Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
PLANING


__ADS_3

hai all maaf x sekarang ini CSS upx gak rutin,berhubung El banyak kesibukan lain dan itu membuat waktu nulis CSS gak ada ,mohon maaf ya๐Ÿ™........


jangan lupa tinggalin vote,like & komen buat CSS.......


ย 


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€Cindrella step sister๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


ย 


disebuah ruangan bernuansa putih terdapat tiga orang pria tampan tengah diliputi dengan suasana hati yang penuh binar kebahagiaan dimana sebelumnya mereka harus menahan sabar menghadapi tingkah absurd para istri yang membuat mereka dibuat pusing kepala.


Xavier terus saja tersenyum lebar dan tak ada hentinya tertawa tanpa dosa,Marvel pria itu tak kalah bahkan ia sudah tertawa terpingkal pingkal menginggat ulah mereka membohongi para istri,dan Rafendra pria itu terlihat lebih kalem dengan senyum tipis terbit dari wajah adonisnya.


"wah aku sebenarnya tidak tega menipu Selenia,tapi mau bagaimana lagi lama lama juniorku berkarat tanpa dirinya"ucap Xavier frontal sehabis menormalkan tawa bahagianya.


"hahahah kau benar kawan,Zoya juga pun sama seperti istrimu,tidak tega sebenarnya aku,tapi mau bagaimana lagi bisa bisa juniorku loyo tanpa Zoya istriku"ucap Marvel terkekeh geli.


"mulut kalian frontal sekali,hei Xavier aku tidak menyangka kau semesum itu pada adikku"ucap Rafendra dengan wajah datar dan senyum mengejeknya.


"ck,kau pun sama saja .kau tidak ingat siapa yang sering mengamuk seperti orang tak waras dikantor,membuat para karyawanmu harus menghadapi srigala yang kehilangan soulmatenya,oh ayolah kau bahkan lebih gila dari kami tuan muda Wiguna"ejek Xavier memandang puas wajah yang biasanya datar tanpa ekspresi itu kini nampak mendengus kesal.


"sudahlah kawan,kita ini sama saja lebih baik diam dan nikmati pelayanan dari para istri cantik kita,sama sama serigala saja kalian ribut"ucap Marvel jengah.


"hm"gumam Rafendra dalam hati membenarkan ucapan Marvel,pria itu juga merasa senang sekaligus geli mengingat mereka harus membohongi para istri agar terlepas dari hukuman mereka.


#flasback on#


disebuah ruang yang sekarang nampak berantakan dengan kertas kertas bertebaran dimana mana,seorang pria nampak kesal dan berjalan mondar mandir tidak tenang.


Ceklek.........


pintu terbuka menampilkan wajah 2 orang pria tampan yang tak kalah lusuh dan berantakan seperti pria didalam ruangan tadi.


Rafendra menatap datar pada kedatangan Marvel dan Xavier ,kedua pria itu tidak memperdulikan keadaan ruang kantor Rafendra yang seperti habis terkena hantaman badai.


"kau seperti orang tak waras kawan"ucap Marvel mengejek.


"tak sadar diri,lihat dirimu bodoh"balas Rafendra jengkel.


"huft,baru 2 hari dan aku sudah hampir gila"ucap Xavier lemas.


"hei aku punya ide,hanya saja kalian harus sedikit tegaan bila nanti istri istri kita sampai menangis"ucap Marvel tampak berfikir keras.


"apa"ucap Rafendra singkat,jelas dan tak ingin berbasa basi.


"kau jangan gila Marvel,istriku tengah hamil besar.aku tak ingin terjadi apa apa nanti"Xavier memandang Marvel tajam.


"kau mau tidak Val kembali mengizinkan kita menemui istri istri kita lagi,dan diam dulu dengarkan aku dengan tenang"jawab Marvel kesal.


"jelaskan"ucap Rafendra mulai kesal.


"bagaimana jika kita pura pura mengalami kecelakaan lalu-"ucap Marvel terpotong.


"APA,KAU GILA"teriak Xavier tak terpercaya.


"kau,kau jangan main main bodoh"ucap Rafendra mulai emosi.


"tunggu,dengar dulu jangan menyela"jengkel Marvel.


"jadi,kita pura pura kecelakaan lalu minta bimo memberi tahu Veleri,Selenia dan Zoya.ingat kita harus bisa membuat ketiga wanita tega itu yakin kondisi kita lalu BOOM drama dimulai.kau Rafendra pastikan para dokter itu mendukung rencana kita agar para istri iba dan membatalkan sisi hukuman sialan ini"ucap Marvel semangat.


"ide bagus,ok aku ikut"jawab Xavier cepat.

__ADS_1


keduanya melihat Rafendra,dan pria itu tersenyum menyeringai tipis tanda setuju.


"ok let's play the game"ucap Rafendra dengan smirk penuh rencana.


maka permainan dimulai,tak tanggung tanggung ketiga pria tampan itu memilih mobil Lamborghini avendor milik Rafendra sebagai tumbal dalam rencana mereka,dan Rafendra hanya mengangkat bahu acuh dan tak perduli jika nanti mobilnya hancur sekalipun.


sore itu rencana dijalankan dengan Alex menatap takjub pada rencana gila para CEO bucin itu,dengan santai Alex menghantam body mobil sport sang bos hingga terbalik,dan ketiga pria tampan itu hanya menatap mobil sport malang itu kasihan.


pukul 17.00 tiga orang wanita cantik berjalan tergesa gesa dengan deraian air mata menuju ruang UGD tempat Bimo sang asisiten Rafendra memberi tahu keberadaan para suami ketiga wanita cantik itu yang habis mengalami kecelakaan.


entah bagaimana caranya,Rafendra membuat ia dan kedua kawannya benar benar terluka cukup parah seperti habis kecelakaan yang walau sebenarnya itu hanya sebuah rekayasa,demi istri ketiga pria tampan itu bahkan rela berbuat hal nekat dan gila.


BRAK..........


Anggi dengan isakan menerjang pintu masuk ruang UGD bersama Selenia dan Zoya dibelakang mereka tanpa disadari Bimo dan Lingga tengah tersenyum geli mengingat betapa gilanya kelakuan para bos mengerjai para istri.


"pest,kau lihat kakak ipar sungguh dipermainkan oleh bos"bisik Lingga pelan sangat pelan takut didengar oleh ketiga wanita sadis didepan mereka ini.


"diam dan nikmati saja bodoh"jawab Bimo gemas.


"hiks dokter dimana tiga orang pria yang baru saja kecelakaan tadi "isak Anggi bertanya panik pada seorang dokter yang hendak keluar dari ruang UGD tersebut.


"maaf,apa orang yang anda maksud adalah para CEO itu?mereka sudah dipindahkan diruang VVIP diruangan yang sama tempatnya,dan Mrs tenang dulu mereka hanya mendapat luka ringan saja"jelas sang dokter merasa prihatin mengingat bahwa ia dipaksa berbohong oleh para CEO gila dan arogant itu,terutama pria bernama Rafendra,ia bahkan mengancam akan meledakkan rumah sakit ini jika para medis disini terlalu banyak bertanya,sungguh laki laki berbahaya dan tirani.


"hiks ruangan mana dokter?"Anggi berusaha menahan isak nya dan bertanya melihat kondisi Selenia yang tak begitu lebih baik darinya dan Zoya hampir pingsan beruntung Lingga sigap menopang berat wanita itu.


"VVIP nomor 178,kalau begitu saya permisi"jawab sang dokter cepat sebelum berlalu pergi.


tanpa menunggu lama Anggi langsung berlari diikuti oleh kedua wanita dibelakangnya meski mereka tertinggal.dan bimo harus pasang badan waspada jika terjadi apa apa pada para istri itu.


Anggi sudah didepan kamar ruang rawat suami serta saudara angkatnya itu .masih dengan deraian air mata yang semakin deras,anggi yang dibelakangnya sudah ada Selenia dan Zoya yang masih sibuk mengatur nafas akibat kelelahan dan perut yang membuncit membuat ketiga wanita itu nampak sangat kelelahan.


Sret...........


suara pintu kamar rawat Rafendra dkk digeser perlahan oleh anggi,dan didalam ketiga pria itu tengah menunggu dengan jantung berdebar,berharap semoga rencana mereka berhasil.


Rafendra menatap sang istri hangat dengan senyum lembut di wajah tampannya.


"hei,tenanglah sayang aku tak apa"ucap Rafendra sebenarnya tak tega melihat kondisi berantakan sang istri,sambil mengelus sayang surai panjang milik anggi ia membawa tubuh bergetar sang istri kedalam pelukannya secara perlahan,meski pura pura namun luka ini cukup sakit karna Rafendra tak ingin setengah setengah dalam melakukan sesuatu.


"hiks bagaimana kau hiks bisa sampai seperti ini,apasih yang kalian fikirkan "ucap anggi sesunggukkan.


"huft,sayang daripada memarahiku,kau harusnya merawatku tega sekali kau ini"Rafendra berkata kesal dalam hati sebenarnya bersorak senang melihat wajah sesal istri cantiknya itu.


"hiks,baiklah Rafen aku minta maaf,sekarang bicaralah apa kau butuh sesuatu hiks.....atau kau ingin makan atau minum apa aku akan melayani semuanya,aku janji hiks....."ucap anggi masih dalam isakannya,dan percayalah Rafendra seakan ingin melompat kegirangan karna rencana mereka berhasil.


"bagaimana dengan hukuman itu?"pancing Rafendra melihat ekspresi wajah istri cantiknya itu.


"hiks lupakan aku hiks tak tega melihatmu seperti ini"ucap anggi menangkup wajah Rafendra hingga kini pandangan mereka bertemu dalam saling menyalurkan rasa cinta dan kecemasan satu sama lain.


CUP..........


"maaf sayang,aku sebenarnya sedikit lapar bisakah?"tanya Rafendra lembut.


tanpa banyak tanya lagi,anggi meraih semangkuk bubur diatas nakas samping rancang Rafendra dan dengan telaten dan penuh kelembutan anggi menyuapi suaminya itu dengan sabar,dan Rafendra hati pria itu berdesir hangat sekaligus merasa bersalah karna sudah membohongi wanita yang ia cintai.


sementara itu..........


Selenia sudah menangis kencang melihat kondisi tubuh suaminya penuh perban ditangan dan kening pria itu pun nampak terluka.


"honey,please jangan menangis ok aku tak apa"ucap Xavier mengusap air mata di wajah sendu Selenia istrinya.


"hiks....maaf Xavi,katakan apa yang bisa kulakukan untukmu hiks...."isak Selenia membelai wajah Xavier lembut sangat hati hati takut menyakuti Xavier yang nampak wajahnya sedikit memar.

__ADS_1


"sudah sayang,sekarang kemari dan berikan aku pelukan hangatmu"ucap Xavier memandang penuh cinta pada sang istri.tanpa basa basi lagi secara perlahan Selenia masuk kedalam pelukan hangat Xavier pelan sangat hati hati mengingat tubuh suaminya itu terlihat terbabat perban melingkar didadanya.


"honey,aku sedikit haus"ucap Xavier merengek dan tertawa dalam hati melihat raut panik istrinya.


"kau haus,baiklah tunggu aku ambilkan dulu"ucap Selenia segera pergi mengambil air.


"Selenia"panggil Xavier mesra.


"ia"balas Selenia.


Cup........


sebuah ciuman lembut menndarat dibibir tipis semerah ceri milik Selenia dan wanita itu hanya berdiri sambil melempar senyum lembut pada suaminya itu.


"terima kasih honey sudah menghawatirkan ku"ucap Xavier tersenyum tulus.


"tidak,aku yang harus bilang itu .terima kasih suamiku kau menerima diriku apa adanya"balas Selenia tulus.


dan.......


Zoya wanita itu sudah terisak melihat kaki Marvel sudah dipasangin gips.dengan cepat Zoya menghampiri Marvel dan menghambur memeluk tubuh tegap yang tengah berbaring lemah diantas ranjang.


"hiks...Marvel apa bagaimana kau bisa seperti ini,apa kalian mabuk sambil menyetir hah "sambil terisak ,Zoya mengomeli suaminya itu,bukannya marah Marvel malah tersenyum senang karna bila sudah begini artinya sang istri benar benar cemas dan menghawatirkan dirinya.dan itu cukup membuat hari Marvel menghangat.


"sweety,bisakah kau tidak memarahiku dulu aku hanya butuh pelukan dan ciuman semangat darimu"_ucap Marvel berpura pura sedih.


"hiks...oh sungguh maaf maafkan aku Marvel,aku tidak tau lagi harus apa melihatmu seperti ini"isak Zoya penuh sesal.


"kemari dan beri aku sebuah pelukan hangat itu sudah cukup"ucap Marvel berteriak senang dalam hati rencana mereka sukses besar.


#flasback off#


"kami tak menyangka kalian segila ini bos"ucap Bimo setelah kembali dari mengatar para istri pulang.


"ck ck ck bagaimana ya jika kakak ipar Veleri tau,Selenia dan Zoya apakah mereka akan mengamuk"ucap Lingga mendramatisir.


"diam kau bocah,cukup tutup saja mulut mu itu dan jangan merusak rencana ini"ucap Marvel jengkel.


"jika mereka sampai tau kau akan ku habisi"tambah Xavier tajam.


Rafendra,pria itu tak berkata apa apa cukup aura gelap disertai tatapan setajam elang mampu membuat semua orang diruangan itu bergidik ngeri tak ingin membuat masalah dengan pria iblis yang sedang tak ingin diganngu.


"semoga tidak ada masalah lagi,kepalaku cukup sakit melihat kelakuan para bucin ini"batin Bimo nelangsa.


"huft,kau membuat kami susah bos,Mrs Veleri itu lebih menakutkan jika sampai dia tau kalian menipu mereka"hela berat Alex menatap ketiga pria berstatus CEO gila itu.


"mereka memang sudah tidak waras kawan,sudahlah kita keluar saja aku tidak ingin terlibat lagi "ucap lingga masa bodoh akan tatapan tajam Marvel dan Xavier padanya.


setelah kepergian tiga kaki tangan Rafendra,Marvel dan Xavier mendelik tajam pada Rafendra.


"siakan kau Rafendra,anak buahmu membuat tulang kakiku retak dan butuh waktu untuk pulih,gara gara kau aku harus memakai gips "maki Marvel berang.


"dan aku ,tulang rusukku patah akibat pukulan telak anggota elitmu"tambah Xavier jengkel.


"kalau mau drama,lakukan dengan sempurna.bukankah luka ini membuat istri kita percaya,jadi terima saja masih bagus kalian tidak tewas"jawab Rafendra acuh.


"sialan kau"maki Marvel jengkel.


"kau dan anggotamu memang sudah gila"ucap Xavier tak dapat berkata lagi.


"yes we are"balas Rafendra datar,dingin dan masa bodoh,tak lama meninggalkan kedua kawannya terlelap melepas lelah.


TBC..........

__ADS_1


maaf semoga kalian menikmati cerita El๐Ÿ˜€


.


__ADS_2