
hai all jangan lupa vote,like n komen ya guys ......😁
ok cekidot....😉
🌻🌻🌻Cindrella step sister🌻🌻🌻
☕happy reading☕
hari ini nampak cuaca kota London begitu cerah dan hangat,pasangan Marvel dan Zoya tengah asik be romantis ria sembari memasak sarapan pagi untuk mereka,karna untuk urusan dapur,Zoya lebih suka memasak sendiri dari pada harus menyuruh para maid.
"honey,apa adik iparku itu sudah tidak apa apa?sejak kepulangan kedua gadis itu aura mereka suram sekali?"ucap marvel sembari memeluk sang istri yang tengah sibuk memasak.
"ck,kau tau sayang letnan Alrick baru saja tiada pria itu dan adikku zenit sudah cukup lama bersama sekitar 2 tahun lebih "ucap Zoya prihatin atas kisah cinta sang adik.
"hem,apa kita carikan saja dia jodoh ya honey?"ucap Marvel sembari mencium mesra pipi Zoya lembut.
"tidak perlu sayang,zenit tidak suka hal hal yang berbau perjodohan dia akan marah nanti,jadi biarkan saja dia dulu seperti ini"ucap Zoya sembari membalas senyum hangat sang suami .
"hem"gumam Marvel pelan.
**************
"bimo,kau dan Alex pergilah ke Manhattan dan minta Mr Rudolf mempercepat pembebasan tanah yang sudah kita beli,jika tidak habisi saja pria serakah itu"printah Rafendra datar tanpa ekspresi.
"baik bos,dan transaksi Baretta akan dilaksanakan malam ini oleh Thomas,apa bos akan turun?"tanya Bimo hati hati.
"tidak,lakukan saja oleh kalian jika ada masalah bereskan langsung"jawab Rafendra malas.
"Bimo,aku akan pulang saat makan siang dan tidak akan kembali ke kantor jadi kau urus sisanya,kau boleh pergi"ucap Rafendra tanpa melirik sang asisten dan fokus pada sederetan laporan masuk dan tumpukan berkas diatas mejanya.
"baik bos"Bimo pasrah akan sikap dingin dan ekspresi datar sang bos,lebih baik pergi dari pada berlama lama dengan manusia kutub seperti si bos.
**************
disebuah restoran bernuansa cafe klasik nampak 7 orang wanita cantik tengah asik mengobrol sambil tertawa riang ,tak perduli tatapan memuja dari para lelaki yang berkunjung di restoran tersebut,awal nya resto nampak sepi karna belum waktu makan siang,namun kedatangan ke 7 wanita cantik dan manis itu seakan menyedot kedatangan para pengunjung untuk sekedar mencuri pandang saja.
Anggi,Reanti,Selenia,Yura,Zoya,Zenit dan Zeline.nampak asik dengan pembicaraan mereka sembari memberi penghiburan pada Zenit dan sukses membuat gadis itu melupakan sedikit kesedihannya.
"wah Selenia,perutmu sudah mulai membuncit"ucap zeline antusias.
"ia sekarang aku sering merasa tidak nyaman ,tapi aku bersyukur Xavier selalu siaga dan sangat perhatian padaku"ucap Selenia malu malu.
"oh ia yura,apa paman dan bibi sehat?"tanya Anggi menatap sepupu dari sahabat sekaligus saudari angkatnya itu.
"baik kak,mereka sehat gak nyangka kakak nikah gak undang kami"ucap Yura sedikit merajuk.
semua hanya terkekeh geli melihat wajah kesal Yura.
"hei,kau tambah jelek jika merajuk seperti itu"ucap rianti geli.
"biar saja ,kalian melupakan ku dan tidak menungguku saat kalian menikah"kesal Yura.
"dasar kekanakan"goda Zeline terkekeh.
siang itu nampak suasana ramai dan penuh canda tawa diantara para wanita cantik istri dari para CEO tampan dan mapan bersama keluarga mereka.
***********
"sial,kenapa aku harus mengecek pabrik sendiri sih,dimana si gagak hitam dan mulut wasabi itu"grutu lingga sembari berjalan kesal menuju mobilnya.
jarak dari kantor Star D'art W Corp. sang bos dan pabrik senjata BE cukup jauh ,berada di daerah pinggiran kota.
Brem.......
"hei Blue kenapa kau mogok sekarang"ucap lingga kesal sembari berbicara dengan mobil sport kesayangannya yang diberi nama Blue,seakan bisa mengerti saja itu mobil poor lingga.
"shit shit shit **** you blue aaarrghh"kesal lingga sembari memaki dan menendang ban hingga body mobil sport berwarna biru itu emosi.
"hahhahaha kau gila ya"ucap seorang gadis yang memakai short dress berwarna hitam lengkap dengan topi rajut berwarna senada.
lingga berbalik dan memicing mata melihat seorang gadis tengah menertawainya tanpa beban.
"diam kau,gadis kaleng tuna"ucap lingga jengkel.
"hei apa maksudmu ,pria gila yang berbicara dengan mobil"ucap si gadis tak terima.
"memang benarkan liat bodymu itu seperti kaleng tuna tak berbentuk"ucap lingga enteng.
"sialan,kau kan memang gila kenapa malah mengejekku"ucap Yura tak terima,yah gadis itu adalah Yura Diandra Hara.
__ADS_1
"diam dan pergi saja sebelum kau terluka gadis kaleng tuna"ejek lingga puas menatap wajah manis itu memerah kesal.
"gadis ini manis juga,sayang sekali mulutnya cerewet sekali"batin lingga geli.
"apa liat liat,mau kucongkel matamu itu hah"geram Yura melihat tatapan lingga padanya.
"masih untung aku melihatmu,ku yakin pasti tidak ada pria yang mau dengan gadis cerewet sepertimu"ucap lingga sembari melipat kedua tangannya bersidekap dada.
"sok tau"jawab Yura ketus.
"sudah jelek,cerewet,bar bar lagi tidak ada manis manisnya jadi wanita"ucap lingga prihatin.
"what ever i don't care with you jerk"ucap yura jengkel sembari berlalu pergi dengan tawa puas lingga di belakangan nya.
"wah menarik juga menjaili gadis pemarah itu,aku pasti akan mencarimu nanti"ucap lingga tertawa nista.
**************
Rafendra menaiki ranjang tempat sang istri nampak tertidur dalam damai.
perlahan takut mengganggu kenyamanan istri Cantik nya itu.
kedua tangan kokoh Rafendra bergerak memeluk perut rata anggi dan mengusapnya pelan.
"Rafen"ucap anggi pelan menyadari kehadiran suami tampannya itu.
"maaf sayang apa aku mengganggu mu"ucap Rafen pelan sembari mengecup sayang pucuk rambut anggi.
"tidak,apa kau sangat berharap memiliki anak denganku"ucap anggi melihat betapa lembutnya ciuman Rafendra pada perut rata nya.
"kenapa memangnya sayang?"balik tanya Rafendra sembari mengecup leher jenjang anggi.
"maaf Rafen,aku masih belum isi"lirih anggi penuh sesal.
Rafendra semakin membenamkan tubuh anggi dalam pelukan hangatnya .
"ada atau tidak ada mereka,aku akan tetap mencintaimu,rasa cintaku tak akan pernah berubah apalagi pudar,jadi berdoa dan bersabarlah sayang pasti akan datang saatnya kita memiliki mereka"ucap Rafendra tenang.
"heem"gumam anggi pelan sembari menghirup aroma khas hutan pinus dari parfum Rafendra.
"kita nikmati waktu kita sayang,lagipula stok benihku masih full dan aku tak sabar mengeksplorasi berbagai gaya untuk membentuk bayi kita"ucap Rafendra frontal.
"ck,itu sih maumu"kesal anggi.
"hehehhe one ronde sayang "goda Rafendra sembari mengelus sayang perut anggi.
Cup.................
ciuman singkat namun cukup membuat Rafendra sedikit kaget,karna untuk pertama kalinya anggi mengambil inisiatif terlebih dahulu.
Rafendra tersenyum dan balik menarik tengkuk anggi dan membalas Lu*atan bibir sang istri,ciuman singkat itu berubah menjadi ciuman panas penuh gairah.
hah.....hos.....hos.....
nafas keduanya memburu dengan pandangan mata sudah penuh kabut gairah.
"sayang apa boleh?"ucap Rafendra serak sembari mengelus sayang wajah cantik istrinya.
anggi mengangguk pasrah membiarkan Rafendra mengambil alih memuaskan hasrat keduanya.
Rafendra mulai Melu*at bibir ranum anggi lembut hingga ciuman itu turun menelusuri leher jenjang anggi.
"aaahhh geli ahhhh Rafen"ucap anggi tersenggal senggal.
pandangan sayu dan suara desahan anggi membuat Rafendra semakin kalap,dengan tergesa gesa dilucuti pakaian sang istri hingga kini keduanya nampak naked.
"aahhhh pe....ahhhhh lan ra...aaaahhhh fen"desah anggi menahan gejolaknya .
Rafendra dengan lembut menahan gairahnya mencumbui tubuh anggi penuh kelembutan ,Rafendra tak ada hentinya memuja tubuh indah anggi dalam pandanganya.
puas mengu*um dua gunung anggi kini Rafendra sudah tak kuat menahan juniornya yang nampak tersiksa ingin segera pulang ke sarangnya.
"sayang aku masuk ya"ucap Rafendra parau.
anggi mengangguk pasrah membiarkan suami tampannya menyelesaikan hasrat mereka.
"AKKHHGGHHH SAKIT RAFEN"teriak anggi meringis saat Rafen sudah memasuki dirinya.
"aaahhhh kau aaahh kenapa sempit sekali sayang"ucap Rafendra tersiksa.
"tahan sebentar sayang,jika masih sakit kau cakar saja aku"ucap Rafen sembari mengecup kedua pipi merona anggi.
"aaahhh lebih ahhhhh cepat "ucap anggi mendesah.
"sabar sayang"balas Rafendra semakin mempercepat laju nya didalam tubuh sang istri.
dan siang itu Rafendra terus bermain bersama sang istri hingga waktu memasuki senja.
__ADS_1
*************
bimo serta Alex berjalan keluar kawasan Hotel tempat keduanya memiliki janji bertemu dengan Mr Rudolf tadi.
"Bimo aku balik ke markas,kau kembali saja ke kantor dan buat laporan untuk bos Rafendra"ucap Alex sembari melenggang pergi setelah mendapat anggukan dari Bimo.
sebenarnya Alex nampak bosan jika harus langsung kembali ke markas,maka dari itu ia lebih memilih sedikit berjalan jalan di taman kota demi sedikit rehat sejenak.
"gadis itu"gumam Alex melihat sekelebat bayangan wanita yang sudah hampir sebulan ini merusak otak dan mengacau fikiran nya.
tanpa fikir panjang Alex berlari menuju seorang gadis yang tengah duduk di bang ku taman seorang diri dengan mata terpejam dan sebuah headset di telinga nya,dan jangan lupakan jas putih lambang seorang dokter masih membalut tubuhnya.
Alex masih betah memandangi wajah manis itu tanpa niat membangunkan gadis itu.
"astaga bisa bisanya dia tidur seperti ini,disini pula"batin Alex menggeleng takjub.
"astaga,siapa kau"pekik Zenit kaget mendapat seorang pria asing tengah duduk disampingnya sembari memandangnya intens.
Alex tersenyum tulus dan mulai memperkenalkan kembali dirinya.
"kau melupakan ku miss,aku Alex pria yang kau buat bamper mobilnya penyok beberapa waktu yang lalu"ucap Alex tersenyum hangat menatap wajah manis gadis dihadapannya.
nampak zenit terdiam merenung sebentar kemudian balik tersenyum membalas senyum hangat dari pria tampan yang duduk dihadapannya.
Deg.......
Deg.......
Deg.......
"oh tidak jangan lagi"batin Alex merasa nyeri pada jantungnya yang tengah berdebar keras seakan ingin meloncat keluar.
tanpa diduga zenitpun merasakan hal yang sama,namun gadis itu tidak tau mengapa hatinya berdesir hangat melihat senyuman pria asing dihadapannya.
Blushhhh..........
tanpa diduga wajah Zenit memanas hingga rona merah memenuhi kedua pipi hingga telinga gadis itu.
Alex tersenyumn senang melihat reaksi gadis manis yang sudah membuat hatinya berdesir hangat untuk pertama kali dalam hidupnya,yah Alex dan bimo hampir tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun,meski ada begitu banyak wanita yang mendekati kedua pria tampan kaki tangan kepercayaan Rafendra bos besar BE dan CEO WJC Grup,namun keduanya hampir sama dengan sang bos tak suka hal merepotkan berbau cinta,hingga hati sang bos terpaut pada wanita cantik yang kini sukses bertahta sebagai seorang istri pemilik hati pria berkuasa seperti Rafendra.
"kau seorang dokter?"tanya Alex memacah suasana canggung keduanya.
"Zenit"ucap zenit sembari mengulurkan tanganya pada Alex.
"apa?"Alex tiba tiba menjadi seperti orang bodoh melihat senyuman indah zenit.
"namaku zenit,kita belum berkenalan dengan benar waktu itu"ucap zenit tersenyum geli.
"ah ia maaf,Alex Lumiro"ucap Alex malu melihat tatapan geli zenit padanya.
"sial kenapa aku jadi seperti orang bodoh begini"batin Alex meratapi kebodohannya.
"kau lucu,ya sudah aku harus kembali dulu sampai jumpa Alex"pamit zenit tersenyum manis melihat wajah tampan Alex nampak linglung.
"tunggu,kuantarya"pinta Alex penuh harap.
"baiklah,lagipula aku tak bawa mobil kemari"ucap zenit tanpa sadar telah membuat ribuan bunga bermekaran di hati Alex.
dengan senyum puas Alex menggandeng tangan hangat zenit menuju mobilnya.
zenit sedikit terperangah melihat mobil sport hitam Audi R8 V10 terparkir indah di dekat taman.
"kau mengganti mobilmu?"sebuah pertanyaan meluncur bebas dari bibir zenit.
Alex mengangkat bahu acuh sembari membuka pintu mobilnya mempersilahkan pujaan hatinya masuk.
"mobil ku yang lama tidak aku perbaiki,itu kenang kenaganmu untukku ,seorang wanita cantik yang sukses membuatku terpesona"ucap Alex santai tanpa sadar ucapannya telah membuat wajah zenit merona hebat.
sepanjang jalan Alex tanpa sungkan menggenggam tangan zenit sembari mata fokus memandang kedepan ,Alex tidak mau membohongi dirinya sendiri bahwa ia sudah jatuh cinta pada zenit dan akan Alex lakukan apa saja demi membuat zenit menyadari perasaan cinta Alex padanya.
"Alex,ke....kenapa kau menggenggam erat tanganku?"ucap zenit gugup,sumpah demi Tuhan jantungnya seakan berdebar seakan genderang perang.
"aku minta maaf zenit,mungkin kita hanya orang asing yang baru bertemu,namun aku akan katakan sekali padamu,aku mencintaimu sejak pertama bertemu,aku sungguh mencintaimu Zenit,jadilah wanitaku,tidak jadilah istriku"ucap Alex menatap serius dan dalam manik coklat gelap milik zenit tanpa keraguan.
"aku"ucap zenit tak berani menatap wajah tampan Alex yang sekarang menatapnya intens.
"tak perlu jawab sekarang,kau cukup tau saja perasaanku padamu,dan kuharap kau tidak terbebani dan yah kita sudah sampai"ucap Alex tersenyum hangat.
zenit tersentak kaget,ia bahkan tidak sadar sudah sampai didepan lobby rumah sakit tempat ia bekerja.
saat Alex keluar mengantar zenit,berbagai pandangan kagum dari setiap orang yang melihat mereka Alex abaikan.
**Cup..........
TBC**.........
__ADS_1