
hai all maaf kalo cerita El rada gaje,tapi El tetap mintol kasih vote like n komen buat nambah semangat lanjutin CSS so makasih buat yang udah kasih waktu buat nge vote cerita amatir ini......😁
ok cekidot.......😉
🌹🌹🌹Cindrella step sister🌹🌹🌹
☕happy reading all☕
seorang gadis tengah menatap penuh kebencian pada gadis lainnya yang tengah duduk acuh dihadapannya,masih dengan balutan gaun pengantin.
nampak gadis yang sedang ditatap tajam itu begitu terlihat acuh dan masa bodoh dengan sikap permusuhan yang dengan jelas diperlihatkan kepada dirinya.
Dewi dan Anggita nampak duduk saling berhadapan ,setelah bimo memberitahukan kedatangan kepada sang bos,Anggi langsung pergi untuk menemui gadis itu ,tanpa ingin suaminya untuk ikut bersama nya.
"jadi mau sampai kapan kau tidak bicara dan hanya menatapku,jika begitu aku akan pergi,suamiku menunggu"ucap Anggi menatap malas akan kehadiran saudara tiri ya itu.
plak!!!!!
satu tamparan keras mendarat dipipi Anggi.
dewi tertawa sumbang sambil memandang hina sosok Anggi.
Anggi masih diam tak bergeming,seakan tamparan dari dewi tidak berarti apa apa baginya.
"wah,gue sungguh terkesan akan sikap loe,setelah gagal dengan kak Devan,lo jerat sahabatnya,siapa yang gak kenal tuan muda Wiguna ,Rafendra Wiguna.setelah bertahun-tahun gue bahagia lo gak ada,sekarang kedatangan lo kembali gue yakin itu cuman buat bencana ,lo mau ngerusak hubungan gue sama mama Winda ,ya kan dasar lo itu cuman parasit"ucap dewi sinis.
hahahaha
"aku gak tau kamu sebegitu nya merasa terancam akan kedatangan ku ,lagipula aku menikah dengan siapa itu bukan urusanmu,Devan itu cuman masalalu jadi kamu tidak perlu banyak hal denganku,lagipula aku heran siapa yang mengundangmu,oh ia tamparan itu ku anggap sebagai kado pernikahan ku dari tamu tak diundang sepertimu?"jawab Anggi tak kalah sinis.
"sialan lo *****,gue pastiin lo gak akan bisa mencuri kasih sayang mama dari gue,jangan lo ngerasa tinggi menikahi tuan muda Rafendra,lo tetep aja anak yang terbuang,bahkan mama sendiri yang ninggalin lo,dan mungkin suami lo juga,hahaha emang dasar lo itu cuman parasit"dewi semakin memanasi Anggi akan masa lalunya,namun sayang Anggi masih terlihat tenang dan acuh tak bergeming.
"udah selesai bicaranya,sekarang pergi lah aku butuh istirahat,kau tak perlu menghawatirkan mama mu,aku sudah tidak menganggapnya"jawab Anggi acuh.
dengan perasaan kesal,dewi berlalu pergi sambil tak lupa menatap penuh permusuhan dan penghinaan pada Anggi.
"kau mau kucongkel bola matamu hah,beraninya kau menatap seperti itu pada kakak ipar ku,nyonya Rafendra"ucap lingga emosi.
"huh ,urus saja urusanmu"ketus dewi.
tanpa orang lain sadari,sepeninggal an dewi,anggi mulai tak dapat membendung air matanya,semua langsung tumpah seketika,Anggi menangis dalam diam.
sekuat dan setegar apapun Anggi,tetaplah ia merindukan kasih sayang dari ibu kandungnya.
grep!!!!
sepasang tangan kekar merangkul tubuh Anggi dan membawanya dalam pelukan hangat pria itu,menyalurkan kehangatan dan mencoba memberi ketenangan pada wanita nya.
"sudahlah baby,lupakan semuanya,bukankah sekarang kau memiliki dua orang ibu,seorang suami yang sangat tampan dan mapan dan semua orang yang berada di sekelilingmu mereka juga sangat menyayangimu melebihi apapun,jadi lupakan semua yang menyakitimu,don't crying baby,you make me fell sad"ucap Rafen memandang sendu istrinya.
Anggi nampak mengulas senyum tipis mendengar kata kata penuh percaya diri suaminya itu.
"kenapa kau narcis sekali sih,siapa bilang kau tampan?"goda Anggi tersenyum geli menatap wajah angkuh suaminya.
"hei baby,kau tanyalah pada semua wanita yang melihatku,bukan hanya tampan tapi suamimu ini memang sangat tampan,kau saja yang tidak mau mengakuinya"jawab Rafen sambil menghapus lembut jejak air mata di wajah cantik istrinya.
"ya ya ya baikalh tuan tampan,terserah mu saja,dasar kepedean sekali"ucap Anggi geli akan sikap suaminya.
"emm baby,aku minta jatah setelah kita sampai dikamar pengantin kita"senyum mesum mulai nampak diwajah tampan Rafen menatap seluruh tubuh istrinya.
Anggi yang masih dalam keadaan belum on sepenuhnya akibat ulah Dewi langsung merasa bingung dengan kata kata absurd suaminya.
"jatah apa?kau mau meminta uang padaku Rafen?,ya ampun suami macam apa kau ini"jawab Anggi memandang tajam pada suaminya,Rafen nampak syok mendengar penuturan dari sang istri.
HAHAHHAHA,,,,,BWAHAHHAHAH
__ADS_1
nampak terdengar suara tawa saling bersahutan dari balik pintu ruang tunggu tempat Rafen dan Anggi berbicara,karna tadi suara pasutri itu nampak cukup keras jadi lingga dan Bimo yang menjaga diluar tidak sengaja mendengar percakapan mereka.
"baby bukan uang yang ku mak-"belum selesai Rafendra berbicara,anggi sudah melenggang pergi tanpa dosa.
"aku mau istirahat,kau kalau masih mau disini bersama Bimo dan lingga,lakukan saja aku mau ke kamar"ucap anggi tanpa sadar ekspresi syok dari suaminya.
begitu membuka pintu,anggi nampak heran dengan Bimo ,lingga dan beberapa pria berjas hitam yang nampak memegangi perut mereka dengan wajah seperti menahan sesuatu,Anggi masa bodoh dan berlalu pergi.
sepeninggal Anggi pecahlah tawa semua anggota Blood Eagle yang menjaga didepan pintu,bahkan kini Bimo dan lingga sudah merasa kram pada perut mereka akibat tertawa terlalu lepas.
"wah bos,kau meminta uang pada istrimu,ck ck ck,apa.kau sudah jadi miskin sekarang bos"goda lingga sambil menghapus air mata disudut matanya.
lingga tidak sadar akan perubahan semua orang yang melihat aura gelap yang terpancar dari ekspresi Rafendra.pria cantik itu masih asik dengan tawanya.
"lingga ikut aku sekarang,sepertinya aku butuh sparing partner boxing"ucap Rafendra dingin,mata kelamnya memandang tajam pada lingga.
deg!!!!!
"matilah aku"batin lingga.
"heheheh,maaf bos,kakak ipar tadi berpesan agar bos segera menemui di kamar,ia sudah menunggu"jawab lingga tergugup,kini seakan jantungnya seperti dipompa maksimal,sungguh bosnya itu memiliki aura iblis jika sedang bad mood.
"benarkah?oh baiklah,dengar jika tidak bersiaplah kau akan menjadi lawanku di arena "smirk devil Rafendra membuat semua orang bergidik ngeri.
"hahaha,bersiaplah kau sobat ,tak sabar aku melihat kau babak belur ,hei kawan kawan,nanti sediakan pop corn dan soda kita akan menonton pertandingan langsung secara gratis"ucap Bimo tertawa puas diatas penderitaan lingga.
"sialan kau,kenapa kau tak bilang bos ada dibelakang kita jika aku habis nanti oleh bos aku tidak ikhlas,kau tau aku belum menikah"rengek lingga penuh kepanikan.
"hahahha itu urusanmu kawan,bersiaplah menjadi samsak"Bimo berlalu pergi dengan tawa tanpa dosa meninggalkan lingga yang sudah pucat pasi.
"Tuhan selamatkanlah aku"batin lingga panik.
************
ceklek!!!!
Rafendra.masuk kedalam kamar pengantin mereka,ditelisik nya seluruh ruangan yang namoak kosong.
"kemana istriku itu?"gumam Rafendra .
terdengar suara gemericik air dari balik kamar mandi.
senyum menyerigai Rafendra terbit menatap ke arah kamar mandi tempat Anggi sedang membersihkan diri.
segera Rafendra mengganti bajunya dengan sebuah kaos santai putih polos dan celana kain pendek selutut,berbaring dengan tenang diatas ranjang sambil menunggu istrinya keluar dari kamar mandi.
dengan menggunakan jubah mandi berwarna hijau serta air yang menetes dari rambut panjangnya,Anggi berjalan keluar menuju meja rias di kamarnya tanpa sadar akan keberadaan Rafendra yang nampak tersenyum puas di atas ranjangnya.
perlahan lahan Rafen turun dan menghampiri istrinya itu.
tangan kekarnya melingkar indah di perut ramping istrinya,dibaliknya tubuh sang istri menghadap nya.bibirnya mulai mengecupi setiap sudut dari wajah istrinya.
cup!!!!
cup!!!!
cup!!!!
cup!!!!
anggi masih diam mematung mencoba mencerna situasi yang diciptakan suaminya itu.
deg
deg
__ADS_1
deg
"Rafen ap apa yang kau kau sedang lakukan,lepaskan "ucap Anggi gugup kini jantungnya seakan ingin meledak.
"baby,bukannya tadi aku sudah katakan bahwa aku minta jatah ku,aku sudah menahannya begitu lama ,kau membuat suamimu ini gila"ucap Rafendra dengan suara mulai serak dan berat.
Anggi dapat melihat bola mata suaminya mulai berkabut penuh gairah,nafasnya mulai berat.
dikecupnya seluruh wajah istrinya lembut.kening,mata,hidung ,dan kedua pipi mulus istrinya lembut.
Rafendra menatap intens bibir ranum istrinya,diangkatnya tubuh sang istri menuju ranjang king size dikamar mereka.
cup!!!!
"bibirmu sangat manis baby,aku sangat beruntung bisa memilikimu sebagai istriku"ciuman dan lumatan Rafendra begitu lembut dan penuh perasaan membawa mereka seakan terbang melayang.
Rafendra seakan lupa daratan,dicumbuinya tubuh istrinya menggebu gebu.
puas dengan bibir sang istri,ciuman itu turun ke leher jenjang istrinya ,dikecup,dilumat,bahkan dihisapnya leher putih nan mulus istrinya.
"aaahhhhh"
Anggi mendesah mendapatkan perlakuan dari pria yang sudah berstatus sebagai suaminya itu.
tanda kissmark dimana mana memenuhi leher Anggi meninggalkan becak merah terang disana.
Rafendra nampak puas akan hasil karyanya pada tubuh indah istrinya.
"mendesahlah baby,sebut nama suamimu ini"Rafen semakin berkabut dan dengan sekali sentak jubah anggi terbuka sempurna.
"sungguh sempurna dirimu istriku"Rafendra tak henti hentinya memandang tubuh polos istrinya.
dilumat dan dicecapnya kembali seluruh tubuh istrinya dengan penuh gairah.
"ahhhhh akhhhahhh"desahan keduanya mengisi seluruh kamar pengantin tempat terjadi pergulatan panas pengantin bbaru itu .
"pe ahhh pelan raf akh Rafen"ucap Anggi ditengah cumbuan suaminya itu.
"baby,bolehkah?"tanya Rafen lembut sebelum memasuki sang istri.
Anggi mengangguk pasrah.
"jika sakit kau boleh mencakar atau menarik rambutku,jangan ditahan sayang"ucap Rafendra tersenyum lembut.
"AKKKKHHHHHHAAA"Anggi berteriak menahan sakit akibat cumbuan Rafen,dicakar nya bahu kekar suaminya sambil menahan sakit pada ** *** miliknya.
nampak darah mengalir diantara kedua paha anggi,selaput daranya telah terkoyak,namun anggi bahagia karna suaminya lah yang sudah mendapatkan mahkota miliknya.
suara desahan dan teriakan memenuhi kamar yang menjadi saksi akan pergulatan panas pasutri itu.
keduanya nampak terengah engah dengan nafas yang saling memburu.
" terima kasih baby,sekarang tidurlah"Rafendra dengan lembut membawa tubuh istrinya kedalam dekapan hangat dan memeluknya erat dibawah selimut tebal yang menutupi tubuh polos keduanya.
"Rafen,berjanjilah jangan pernah tinggalkan aku"ucap anggi sambil membalas pelukan suaminya itu.
"tidak akan pernah baby,kau hidupku kau adalah cahaya penerang hatiku,jangan pernah berfikir aku akan seperti Devan meninggalkan mu,hanya maut yang akan memisahkan kita,jika kau pergi aku akan menyusulmu kemanapun kau pergi"Rafendra mengecup sayang kening sang istri sebelum sama sama menemui sang mimpi.
holla,El rada ngeri nulis chap ini,so........para reader boleh berimjinasi sendiri,maaf kalo fellnya belum ngena.
well......jangan lupa janga jadi pembaca gelap ya,tinggalkan jejak berupa vote,like n komen buat El😁
TBC.........
__ADS_1