
hai all jangan lupa tinggalin vote,like n komen buat CSS dan kalau upx agak lama sorry bgt soalx El lagi banyak kerjaan lain dan belum bisa nyempetin waktu nulis lagi,tapi tenang aja sebisa mungkin tetep up kok,dan terima kasih buat yang ttep udah tinggalin jejak kalian disini dan buat pembaca gelap El cuma bisa bilang SUNGGUH TERLALU,jadilah pembaca yang baik dengan hargai karya para writer dengan vote,like dan komen kalian so......arigatou😀
🌹🌹🌹Cindrella step sister🌹🌹🌹
pagi hari yang cerah dengan kicauan burung dan salam hangat dari sang mentari mulai menyapa,namun semua keindahan itu tak membuat air mata seorang wanita yang tengah menatap dua buah batu nisan menghentikan air matanya yang sedari tadi tak ingin berhenti.
dibelakang wanita cantik yang sedang menangis dalam diam itu,berdiri seorang pria tampan yang sedang menahan sakit pada hatinya melihat wanita yang ia cintai menangis menyayat hati,namun apalah daya ia tak bisa berbuat apa apa dan membiarkan wanitanya,cinta dan ratu hatinya menangis menumpahkan segala kerinduannya pada sosok yang kini telah pergi dengan tenang.
wanita dengan balutan gaun hitam selutut itu menangis terisak tak bersuara,hanya ada air mata yang terus mengalir dengan derasnya membasahi wajah cantik yang dipenuhi dengan raut penuh luka.
"hiks....ayah putrimu datang hiks....maaf kan anggi ayah baru bisa datang setelah begitu lama,sungguh anggi merindukan ayah dan oma"isak anggi sembari membelai sebuah batu nisan bertuliskan nama sang ayah AKSAN HERMAWAN.
"oma apa kabar,apa kalian bahagia disana hiks....sungguh terima kasih saat anggi koma dulu kalian datang dan mengobati segala kerinduan putri dan cucu kalian ini hiks...."anggi terus terisak pelan sembari menahan sakit dihatinya.
Rafendra tidak tahan lagi dan berjalan cepat kemudian merangkul tubuh bergetar sang istri kedalam pelukannya.
"sudah sayang,tolong berhentilah menangis seprti ini,keluarkanlah semua suaramu dan hilangkan semua beban dihatimu kau membuat hatiku sakit jika begini"ucap Rafendra pelan sembari memeluk erat dan membelai sayang rambut panjang istri cantiknya itu.
"Ayah,oma maaf jika aku baru datang sekarang menyapa kalian,tapi percayalah aku sangat mencintai putri dan cucu kalian ini,aku berjanji didepan makam kalian bahwa aku Rafendra Wiguna akan selalu menyayangi dan mencintai istriku dengan seluruh hidupku dan akan memenuhi hidupnya dengan semua kebahagian dan cinta yang kumiliki"ucap Rafendra dalam sambil memandang penuh hormat pada makam ayah dan nenek sang istri.
Anggi tertegun dan begitu terenyuh mendengar penuturan tulus dari suaminya itu,Anggi sudah berjanji dalam hatinya bahwa ia akan membalas semua cinta dan kasih sayang yang diberikan Rafendra padanya.
"hiks....terima kasih Rafen,aku beruntung memiliki dirimu sebagai suamiku"ucap anggi sambil mendongak dan memandang wajah tampan itu hangat.
"tidak sayang,ratu hatiku sebaliknya akulah yang beruntung memiliki seorang wanita yang memiliki hati sekuat dirimu sebagai istriku,aku berjanji akan selalu menjaga cintaku untukmu "balas Rafendra sembari membalas senyum hangat sang istri.
Cup.......
"sudah kita pulang yuk,kasihan baby dia pasti lelah melihat mommy nya menangis terus"ucap Rafendra sembari mengusap sayang perut sang istri yang sudah mulai membuncit.
"hemm"gumam Anggi sembari memeluk lengan kekar suaminya manja.
"ayah,oma kami pulang dulu selamat tinggal"ucap Anggi memandang sendu batu nisan dua orang terkasihnya.
Grep........
kyaaaa
dengan cepat Rafendra mengangkat dan menggendong tubuh sang istri menuju mobil mereka ala bridal style.
"astaga Rafen kau membuatku kaget,bagaimana jika aku jatuh tadi"ucap Anggi memandang sengit wajah tampan yang sedang tersenyum tanpa dosa itu.
"tidak akan jatuh sayang,aku ini seorang Rafendra Wiguna tak mungkin membiarkan istri cantiknya jatuh"ucap Rafendra enteng.
"sombongnya,sudah cepat turunkan aku.malu tau diliatin banyak orang itu"ucap anggi malu melihat ada begitu banyak pasang mata yang tengah memandang mereka dengan pandangan kagum,iri dan masih banyak lagi.
"biarkan saja aku tak perduli ,sudah diamlah sayang aku tak ingin kau lelah berjalan membawa beban kedua cinta kita didalam sini"ucap Rafendra sembari matanya memandang sayang perut buncit istrinya itu.dan anggi hanya bisa membenamkan wajahnya didada bidang Rafendra menutupi rasa malu nya yang kini wajahnya tampak panas dengan kedua pipinya sudah merona seperti kepiting rebus.
Rafendra terkekeh geli dan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh sang istri .
"baiklah ,percuma aku protes kau juga keras kepala"ucap anggi pasrah.
tak lama mobil Rafendra berlalu membelah jalanan keluar dari area pemakaman menuju pusat kota.
**********
"mama,hari ini keluarga Dean mengajak kita makan siang diluar untuk membahas masalah perjodohan aku dan Dean mama,lagipula hari ini papa tidak terlalu sibuk"pagi ini Dewi nampak berbinar bahagia mengingat ia akan bertunangan dengan keluarga besar pengusaha properti JONATHAN,Dean Jhonathan putra bungsu keluarga pengusaha itu.
"benarkah sayang,kok mama gak tau?"ucap Winda menatap sayang putri tirinya itu.
__ADS_1
"ia mama,tante Lori minta maaf belum sempat kabari mama,dewi ketemu mama Dean tadi di butik dan tante Lori minta dewi kabarin langsung ke mama"ucap dewi pelan takut menyinggung perasaan mama tirinya itu.dewi sangat menyayangi Winda melibihi apapun dan tidak mau kasih dan perhatian Winda berkurang untuknya.
"tidak masalah sayang,jangan sedih begitu dong mama gak masalah kok,dimana lunch nya?"tanya Winda mengusap sayang wajah Dewi.
dewi tersenyum senang.
"di mall milik keluarga Dean ma,jam 11 dewi udah kasih tau papa tadi,ayo ma cepat kita siap siap dulu"ucap dewi penuh semangat.
Winda tersenyum melihat kebahagiaan Dewi meski ada ruang disudut hatinya merindukan putri kandungnya Anggi.
"kenapa Anggi tidak bisa menjadi seorang putri sebaik Dewi ,apa yang telah kau ajarkan pada anggi mas Aksan"batin Winda teriris.
*********
siang itu Hari bersama Winda dan Dewi putri mereka tengah duduk bersama keluarga Jonathan.
Louis Franklin Jonathan sang kepala keluarga,Maria Lori Jonathan sang istri,Dean Franklin Jonathan putra bungsu mereka dan Bara Franklin Jonathan putra sulung bersama Sera Marlin istrinya.
"nah,bagaimana jika pertunangan mereka diadakan minggu depan , Hari dan Winda?"ucap Louis tenang.
Bara memandang sang adik dengan pandangan sulit diartikan tenang dan dalam.sementara Dean memandang penuh minat pada pembicaraan para orang tua mengenai perjodohan dirinya dengan gadis bernama Dewi itu..
"kau benar Louis ,kita bisa memperluas kerja sama kita dengan ikatan ini"ucap Hari diikuti anggukan setuju Louis.
"benar Winda,kurasa putri kalian ini sangat cocok menjadi menantu kami,dia baik dan kelihatan sangat ayu"ucap Lori istri Louis menatap wajah Dewi yang sedang tersenyum malu.
"sudahlah dad,jika masalah pernikahan bisnis ini,kalian bisa bicarakan tanpa kehadiran kami,aku sungguh sibuk di perusahaan pekerjaanku menumpuk"ucap Bara memandang malas sikap dewi yang dirasa penuh ke pura puraan.
Bara pria tampan itu sudah banyak melanglang buana melihat berbagai jenis sikap dan kepribadian orang lain,didalam dunia bisnisnya mengenali kawan dan lawan adalah makanan sehari hari baginya,pusat perbelanjaan merupakan usaha yang dibangun perusahaan Bara meneruskan usaha properti dan aset keluarganya.Bara menikah diusia 27 tahun beda 2 tahun dengan Sera putri pemilik sebuah Resort mewah dibali.
sekali lihat saja Bara sudah bisa menebak kebribadian Dewi,dan pria itu sudah tau bahwa Dewi gadis itu tidak sebaik kelihatannya.namun adik bodohnya itu terlalu mudah tertipu wajah polos dan sikap malu malu dewi,gadis itu sudah masuk dalam Black list seorang Barata Franklin Jonathan.
"bara,sopan lah sedikit son.mereka akan segera bergabung dalam keluarga besar kita"ucap Lori tidak enak hati menatap wajah sedih Dewi akibat perkataan tajam penolakan halus calon kakak iparnya itu.
Bara memang terkenal dingin dan tidak perduli akan perasaan orang lain akan perkataan tajam nya,pria itu lebih suka blak blakan bicara tanpa kenal bulu,pebisnis tajam yang baik jika lawannya tidak banyak trik dan tajam jika lawannya banyak trik.
"dengar,yang menikah itu kau Dean bukan aku,jadi tak usah repot mengundangku jika kalian hanya ingin mendengar ucapan manis dariku itu tidak akan terjadi"ucap Bara santai dan tenang.
Hari,Winda dan Dewi tertohok menyadari penolakan halus dari Barata sang putra sulung penopang bisnis keluarga Jonathan.
Dewi mulai jengkel dan berusaha bersabar demi menarik simpati calon mertuanya.
"kakak,mengapa bicara seperti itu.tak masalah jika kau tidak menyukaiku tapi jangan menyakiti hati Dean dan kedua orang tua ku"ucap dewi dengan air mata buayanya.
Louis dan Lori sang istri menjadi iba dan tak enak hati memandang Winda yang tengah menepuk pelan punggung putri nya itu.
"BARA CUKUP,KAU MEMANG TIDAK BISA MENJAGA KATA KATAMU ITU,tolonglah hargai keluarga calon adik iparmu"ucap Louis menahan amarahnya.
"kak,kumohon jika kau tak suka cukup diam dan lihat saja"tambah Dean mencoba mengerti akan karakter kakaknya itu.
"sungguh maafkan putra kami Hari,Winda dia memang berwatak dingin dan tajam seperti ini"Lori memandang memelas pada Dewi agar mau membantu menenangkan kedua orang tuanya itu.
"terserah kalian aku tak perduli,ayo Sera kita pulang disini membuat kepalaku pusing"ucap Bara bangkit dan menarik tangan sang istri yang sedari tadi diam dan tak ingin ikut campur mengingat watak keras suaminya itu.
"maaf dad, mom,dean sebaiknya kami pulang"ucap Sera dan diangguki oleh Louis bersama Dean dan Lori ibu mertuanya itu hanya mengangguk pasrah.
sepeninggalan Bara ,keluarga Hari dan Louis pun sepakat pertunangan Dewi akan dilaksanakan dua minggu lagi dan pernikahan mereka sebulan kemudian.
********
Rafendra telah sampai dan segera turun membukakan pintu mobil untuk istri tercintanya itu.
"terima kasih my king Rafendra"ucap anggi tersenyum sangat manis membelai rahang tegas suaminya itu,hati Rafendra berdesir hangat bahagia itulah yang pria tampan itu rasakan,dan ia bersumpah ini adalah pertama kalinya istrinya itu berkata sangat manis menyebut dirinya.
__ADS_1
"anything for you my lovely Queen"jawab Rafendra tak kalah manis.Anggi tersenyum sumringah.
Cup........
"your reward my king"ucap Anggi
tersenyum malu menyembunyikan wajahnya di pelukan hangat Rafendra.
"hahahhaha kau sungguh manis sayang,sejak kapan pintar menggoda begini hem?"goda Rafen menjawil gemas hidung mancung istrinya itu.
"ck,sudah jangan goda terus aku lapar Rafen,baby kita ngambek nanti"ucap Anggi mencubit gemas lengan kekar suaminya itu dan tanpa mereka sadari kelakuan romantis mereka menjadi pusat perhatian dan jeritan lapar para wanita pengunjung mall besar itu.
"astaga romantis sekali"
"siapa mereka,pria itu sangat tampan"
"wah apa mereka suami istri,pasangan yang serasi"
"yang,coba kamu kayak gitu kenapa"
"bla bla bla"
anggi tersenyum malu mendengar bisik bisik pengunjung lainya,sedang Rafendra suaminya itu malah tidak perduli dan acuh mulai merangkul posesife pinggang sang istri berjalan dengan wajah datar dan dinginnya.
**********
pertemuan keluarga Dewi dan Dean telah usai.
"pa,aku sama mama mau jalan jalan di mall dulu,papa pulang duluan aja kami naik taksi nanti"ucap Dewi meminta izin pada Hari.
"baiklah kalian hati hati dan langsung pulang jika sudah selesai"nasihat Hari sambil mencium kening istri dan putrinya itu.
sementara itu............
Anggi sudah selesai lunch bersama Rafendra dan bersiap pulang.
"ck,makanan tidak enak begini kamu makan.lebih enak masakan Gail koki kita"Ucap Rafendra memandang malas pada spageti dihadapannya itu.
"namanya aku lapar Rafen,mana rasa kalau rasanya sedikit asin gini"jawab Anggi sabar,suaminya ini memang belakangan ini sedikit rewel mengenai makanan yang akan dimakan istrinya itu.
"lain kali gak usah kesini lagi,mana pelayanannya lama lagi,masih untung tidak kuledakkan restoran mall ini"kesal Rafendra mengingat rasa pesanan mereka tak sama padahal menu yang mereka pesan sama.
Anggi diam tak bergeming tak menghiraukan ucapan suaminya itu.Rafendra diam melihat perubahan raut wajah istrinya itu.
Tes.......
Tes.......
Tes.......
perlahan lahan cairan bening itu mulai berjatuhan dan membasahi wajah cantik istri Rafendra itu.
Rafendra berbalik dan melihat sumber kesedihan istrinya itu .
seorang wanita paruh baya dan seorang gadis seumuran istrinya yang awalnya bercanda penuh tawa mendadak terdiam.
wanita paruh baya itu memandang Anggi dalam diam dengan pandangan sulit diartikan.wajah wanita paruh baya itu terlihat dingin menatap wajah anggi yang sudah sembab,namun meski begitu sudut hatinya menjerit menahan rindu pada sosok putri kandungnya itu.
dewi memandang tak suka pada sosok saudari tiriya itu dan senang melihat wajah dingin Winda memandang Anggi.
"aku akan buat mama benar benar membuangmu anggi,lihat saja dasar sampah"batin Dewi memandang hina pada Anggi.
"ma,kalau mama rindu pada anggi temui saja,sungguh dewi tak apa apa kok ma"ucap dewi lembut penuh kelicikan didalam wajah polosnya.
__ADS_1
TBC.........ok see you next chap love you