Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
kasih sayang Tommy


__ADS_3

hay,,,hay para reader novel jangan lupa kasih aku like and coment ya,minta maaf jika masih banyak kesalahan pada karyaku,segala saran dan kritikan kalian sangat bermanfaat,jangan lupa selalu dukung karyaku guys.



Thanks and happy reading😄




sampai di rumah besar dengan halaman yang sangat hijau,rumah dengan cat hijau yang teduh begitu asri dan menyambut ku kala langkahku memasuki mansion keluarga Adijaya.



tapi sayang rasanya hanya mataku yang terhibur tidak dengan hatiku, begitu masuk ke dalam rumah segera segala koperku ditarik oleh seorang Art dan dibawa entah kemana,kuacuhkan saja pikirku paling dibawa langsung kekamar yang sudah disiapkan untukku lagian aku masih enggan bicara apapun pada siapapun.



saat tiba diruang tamu aku melihat ada seorang gadis seusiaku,dan seorang pria tampan yang wajahnya aku kenal,sedetik kemudian aku tersentak


"kenapa polisi itu ada disini?"aku bergumam dalam hati,segera ku kondisikan ekspresi wajahku seperti semula.


sepertinya hal yang sama juga terjadi padanya,dapat kulihat keterkejutan diwajahnya,namun segera dia kembali berekspresi jenaka seperti biasa,aku memutar bola mataku malas,sepertinya mereka adalah saudara tiriku.



"Anggi kenalkan ini dewi dan yang ini Tommy",kata winda.


"emm,aku lelah,tunjukan kamarku"balasku datar,aku masih enggan berlama lama bersama mereka,dapat terlihat ekspresi tidak terima dewi,dan ekspresi binggung tomi,aku tidak perduli dan melangkah pergi mengikuti art ke kamarku.



Pagi hari suara adzan berkumandang,segera aku berwudhu dan melaksanakan kewajiban ku pada Rab ku.



sehabis mandi aku menyiapkan diriku berangkat bersama rianti mengantar segala berkas kuliahku nanti, setelan jumpsuit dengan sepatu pumps pilihanku dengan sedikit make up simple foundation dan coral lips ku patut diriku didepan cermin


"perfeck"gumamku.


rianti sudah berjanji akan menjemput ku pukul 08.00, ku langkah kan kaki ku menuju tangga dibawah dapat kulihat mama winda sedang sarapan bersama suami dan kedua anak om Hari suami keduanya.


mereka melihatku kagum,aku tidak perduli dan melewati mereka tanpa bicara.


"nak,kamu gak sarapan dulu mama sudah masakin kesukaan kamu,mari makin dulu"winda berkata dengan lembut sambil menatapku dan memegang tanganku,segera kutepis genggamannya dan menjawab datar.



"tidak,terima kasih saya tidak biasa makan masakan orang lain selain tante maya"jawabku sinis.


"Anggi sarapan lah dulu sedikit,kasian mamamu dia sudah masakin kamu dari subuh"bujuk Hari sabar.


"lagian siapa yang minta mama masakin anggi,lagian om tidak usah kawatir orang dirumah ini bukan saya saja kan,pasti nanti juga abis tuh makanan"jawabku cuek.


"keterlaluan kamu anggi,pantesan mama winda ninggalin kamu,tidak punya etika"sindir dewi


"tidak punya etika,kalau kamu mau bicara etika,kamu tanya aja langsung sama mama kesayanganmu"balasku datar dengan senyum mengejek ke arah mama winda,dapat kulihat wajahnya mulai mendung dan akan menangis,om Hari menepuk pundak mama winda,sedangkan dewi dia seperti tomat busuk sangking emosinya dan tommy wajahnya masih tidak bisa ku tebak.



tidak mau berlama lama segera aku tinggalkan panggung drama murahan mama winda malas,rianti sudah menungguku di dalam mobil sedan silver miliknya di depan rumah.



"ri siniin kunci mobilnya,biar aku yang bawa"pintaku pada rianti.


"nih,btw kenapa mukamu kayak cucian lecek pagi-pagi"ejek rianti dengan wajah tanpa dosa.


"ntar aku ceritain,kita sarapan dikantin kampus yuk"ajakku.


setelah urusan formalitas kampus beres ku ceritakan semua hal pada rianti,dan dengan wajah terkejut yang sangat berlebihan dia tunjukan membuatku menatapnya jengah.


"serius demi apa gi,polisi ganteng itu kakak tiri kamu"tanya rianti.


"emmm"balasku cuek.


"dan cewek yang waktu itu sama tante winda di resto saudara tirimu juga gk?"tanya rianti lagi.


"emmmm"balasku kembali cuek.


"emmmm,emmm,emmm trus bisu sekarang kamu gi,capek aku dari tadi ngomong kayak sama radio rusak"kata rianti sedikit jengkel.



#kamar Anggita #



tok,,,,tok,,,tok


"maaf Anggi boleh kakak masuk"pinta kak tommy


"masuk"jawabku dingin.


setelah kupersilakan kak tommy masuk,dia membawa nampan berisi kue bolu dan segelas susu,ditaruhnya diatas nakas samping ranjangku.


" emmm anggi,apa kamu marah sama keluarga kakak"tanya kak tomi hati- hati.


"kenapa kakak bicara begitu"balasku dingin.


"kamu jangan salah paham gi,papa hari dan juga dewi adalah orang yang baik,melihat sikap kamu seperti ini kakak merasa kamu membenci kami"kata tomi sedih.


"kak tomi jangan salah faham,aku memang seperti ini dan lagian aku tidak membenci kalian hanya saja aku belum bisa menerima situasi ini,mohon kakak mengerti"jelasku datar.



dia menghela nafas panjang dan mengelus rambut panjang ku sayang,aku selama ini memang tidak pernah merasakan bagaimana rasanya punya seorang kakak,rasanya tubuh dan fikiranku merasa nyaman didalam perhatian kak tommi,aku diam dan membiarkannya mengelus rambutku dan mengecup kening ku sebelum dia berlalu pamit kembali ke kamar nya.

__ADS_1


selama tinggal bersama keluarga om Hari hanya kak tommi saja yang bisa membuatku sedikit merasa lebih baik,sedangkan untuk dewi aku tidak suka padanya karna sikapnya yang terlalu suka seperti seorang tuan putri manja dan sangat menyebalkan.



sudah setahun lebih aku tinggal bersama om hari,dan karna otak brilian ku aku bisa memangkas waktu kuliah ku selama 2 tahun karna aku ada rencana kuliah di Oxford university Britania raya.


hari itu dosenku menyerahkan formulir penerimaan Beasiswa keluar negri kepadaku,menurut dosenku jika aku bisa terus mempertahankan prestasiku maka beasiswa itu bisa kirain dengan mudah,dan aku menyetujuinya.



"oxford i'm coming,wait for me"



malam itu semua orang sedang pergi hanya aku yang tinggal di rumah besar om Hari.


kak tommi sedang dinas,sedangkan om hari beserta mama winda dan dewi pergi menghadiri acara pesta pernikahan kolega bisnisnya.



tignong,,,,tingnong


suara bel menggema di seluruh ruangan,tidak ada satupun art,kemana mereka pikirku.


"ya sebentar"jawabku.


seorang kurir Membawa sebuah rangkaian bunga mawar yang tersusun cantik dalam plastik transparan,kutatap bingung dan kuterima juga mawar tersebut.


tak ada nama pengirim hanya ada tulisan For my girlfriend DEWI LARA


"oh ini buat dewi,ck kekanakan"meletakan bunga itu di meja kamarku,karna saat ini aku sedang bergegas pergi ke toko roti tante maya dan malas menaruh bunga itu di kamar dewi.


selama aku tinggal di rumah om Hari dan mama winda tidak pernah sekalipun aku menampakan wajahku pada kenalan mereka baik saat pesta atau saat apapun itu dan aku sudah memperingatkan mama winda agar jangan sampai ada yang tau kalau aku ini adalah anaknya.



ditempat dewi menerima telfon dari davin pacarnya,davin memberi tahu dewi jika dia telah mengirimkan rangkaian mawar kepada dewi dirumahnya,dewi segera pulang dan menanyakan mawar kiriman davin pada Art dirumahnya.



"bi tadi ada kurir anterin bunga,mana bunganya bi"tanya dewi.


"tadi diterima sama non anggi kayaknya "balas mbok jum


"sialan mau nikung aku tuh si anggi"gumam dewi emosi.


dewi segera masuk ke kamar anggi dan menemukan mawar kiriman davin diatas meja riasnya,dewi membanting semua barang dikamar anggi dan menghancurkan kamar anggi berantakan,sampai kedua orang tuanya kembali dan menenangkan kemarahan dewi,tommi yang pulang melihat kamar adik tirinya berantakan begitu binging.


setelah dewi tenang pak Hari segera bertanya pada putrinya akan masalah sampai membuat dewi yang biasanya manja dan lemah lembut bisa menjadi begitu tidak bisa mengendalikan emosinya.


dewi menceritakan semua dengan versinya sendiri tanpa bertanya dulu pada anggi,yang kebetulan belum ada dirumah.


Hari dan winda begitu marah,karna menganggap anggi sengaja mau merebut pacar saudara tirinya sendiri.


Anggi yang baru saja diantar pulang oleh rianti menatap heran semua orang yang berwajah gelap diruang tamu,kecuali kak tomi,wajahnya sendu dan memperlihatkan Kekawatiran disana.



"apa yang kalian lakukan pada kamarku"hardikku geram.


"heh pelakor,gak bisa kamu cari laki-laki lain selain pacarku"maki dewi.


"pacarmu siapa,aku gak kenal"balasku datar.


tiba tiba mama winda menamparku



PLAK,,,,,,



"mama Kecewa sama kamu anggi,kenapa kamu menyakiti dewi seperti ini,dewi sudah berpacaran hampir setahun dengan davin dan kamu ingin merusak hubungan mereka"cerca winda


"papa selalu menggapmu anak papa sendiri,tidak pernah membedakan antara kamu dan dewi,tapi kamu sungguh mengecewakan saya anggi"kata hari sedikit emosi.



aku tersenyum dan menatap kosong pada mereka,percuma juga aku menjelaskan tidak akan berguna,segera setelah itu aku permisi dan meninggalkan mereka yang nampak binggung karna aku malah tersenyum setelah semua itu.



"anggi jawab mama,apa segitu bencinya kamu sama mama,sehingga kamu menyakiti dewi"kata winda dengan nafas tersekat tangis.


"saya tidak perlu menjawab apapun pada kalian,terserah mama atau om hari berfikir apapun tentang anggi,tapi yang pasti itu semua tidak benar"jelas ku panjang lebar dengan suara menahan emosi dibalik senyum dingin ku.



ku langkah kan kakiku keluar rumah menelfon taksi dan pergi menuju rumah lamaku bersama papa dulu,karna tidak mungkin aku ke rumah om Bagas dalam kondisi seperti ini bisa perang dunia kalo mereka melihat wajahku.



sesampai dirumah aku segera menyalakan lampu kamarku dan membiarkan seluruh rumah gelap gulita,bayangan papa kembali memenuhi hati dan pikiranku membuat pertahananku runtuh aku menangis kulihat tampilan diriku dalam cermin,pipiku sedikit bengkak dan merah.



hiks,,,,,hiks,,,,hiks


"papa,oma aku merindukan kalian


aku lelah pa,dengan semua hal yang kulalui,aku ingin dicintai pa,aku merindukan dirimu


kenapa papa meninggalkanku,aku benci mama pa


dia bahkan tidak tau seperti apa diriku


mereka hanya bisa mendikte anggi pa

__ADS_1


apakah tuhan juga tidak sayang pada Anggi pa?


anggi lelah dan ingin bersandar pada papa


hiks,,,,hiks,,,hiks


kenapa hidup anggi selalu kesepian pa


tidak.ada yang lebih mengerti anggi sebaik papa


anggi janji pada papa,anggi akan jalani hidup anggi sendiri dan tidak menoleh kebelakang lagi"



setelah lelah cukup lama menangis anggi tertidur dan mulai masuk dalam alam mimpi.



sementara itu di rumah Hari,winda begitu merasa menyesal karna telah menampar Anggi,setelah mendapat penjelasan dari art bahwa tadi saat kiriman bunga itu datang Anggi sedang terburu buru keluar karna sudah dijemput sama rianti,karma malas masuk kamar dewi,Anggi berpesan pada mbok sum,jika mawar itu diletakkan saja di atas nakas kamarnya.


jadi intinya semua orang sudah salah padam pada anggi,tommi yang mendengar penjelasan


pembantunya segera keluar mencari keberadaan adik tiri cantiknya itu,yah sekarang tommi benar benar menyayangi anggi seperti dewi tidak lebih.


terlebih saat dia dengan tidak sengaja mendengar curahan hati anggi saat berdoa sambil menangis membuat hati tommi juga ikut merasakan derita anggi dan memutuskan menjaga dan memberi anggi segala perhatian seorang kakak.


"anggi dimana kamu dek"gumam tommi sendu.



dilain tempat winda dan hari datang ke rumah bagas.winda menceritakan semua kesalahannya pada anggi dan membuat Bagas dan Maya geram.



"SAYA TIDAK HABIS PIKIR SAMA KAMU WINDA,DIMANA OTAKMU ITU,APA PERINGATAN SAYA PADA KAMU WAKTU ITU TIDAK MASUK DALAM OTAKMU HAH"maki geram Bagas


"SEKARANG GARA GARA KAMU BAHKAN ANGGI TIDAK DATANG KERUMAH KAMI"maki maya.


"maaf Bagas maya saya benar benar menyesal tidak mendengar penjelasan anggi dulu,sekarang saya binggung harus cari dia kemana"isak winda.


"pak Bagas bu Maya,jika kalian tau dimana anggi tolong beri tahu kami,agar kami bisa Menjemputnya"pinta Hari.


"JANGAN MIMPI KAMU HARI,SAYA AKAN MEMBAWA ANGGI KEMBALI"maki Bagas.



malam itu winda benar benar dimaki habis habisan oleh Bagas dan Maya,tapi mereka tau sebenarnya dimana anggi,pasti tidak lain adalah rumah almarhum Aksan papanya.


tapi mereka tidak akan memberi tahu winda dan Hari.



pagi itu setelah menenangkan hati dan pikirannya Anggi memutuskan kembali ke rumah winda dan meyakinkan pada om Bagas dan tante Maya bahwa dia baik baik saja,semalam setelah agak lama tertidur om Bagas menelfon anggi,setelah berbicara cukup lama akhirnya om bagas mengizinkan anggi kembali ke rumah winda.



ku langkah kan kakiku kerumah besar milik om Hari,segera setelah masuk winda menghambur dan hendak memeluk anggi.


"Anggi semalam kamu kemana sayang"kata winda sambil memelukku,segera kudorong tubuh mama winda menjauh dan meninggalkan nya.


"Anggi capek jangan ganggu,apa mama mau kasih liat drama tampar menampar lagi ke anggi ,besok aj ma "jawabku datar dan ketus


tubuh winda menegang isak tangis mulai terdengar.


"ma,,,ma,mama minta ma,,af anggi,mama ti,,,dak bermaksud menamparmu"isak winda


"tetap aja kan ma,tangan mama menampar saya,saya tidak habis pikir kenapa dulu papa bisa mencintai wanita dengan pikiran pendek seperti mama "jwabku sinis


"cukup anggi,kami sudah meminta maaf sama kamu,jangan terlalu kasar pada mamamu Anggi,dia itu ibu kandungmu"Hari mulai geram


"anda tidak usah ikut campur urusan saya pak Hari,lagi pula ibu saya sudah saya anggap tiada saat dia meninggalkan ayah dan sya dlu"Jawabku sinis.


semua orang hanya dia dan tidak bisa berkata apapun lagi atas ke keras kepalaanku.



segera ku pergi ke kamar kau tidak ingin lagi melihat adegan sok drama didepanku,aku sudah lelah,lelah hati dan pikiran.



tok,,,tok,,,tok,,


"anggi kakak boleh masuk"tanya tommi


"emmm masuk aja kak"jawabku


setelah itu kak tomi duduk di sebelah ku,dia memelukku dan mengelus kepalaku,aku tau dia adalah kakak yang baik dan selalu perhatian padaku oleh karna itu aku tidak bisa bersikap dingin padanya,tak terasa aku menangis dipelukan kakak tiri ku ini,dia diam dan semakin memelukku erat.


"maafkan kakak gi,kamu yang sabarya dek pasti kamu kuat,menangislah sepuasmu dedipan kakak,itu saja sudah cukup"pinta tommi


"makasih kak,maafkan anggi kak",kataku.




setelah cukup lama menangis aku tertidur,kak tomi membawaku keranjang menyelimutimu dan mengecup kening ku,Setelah itu berlalu meninggalkan kamarku.






__ADS_1


__ADS_2