
hai all,maaf El gk akan bosen ingetin buat berikan El vote,like komen ya guys,El tunggu lho ๐๐๐
โhappy reading allโ
seorang gadis tengah berjalan mondar mandir gelisah di depan sebuah ruang operasi,sesekali ia berhenti untuk menghapus air matanya,entah mengapa ia sangat membenci berada dalam situasi seperti ini,hal ini menginggatkannya pada saat orang yang ia sayangi juga harus meregang nyawa didalam keadaan yang seperti ini.
Rafendra,Marvel serta Xavier hanya dapat menghembus nafas pasrah melihat kegelisahan gadis cantik yang mereka cintai dan sayangi itu tengah gelisah dan mereka bahkan tidak bisa sekedar mendekatinya karna penolakan keras darinya.
"huft,kapan sih dokter keluar,ya tuhan tolong selamatkan bibi mary"anggi menghela nafas berat,sementara ke tiga pria disekitarnya hanya bisa pasrah tidak dapat menenangkan kegelisahan anggi.
"Val,kumohon tenanglah ,kau membuatku menghawatirkan mu sayang"ucap Rafendra melihat wajah anggi yang mulai memucat akibat tidak tidur semalaman,bahkan ia tidak mau menyentuh makanannya sedikitpun.
"benar Val,ayolah jangan membuatku cemas"Marvel mencoba membujuk anggi untuk sedikit memikirkan kesehatannya juga.
"maafkan aku veleri,ini semua salahku.aku akan menebusnya dan memastikan bibi mary baik baik saja"ucap Xavier menatap anggi hangat.Rafendra hanya bisa menahan emosinya melihat sikap Xavier pada gadisnya.dengan rahang mengeras serta sorot mata tajam membunuh Rafendra menatap Xavier geram,Xavier yang menyadari itu tidak perduli dan memilih menatap intens setiap pergerakan anggi.
kini semua mata tertuju pada Anggi,mata gadis itu terpejam demi menahan emosinya yang ia tahan sejak semalam.
perlahan mata itu terbuka,anggi dengan wajah merah padam menatap ketiga pria didepan nya geram.
"INI SEMUA KARNA KEEGOISAN KALIAN,SUDAH PUAS KALIAN BERMAIN ATAU KALIAN MAU MELIHAT SESEORANG MEREGANG NYAWA DULU BARU KALIAN SADAR,OH TUHAN BERHENTILAH BERSIKAP KEKANAKAN,KALIAN ITU PRIA DEWASA,APA APA JANGAN SELALU MENGANDALKAN KEKERASAN,SUDAH AKU LELAH MENGHADAPI SIKAP KALIAN BERTIGA,PERGI DARI SINI,JIKA KALIAN SUDAH INTROPEKSI DIRI,BARU KALIAN DATANG KEMARI,DAN SATU LAGI BERHENTI SALING MENGANGGAP MUSUH SATU SAMA LAIN,MENGERTI"anggi memaki panjang lebar dengan suara meninggi yang membuat para orang orang seperti Bimo,Ethan serta Deren orang orang kepercayaan ketiga pria tampan yang sedang bertikai menjadi ternganga melihat keberanian anggi memaki para bos mereka.
sedangkan Rafendra,Marvel serta Xavier hanya bisa menunduk pasrah akan kemarahan anggi pada mereka.
"maaf"ucap ketiganya bersamaan.
Bimo,Ethan serta Deren begitu terkejut mendengar untuk yang pertama kalinya ketiga pria berhati iblis seperti bos mereka mau meminta maaf pada seorang gadis.
"wah ini bisa masuk book record "batin Bimo kagum.
"ini bener tuan muda Marvel,sejak kapan dia mau meminta maaf"batin Ethan asistern khusus Marvel menatap takjub pada anggi.
"aku sedang tidak bermimpi kan melihat tuan Xavier membuang harga diri demi meminta maaf pada nona veleri"batin Deren melihat Xavier sang bos berubah 180 derajat.
dalam kegelisahan nya tiba tiba penglihatan anggi memburam dan tiba tiba semua menggelap dan
brugh!!!
anggi terjatuh dalam dekapan Rafendra.
tanpa ba bi bu mereka melarikan anggi ke salah satu ruangan rawat yang ada dan segera memanggil dokter.
#flasback on#
saat itu anggi dengan sangat hati hati mengikuti bibi mary diam diam demi bertemu Xavier dan menanyakan alasannya mengurung anggi kembali.
didepan pintu besar terbuat dari kayu mahoni terbaik dengan cat coklat kayu bibi mary berhenti dan sebelum wanita paruh baya itu mengetuk,anggi menyelanya terlebih dahulu.
"bibi mary" panggil anggi pelan.
"astaga nona,kenapa mengikuti saya bahaya non,sekarang cepatlah kembali,bibi gak mau non dalam bahaya,tuan Xavier tengah berdebat sengit didalam,mereka semua membawa senjata didalam,pergilah non,nanti bibi menyusul"ucap mary panik melihat anggi tanpa takut sama sekali mengikutinya.
"tenanglah bi,sekarang biar aku mencoba meluruskan masalah ini,aku lelah bi,aku ingin pulang dan menjalani hidup ku kembali tanpa tertahan disini"anggi mengusap lengan mary lembut berusaha menenangkan wanita paruh baya itu,yah anggi sudah menganggap mary layaknya seperti sosok ibu yang baik dan penyayang,mary pun sudah menyayangi anggi layaknya putrinya sendiri,selama.menjadi tahanan Xavier,marylah yang selalu berusaha menghibur serta membuat anggi merasa nyaman.
disaat tengah bicara dengan mary,mereka mendengar keributan dari dalam ruangan tempat Rafen,Marvel serta Xavier berada.
Brak!!!!
refleks anggi membuka secara kasar pintu besar tersebut dan tanpa diduga salah satu anak buah Xavier tanpa sadar mengarahkan senjatanya pada anggi.
Dor!!!
Bimo yang berada paling dekat dengan posisi anggi secara reflek menarik tubuh gadis itu hingga peluru itu menembus mengenai mary yang berada di belakang anggi.
__ADS_1
jangan ditanya lagi reaksi ketiga pria tampan itu,mereka langsung diam membatu melihat kejadian tersebut.
dengan kalap Rafen menembaki anak buah Xavier yang telah mencelakai gadisnya.
Dor!!!
Dor!!!
Dor!!!
Rafendra dengan kalap terus menembaki tubuh tak bernyawa itu hingga peluru dalam senjatanya habis.
bahkan meski sudah tidak bernyawa Rafen masih saja menembaki tubuh itu seperti orang kehilangan akal.
"sudah Rafendra,sebaiknya kita membawa wanita paruh baya itu serta veleri kerumah sakit"kata Marvel terlihat panik menatap tubuh bergetar Anggi dalam dekapan Bimo salah seorang tangan kanan Rafen.
Rafendra sontak merebut anggi dan menggendongnya ala bridal sedang mary dibawa oleh anak buah Xavier.
semalaman dirumah sakit anggi bahkan tidak mau berbicara sama sekali pada ketiga pria yang sudah menyebabkan ia harus berada di rumah sakit lagi.
"jika sampai terjadi apa apa pada bibi mary,lihat saja aku tidak akan mau melihat kalian lagi"anggi mengancam Rafendra,Marvel serta Xavier dengan ekspresi dingin serta sorot mata tajam penuh emosi.
"dan jangan berbicara pada ku sampai kalian sadar kesalahan kalian"setelah itu anggi pergi meninggalkan mereka untuk melihat operasi yang tengah dijalani mary untuk mengeluarkan peluru yang bersarang ditubuh wanita paruh baya tersebut.
#flasback off#
kini Rafendra tengah dalam kondisi berantakan,kantung mata menghitam,rambut sedikit acak acakan serta kemeja yang sudah tidak terkancing rapi hal itu tidak jauh berbeda dengan keadaan Marvel serta Xavier.
ketiganya nampak begitu frustasi melihat anggi yang masih mengacuhkan mereka.
ARRRRGH
Rafendra berteriak kesal serta menjambak rambutnya frustasi.
"Tuhan apa lagi yang harus aku lakukan demi mendapat maaf dari cintaku,lama lama aku bisa gila"maki Rafen putus asa.
"veleri ,tolong maafkan aku,aku benar benar tidak tau lagi harus apa"racau Marvel tidak kalah frustasi.
"aku menyesal veleri,jika aku tau akan jadi seperti ini,aku tidak akan mengurungmu,lebih baik aku melepas mu walau hanya bisa memandang mu Dari jauh,itu lebih baik dari pada seperti ini,tolong beri aku kesempatan sekali lagi tuhan"ucap Xavier benar bener menyesal.
demi kenyamanan mereka,bahkan Rafendra ,Marvel bahkan Xavier sepakat menyewa seluruh gedung lantai atas rumah sakit demi perawatan anggi,serta mary.
**************
sementara itu di mansion keluarga Anggara di indonesia,sedang terjadi keributan yang disebabkan oleh kemarahan Kristi akibat sikap dingin Devan padanya.
sebenarnya,sikap acuh Kristi pada Nikolas putra mereka yang membuat kebencian Devan pada wanita itu semakin menjadi.
Kristi menganggap bahwa Nikolas adalah anak yang terlahir dari rasa cinta suaminya pada anggi,hal itu menyebabkan tidak adanya kasih sayang Kristi pada Nikolas.
"mas,kamu mau sampai kapan mengingat wanita jalang itu?"maki Kristi berang melihat sikap Devan yang semakin hari semakin datar dan dingin padanya.
bahkan Devan membawa Nikolas tinggal di panthouse pribadi miliknya sedang Kristi tinggal bersama ayah ibu Devan.
"diam kau wanita sialan,jika bukan karna dirimu,istriku sekarang adalah anggi,bukan wanita jalang sepertimu"Devan berkata dingin sambil menatap tajam Kristi.
kedua orang tua Devan hanya bisa pasrah dan menyesali keputusan mereka dulu meminta Devan menikahi wanita gila harta dan status seperti Kristi.sedang Davin dan rianti istrinya menatap Malas pada pertengkaran biasa yang selalu dibuat layaknya drama oleh Kristi.
Nikolas serta Daniel sedang bermain diluar bersama para baby sitter Mereka.
"hentikan Kristi,kau tidak sadar,kaulah yang sudah memper buruk hubunganmu dengan Devan,kau ibu dan istri yang sangt buruk"rianti mulai berang dan langsung menyindir Kristi secara tajam.
"diam kau jangan ikut campur sialan kau-"
__ADS_1
plak!!!
Devan menampar Kristi keras hingga menyebabkan sudut bibirnya sedikit sobek.
"kau kau menamparku Devan?"ucap Kristi tidak percaya.
"tamparan itu lebih ringan dari rasa sakit sahabatku karna dirimu,kau bahkan lebih rendah dari sampah"kata rianti menatap nyalang pada Kristi.
"kau sama jalangnya dengan sahabatmu itu,kau bahkan merebut tunangan orang lain"Kristi berucap sinis memandang penuh hina pada rianti.
"jaga mulut mu dari istriku sebelum aku merobeknya"maki davin geram .
"sudah mas,lebih baik kita pulang saja,percuma melayani sampah seperti dia" ejek rianti sambil menatap Kristi sinis,ia meraih tangan suaminya berlalu kembali ke panthouse pribadi mereka.
"Kristi,kami sudah tidak tahan lagi akan semua sikap mu,segera kami akan mengurus perceraianmu dengan Devan dan Nikolas akan kami asuh"ucap ibu Devan jengah akan sikap egois Kristi.
"ibu,ibu tidak bisa melakukan itu,aku tidak akan mau bercerai dari mas Devan sampai kapanpun"racau Kristi panik akan ultimatum Ayu laksi ibu mertuanya.
"kami tidak perduli,begitu kalian bercerai segera angkat kaki dari sini,dan ambil kompensasi dari Anggara"ucap Seno Anggara suami Ayu laksmi.
"kau dengar,jangan mempersulit dan jangan berulah"ucap Devan sambil berlalu menyusul Davin adik serta rianti adik iparnya.
"paman,apa kah papa dan mama akan belpisah?"tanya Nikolas menatap wajah Davin sendu.
"sayang,dengar tante,Niko jangan sedih masih ada kami,Niel oma opa serta ayah yang sayang sama Niko,apa Niko sedih akan berpisah dari mama Niko,jangan khawatir sayang ayah Niko pasti selalu akan membawa Niko menemui mama Kristi jika Niko kangen"ucap rianti lembut sambil membelai surai bocah itu lembut.
"idak ante,Niko benci ama mama,mama celalu malahi Niko dan ilang Niko ukan anaknya ,Niko benci mama Klisti dia ukan mama Niko hiks hiks hiks"tangis Nikolas pecah mengingat sikap Kristi padanya.
hiks hiks huwaaaa
"kak iko tenapa angis,unda apain kak iko"tangis daniel pecah melihat Nikolas menagis dipelukan bundanya.
"loh loh loh,kok jagoan ayah pada nangis,cup cup cup ya sayang,nanti ayah ajakin ke Dufan mau?"tanya davin berusaha meredam tangis anak serta keponakanya itu.
"astaga kok putra putra papa pada nangis sih?"tiba tiba Devan datang meraih Nikolas serta Daniel dalam gendonganya.
"tanyain aja sama istri kak Dev,ada gk ada dia selalu bikin bad mood siapa saja,termasuk Niko sama Niel"ucap rianti jengkel.
"ia maaf rianti,tak lama lagi kami akan segera berpisah,oh ia anak ayah,apa tidak masalah jika papa sama mama pisah rumah?"tanya Devan hati hati melihat wajah putranya.
"tak apa papa,mama jahat celalu malah ama iko"racau Nikolas dalam pelukan Devan.
"ia om,ante celalu malah ama kita,padahal kak iko ama Niel gak akal akal"adu daniel pada Devan.
Devan tersenyum lembut menatap Nikolas serta Daniel keponakannya.
"ia sayang sekarang kita pamit dulu sama oma opa,lalu kita pulang"kata rianti tersenyum lembut pada kedua bocah tampan nan menggemaskan itu.
"ok"jawab kedua bocah tersebut.
"papa,Niko mau inep cama Niel"pinta Nikolas pada Devan.
"baiklah sayang,apapun untuk putra tampan ayah"jawab Devan lembut.
"asik,kak iko kita bisa main cepuasnya"Daniel tertawa penuh semangat membayangkan Nikolas yang akan menginap.
Devan,Davin serta rianti hanya tersenyum bahagia melihat Nikolas serta Daniel.sudah mulai melupakan masalah Kristi.
"akan papa pastikan kamu selalu hidup bahagia meski tanpa sosok seorang ibu Nikolas putra ayah"batin Devan menatap sendu putra nya yang sedang berlari bersama keponakannya kedalam mansion Anggara.
TBC.......
udah segini dulu ya guys jgn lupa tinggalkan vote,likekomen buat El
__ADS_1