Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Sikap Xavier


__ADS_3

hai all maaf lama up hehehehe.


ok langsung kita cekidot๐Ÿ˜‰


โ˜• happy reading allโ˜•


sinar matahari pagi menembus celah celah gorden hijau toska di kamar seorang gadis cantik yang masih nampak terlelap tidur.


tok


tok


tok


suara ketukan pintu terdengar membangunkan anggi yang masih berat bangun dari tidurnya setelah sepanjang malam menangisi dirinya.


"nona,mohon buka pintunya tuan muda sudah memerintahkan nona untuk sarapan bersama" suara seorang wanita memanggil anggi dari balik pintu kamar anggi.


"katakan padanya,makan saja sendiri tidak usah menggangguku"balas anggi ketus,dan pelayan itu hanya bisa menghela nafas pasrah kemudian berlalu pergi.


sudah hampir seminggu anggi berada di mansion pribadi milik Xavier,sebuah mansion yang tidak ada seorangpun yang tau lokasinya,Xavier memiliki 2 buah panthouse dan sebuah mansion yang tersembunyi dan tidak diketahui oleh siapapun,karna Xavier baru membelinya untuk menyembunyikan keberadaan anggi dari siapapun termasuk Rafendra maupun Marvel.


"huh,setelah semua sikap kasarnya padaku,sekarang dia mau berlagak baik,jangan harap dasar pria bustard"maki anggi mengingat kelakuan Xavier selama ini padanya.


*********


di ruang makan


"bagaimana bibi mary,kenapa veleri tidak turun ?"tanya Xavier pada kepala pelayan ya itu.


"maaf tuan muda,nona veleri menolak sarapan bersama"ucap mary merasa bersalah karna tidak bisa membujuk gadis yang disukai tuan mudanya.


Xavier menarik dan membuang nafasnya lelah,selama bersama nya anggi memang menunjukkan rasa bencinya pada Xavier dengan terang terangan.


disaat semua wanita melakukan berbagai cara demi menarik perhatian seorang Xavier,anggi justru melihat pria itu dengan pancaran kebencian dimanik matanya.


"ya sudah bibi mary,biarkan aku saja"ucap Xavier kemudian bangkit menuju kamar anggi.


anggi baru saja selesai mandi dan dengan menggunakan handuk berwarna hitam yang sangat kontras dengan kulit putih mulus anggi,gadis itu berjalan santai keluar dari kamar mandi menuju walk in closet mencari baju yang akan ia kenakan.


sebenarnya saat masuk ke dalam kamar anggi,Xavier sedikit bingung karna tidak menemukan gadis itu di kamar nya,namun saat mendengar suara kemerisik air dari dalam.kamar mandi ,Xavier akhirnya lega karna sempat berfikir anggi mencoba kabur lagi darinya.


Xavier memilih duduk disudut ruangan sambil menunggu anggi selesai mandi.tak lama mata kelam Xavier membulat sempurna menyaksikan pemandangan seorang gadis cantik keluar dengan hanya berbalut handuk hitam setengah paha dengan rambut basah dan tanpa sadar berjalan keluar dari dalam kamar mandi. tanpa sadar akan keberadaan Xavier yang memandang nya tanpa berkedip.


sebenarnya Xavier sudah sering melihat wanita wanita jalang dengan pakaian jauh dari kata pantas,namun tak ada satupun yang bisa membuatnya tertarik sedikitpun.


Deg


Deg


Deg


"shit,apa gadis itu tidak sadar akan keberadaanku,oh tuhan jantungku sangat nyeri sekarang"batin Xavier memaki sikap anggi.


sebelum anggi membuka balutan handuk nya,Xavier segera mengeluarkan suaranya.


"apa kau mencoba merayuku sekarang"kata Xavier dengan suara beratnya.


mendengar suara berat Xavier,anggi refleks berbalik dan mengeratkan balutan handuknya yang sudah akan ia buka tadinya.


"sialan ,sedang apa kau di kamar ku"maki anggi sambil menunjuk wajah Xavier yang sudah sedikit memerah.


Xavier berjalan mendekat dan semakin mendekat,anggi begitu gugup akan kondisinya sekarang.


"ma mau apa kau bastard?"tanya anggi sambil memandang tajam kearah Xavier.


kini Xavier sudah berada didepan anggi ,anggi semakin mengeratkan balutan handuknya.


Deg!!!


Deg!!!


kembali jantung Xavier berdegup kencang,dengan jarak sedekat ini,ia bisa mencium aroma mawar dari tubuh anggi serta aroma vanila dari rambut panjang anggi.


"damn it,sungguh aku harus menahan diri hingga urusanku dengan Marvel sialan itu berakhir,setelah itu akan kujadikan kau milikku veleri,hanya milikku"batin Xavier sambil menarik dagu anggi lembut.


Xavier menarik seulas senyum melihat sikap gugup anggi.


perlahan wajah mereka semakin dekat hingga nafas hangat Xavier menerpa kulit wajah mulus anggi,membuat anggi sedikit merinding.


"ma mau apa kau,menjauh dariku"maki anggi sambil mendorong kuat dada bidang Xavier.


Xavier menangkap kedua tangan anggi dan menguncinya diatas kepala gadis itu ,tanpa basa basi Xavier mencium ganas bibir ranum anggi.

__ADS_1


Cup!!!!


dengan menggebu gebu Xavier mencium rakus bibir anggi,melumat,mencecap bahkan mengigit gemas bibir anggi .


anggi terbelalak kaget,dengan sekuat tenaga ia melepaskan kuncian Xavier darinya dan.


Plak!!!!!


dengan pandangan tajam anggi menampar keras Xavier .


"BRENGSEK,MENJAUH DARIKU DASAR KAU JERK,BASTARD BAJINGAN"maki anggi dengan tubuh mulai bergetar menahan tangis amarahnya.


"sial apa yang sudah aku lakukan"batin Xavier merutuki kebodohannya.


Xavier memandang wajah penuh amarah anggi sendu,namun sedetik kemudian ia menampil kan kembali wajah datarnya.


"ini hanya permulaan,jika kau masih membantah ku maka akan aku buat lebih dari ini,jadilah penurut dan jangan memancing amarahku,sekarang cepat bersiap dan sarapan denganku"ucap Xavier sambil berbalik dan berlalu pergi meninggalkan anggi yang masih dibalut emosi.


"maafkan aku veleri,ingin aku berlari dan memelukmu erat,namun untuk sekarang aku tidak boleh bermain perasaan denganmu,maaf,kau boleh membenciku tapi aku tidak bisa menghilangkan perasaanku padamu veleri"ucap Xavier sambil bersandar dari balik pintu kamar anggi.


tak lama anggi turun dan sarapan bersama Xavier dalam diam.


"aku berangkat,dan jangan berulah"Xavier bangkit dan berjalan menuju anggi.


Cup!!!


Xavier mencium singkat kening anggi.


sebelum anggi mengeluarkan makian untuknya ,Xavier sudah memberi ultimatum.


"sudah jangan protes,setelah makan lakukan apapun yang kau suka,tapi jangan coba coba kabur dariku"kemudian Xavier berlalu pergi dan anggi hanya mendengus kesal.


"bibi mary,jangan lupa lusa siapkan dia,aku pulang jam 6 sore"ucap Xavier pada kepala pelayan setianya sebelum memasuki mobil mewahnya menuju perusahaan Delta times .


anggi berlalu tanpa menghabiskan makanan ya.


di kamar nya,anggi mulai melihat lihat keadaan dari atas balkon kamarnya,ya selama menjadi tahanan Xavier,pria itu terkadang memperlakukan anggi lembut,bahkan sangat lembut,dan terkadang akan menjadi sangat kasar jika anggi membantahnya.


"hem,jika aku bisa pergi dari sini maka akan bagus,lagi pula ia akan pergi dan kembali lusa jadi ini kesempatan bagus"anggi mulai berfikir keras sambil menatap hutan pinus dari arah belakang mansion Xavier.


tak lama akhirnya anggi mengeluarkan semua selimut,gorden atau kain apapun yang ia temukan di lemari kamarnya,mengikatnya panjang dan membuangnya hingga bawah balkon.


"sudah,mumpung sepi sebaiknya aku segera pergi dari sini,masa bodo dengan Xavier,aku akan mencari cara menghubungi Rafen atau kak Marvel"_ucap anggi kemudian dengan waspada mulai turun menggunakan ikatan selimut yang ia ikat menjuntai hingga kebawah.


suara kaki anggi mendarat di rumput belakang mansion.


"sekarang aku sudah pulih,bye Xavier kau tidak bisa lagi mengurungku" anggi mulai mengendap endap menuju keluar mansion ,yah mansion Xavier berada di perbatasan kota yang dikililingi oleh hutan pinus karna tempatnya yang sangat terpencil dan butuh lebih dari satu jam menuju pusat kota.


sebelum benar benar keluar dari mansion ,teriakan salah satu pelayan membuat anggi kelabakan.


"sial,kenapa cepat sekali aku ketahuan"maki anggi sambil berlari kencang menjauh dari mansion.


"nona berhenti,atau kami akan berbuat kasar"teriak salah satu bodyguard yang mulai mengejar anggi.ada kurang lebih 5-7orang pria besar yang mengejar anggi.


"sial kenapa mereka banyak sekali sih"maki anggi .


hup!!!


pergelangan tangan anggi tertangkap oleh salah satu bodyguard yng mengejarnya.


refleks anggi menarik tangan pria itu,memelintirnya dan sekuat tenaga membanting tubuh besar itu ketanah.


semua orang yang melihatnya nampak ternganga .


"hei,apa gadis itu baru saja membanting tuan Deren"ucap salah satu bodyguard.


Deren adalah salah saru orang kepercayaan Xavier yang ditugaskan menjaga anggi.


"maaf,kalian harus tau aku tidak akan tinggal diam jika kalian memaksaku ikut"ucap anggi memandangi wajah pria pria yang mengejarnya.


"nona jangan mempersulit,ikutlah dengan kami kembali sebelum aku berlaku kasar membawamu kembali pada tuan muda Xavier"ucap Deren yang sudah bangkit akibat bantingan anggi yang tiba tiba .


"aku tidak mau,lantas kalian mau apa"tantang anggi balik.


tiba tiba semua bodyguard menunduk hormat.


"hei,kenapa dengan kalian,kalian tidak gila kan menunduk padaku"Ucap anggi memandang bingung kearah 7 pria yang tadi mengejarnya.


dalam keadaan bingung,tiba tiba sepasang tangan kekar berbalut jas hitam melingkari perut anggi dari belakang.


refleks anggi berbalik dan.


Cup!!!!

__ADS_1


pipi kanan anggi sukses menempel pada bibir Xavier setelah anggi menoleh untuk melihat siapa yang sudah berani memeluknya.


sesaat setelah anggi berlari menjauhi mansion,bibi mary segera menelpon Xavier dan dengan penuh amarah Xavier memerintahkan supirnya berbalik dan menuju arah dimana anggi sudah ditemukan oleh para bodyguard nya.


dan disinilah mereka sekarang ,Xavier menatap nyalang Anggi sedangkan anggi menatap Xavier tidak kalah tajam,tidak ada rasa takut sedikitpun hanya amarah yang dirasakan keduanya.


Xavier membawa anggi layaknya karung beras dipundaknya.anggi memberontak sambil memukul punggung Xavier keras.


"LEPASKAN AKU,TURUNKAN SEKARANG JUGA KAU PRIA SINTING"maki anggi kesal.


plak!!!!


Xavier dengan gemas menampar bokong anggi kemudian meremasnya,anggi terdiam kaget atas perlakuan Xavier padanya.


"diam,kau harus kuberi pelajaran atas sikap pembangkang mu itu"ucap Xavier dingin.


sesampai nya dikamar pribadi Xavier,pria itu membanting tubuh anggi keranjang king size milikknya.


sreet!!!!!


Xavier merobek baju atasan milik anggi kasar dan terpampang lah payudara berbungkus victoria secret berwarna peace membungkus indah milik anggi.


anggi terkejut atas sikap kasar Xavier yang tiba tiba merobek bajunya.masih dalam keterkejutannya,anggi tidak sadar Xavier kini sudah berada di atas nya.


lansung saja Xavier mulai melumat bibir anggi.


"mmmphhm le lepas"ucap anggi kalut.


"ahhh lepas ahhkh ak aku"pinta anggi mulai berkaca kaca.


Xavier tidak perduli dan masih dalam emosi menguasainya kini Xavier berpindah menciumi leher jenjang anggi dan terus turun hingga dada anggi menciptakan kissmark dimana mana.


(sensor loh guys,gak ada yang lain cuman cium aja,wkwkwk El merinding lho)๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…


anggi menagis sambil menutupi dadanya dengan selimut memandang Xavier murka.


"BAJINGAN SIALAN AKU AKAN MEMBUNUHMU JIKA AKU LEPAS NANTI,KAK MARVEL,RAFENDRA AKU MAU PULANG"teriak anggi sambil melempari Xavier dengan barang apapun yang ada dalam jangkauan anggi.


Xavier menjambak rambutnya frustasi dan menyesali perbuatan nya pada anggi,namun mendengar anggi menyebut nama pria lain kembali amarahnya bangkit.


Xavier berjalan cepat kemudian mencengkram ddagu anggi kuat hingga anggi meringis menahan sakit.


"diam,jangan coba coba menyebut nama pria lain di hadapanku"ucap Xavier datar sambil mengelus leher jenjang anggi .


"LEPAS BRENGSEK,KAU MEMANG SINTING,AKU TIDAK SUDI MELIHAT MU,PERGI KAU"teriak anggi sambil menghempas kasar tangan Xavier darinya.


senyum smirk Xavier menyerigai diwajahnya.


"jika kau tidak menurut ,jangan salahkan aku jika nanti kau akan mengandung anakku sayang" ucap Xavier menekan kata sayang pada anggi.


***********


"bagaimana Bimo,Kevin apa kalian sudah dapat keberadaan Xavier?"tanya Rafendra dingin dan semakin datar tak tersentuh semenjak hilangnya anggi.


"lusa ada sebuah pesta amal bos,dan kami berhasil mendapat info jika Xavier akan hadir disana"jawab Bimo tidak lepas dari layar komputer canggih modifikasinya.


"bagus,jika benar valy bersamanya,tidak akan kulepaskan,hahahhaa"tawa iblis Rafendra sudah mulai nampak membuat siapapun bergidik ngeri termasuk Marvel.


"its time to my baby girl"ucap Rafendra menyerigai .


yah Rafendra dan Marvel memang sudah mencari Xavier.keseluruh kota manhattan,namun nihil Xavier memang begitu pandai bersembunyi.


***********


kini anggi sudah lebih baik karna mary membantunya tetap sibuk sedangkan Xavier sudah pergi ke london untuk urusan bisnisnya.


nona,jangan membenci tuan muda ,dia sebenarnya pria yang baik,hanya karna kematian adiknya nona Nana,ia menjadi seperti ini"ucap mary sedih.


"ceritakanlah bibi mary,aku akan mendengarnya"pinta anggi yang sebenarnya sudah sangat penasaran akan kepribadian Xavier yang sebenarnya.


kemudian mary dengan sedikit keraguan mulai menceritakan kejadian yang menimpa nona nya adik dari Xavier serta bagaimana tuan mudanya menyalahkan segalanya


pada Marvel,tuan muda dari keluarga Houston.


"sepertinya ada kesalah pahaman disini,tapi jika aku tidak bisa bicara langsung dengan kak Marvel,akan sulit nantinya"batin anggi sambil masih setia mendengar cerita dari bibi mari.


Veleri ikut aku........


TBC....


hayo apa yang akan terjadi๐Ÿ˜‚


tunggu El ya guys next chapter,jgn lupa ngasih vote like komen El ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1



__ADS_2