
#flasback on#
ctar!!!!
ctar!!!!
ctar!!!
sret!!!
sret!!!
suara cambukan terdengar memenuhi sebuah ruang kosong yang dipenuhi berbagai macam noda darah berceceran dimana mana.
seorang pria tengah mencambuki seorang laki laki dengan membabi buta.
"katakan,cepat katakan siapa yang menyuruhmu mencelakai bos kami?"
ctar!!!
ctar!!!
akkh!!!
"hentikan tolong berhenti"
"tuan muda tolong ampuni aku,aaakhhh"
suara rintihan dan teriakan menggema di seluruh ruang tersebut.
nampak seorang pria tampan duduk dengan penuh aura yang mampu membuat siapa saja bergidik ngeri,raut wajah datar disertai sorot mata setajam elang menatap tanpa ekspresi tubuh pria yang sudah terkulai lemah dihadapannya.
Rafendra menyerigai sadis menatap laki laki yang menjadi pemimpin musuh yang menyerang mereka sebelumnya,ia pria yang sudah mencari mati dengan berani mengarahkan senjatanya pada Rafen,namun sayang justru wanita yang ia kasihi yang terkena dampaknya.
"kenapa berhenti,siram dia buat Dia bangun"printah Rafendra dingin.
bimo yang melihat kesadisan bos nya hanya bisa menggelengkan kepala pasrah.
kini tubuh pria itu sudah di gantung dengan posisi seperti disalib di sebuah dinding.
byur!!!!
anak buah Rafen menyiram tubuh pria itu dengan keras,hingga akhirnya pria yang awalnya pingsan,terbangun kaget.
Rafendra mulai jengah,ia berdiri dan berjalan tenang ke arah pria yang telah disiksa sebelumnya oleh anak buahnya.
sret!!!!
Rafendra dengan sadis mulai menyayat kulit pria itu.
akhhhh
sakit
aaaakhh
ampun
pria itu terus berteriak memohon ampun pada Rafen.
"kutanya sekali lagi,siapa bos mu?jika kau berbohong akan ku potong potong tubuhmu dan memberi makan buaya peliharaan ku"ucap Rafen dengan seringai sadis diwajahnya.
"ba baik aku akan mengaku,tolong ampuni aku,aaakhh"teriak pria itu menahan sakit pada tubuhnya.
"bagus,bicara"ucap Rafen sambil mencengkram kuat rahang pria yang sudah terkulai lemas.
"di dia ketua black Orchid aku tidak tau siapa,dia selalu memakai perantara jika bertemu dengan para anggotanya"terang pria itu pelan.
"hehe,black Orchid hanya sekumpulan sampah yang mencoba menjadi berlian,mau main main dengan blood eagle ,baiklah kalian sudah bermain dengan lawan yang salah,hahaha"ucap Rafendra terdengar mengerikan.
"Bimo,suruh Alex datang menemui ku sekarang"printah Rafendra datar.
"baik bos"jawab Bimo cepat.
__ADS_1
"bunuh manusia sampah ini dan kirim ke markas black orchid,dan katakan kita akan berkunjung nanti"perintah Rafen sambil berlalu meninggalkan ruang penyiksaan markasnya di LA.
Rafendra segera menuju kamarnya di mansion mewah yang baru ia beli untuk ia tempati selama tinggal di LA.
mansion Rafendra di LA
(kayak istana guys,El juga mau sih kalo tinggal di mari😂)
Rafendra segera menuju arah kamar mandinya,sebuah ruangan bernuansa klasik dengan warna kayu pada dindingnya dan sebuah kaca besar ala kamar mandi para bangsawan ,ia menatap tampilan dirinya didepan cermin,senyum iblis terbit dari sudut bibirnya.
seorang pria dengan kemeja hitam berlumuran darah,serta wajah yang dipenuhi cipratan darah dimana mana,penampilannya sudah benar benar seperti pangeran dari neraka.
"wah Rafen,bagaimana kau akan menemui calon istrimu dengan penampilan bak iblis seperti ini,tinggal sepasang tanduk saja yang kurang,hahahaha"tawa seram Rafen memenuhi kamar mandi mewahnya.
"tunggulah cinta,aku akan segera membawamu bersamaku,aku akan melindungi dan mencintaimu dengan seluruh nyawaku,tidak akan kubiarkan kau terluka meski seujung rambut pun ,maafkan aku yang lalai menjagamu my baby"ucap Rafendra penuh sesal mengingat tubuh anggi yang jatuh tertembak didepan matanya.
Rafendra memegang dadanya yang serasa nyeri melihat wajah tenang anggi saat berada dalam gendongannya,lebih baik dia melawan banyak musuh dari pada melihat setetes darah dari gadisnya.
"baby,kenapa kau melakukan itu,kenapa kau melindungi ku?maaf,maaf aku gagal,dan aku berjanji ini yang terakhir"tanpa sadar setetes kristal bening jatuh dari balik manik hazel Rafendra.
Rafendra mengusap wajahnya kasar dan bergegas membersihkan diri agar bisa segera menemui gadisnya lagi.
tak terasa hampir 3 jam Rafendra meninggalkan anggi dirumah sakit bersama keluarga Houston dan beberapa anak buahnya yang berjaga disana.
dengan kemeja putih bersih serta rompi hitam senada dengan celana panjang yang dikenakan.lalu sepasang sepatu Derbi hitam lengkap dengan sebuah jam tangan mewah luxury menyempurnakan penampilan Rafendra,pemandangan yang mampu memanjakan mata setiap wanita yang melihatnya.
"Bimo,kau tunggu Alex tiba,setelah itu datang menyusul ke rumah sakit"ucap Rafen kemudian berlalu pergi.
"baik bos"_jawab Bimo cepat.
kini dengan mengendarai mobil mewah BMW i8 berwarna putih,Rafendra melaju menuju rumah sakit tempat anggi dirawat.
( gimana keren gak mobilnya pangeran Rafen😆😆)
tidak butuh waktu lama,dengan kecepatan dan kemampuan berkendara Rafendra yang lihai hanya butuh 20 menit untuk sampai di rumah sakit.
tak berapa lama, Mr jack dan Marvel keluar dari ruang dokter dan Rafen sudah bersembunyi dulu dibalik salah satu ruang rawat untuk mendengar apa yang akan dibicarakan Marvel dan ibunya,sebelumnya Mr jack
sudah meminta istrinya menenangkan putra mereka yang nampak sangat kacau,baik hati maupun pikirannya.
"bagus,sebaiknya kau mundur Marvel,valy hanya milikku dan selamanya akan menjadi wanitaku,istriku dan ibu dari anak anakku".
senyum terbit dari sudut bibir Rafen.
setelah cukup lama mengamati interaksi antar keluarga Houston terutama Marvel pada anggi,Rafendra membiarkan mereka sejenak sebelum ia mengambil alih seluruh urusan yang berkaitan dengan anggi.
#flasback off#
setelah nampak semua keluarga Houston pulang,dan Marvel keluar entah kemana,Rafendra masuk ke dalam ruang perawatan anggi.
Rafendra mulai duduk disamping ranjang anggi,diperhatikannya wajah damai anggi yang begitu teduh dimata Rafen.
berlahan tangan Rafendra mulai mengelus pucuk kepala anggi lembut,rambut panjang yang begitu halus dan harum vanila yang begitu manis tertinggal diantara jari jemari Rafen.
mata hazel Rafendra tak bosan bosannya memandangi wajah cantik dengan alis hitam tebal melengkung sempurna,hidung kecil yang mancung,bibir mungil berwarna pink sedikit pucat dan wajah halus seputih susu.
Rafendra terus menampilkan senyum tampan tak berhenti dari wajahnya.
"baby,cepatlah bangun aku
merindukanmu"ucap Rafen parau,kini senyum itu telah hilang diganti dengan kilatan amarah dibalik manik hazel matanya.
"tunggulah dewa kematianmu Dery,beraninya kau melukai istriku,mari kita lihat permainan mu"seringai mengerikan muncul dari wajah tampan yang sudah memerah menahan amarah.
dengan lembut Rafendra mengucup bibir pucat anggi,digenggamnya tangan putih nan mungil itu penuh sayang.
tak lama Marvel masuk kedalam
"sedang apa kau Rafen?"tanya Marvel datar.
__ADS_1
"apalagi pastinya melihat istriku kau pikir apa?"Rafen balik bertanya tak kalah datar.
"tidak usah banyak hal,pergilah aku akan menjaga Val"ucap Marvel mengusir Rafen terus terang.
"hahaha kau tidak berhak menyuruhku pergi,kaulah yang harus pergi valy istriku dan aku calon suaminya"jawab Rafen mengejek.
"bedebah kau Rafen,Val tidak akan pernah menikah denganmu sampai kapanpun jadi jangan sembarangan kau menyebutnya istrimu paham kau sialan"maki Marvel mulai emosi.
"kita lihat saja,apapun caranya aku akan menjadikan valy istriku dengan atau tanpa persetujuanmu Houston"balas Rafen dengan penekanan pada nama Houston.
terlihat kedua pria itu sudah nampak sama sama emosi dengan wajah merah padam serta tangan yang sudah terkepal erat siap saling beradu,hingga seorang dokter masuk dan menyadarkan keduanya.
"maaf tuan tuan,saatnya kami memeriksa keadaan pasien,tolong keluar dulu"pinta dokter melihat situasi ruangan pasienya mulai terselimuti aura gelap.
tanpa sepatah katapun keduanya langsung keluar dengan aura saling membunuh satu sama lain,sebelum keluar Rafen sengaja mencium anggi yang masih terpejam didepan Marvel untuk memanas manasi pria itu,dan terbukti wajah Marvel semakin menggelap tanpa sepatah katapun Marvel keluar dengan kemarahan memuncak dihatinya ,sementara Rafendra tersenyum smirk melihat kemarahan Marvel,dan dokter beserta beberapa perawat yang melihat mereka hanya bisa membuang wajah malu melihat adegan panas Rafen pada anggi,meski anggi belum siuman sekalipun.
"berikan perawatan terbaik,dan jangan kecewakan aku"ucap Rafen kemudian berlalu pergi.
"wah sungguh gila pria tampan itu,sangat mencintai istrinya"
"hei keduanya sangat tampan andai salah satunya menjadi milikku"
"yah seorang Houston dan seorang lagi Wiguna,wah benar benar beruntung gadis ini mendapat dua pria tampan kaya merebutkannya"
ucap para perawat itu melihat kepergian Rafen setelah Marvel.
"sudah sudah,lakukan pekerjaan kalian atau kita akan mendapat masalah dari dua pria penguasa itu"relai dokter Erwin ,dokter yang sedari awal menangani anggi menegur kelakuan para perawat wanita yang bertugas bersamanya.
"tapi gadis ini memang sangat cantik,pantas saja kedua pria itu memperebutkannya"batin dr Erwin.
setelah itu tidak ada suara apapun dari mulut para perawat itu,mereka kembali fokus memeriksa kondisi anggi.
sementara di taman rumah sakit Rafendra tengah menerima telfon dari Bimo.
"bagaimana Alex sudah sampai ?"tanya Rafen datar.
"sudah bos,apa kami menyusul bos atau kami tunggu di mansion?"tanya Bimo.
"kau persiapkan dokter terbaik di mansion aku akan membawa valy kesana,siapkan semua jangan ada kekurangan"perintah Rafen tegas.
"tu tunggu bos,apa nona valy sudah boleh pulang,dia baru saja di operasi dan keadaanya belum stabil bos,apa bisa kita bawa begitu saja?"tanya Bimo penuh kecemasan.
"sudahlah kau tidak usah banyak tanya,lakukan saja perintahku"jawab Rafen dingin.
"huft,baiklah bos"jawab Bimo pasrah akan sikap arogan dan tidak terbantahkan sang bos.
"valy,mari kita pulang ke istana kita baby,aku akan menjagamu disana tanpa kekurangan apapun"ucap Rafen dengan senyum menawan diwajahnya.
setelah selesai memeriksa keadaan anggi,dokter keluar dan mendapati Rafendra tengah berdiri sambil menyandarkan tubuh kokohnya di dinding depan kamar anggi.
"dokter,kita perlu bicara"ucap Rafen datar.
"ba bbaikalah Mr Rafendra,mari keruangan saya"ucap dokter Erwin gugup akan tatapan mengintimidasi Rafendra.
tanpa basa basi Rafendra berjalan mendahului sang dokter,sementara para perawat wanita hanya bisa melihatnya dengan tatapan penuh pemujaan.
"baik,siapkan kepindahan istriku,biar dia dirawat di mansionku dan semua fasilitas yang kau butuhkan akan kusediakan,kau tinggal katakan saja"ucap Rafen dingin dengan tatapan mata tajam.
dokter Erwin menelan salivanya gugup sekaligus kaget dengan perkataan Rafendra.
"ma maaf Mr Rafendra,itu sepertinya sangat beresiko,jika pasien dipindahkan dalam kondisi belum stabil,kami takut itu bisa membahayakan keselamatan pasien"terang dokter Erwin hati hati.
"tidak usah banyak alasan,ku bilang pindahkan itu artinya kalian harus memindahkannya,jangan mendebatku atau kuhabisi kau dokter"ucap Rafen santai namun terdengar Seperi petir di siang bolong bagi dokter Erwin.
"ba baiklah,kami akan memindahkannya hati hati,kapan anda ingin kami bertindak?"tanya dr Erwin takut.
"sekarang ,hhari ini juga,dan jangan katakan pada siapapun,jika ada yang bertanya suruh mereka menemuiku"jawab Rafen datar kemudian berdiri dan berlalu pergi.
"ya tuhan dosa apa yang telah kulakukan hingga harus berhadapan dengan orang orang berkuasa seperti Houston dan Wiguna"batin dr Erwin frustasi.
tak lama dr Erwin menelpon bagian pelayanan rumah sakit dan meminta mereka mengurus kepindahan anggi dengan ambulan yang sudah disiapkan khusus oleh Rafendra sebelumnya.
"tuhan kuatkanlah kami"batin dr Erwin.
__ADS_1
ok segini dulu ya guys,El lagi flu jadi nulisnya rada lama,maaf x jgn lupa kasih apresiasinya beri like komen n bintang koin,makasih all