedua bocah nakal itu,semakin jengkel melihat tatapan genit para wanita yang sengaja berlalu lalang sambil melengok genit menatap dirinya.


"bos,kau habis kalah judi.wajahmu seram sekali"ucap lingga ngeri.


"diam dan pergi sana"ucap Rafendra jengkel.


"ku kira pms wanita saja,ternyata pria juga.ck ck ck bos kau tidak cocok merajuk"ucap lingga dengan wajah polos minta ditampar.


"bocah sial,pergi atau ku hajar kau"suara Rafendra semakin dingin dan tajam dan lingga bergidik ngeri penuh sesal menganggu iblis ini.

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2