
#rumah anggita#
pagi ini hari Minggu yang tenang dimana rianti menginap dirumahku,dan nenek mengunjungi tante maya,yah intinya aku dan rianti dirumah berdua menghabiskan waktu sambil mengobrol ala gadis-gadis.
aku selama sudah hampir sebulan bersekolah di Sma Bunga Bangsa,dan tak ada hal spesial yang kurasa.
yah meskipun selama sebulan sekolah martin and the genk selalu saja mengganggu dan menggombal iku dengan gombalan receh mereka aku tidak perduli,ditambah lagi dengan kelakuan yuli dan para cewek fansgirl martin dan aku tidak masalah akan hal itu,mereka mau bermain denganku maka aku dan rianti akan membalas mereka lebih kejam dari perlakuan mereka padaku dan rianti.
aku sudah biasa dengan semua kata laki-laki dan aku sudah kebal ,bosan dan jengah akan hal itu.
hingga lama kelamaan sikap dingin dan tak mau kalah ku membuat anak-anak sekolah ku menjulukiku Putri es,karna aku tak pernah bicara tanpa kesan dingin dan cuek pada mereka.
hari ini tak terasa aku asik mengobrol dengan rianti.
"gi,kamu mau masuk ekskul apa nanti",tanya rianti.
"emmm kayaknya renang deh ri,kamu tau kan aku suka banget sama renang",jawabku.
"ia deh yang selalu jaga bentuk badan,sumpah deh gi badan kamu itu loh bagus banget",kata rianti.
"yah biasa aj sih menurutku",jawabku asal.
"biasa gimana sih kamu gi,kamu gak liat apa tuh mata cwok-cwok liatin kamu kyak liat dewi dari kayangan",kata rianti dengan senyum anehnya.
"ah bodo amat",jawabku asal.
"btw kamu sendiri mau ambil ekskul apa ri?",tanyaku.
"aku ikut kamu aja deh gi",jawab rianti.
"hahahaha kamu itu emang gk kreatif ri",jawabku sambil tertawa.
memang walau semua orang yang mengenal ku berasumsi bahwa aku gadis yang dingin dan terkesan cuek,tapi itu tidak berlaku untuk tante maya dam keluarganya,mereka adalah duniaku setelah kepergian papa.
Tanpa semua orang sadari selama 2 tahun terakhir winda selalu diam-diam memperhatikan Anggita dan membantu nya tanpa Anggita sadari itu.
sudah hampir mau setahun anggi dan rianti menjalani hari hari mereka sebagai murid Sma.
hari ini rianti tidak ikut kegiatan ekskul sekolah karena kurang sehat,terpaksalah anggi pulang sendiri karna tante maya lagi keluar kota sama om bagas karna harus menemui client atas kasus yang sedang ditangani om bagas.
saat tengah memesan taksi online tiba-tiba hp anggi low bat.
"sial gimana nih",gerutuku.
saat terus menggerutu atas segala Kesialan ku tiba-tiba berhenti sebuah mobil sport putih di sebelah ku.
"hai anggi,kamu mau pulang ya,mau bareng aku gak"
__ADS_1
"astaga rico ngapain dia disini bukannya dia gak ada jadwal ekskul hari ini"batinku.
"gak apa kak,aku naik taksi aja",balasku cepat.
tidak ingin berlama-lama akupun bergegas meninggalkan kak rico.
namun sialnya belum jauhku berjalan tiba-tiba gerimis turun.
tiba-tiba kak riko turun dari mobilnya dan menarik ku masuk agar tidak terkena hujan.
"udah gi,kamu tenang aja aku gak macem-macem kok,sekarang mending kamu kasih tau aku alamat kamu biar aku anter,kamu tau ujan gini gk ada kendaraan umum deket sini",kata kak rico.
aku terdiam beberapa saat memikirkan kata-kata kak rico,dia benar sih lagian ini sudah mau sore aku takut nenek cemas jika aku belum pulang.
akhirnya akupun mengatakan alamatku pada kak rico,lagian selama ini dia tidak terlalu mengusikku seperti martin,jadi kuputuskan untuk percaya pada nya daripada aku jalan kaki.
dalam mobil kami hanya diam,kak rico fokus pada kemudinya dan aku sibuk memandangi hujan dari balik kaca mobil.
tiba-tiba kak rico mulai bicara.
"anggi,kakak minta maaf sama kamu sebelum nya,sebenarnya kakak sudah suka sama kamu sejak pertama ngeliat kamu,tapi kamu tenang aja gak perlu terburu-buru jawabnya,tapi kakak harap kamu jika gak ada rasa sama kakak,kamu mau ya jadi temen kakak"jelas kak rico panjang lebar.
kupandangi wajah kak rico dalam diam,bisa kulihat keseriusan dalam kata-katanya,tapi aku tidak bisa menerima nya karna aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk bisa menjadi wanita yang sukses tanpa seorang ibu sekalipun.
"maaf kak aku gak bisa,aku belum mau pacaran dulu jalan hidupku masih panjang kak,dan aku juga belum bisa membanggakan alm ayahku,jadi belum ada hal-hal seperti itu dalam Pikiranku,ku harap kakak mengerti",jawabku menjelaskan.
"baikalah anggi,kakak terima keputusan kamu tapi kakak harap kamu mau jadi temen kakak",tanya kak rico dengan Suara sedihnya.
kuanggukan kepalaku,dan tersenyum manis padanya.
setelah 20 menit perjalanan dalam pembicaraan ini akhirnya kami sampai di depan rumahku,sebelum keluar dari mobil kak rico memintaku memeluknya sebagai tanda dia merelakan keputusan ku,akupun memeluknya dan bisa kudengar detak Jantung kesedihan nya.
#rico pov#
kulihat anggi keluar dari ruang ekskul nya,dia berjalan lunglai dan tak kulihat rianti Bersamanya.
lama aku memperhatikan nya dari dalam mobilku dia tampak gesal dan terus mengomel lucu yang tampak mengemaskan di mata ku.
yah memang akupun salah satu laki-laki yang jatuh atas pesona dingin seorang gadis cantik bernama Anggita,namun aku tidak secara terang-terangan menunjukkan nya karna ku tahu bagaimana sikap penolakan gadis itu.
akhirnya karna langit mulai mendung dan anggi belum juga beranjak dari tempatnya kuputuskan menghampiri nya.
kubunyikan klakson mobilku,setelah dia menoleh akupun menawarkan mengantar nya pulang,bisa kulihat tatapan keraguan dimata indahnya.
akhirnya dengan kata-kata halus dia menolak ku.
tapi aku tidak menyerah karna ku tau sebentar lagi hujan,dan sepertinya benar tak berapa lama gerimis turun,aku langsung menarik tangannya dan membawanya masuk ke mobil ku.
__ADS_1
aku berusaha meyakinkan nya untuk mau ku antar,akhirnya dia menurut dan dalam perjalanan singkat menuju rumahnya aku mengungkapkan segala isi hatiku padanya.
dia mendengarku dalam diam aku takut dia akan menjauhiku.tapi ternyata dia menjelaskan semua padaku dengan halus dan penuh kesabaran,membuatku tertegun dan menerima segala keputusan nya.
akhirnya sebelum turun ku minta dia memelukku sebagai penebusan rasa cintaku yang kandas padanya,belum pernah aku merasa seperti ini pada gadis manapun.
Anggita seorang gadis yang cantik namun tak pernah Memanfaatkan kelebihannya untuk menjerat laki-laki manapun kebalikan dari semua mantan pacar martin dan aku sekalipun,memang tidak ada yang bisa melebihi Anggita.
akhirnya aku Kembali ke apartemen ku dengan hati sedikit lega walau aku ditolak oleh Anggi.
#rico POV end#
"assalamualaikum",salamku saat sampai dirumah.
"waalaikumsalam", jawab oma padaku.
setelah itu aku masuk dan membersihkan diri,aku segera mandi dan berwudhu untuk segera sholat magrib.
setelah itu aku keluar kamar dan bersiap makan malam dengan oma.
setelah selesai aku membersihkan meja makan,mencuci piring dan segera masuk kamar untuk menelpon rianti.
tut,,tu,,tut
"halo rianti,kamu udah mendingan belum"tanyaku lewat telpon.
"ia gi udah kok,abis minum obat aku mau tidur",jawab rianti.
"gimana besok kamu masuk gak",tanyaku lagi.
"ia gi bsok aku masuk kok,cuman pusing aja kok",kata rianti.
"ok cpet sembuh ya",kataku .
akupun mengakhiri percakapan telpon kami,dan langsung bersiap shalat isha kemudian mengerjakan tugasku dan tidur,bersiap untuk hari esok.
thank you so much buat para reader setia MT novel,jgn lupa untuk selalu setia baca karyaku berikan like and coment terbaikmu untuk mendukung karyaku.
maaf jika masih banyak kekurangan mohon masukannya.
terima kasih karna udah membaca karyaku
Cinderella step sister.
masih panjang cerita sebelum bertemu dengan para pemeran utama.
so don't go anywhere 😉😉
__ADS_1