
hay hay para reader terkece,jangan lupa budayakan memberi support pada kami dengan memberi like ,coment and bintang buat karyaku.
segala dukungan kalian sangat berarti demi semangat kami terus menulis....
apa sih nih outhor lagi gajex๐๐๐๐
ih sewot kalian๐๐๐
hahahaha
ok gak banyak ngejeblak lagi deh....
HAPPY READING๐๐
tiba diparkiran kampus Devan langsung menarik tubuh anggi ke dalam pelukannya,ia tau meski anggi terlihat sebagai gadis yang sangat kuat dan tegar,pasti didalam hatinya juga sama seperti gadis lain,ia menangis dalam hati dengan wajah dingin dan datar sebagai topeng luka hatinya.
hal yang dilakukan Devan sontak membuat Bagas terkejut,namun keterkejutannya hilang setelah rianti diam diam menjelaskan kedekatan anggi dan devan.
Bagas yang sudah menganggap anggi layaknya putrinya sendiri akhirnya senang karna anggi mulai membuka diri pada orang lain.
sementara itu anggi yang terkejut atas perbuatan devan hanya bisa pasrah,hatinya sudah lelah dan ingin menangis dalam pelukan laki laki yang entah kapan sudah mulai menghadirkan rasa damai dan aman dihatinya.
namun kemarahan membuat air matanya tidak bisa keluar,dia hanya diam di dalam pelukan hangat devan,memejamkan matanya dan menghirup wangi mask dari tubuh devan.
akhirnya mereka semua pulang, Hari semobil dengan dewi,sedangkan anggi lebih memilih bersama Bagas dan rianti,kemudian devan dan davin mengikuti dari belakang.
setelah sampai di rumah Hari,Hari meminta kepada semua orang untuk pulang,karna ia ingin menyelesaikan masalah kedua putrinya,awalnya Bagas tidak setuju,namun karna anggi mengatakan bahwa ia tidak apa apa maka terpaksa semua orang akhirnya pulang dengan berat hati.
sebelum meninggalkan anggi,devan terlebih dulu kembali memberikan pelukan hangat pada anggi,mengecup keningnya dan mengusap bibir anggi yang sedikit berdarah.
dewi semakin memupuk kebencian pada anggi,karna davin bahkan tidak mau melihat wajahnya dan memilih berpamitan pada rianti dan juga anggi dari pada sekedar bermanis manis dengan dewi.
sepeninggalan semua,Hari mengambil langkah seribu memasuki rumahnya penuh amarah,winda yang melihat kemurkaan di wajah suaminya,dan penampilan yang berantakan di kedua putrinya sangat terkejut,dan dengan refleks memeluk anggi dan dewi,namun ditepis oleh anggi.
"Astaga mas Hari dewi,anggi kalian ini kenapa"tanya winda khawatir,dengan refleks mendekati kedua Putrinya dan ingin memeluk mereka
"tidak usah perduli kan saya,urusan saja putri anda nona besar DEWI ADIJAYA"anggi menjawab sambil menepis kasar tangan winda,membuat Hari semakin geram,ia berfikir tidak mungkin dewi sampai begitu marahnya pada anggi jika anggi tidak menyulut emosi dewi,karna Hari tau bahwa selama ini dewi adalah seorang gadis yang baik dan tidak suka mencari ribut dengan orang lain.
rupanya hal yang dipikirkan Hari juga winda istrinya serupa,tanpa bertanya mereka sudah meyakini bahwa pasti anggi dan semua sikapnya lah yang membuat sampai dewi kehilangan kesabarannya.
"ANGGI SUDAH CUKUP KAMU MENGUJI KESABARAN SAYA,WALAUPUN SAYA BUKAN AYAH KANDUNG KAMU,ITU TIDAK MEMBUAT KAMU BISA SEENAKNYA BERSIKAP TIDAK SOPAN PADA ISTRI SAYA DAN JUGA DEWI,PAHAM KAMU"maki Hari geram dengan suara meninggi.
"bener pah,anggi sudah mencoba merebut kak davin dari dewi,maka ya dewi kasih dia pelajaran"jelas dewi memanas manasi Hari.
"APAPUN ALASANNYA KAMU TIDAK SEPANTASNYA BUAT KERIBUTAN DEWI,KALIAN BERDUA AKAN PAPA KASIH HUKUMAN,MENGERTI DAN JANGAN BERANI MEMBANTAH PAPA"tegas Hari.
"BI SUM,AMBILKAN SAYA ROTAN DI RUANG KERJA SAYA,CEPAT"teriak Hari.
sontak winda yang mendengar amukan suaminya segera memeluk Hari dan mencoba menenangkan ya,sedangkan dewi sudah gemetaran,ia tahu dulu ayahnya pasti Akan mencambuk betisnya dan tommi jika mereka membuat kesalahan fatal,dan sekarang karna perbuatan mereka dikampus tadi dewi akan kembali merasakan pedasnya cambukan papanya.
__ADS_1
"jangan mas,mereka sudah dewasa,jangan mas pukul lagi seperti anak anak,kasian dewi juga anggi mas,beri hukuman yang lain saja mas jangan dicambuk"tangis winda.
"hiks,,,,hiks,,,,hiks ampun pah,dewi gak akan ulangi lagi tapi jangan cambuk dewi pah"rengwk dewi.
namun Anggi hanya diam dengan tatapan kosong tidak terkejut apa lagi menangis seperti dewi.
bi sum tergesa gesa membawa cambuk setelan teriakan marah dari tuannya.
"tidak bisa ma,justru karna mereka sudah Dewasa harus tau baik dan buruk,apa yang mereka lakukan sudah membuat malu papa mah"tegas Hari.
tanpa membuang waktu hari langsung mencambuk kedua kaki anggi dan dewi.
(bayangin sendiri suara orang kalo dicambukya,soalnya author gak bisa jelasin๐)
suara cambukan terdengar keras menggema di seluruh ruang keluarga rumah mewah Hari,disertai jeritan pedih dewi.
"am,,,,am,,,ampun ayah dewi,,,,dewi menyesal,,,,ti,,,tidak a,,,,a,,,kan lagi bertengkar,,,dengan ang,,,,anggi yah"racau dewi terbata bata sampai kegelapan datang dan akhirnya dewi pingsan.
namun anggi bahkan hanya berdiri tanpa ekspresi walaupun sudah beberapa kali terkena cambukan dari Hari,dewi yang sudah 5 kali mendapat cambuk dari papanya langsung jatuh pingsan dan segera dibawa ke kamarnya oleh winda,sangking paniknya keadaan dewi,winda sampai lupa bahwa Anggi pun juga sedang menerima hukuman yang sama oleh Hari,sepeninggalan winda dan dewi,Hari mulai sedikit lelah dan bingung karna Anggi tidak sedikitpun terlihat menangis bahkan tidak ada tanda tanda akan pingsan seperti dewi.
karna kasihan akhirnya Hari memanggil Bi sum untuk membantu Anggi kembali ke kamarnya,begitu Bi sum datang ingin membantu anggi,segera ditolak oleh anggi.
"tidak usah bik saya masih kuat dan anda pak Hari Adijaya apakah sudah puas anda memberi hukuman pada saya,bahkan ayah saya saja tidak pernah main tangan kepada saya,satu hal yang harus anda tau,saya membiarkan anda mencambuk saya bukan berarti apa apa,itu hanya ungkapan rasa terima kasih saya karna anda mau menerima permintaan terakhir papa saya untuk saya bisa tinggal dengan ibu kandung saya,tapi saya pastikan tidak lama lagi anda dan Keluarga anda akan terbebas dari kewajiban anda atas saya,permisi"dengan suara yang datar dan dingin anggi meninggalkan Hari yang sangat terkejut dengan kata kata anggi,dengan langkah tertatih tatih anggi berjalan menuju kamarnya,walaupun Bi sum mencoba ingin membantu tapi anggi selalu menolak,ia tak ingin terlihat menyedihkan dan lemah dimata orang lain.
sementara itu dikamar dewi,dewi terkena demam dan terus meminta winda menemaninya,setelah memberi salep pada luka luka dewi,windapun tidur sambil meluk dewi,winda merasa kasihan pada dewi,karna dewi selama ini sudah biasa bersikap manja dan manis terhadap winda,hingga tanpa winda sadari dia melupakan kondisi anggi,karna dewi yang terus saja memeluk winda sepanjang malam dan tidak mengizinkanya pergi.
lain halnya Anggi,setelan menutup dan mengunci pintu kamarnya dia memberi salep pada lukanya,salep yang diberikan oleh Bik sum sebelumnya,rasa perih pada lukanya tidak sebanding rasa sakit dihatinya,karna bahkan ibu kandungnya pun tidak datang untuk melihat kondisinya barang sejenak saja.
dalam kesedihan ya anggi teringat pada mendiang ayahnya Aksan Hermawan laki laki yang selalu memberikan Anggi kasih sayang seorang ayah yang sempurna.
air mata yang sedari tadi ditahan oleh anggi akhirnya tumpah dengan derasnya.dengan tubuh yang bergetar anggi meringkuk di samping
ranjangnya,anggi menangis tanpa suara.
"Ayah anggi kangen ayah
anggi merindukan kasih sayang ayah
hiks,,,,,hiks,,,,hiks
jika Tuhan tidak mengambil ayah,anggi tidak akan seperti ini yah
mama gak pernah berubah semua perhatianya itu palsu yah,anggi tidak ingin tinggal disini yah,kenapa ayah meminta anggi bersama wanita itu kenapa yah?.
jika suatu hari nanti anggi lebih memilih meninggalkan mama winda,anggi harap ayah mengerti,anggi sayang ayah,anggi rindu pelukan ayah,anggi rela ayah pergi karna Tuhan lebih sayang ayah
hiks,,,,,hiks,,,,,hiks
Tuhan tolong anggi,kuatkanlah anggi,anggi membutuhkan seseorang seperti ayah,tolong bantu anggi ya Tuhan"anggi bergumam dalam hati sebelum akhirnya terlelap dalam balutan luka dihatinya.
#Devan pov#
setelah melepas pelukanku dari anggi ada rasa sesak dihatiku,dapat kulihat tatapan tidak rela dimata indahnya,bahkan saat om Hari meminta kami pulang pelukan anggi semakin mengerat di tubuhku.
aku tidak rela meninggalkan gadis rapuh yang berpura pura tegar itu,walaupun dia bisa menipu semua orang dan menampilkan pribadi yang kuat,tapi aku tau pasti bahwa hatinya sangat terluka.
aku berikan pelukan dan kecupan menenangkan untuknya sebelum kulepaskan dia.
__ADS_1
entah mengapa malam ini aku tidak bisa tidur,pikiranku terus mengingat anggi,bagaimana keadaanya,sedang apa dia sekarang atau apa dia sudah mulai menangis,semua tengiang dalam pikiranku.
rasanya ingin aku berlari dan memeluknya tapi sekarang aku harus pergi ke bali,karna tadi pagi kepergianku sempat tertunda karna masalah yang dibuat oleh dewi kepada gadisku,cintaku.
kuputuskan menyuruh seseorang menjadi mata dan telingaku untuk anggi saat aku pergi.
#devan POV end#
lain hal dengan rianti dia sudah sangat gelisah di kamar nya,karna sedari tadi dia mencoba menghubungi anggi tapi tidak diangkat angkat.
akhirnya karna cemas rianti mengadu pada papa dan mamanya.
"pah,mah gimana ini Anggi gak angkat telfon aku"kata rianti cemas.
"memang dari kapan kamu hubungi anggi,rianti"tanya maya
"dari sore mah,saat kita antar dia pulang,lagian kalo rianti telfon selalu cepat diangkat sama anggi,rianti khawatir ma"jelas rianti.
"ya udah sekarang kita semua tengokin Anggi ke rumah Winda"saran Bagas.
akhirnya pukul 8 malam Bagas dan keluarganya ke rumah Hari untuk melihat keadaan anggi.
saat tiba di rumah Hari segera Bagas meminta asisten rumah tangga Hari memanggil anggi,karna saat ini Hari sedang keluar ke salah satu restoran ya.
namun karna lama menunggu akhirnya maya memutuskan melihat sendiri ke kamar anggi,betapa terkejutnya maya melihat kondisi anggi penuh luka cambukan di betisnya,refleks ia berlari memanggil suaminya.
"pa,,,,papa sini coba lihat anggi pah"tangis maya.
Bagas terkejut melihat Istrinya menangis langsung berlari menaiki tangga tempat istrinya berdiri,hal yang sama dilakukan rianti.
"kenapa mah,ada apa sama anggi"panik Bagas
"udah pah,papa liat aja sendiri mama gak kuat"tangis maya
segera Bagas dan rianti masuk melihat keadaan anggi,betapa terkejutnya Bagas dan rianti melihat anggi tidur tengkurap dengan banyak luka di betisnya.
"KURANG AJAR KALIAN SEMUA,HARI,WINDA DIMANA KALIAN BERANI SEKALI KALIAN MENYIKSA ANGGI"maki Bagas sambil berteriak penuh emosi.
sedangkan anggi yang terkejut atas teriakan Bagas segera dipeluk oleh Maya dan rianti yang sudah menangis sebelumnya.
Art segera Membangunkan winda dan menelfon Hari atas amukan Bagas.
winda akhirnya tersadar akan kondisi anggi,dia mengutikan kebodohanya karna telah melupakan Anggi.
"Bagas,Maya tenang dulu sebentar lagi mas Hari pulang,biarkan kami menjelaskan semuanya dulu"pinta winda panik.
"KURANG AJAR KALIAN SUDAH KUINGATKAN SEKALI KALIAN DULU JANGAN BERANI MENYAKITI ANAK SAHABAT KAMI,KALIAN TULI ATAU BODAH HAH"maki bagas sambil menggebrak meja ruang tamu.
"BENAR BENAR KALIAN INI TIDAK TAU DIKASIH KEPERCAYAAN,KALAU SAYA TAU TIDAK AKAN SUDI SAYA IZINKAN ANGGI DIBAWA KAMU WINDA"geram Maya sama emosinya dengan Bagas suaminya.
tak berapa lama Hari tiba dia langsung mendapat pukulan dari Bagas.
"BRENGSEK BERANINYA KAMU MENCAMBUK ANGGI,SAYA AKAN MENUNTUT KALIAN AKAN KASUH TINDAK KEKERASAN PADA ANGGI"maki Bagas
Winda yang panik akan ancaman Bagas segera memohon pada anggi,karna semua orang juga tau bahwa Bagas tidak pernah main main dengan ancaman ya.
hay hay tunggu episode selanjutnya ya,,,,
end boleh reguest nih buat jawaban anggi ke winda atas nasib Hari,kalo cocok aku jadiin chapter selanjutnya lho๐๐๐๐
__ADS_1