Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Fell the romance


__ADS_3

hai all maaf x kalau El bakal telat up,tetap tinggalkan vote,like & komen....arigatou😁


🍀🍀🍀Cindrella step sister🍀🍀🍀



☕happy reading☕


hembusan angin musim dingin tengah menerpa kota London,membuat setiap orang semakin menarik erat jaketnya demi sedikit menghalau angin dingin cuaca yang mulai menusuk kulit.


sebuah mobil sport Lamborghini Avendor hitam yang berisi 3 orang pria tampan tengah melaju membelah jalanan kota London.


"hei Bimo,kau yakin bos suruh kita ke Rumah sakit Pusat,kenapa tidak langsung Charles saja merepotkan sekali"si pria manis mulai menggerutu kesal,lingga nampak jengkel karna pagi pagi sekali tidur cantiknya harus terganggu karna printah sang bos yang tidak bisa dibantah apalagi ditolak,poor lingga.


"diamlah kau selalu berisik"kesal Alex sembari pandangannya fokus menyetir kedepan.


"jika Charles sedang tidak di Manhattan,sudah tentu kita tidak sampai turun tangan begini lagipula sekaliankan kau dan Alex langsung ke pabrik mengecek stock"ucap Bimo jengah mendengar lingga tak ada hentinya mengoceh.


"ia ia cerewet"grutu lingga jengkel.


"tak sadar diri"ucap Alex dongkol.


begitu sampai di rumah sakit tempat tujuan ketiga pria tampan tersebut,tak ayal semua pandangan mata melihat takjub pada ketampanan mereka.


lingga dengan wajah manis penuh senyum tak berhenti menebar jala keplayboyannya,berkedip mata memandang para wanita yang menatap mereka lapar.


Bimo dengan wajah datar tak mau ambil pusing dengan bisik bisik serta teriakan kagum para wanita yang terus melempar tatapan genit pada ia dan kedua rekannya,salahkan saja pada wajah tampan ketiganya.


Alex pria tampan itu trus saja menguap malas dan tidak perduli pada sekitar terus berjalan dengan wajah malas ,salahkan saja sang bos tirani seperti Rafendra yang tak membiarkannya istirahat dan harus lembur mengecek pabrik senjata milik BE hingga pukul 3 pagi,poor Alex.


"kyaa siapa mereka tampan sekali"


"astaga apa mereka aktor"


"oh astaga,aku mau salah satu dari mereka"


"hei tampan kenalan dong sama kita"


"bla bla bla"


Bimo dan Alex hanya menampilkan wajah datar dan tak mau ambil pusing mendengar teriakan penuh pemujaan para wanita yang ada disekitar mereka,namun si pria manis alias lingga nampak berbinar dan mengedip mata menggoda para wanita yang tengah memandang penuh puja ,tak ayal ulah lingga membuat para wanita itu semakin berteriak histeris.


"bodoh,berhenti bersikap seperti pria kurang belaian,merepotkan"ucap Alex jengah.


"benar,teriakan mereka membuat kuping ku sakit"tambah Bimo menatap kesal pada lingga.


"hei jangan salahkan aku,salahkan saja pada wajah tampan ku ,susah memang jadi orang ganteng"ucap lingga dengan penuh percaya diri.


Bimo dan Alex saling melempar pandangan jengah akan kepercayaan diri lingga.


"dasar childish"ucap Bimo dan Alex kompak.


lingga hanya angkat bahu acuh akan ucapan kedua rekannya,dalam hidup lingga ia memiliki prinsip.selama semua bisa dinikmati kenapa tidak.


"hei bimo kenapa tidak suruh saja prof Lamington ke rumah sakit BE,bikin repot saja"ucap Alex bosan.


"jika serum racun itu tidak penting,tentu saja bukan kita yang diutus,sudah diam"omel Bimo kesal.


Alex hanya mendengus kesal dan lingga tertawa nista melihat wajah suram Bimo.


"selamat datang Mr Bimo,Mr Alex dan Mr lingga,saya tidak menyangka tiga tiang penopang BE sekaligus yang datang"ucap prof lamington senang.


"tidak usah banyak basa basi profesor,kami tidak ada waktu"ucap Alex mulai bosan.


"berikan saja serum Charles dan urusan kita beres"tambah Bimo datar.


"wah wah wah kalian sangat tidak sabaran,baik tunggu sebentar"ucap prof Lamington terkekeh.


tak lama pria tua itu masuk ke sebuah ruangan dibalik meja kerjanya dan tak lama keluar dengan sebuah koper sedang berwarna coklat tua.


"bawalah dengan hati hati,serum ini sangat berbahaya ,aku dan Charles butuh waktu lama menciptakan racun ini,dan penawarnya dalam masa uji coba,jika ada sedikit saja masalah kepala kalian bertiga jadi bayarannya,hahaha"ucap prof Lamington tertawa riang,namun percayalah jika orang lain mendengarnya mereka sudah pasti akan jatuh pingsan,namun ketiga pria tampan itu hanya nampak acuh tak mau ambil pusing.


"baik,kami pergi"ucap Bimo setelah menerima koper berisi serum racun hasil penelitian Charles dan lamington yang akan digunakan dalam senjata biologi BE.


"kalian duluan saja ke mobil aku ingin ketoilet sebentar"ucap Bimo sambil berlalu tanpa perduli balasan kedua rekannya.


tak mau ambil pusing Alex langsung berjalan menuju parkiran mobil mereka diikuti lingga dari belakang.


*********

__ADS_1


"ini semua gara gara Thomas memaksa menemaninya minum,sekarang perutku jadi gak enak begini"kesal Bimo mengingat bagaimana untuk merayakan keberhasilan operasi besar BE semalam,Thomas dengan keras kepala mengajaknya minum sampai pukul 4 pagi dan kini badan Bimo seakan remuk dengan perut serasa berputar.


"awas jika aku bertemu denganmu nanti Thomas,akan kuhabisi kau"ucap Bimo sembari memuntahkan isi perutnya.


dan disisi lain Thomas mulai bersin dengan bulu kuduk mulai meremang.


dengan langkah pelan dan gontai,Bimo berjalan keluar sembari mengangkat panggilan telponnya.


"*hei kau lama sekali,kau tidak matikan dalam toilet"ucap lingga tanpa dosa.


"hm tunggu dasar cerewet"ucap bimo kesal.


"hei Alex mengomel katanya seperti menunggu nenek nenek menyebrang jalan,kau lama sekali"suara lingga nampak menahan tawa dari sebrang.


"berisik aku tutup*"


Bimo menutup telfonnya kesal sembari menahan rasa pusing dan


Brugkh...........


tubuh Bimo dengan tidak etisnya menabrak seorang wanita yang menyebabkan kertas kertas yang dibawa wanita cantik itu bertebaran.


meski tubuhnya lemas,namun dengan gerak refleks Bimo menarik pinggang wanita cantik itu agar tidak sampai terjatuh,jika dilihat dari sudut pandang lain mereka nampak sedang berpelukan mesra.


"hei nona kau-"belum selesai berbicara Bimo seakan membatu ditempatnya.


Deg.............


"maafkan aku,astaga kau sakit Mr wajahmu nampak sedikit pucat"ucap wanita dengan setelah jas layaknya seorang dokter dengan stetoskop nampak melingkar dilehernya.


tangan halus nan lentik itu mulai naik menyentuh kening dan kedua pipi Bimo,dan Bimo hanya diam mematung sembari memejamkan mata meresapi sentuhan wanita cantik yang sudah beberapa waktu lalu mulai merusak fikiran nya.


"aku tak apa miss,hanya sedikit pusing saja"ucap bimo sembari menggenggam tangan halus yang sedari tadi memberi getaran aneh pada hatinya.


keduanya nampak belum sadar dan saling memberi tatapan dalam seakan berusaha menyelami pandangan masing masing.


"eh,maaf bisa kau lepaskan aku"akhirnya sang wanita mulai tersadar akibat bisikan serta pandangan para pengunjung rumah sakit serta rekan sesama pekerja medis yang bekeja ditempat yang sama.


"hm,maaf nona"ucap bimo berusaha nampak biasa meski jantungnya seakan berdetak cepat.


nampak keduanya diam dan hening untuk sejenak dimana Bimo tengah asik memandangi wajah Cantik dihadapannya,dan sang wanita tengah sibuk dengan fikiran nya.


"eh ia Zeline Prameswara"ucap zeline kikuk sembari membalas menjabat tangan Bimo dan


DEG......DEG.....DEG......


jantung Bimo seakan dipenuhi jutaan bunga yang sedang mekar ada aliran listrik yang menjalar kala kulit mereka bersentuhan dan Zeline hati gadis itu berdesir hangat dengan seakan ada ribuan kupu kupu menggelitik perutnya.


Bimo tersenyum hangat dan Zeline nampak blusing ria.


"kau cantik miss Zeline"ucap Bimo tulus.


"terimakasih Mr Bimo"ucap zeline gugup.


tak lama mereka harus berpisah karna asisten zeline datang dan mnginggatkan Zeline akan jadwal cek pasien nya.dan Bimo harus menahan diri agar tidak mencakar wajah tanpa dosa lingga yang tak ada hentinya meneror dengan pesan singkat sebelum ia kembali ke mobil .


wajah Bimo kini nampak berbinar penuh kebahagiaan entah kemana rasa sakitnya tadi,cinta memang obat paling mujarab.


"kau sudah jadi gila Bimo,berhenti tersenyum aneh,aku merinding melihatnya"ucap Alex menguap malas.


"kau kesambet setan rumah sakit Bimo?"ucap lingga tanpa dosa.


Plak...........


dengan tanpa dosa Bimo menggeplak jengkel kepala lingga ,hingga membuat lingga kaget,syok dan meringis jengkel.dan Alex pria itu malah menyengir sambil menutup mata mencoba tidur di kursi penumpang.


"yak,sialan kenapa kau memukulku"ucap lingga tak terima.


"diam dan jangan suka sembarangan yah benar aku sudah kesambet dengan setan cantik rumah sakit tadi"ucap Bimo tersenyum lebar.lingga bergidik melihat senyum lebar Bimo dan Alex mulai melirik sedikit tertarik bahasan Bimo.


Grep........


dengan sadis nya lingga menarik rambut Bimo tanpa beban.


"mana ada setan Cantik ,dan kau Bimo kan kawan kami,siapa kau ayo keluar dari tubuh kawanku"ucap lingga melotot tajam menatap wajah emosi Bimo.


"kau kira aku kesurupan apa,sialan aku sedang menyetir jangan mengada ada"ucap.bimo jengkel.


"mana tau ada setan memasukimu"ucap lingga enteng.

__ADS_1


Plak......


dengan emosi Bimo menggeplak kembali kepala lingga lebih keras.


"isshh yak,kau gagak hitam sialan kau mau membuatku jadi bodoh"lingga meringis mengusap kepalanya yang mendapat salam sayang Bimo.


"hahahahha kau memang sudah bodoh lingga"Alex tertawa puas melihat Bimo tak berhenti menyiksa lingga meski ia tengah mengemudi,si lingga ini memang harus di beri pelajaran sedikit agar otak karatannya sedikit bekerja,poor lingga.


"huaaa tega sekali kalian para pria tua membuliku"ucap lingga menangis Bombay dan hanya ditanggapi malas oleh Bimo serta Alex.


asik berdebat unfaedah tiba tiba pandangan lingga melihat seorang gadis tengah berlari dan dibelaknganya ada sekitar 4 orang pria berpenampilan layaknya preman mengejar gadis itu.


"BIMO BERHENTI"teriak lingga spontan.


Ckittt.........


"hei bodoh,kenapa denganmu "ucap Bimo jengkel dan terpaksa menginjak rem mobilnya dan Alex harus bersabar karna dengan tidak etisnya tubuhnya menghantam kursi depan lingga karna ia memang tidak memakai seatbealt tadi,jadi naas tubuhnya terhunyung tanpa adanya penahan.


lingga entah mengapa tersulut emosi melihat gadis yang bahkan bukan siapa siapanya hendak dilecehkan.


"lepaskan dia"ucap lingga menatap tajam dan dingin pada ke 4 pria yang sudah mulai merobek baju gadis itu.


"hei,ada pahlawan kesiangan rupanya"ucap salah satu dari ke 4 preman tersebut.


lingga hanya menatap dingin pada mereka,dan pandangan lingga kini teralih pada keadaan seorang gadis yang tampak mengenaskan dengan baju yang telah koyak dan air mata yang terus mengalir deras.emosi lingga sudah diubun ubun dan wajah manis itu mulai mengeras menahan amarah.


**Srakh.....


Sreet.....


Wush......


2** buah belati melesat cepat tanpa seorangpun sadari dan sukses menancap di kaki dua orang preman tadi .


"AAAKKKGHH ,SIALAN SIAPA YANG MELEMPAR BELATI INI"teriak pria dengan bekas luka melintang dimata kirinya.


"jika kalian tidak pergi juga,yang berikutnya akan kuoastikan menembus jantung dan menancap dimata kalian"ucap lingga dengan suara dingin mencekam.


ke 4 preman itu mulai bergidik ngeri,namun karna melihat ukuran tubuh mereka lebih besar dari lingga dan jumlah mereka lebih banyak ,ke 4 preman tersebut dengan bodohnya balik menatap remeh pada lingga.


sementara itu Bimo dan Alex hanya menyerigai menatap 4 orang preman bodoh yang sudah mulai bermain main dengan seorang psikopat berwajah malaikat seperti lingga .


"wah,kasihan sekali orang orang bodoh itu"ucap Bimo menyeringai sadis.


"merepotkan saja,kuharap lingga cepat aku mulai bosan"ucap Alex menguap malas,sungguh ia ingin tidur sekarang.


sementara lingga tanpa banyak bicara langsung melesatkan 4 buah belati penuh racun kearah 4 preman tadi dan sukses menancap pada jantung masing masing.


"AKKGHHH"teriak mereka dimana racun dari belati lingga mulai terasa membakar jantung mereka.


"si....siapa kau sebenarnya"ucap preman tersebut terbata bata.


"BE"ucap lingga menyeringai sadis,dan itu cukup membuat para preman tersebut melotot horor,siapa yang tidak tau BE kelompok mafia kejam tanpa ampun jika merwka terusik maka mati adalah jawabannya.


lingga berjalan perlahan meninggalkan korban ya dan mendekat ke arah seorang gadis yang tengah meringkuk bergetar takut di dekat mobil Audi putih.


dengan isyarat pandangan ,Bimo dan Alex mengerti dan segera meninggalkan lingga bersama gadis itu .


"kau tak apa,tenanglah sudah aman sekarang"ucap lingga tersenyum lembut,dan tanpa sadar gadis itu bangun dan menerjang lingga ,gadis itu memeluk dan menangis terisak didada bidang lingga.


"hiks....hiks... terimakasih kau hiks....sudah menolongku"ucap gadis itu terisak.


"lingga,namaku Lingga Stevano,siapa namamu nona,dan alamatmu dimana biar kuantar saja"ucap lingga sembari mengelus punggung gadis itu menenangkan.


"Yura ,aku tinggal di alamat Aragon hill"ucap Yura pelan.


"baiklah apa kau bawa mobil,apa kita panggil taksi saja?"tanya lingga sembari tersenyum lembut


**Blush......


Deg**.......


Yura nampak merona malu melihat senyum secerah mentari lingga,dan lingga entah bagaimana merasa berdebar melihat tatapan polos Yura.


"ini ku....kunci mobilku dan sekali lagi te....terima kasih lingga"ucap yura gugup.


"anything for you beautiful girl"ucap lingga tanpa sadar membuat rona merah semakin jelas di wajah yura.


TBC.......

__ADS_1


wah semua bakal nemu true love nih,buat dewi sabar ya ada chap nya nanti..........


__ADS_2