Cinderella Step Sister

Cinderella Step Sister
Devan Anggi


__ADS_3

hay hay para reader terkece jangan lupa kasih like,coment dan bintang ya๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


ok kita langsung cap sus๐Ÿ˜„



HAPPY READING



Davin memandangi dengan seksama layar ponsel Anggi yang terus menampilkan nama rianti,dengan sedikit perasaan ragu davin memutuskan mengangkat panggilan telpon rianti.



My rianti calling......


bip,,,,


"emmm halo rianti"davin mengangkat telpon dari rianti.


rianti sedikit terkejut karna yang mengangkat panggilan telpon suaranya seperti seorang laki laki.dengan sedikit ragu ragu rianti bertanya kepada seorang disebrang sana.


"emmm ia halo,maaf ini bukanya nomor telpon Anggi temen saya,anda siapa ya"tanya rianti curiga.



mendengar suara balasan yang begitu halus dan terdengar penuh nada kecemasan didalamnya mendadak ada sebuah perasaan aneh didalam diri davin,ia memang baru sekali pernah bertemu dengan rianti dulu,saat mengantar anggi dan itupun dia sama sekali tidak begitu memperhatikan,namun entah mengapa saat ini hanya mendengar suaranya saja membuat davin diam termenung,seakan menikmati alunan simphoni yang begitu indah.


sampai suara itu mengulang pertanyaannya,sontak davin mengenyahkan segala pemikirannya.



"ah i,ia hallo,maaf rianti ini kak davin yang jawab telpon anggi"jawab davin tergugup.


hening sejenak


"lho kok bisa kak,mana anggi Kenapa bukan dia yang angkat?"tanya rianti panik


"maaf rianti sebenarnya Anggi sedang dirawat di rumah sakit Harapan sekarang,aku dan kak devan menemukan rianti pingsan dijalan,sewaktu kami baru pulang di-"belum sempat menjelaskan rianti sudah memekik panik,hingga membuat davin harus menjauhkan telpon itu sedikit dari telinganya.



"APA?DIMANA?KENAPA ANGGI KAK?"jerit rianti panik.


disebrang sana davin memejamkan mata dan menghela nafas panjang,kemudian dia dengan sabar menjelaskan semua kronologi nya pada rianti,tak berapa lama rianti memutuskan telfon sepihak,membuat davin sedikit jengkel.



sementara ditempat lain Devan yang tidak tahu apa apa langsung menelpon winda,dia berfikir karna winda adalah ibu kandung anggi maka dia harus diberi tahu kondisi anggi.



tak berapa lama rianti datang bersama kedua orang tuanya,mereka langsung membrondong davin dengan segala macam pertanyaan penuh kecemasan mengenai kondisi anggi.


davin kemudian menjelaskannya dengan penuh kesabaran,tak berapa lama saat davin masih berbicara dengan kedua orang tua rianti,winda datang bersama Hari dan dewi.


tatapan kebencian langsung diberikan oleh Bagas,Maya maupun rianti saat itu juga.



Devan dan davin saling melemparkan pandangan bingung saat merasakan aura permusuhan yang diberikan keluarga Bagas kepada keluarga Hari.


seketika Bagas yang nampak emosi segera menghardik Hari dan keluarganya.



"NGAPAIN LAGI KALIAN KEMARI HAH?MASIH BERANI KALIAN TAMPAKKAN WAJAH KALIAN DIDEPAN KAMI "maki Bagas geram,dengan intonasi tinggi.


"CK CK CK SAYA TIDAK MENYANGKA WINDA KAMU MASIH BERANI DATANG MELIHAT ANGGI"Maya tak kalah berang dari suaminya.


"maaf Bagas,Maya tadi devan menelfon mengatakan Anggi masuk rumah sakit"jelas winda sendu.


"apa perdulimu,jangan sok menjadi ibu sekarang kamu winda"Bagas mulai menurunkan nada suaranya namun masih terdengar ketus.


"maaf Bagas izinkan istri saya menengok putrinya "pinta Hari.


"cih,jangan MIMPI sampai mati pun kami tidak akan mengizinkan kalian bertemu Anggi putri kami"balas maya


Devan dan davin semakin bingung dengan pertengkaran Kedua Keluarga ini,belum lagi keluarga pak Bagas yang mengatakan bahwa anggi adalah putri mereka,"ada apa ini"pikir devan.



tidak mau berlama lama menyaksikan pertengkaran tersebut,devan masuk ke ruang rawat inap Anggi,begitu masuk ke dalam terlihatlah seorang gadis yang masih terlihat begitu cantik walau dengan wajah yang masih terlihat pucat,namun bibir merahnya masih setia mempertahankan keindahanya.


__ADS_1


devan berjalan semakin mendekati ranjang tempat Anggi berbaring,dalam pandangan devan,anggi seperti seorang putri yang sedang tertidur dan menunggu ciuman penuh cinta dari pangerannya.


"sayang cepatlah bangun,apakah kamu tau kamu adalah satu satunya wanita yang bisa membuatku merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta lagi"bisik devan ke telinga anggi,sambil mencium singkat bibir anggi.



masih dalam posisi berdiri devan merengkuh tubuh anggi,memeluknya erat dan membenamkan wajahnya di ceruk leher anggi,menghirup aroma manis vanila yang ada di diri anggi.


lama devan dalam posisinya sampai gerakan tangan anggi membelai rambutnya menyadarkan devan,refleks dia berdiri tegak memandang Anggi


ada rasa cemas serta kerinduan yang terpancar didalam manik biru cerah milik devan,hal yang membuat ada perasaan hangat dan bahagia mengetuk hati anggi.



"kak Devan sudah pulang"tanya anggi dengan suara sangat pelan,namun mampu terdengar oleh devan.


"ia kakak sangat merindukanmu sayang,jangan lakukan hal seperti itu lagi"pinta devan,ada sebuah senyum kelegaan di mata nya yang terpancar.


"Anggi Sebenarnya emmmm,,,,,,,"


belum sempat devan Berbicara Bagas,Maya dan rianti sudah masuk menerobos kedalam kamar inap Anggi,dibelakang Mereka winda Dan Hari tetap kekeh ikut melihat anggi.



ada tatapan tidak suka saat manik emerald anggi menangkap keberadaan winda dan suaminya serta dewi disana.


"Ayah,ibu rianti siapa yang menyuruh Mereka kemari"tanya anggi sambil menunjukan wajah tidak suka akan keberadaan winda dan keluarganya.


seakan tertusuk ribuan panah,hati winda begitu sakit mendengar putrinya memanggil orang lain ibu,dan malah menganggap dia ibu kandungnya sendiri sebagai orang asing.


"Anggi kamu jangan bicara seperti itu,biar bagaimanapun dia itu ibumu,bersikap sopanlah sedikit padanya"Hari mencoba menasehati Anggi sekaligus menguatkan hati winda istrinya.



"hemm ibu kata anda pak Hari,bukanya waktu itu sudah saya katakan bahwa begitu saya keluar dari rumah anda,segala macam bentuk Hubungan antara saya dan keluarga anda sudah berakhir"jelas anggi dengan suara yang masih lemah namun terdengar dingin dan ketus.


"kamu sudah dengarkan winda,sekarang keluar dan pergi dari sini"maki Bagas



sementara itu tidak mau mendengar segala pertengkaran orang tuanya rianti segera keluar mwnuju taman rumah sakit,diikuti oleh davin tanpa disadari rianti.


melihat tunangannya keluar,dewi segera mengikuti davin diam diam,sebenarnya sudah beberapa waktu ini dewi penasaran karna sikap davin yang seolah olah menghindarinya.



segala beban nampak begitu berat dihadapinya,belum lagi masalah dengan kekasihnya kris,dan sekarang ia harus melihat kondisi sahabatnya penuh luka semua menari indah penuh duka didalam hati dan pikiran rianti.



davin sebenarnya sudah cukup lama mengamati rianti,bagaimana gadis itu menangis terisak benar benar sahabat sejati rianti ini,pikir davin.



davin segera menghampiri rianti dan memberikan sebotol air meneral padanya,rianti menatap davin penuh selidik,davin yang melihat tatapan rianti segera mengerti.


"tenang aja rianti,ini cuman air mineral biasa kok,kalo boleh tau kamu ada masalah apa menangis sendiri disini,kalo kamu butuh tempat curhat kakak siap kok kasih bahu kakak"jelas davin sedikit menggoda,niatnya sih hanya sedikit menghibur rianti,gak ada maksud lain.



"rianti gak papa kok kak,cuman sedikit mencemaskan Anggi aja"sanggah rianti,ia tidak mau menatap mata davin,dan itu semakin membuat davin penasaran akan masalah apa gerangan yang membuat gadis ini begitu sedih.



"rianti semua masalah yang kamu hadapi tidak akan ketemu solusinya jika kamu tidak mau terbuka dan berbagi masalahmu dengan orang lain" lata davin sambil mengambil posisi duduk disebelah rianti,devan kemudian meraih tangan


rianti dan menggenggam tangan mungil itu hati hati.


davin bahkan binggung sendiri alasan dia bersikap begitu perhatian pada seorang gadis,bahkan pada dewi dulu pun saat dia jatuh cinta,tidak pernah sebegitu perhatiannya,entah ada apa dengan dirinya sendiri davinpun tidak mengerti.


seakan ada perasaan tidak tenang melihat air mata rianti,ada perasaan ingin menghapus semua


air mata itu.



tanpa sadar rianti meletakkan kepalanya dibahu davin,seakan bisa melepaskan semua bebannya,raianti menutup matanya sejenak tenggelam dalam rasa nyaman yang diberikan seorang Davin Aksara.



tanpa mereka sadari dewi yang berdiri diujung lorong didepan taman melihat adegan romantis davin pada rianti,seketika tangannya mengepal penuh emosi.


"huh dasar jalang,dulu temen lo yang jadi jalang,sekarang lo mau coba coba jadi jalang diantara hubungan gue sama kak davin,lo tunggu aja rianti gimana gue akan kasih lo pelajaran"batin dewi emosi.


sambil berlalu pergi meninggalkan rianti dan davin yang masih setia duduk dibangku taman.

__ADS_1



sedangkan didalam kamar inap Anggi akhirnya dengan berat hati winda dan Hari memutuskan untuk pulang karna penolakan keras dari Anggi.


"ya sudah,maafkan mama anggi,mama akan pulang,tapi tolong izinkan mama menengok kamu nanti"pinta Winda


"kamu tuli atau bodoh Winda,jangan pernah menemui Anggi lagi,paham tidak kamu"maki maya geram.


"sudah ma kita pulang saja,Anggi gak mau lagi nemui kita"dewi membujuk winda halus,sebenarnya dia sangat tidak mau melihat anggi,namun takut kedua orang tuanya luluh dan Membawa Anggi pulang,maka mau tidak mau dewi berpura pura perduli pada Anggi,agar orang tuanya tidak curiga.


akhirnya winda dan Hari meninggalkan Anggi,tak lama setelah mereka pergi,Bagas Maya dan riantipun memutuskan untuk pulang karna kesibukan mereka yang padat besok hari.


akhirnya tinggalah devan berdua dengan anggi.



"kak kenapa gak pulang?"tanya anggi.


"gimana kakak bisa pulang,kalau hati dan pikiran kakak tidak mau berpisah dari kamu"jawab devan


"maksud kakak apa,anggi gak ngerti kak"


devan menghela nafas pelan,memejamkan mata sejenak lalu menatap anggi intens.


"ada apa kak,jangan menatap anggi seperti itu"anggi merasa sedikit risih akan tatapan devan yang seakan mampu merongrong isi hatinya.


"emmm sekarang jawab kakak sebelum itu,kenapa kamu bisa terluka dan memaksakan diri berlari ditengah hujan seperti itu,anggi kamu itu manusia sayang,bukan robot"devan berkata putus Asa.


hening cukup lama sebelum tiba tiba devan bangkit dari duduknya mendekati Anggi dan berkata lagi


"astaga anggi,jika terjadi sesuatu padamu,kakak gak tau gimana jadinya hati kakak"devan kembali terdengar sangat putus asa.



kemudian devan memeluk anggi erat dan membenamkan wajahnya di ceruk leher anggi,refleks anggi mengelus punggung devan untuk menenangkan nya.


"anggi gak papa kok kak,jangan menangis"pinta anggi,karna air mata devan sudah mulai membasahi leher anggi.


sebenarnya pantang bagi seorang laki laki seperti devan menangis,tapi entah perasaan takut kehilangan untuk kedua kalinya dalam cinta membuat devan kini menjadi sangat melankolis terlebih pada sosok Anggita.


"kakak gak mau lihat kamu terbaring dirumah sakit lagi karna menyiksa diri kamu sendiri seperti kemaren"terang devan,sambil melepas pelukannya dan merangkap wajah Anggi dengan kedua tangannya,perlahan devan mencondongkan wajahnya semakin dekat dengan Anggi



cup,,,,cup,,,,cup


devan mencium seluruh wajah anggi dari mata, hidung, pipi dan terakhir bibir,ciuman yang awalnya halus penuh Cinta berubah menjadi lumayan penuh hasrat.


untuk sesaat anggi terhanyut dalam kehangatan yang diberikan oleh seorang Devan,namun rasa sakit pada sekujur kedua kakinya menyadarkan anggi,refleks dia mendorong tubuh devan,devan yang tersadar langsung meminta maaf pada anggi.


"maaf,,,,maaf dek,kakak benar benar khilaf"jelas devan malu atas kelakuannya


"i,,,i,,,ia kak lupain aja Anggi juga yang salah"anggi sudah malu dengan wajah tertunduk menyembunyikan rona merah diwajahnya,belum lagi rasa panas dan perasaan getar di rasakan memuncah didalam darahnya,ia bahagia entahlah anggipun belum merasa yakin akan perasaan apa yang menjalari hatinya.



devan tersenyum bahagia melihat reaksi anggi,tanpa pikir panjang lagi devan segera mengungkapkan isi hatinya.


"emmmm anggi,sebenarnya sudah sangat lama kakak menyukai kamu,bukan dalam arti hubungan kakak dan adik,melainkan hubungan seorang pria Kepada seorang wanita,emmmm,gimana ya jelasinua,intinya kakak pingen kamu membuka hati kamu buat kakak,berikan perasaan cinta kakak ini sedikit kesempatan untuk menjadikan kamu satu satunya wanita terakhir dalam hidup kakak,gimana sayang kamu mau kan"jelas devan panjang lebar menyuarakan segala perasaan yang sudah lama ia pendam.




lama Anggi berfikir,kemudian dia mengganggu yakin.


"baiklah kak anggi akan beri sebuah kesempatan pada hubungan ini,tapi kakak harus ingat Anggi tidak bisa menerima penghianatan apapun itu kak,jadi jangan pernah membohongi Anggi sekecil apapun itu"jelas anggi.


devan begitu bahagia seakan dunianya yang helapt kembali bercahaya,segera ia memeluk anggi posesif membawa gadis itu dalam pelukan penuh cinta dan kerinduan yang terbalaskan,malam ini seakan Dalam hati keduan insan manusia ini dipenuhi dengan berjuta kupu kupu berbagai warna lambang cinta mereka.


segera devan memberikan kecupan di kening anggi dan berbaring disebelah anggi dengan


lengannya sebagai bantal dan tubuh mereka yang saling berpelukan erat.



"selamat malam my angel"



ok guys segini dulu ua besok thor lanjutin๐Ÿ˜‰



__ADS_1


__ADS_2