Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Ancaman terselubung


__ADS_3

hai El mau mintol nih,tlong before and after read plis don't forget give me like comen n star,trima kasih😁


☕happy reading all☕


disebuah mansion lumayan mewah di pinggiran kota manhattan,dua orang pria berbeda generasi tengah berdiskusi.


pria berusia hampir memasuki 40 tahun bernama Dery Elmus,laki laki itu adalah musuh terselubung Rafendra,ia dan Rafendra adalah musuh didunia gelap,bagi Dery,Rafendra adalah penghalang terbesar bagi kelompok mafianya black Orchid ,karna hampir seluruh dunia gelap mengakui BLood eagle sebagai satu satunya genk alpha nomor satu di seluruh inggris.


sedangkan pria satunya berusia setara dengan Marvel maupun Rafendra sekitaran 25 tahun,ia adalah Xavier Luksius,ia adalah seorang CEO dari DELTA TIMES sebuah perusahaan media cetak yang kuantitasnya tidak kalah jauh dari Houston grup.


"bagaimana apa kau mau bekerja sama denganku Xavier?kita bisa membunuh 2 burung dengan satu batu,aku bisa menghabisi Rafendra pria arogan itu dan kau bisa membalas dendam kematian adikmu pada Marvel,kau tau gadis itu adalah kunci bagi kita menghancurkan WJC dan Houston,bagaimana? aku tidak akan menawarkan untuk kedua kali?"Dery mulai berbicara menawarkan kesepakatan pada Xavier.


"bagaimana kau tau gadis itu adalah kunci bagi kita?"tanya Xavier acuh,Dery terkekeh.


"heheheh,anak buahku yang menyusup di pesta Houston kemarin melaporkan bahwa Rafendra maupun Marvel ,mereka berusaha untuk lebih mendominasi gadis itu,bahkan mereka terlibat sedikit pertengkaran,dan hari ini meski aku harus mengorbankan anak buahku tapi itu sepadan,karna aku bisa melihat bahwa Rafen dihatinya gadis itu sangat berharga"terang Dery penuh keyakinan


Xavier terlihat berpikir sambil memejamkan matanya.


"baiklah aku akan ikut,apa pun rencanamu kuharap itu berhasil,aku tidak suka omong kosong"kata Xavier datar kemudian beranjak berlalu pergi dari mansion Dery,pria tua licik dan serakah.


"hehehe sebentar lagi black Orchid akan menjadi satu satunya organisasi terkuat di manhattan"Dery tertawa puas dengan rencananya.


Xavier tiba di mansionnya,kemudian ia berjalan memasuki kamar sang adik yang telah tiada.


semua pelayan maupun penjaga mansionnya membungkuk memberi salam pada Xavier.


"Nana,sebentar lagi kakak akan membalaskan sakit hatimu,tunggulah,apapun akan kakak lakukan tidak perduli mengorbankan siapapun"ucap Xavier sambil mengusap bingkai foto sang adik yang sudah tiada.


"tunggulah Marvel,kau akan kubuat merasakan kesedihan ditinggalkan orang yang kau kasihi"kata Xavier dipenuhi kilatan dendam membara di mata nya.


sementara disisi lain sepasang mata melihatnya parau,namun tidak bisa berbuat apapun,kasih sayang Xavier pada adiknya begitu dalam,dan kematian Nana menyisakan luka dan dendam dihati pria itu.


semenjak kematian adiknya,Xavier berusaha keras menjadikan delta times menjadi perusahaan besar setara dengan Houston grup agar ia bisa mewujudkan dendamnya pada Marvel lee Houston,pria penyebab kematian Nana adik Xavier.


------------


sebuah buggati hitam yang diiringi dengan 10 mobil jeep dibelakangnya,melaju kencang membelah jalanan kota Los Angeles.


dalam kepanikan luar biasa,Rafendra melajukan mobilnya seperti orang kesetanan.


"bertahanlah baby,jangan tinggalkan aku lagi please"ucap Rafen parau.


#flasback on#


Dor!!!


anggi melihat seorang pria sudah melepas kan sebuah tembakan menuju Rafendra,reflek ia melepas genggaman tangan pria itu darinya,entah keberanian dari mana anggi tiba tiba memeluk tubuh Rafendra dan membiarkan timah panas itu menembus kulitnya,yah anggi tertembak pada bahu kirinya setelah menjadikan dirinya tameng untuk pria arogan seperti Rafen.


Anggi bukannya kesakitan,gadis itu malah memberikan senyuman pada Rafen dan meminta maaf pada pria itu.


"maaf,jaga dirimu"


tak lama kemudian hanya kegelapan yang datang menyapa.


"tidak baby kenapa kau lakukan ini sayang"kata Rafendra parau,kedua tangannya sudah mengepal erat hingga otot otot pada tanganya mulai terlihat,


emosinya memuncak melihat aliran darah pada gadisnya,mata pria itu memerah penuh amarah ,rahang kokoh itu sudah mengeras serta gigi yang sudah bergemeratuk hebat.


TIDAK!!!!!!BRENGSEK MATILAH KALIAN


dor!!!

__ADS_1


dor!!!


dor!!!


dengan membabi buta Rafendra menerjang seorang diri,pria itu mulai menembaki musuh musuhnya dengan senjata kaliber yang dilemparkan oleh Bimo,setelah peluru habis Rafendra semakin menggila 20 orang pria yang sudah menyulut amarahnya dibantainya seorang diri,kalibernya dibuang entah kemana ,dan sekarang sebuah pedang samurai telah berada ditanganya.


sring!!!!


sring!!!


tring!!!


suara tebasan pedang menyayat kulit.


Bimo serta para blood engle memilih mundur melihat kebringasan bos mereka,


"bodoh,mencari mati saja mereka"batin para anggota blood eagle.


"APA YANG KALIAN TUNGGU,BAWA GADISKU KEDALAM MOBIL SEKARANG,BIAR KU HABISI DULU PARA BEDEBAH SIALAN INI"teriak Rafendra geram,tangannya mulai menebas siapa saja yang mendekatinya sayatan demi sayatan pedang terukir apik pada tubuh tubuh pria pria berjas hitam itu.


akhhhh!!!!!


sret!!!!


jleb!!!!


tak ada yang bisa mendekati jiwa iblis yang sedang mengamuk


HAHAHAHHAHA


"INILAH AKIBATNYA KALIAN BERANI BERMAIN MAIN DENGANKU,MATILAH KALIAN BEDEBAH SIALAN"tawa mengerikan membuat bulu kuduk meremang,Rafendra membuang pedangnya yang sudah dipenuhi oleh darah para musuhnya dan menyisakan seorang pria yang berdiri ketakutan dengan tubuh bergetar menyaksikan teman temannya dibantai dengan mudahnya oleh pria berjiwa iblis seperti Rafen.jika ia tau akan seperti ini maka mereka tidak akan berani cari mati melawan musuh seperti Rafendra ,nasi sudah menjadi bubur mereka tumbang satu persatu.


rumah sakit RONAL REAGEN UCLA MEDICAL CENTER.


Rafendra turun dari mobil nya tergesa gesa,ia menggendong tubuh berlumuran darah anggi .


"HEI SUSTER CEPAT KEMARI,TOLONG ISTRIKU"teriakan Rafendra menggema diseliruh lorong lobby rumah sakit.


tak berapa lama beberapa orang perawat berlari dengan sebuah brangkar bersamanya,mereka terkejut melihat seorang pria dengan seluruh pakaian tertutupi noda darah dengan seorang wanita yang berada dalam gendongannya.


mereka meletakkan tubuh pucat anggi di atas brangkar dan membawanya menuju ruangan icu.


"tuan tunggulah diluar,kami akan segera menangani istri anda"seorang perawat laki laki berusaha mencegah Rafen yang hendak masuk ke ruang operasi.


"lakukan apapun selamatkan istriku,jika kalian gagal rumah sakit ini kuratakan dengan tanah,paham kalian"ancam Rafendra dengan suara berat yang mampu membuat para perawat itu bergidik ngeri.


"ba baiklah tu tuan tunggu saja"perawat itu menjawab dengan terbata bata menahan takut melihat aura membunuh dari sorot mata Rafen.


didalam kekalutan,tiba tiba Bimo datang menepuk bahu tegang Rafendra.


"tenanglah bos,biarkan para dokter itu bekerja,sebaiknya bos membersihkan diri,seluruh tubuh mu tertutupi noda darah"kata Bimo prihatin melihat keadaan kacau seorang Rafen.


"tidak bisa Bimo,bagaimana jika musuh musuhku datang dan mengacau lagi,aku tidak bisa meninggalkan valy sendiri Bimo"ucap Rafen dengan kilatan amarah yang masih belum padam.


belum sempat Bimo menjawab terdengar suara langkah kaki yang terburu buruk dari arah belakang.


Marvel dan keluarganya datang dalam keadaan panik setelah mendapat laporan dari Bimo.


"bagaimana bisa veleri tertembak Mr Rafendra?"tanya Mrs Hana panik.


nampak wajah semua keluarga Houston memucat.

__ADS_1


"bagaimana kalian bisa tau valy disini?"tanya Rafen datar,tatapannya tajam kearah ruangan operasi anggi.


"kami diberitahu oleh Bimo,kau tidak bisa menjaga veleri,jadi lepaskan dia kau tidak pantas!!"ucap Marvel sarkas dengan nada menghina.


"JANGAN IKUT CAMBUR KAU SIALAN,KAU INGIN MERASAKAN TIMAH PANAS DARIKU SEPERTI PARA BEDEBAH ITU,DENGAN SENANG HATI,HEHEHE"maki Rafen dengan disertai seringai mengerikan di wajah tampan nya.


Jack,Hana,Rebecca,Kevin serta Bimo meremang menahan nafas melihat seringai bak iblis di wajah penuh noda darah Rafen,namun Marvel tidak perduli.


"kau bahkan tidak bisa menjaga seorang gadis,tidak perlu mengancamku Mr Rafendra,aku tidak takut berduel denganmu demi veleri"ucap Marvel penuh tekat.


"kau banyak bicara rupanya,baiklah akan kubuat kau tidak bisa melihat hari esok "seringai Rafen meremehkan.


"su sudah ka kalian jangan ribut,Mr Rafendra sebaiknya anda pulang membersihkan diri,kami akan menjaga putri kami disini"ucap Mrs Hana mencoba mencairkan suasana mencekam dari aura putranya dan Rafendra.


"benar bos,kita kembali dulu lagian ada yang harus bos urus dengan pria yang sudah kita tangkap tadi"kata Bimo sambil menatap penampilan Rafendra.


Rafendra sekarang benar benar terlihat sangat mengerikan,seluruh pakaian yang ia kenakan penuh darah,serta wajah tampannya hampir seluruhnya tertutupi oleh cipratan darah para pria yang ia bantai seorang diri.penampilanya bak dewa iblis kini.


dengan segala upaya bujukan,akhirnya Rafen bersedia untuk pulang dengan keputusan dia akan meninggalkan beberapa anak buahnya disini menjaga keselamatan anggi gadisnya.


sepeninggalan Rafendra,keluarga Houston menunggu harap harap cemas.


setelah kurang lebih hampir 3 jam lamanya ,pintu operasi terbuka dan menampakkan seorang pria paruh baya dengan baju hijau melekat ditubuhnya.


"bagaimana keadaan putri kami dokter?"tanya Mr Jack panik.


dokter itu menampilkan wajah sendu menatap Mr jack.


"sebelumnya mari ikut saya dulu,kita bicara diruangan saya"ucap dokter paruh baya itu.


"tunggu dad,bolehkan aku ikut denganmu,kevin tunggulah disini bersama mom dan beca"ucap Marvel sambil menatap sang ibu.


"baiklah,kau pergilah Marvel bersama dadymu"jawab Mr Hana.


didalam ruang sang dokter,ia mulai menjelaskan kondisi anggi pada Mr jack dan Marvel.


Jack dan putranya duduk berhadapan dengan dokter paruh baya yang diketahui namanya bernama Erwin dari tag name pada jas putih yang baru dikenakan sang dokter.


"kami sudah berhasil mengeluarkan peluru dibahu kiri nona valeri,namun kondisinya sekarang sedang tidak stabil,bisa dikatakan ia mengalami koma,karna peluru itu hampir mengenai jantungnya,hanya meninggalkan sedikit jarak"terang sang dokter sambil menatap Jack dan Marvel prihatin.


"bersabarlah,katakan pada suaminya mungkin jika ada keberuntungan nona ini akan sadar dalam beberapa hari,dan jika ingin menengok kedalam tunggulah para perawat memindahkan nya ke ruang inap"setelah keluar dari ruangan dokter ,Marvel jatuh terduduk dengan rasa sakit di seluruh jantungnya,pria itu ingin menangis,tepukan lembut dari sang ibu menyadarkan nya.


"maafkan mom Marvel,jika saja kami bisa membantumu dalam meraih hati veleri,mungkin sekarang ia tidak akan berada disini,tapi sayangnya semua orang tidak akan mampu merubah hatinya,dia setegar dan sekokoh batu karang,dia sudah menganggapmu sebagai kakaknya dan kita sebagai keluarga nya,maka selamanya akan seperti itu tidak akan pernah berubah.maka dari itu nak,pertahankan lah hubungan ini,jagalah dia layaknya kau menjaga Rebecca ,mom yakin dia akan selalu ada disamping kita.jangan memaksakan hati nak,cobalah merelakan nya"terang Mr Hana menasihati putranya lembut.


"baiklah mom,Marvel mengerti meski Marvel tidak bisa membuat veleri disisiku sebagai seorang wanita,tapi aku akan membahagiakanya sebagai seorang adik"_jawab Marvel dengan mata berkaca kaca.


dari jauh Rafen mendengar dan melihat semuanya,sudut senyum tertarik dari balik wajah tampan nya.


"bagus,sebaiknya kau mundur Marvel,valy hanya milikku dan selama ya akan menjadi wanitaku,istriku dan ibu dari anak anakku"ucap Rafendra dengan seringai kecil disudut bibirnya.


setelah anggi dipindahkan ke ruang rawat khusus VVIP,keluarganya tidak hentinya datang menjaganya,bahkan tidak jarang Marvel melimpahkan pekerjaan nya pada sang ayah dan Ethan asisten ya.


"Val,maafkan aku,aku sangat mencintaimu,tapi aku sadar selamanya dihatimu tidak ada sedikit ruangpun untuk ku masuki,kenapa Val?kenapa begitu sulit meraih cinta darimu?"ucap Marvel perih sambil mengelus surai indah anggi lembut.


anggi,gadis itu masih terbaring lemah dengan mata yang masih setia terpecah,seakan semua orang melihat seorang putri yang sedang tertidur.


selang infus serta tabung oksigen masih menempel setia ditubuhnya.nagasnya naik turun dengan teratur,Marvel hanya bisa menghela nafas pasrah akan kondisi anggi.


ok segini dulu ya guys El mintol apresiasinya dgn memberi like,komen n bintang koin😄salam dari El⬇


__ADS_1


__ADS_2