
hai all,maafin El karna up lama,skrg kita balik lagi nih buat CSS ok kita langsung cekidot😄
☕happy reading all☕
disebuah ruangan yang berkesan manly,seorang pria tengah menatap sebuah foto seorang gadis cantik nan manis yang tengah dirangkul oleh seorang pria tampan dengan senyum bahagia terpatri di wajah mereka.
Devano Anggara terus menatap sendu pada sebuah bingkai foto yang menampilkan figur dirinya dan seorang gadis,mereka tersenyum bahagia dengan tangan Devan merangkul posesif pinggang ramping gadisnya.yah Devan sedang memandang foto kenangannya bersama Anggita veleria Hermawan ,gadis yang hampir saja menjadi istrinya,jika bukan karna kebodohannya ia tidak mungkin kehilangan wanita yang sangat ia cintai.
"Anggi,maafkan aku,bahkan sampai sekarangpun sudah hampir 5 tahun namun hatiku belum bisa melupakan mu ,apa.yang harus kulakukan demi membunuh rasa ini"Devan berucap parau sambil mencium foto Anggi yang sedang tersenyum bahagia.
"Tuhan tidak adakah kesempatan untukku menebus dan bertemu dia lagi,kumohon hahaha,aku bisa gila karna dirimu sayang please kembalilah dan maafkan aku"Devan tertawa kecut akan kebodohannya.
yah setahun setelah kepergian Anggi,demi anak yang dikandung oleh Kristi,Devan harus memberi status pada wanita itu,atas desakan kedua orang tuanya,meski tanpa cinta lagi Devan harus bertanggung jawab dan menikahi Kristi.
meski Kristi dan Devan telah menikah,pria itu bahkan tidak menganggap kehadiran Kristi dan semua perhatiannya hanya tercurahkan pada putra nya,Nikolas putra Anggara nama anak dari Devano Anggara anak keduanya sedang anak pertamanya meninggal karna Kristi keguguran saat usia kandunganya baru memasuki 2 bulan,dan Nikolas terlahir karna saat itu Devan tengah mabuk lantaran frustasi mencari keberadaan anggi,dan saat melakukan hal itu dengan Kristi yang terbayang oleh Devan adalah wajah Anggi.
Devan menjadi pria yang kejam,datar dingin tak tersentuh semenjak kepergian Anggi.ia bahkan tidak akan memberi maaf pada kesalahan sekecil apapun.
saat sedang terlarut dalam kenangannya telpon Devan berdering.
"hallo,bagaimana kau sudah mendapat kabar?"
"maaf Tuan Devan,nona Anggi benar benar hilang ,kami tidak bisa menemukan nya dimana pun"
"SIALAN,SUDAH BEGITU LAMA KALIAN MENCARI,APA UANG YANG KU BERI TIDAK CUKUP HAH,JAWAB"Devan begitu geram akan ketidak mampuan orang orang suruhannya dalam mencari informasi keberadaan anggi.
"ma maaf kan ka kami tuan Devan,kami benar benar sudah berusaha semaksimal mungkin mencari keberadaan nona Anggi,namun ka kami tidak berhasil juga "para detektif swasta yang dibayar oleh Devan harus benar benar memiliki jantung yang cukup kuat jika bekerja dengan pria temperamental seperti Devan.
Prank!!!!
Devan dengan kalut membanting ponselnya.
disaat kalut dalam kemarahannya dan membanting ponselnya,Devan bahkan tidak sadar akan kehadiran Davin adik nya.
cukup lama Davin memperhatikan dalam diam kemarahan sang kakak,dia tidak ingin bersuara sedikitpun dalam hatinya ia juga sedikit iba melihat perubahan pada sikap Devan.
kakaknya sekarang menjadi pria kejam,datar dingin dan tak tersentuh,ini lebih buruk dari saat pertama Kristi meninggalkan nya.
dulu sebelum bertemu Anggi,Devan masih seorang pria yang cukup hangat pada keluarganya,walau dengan orang lain ia akan memasang ekspresi datarnya.
dan sekarang bahkan dengan keluarganya sekalipun Devan akan menjadi seakan orang asing,kecuali pada Davin dan Riyanti ia akan sedikit melunak,karna walau bagaimana pun Devan yakin adik iparnya itu pasti mengetahui keberadaan Anggi wanita yang ia cintai,meski Riyanti sedikitpun tidak ingin memberi tahu Devan informasi akan Anggi sedikit pun.
"ck,apa sudah puas kau membanting barang barang itu kak?"tanya Davin datar sambil melihat iba pada keadaan Devan.
Devan tersadar dan menoleh sebentar untuk melihat keberadaan Davin adiknya.
"diam,jika kau tidak bisa dan tidak mau mem.ban.tu pergi saja"ucap Devan menekankan kata membantu pada Davin.
"kurasa bahkan akupun tidak punya kuasa membantumu,jika kau mampu tanyakan saja pada istriku"_jawab Davin acuh.
"ada apa kau datang kemari?"tanya Devan dingin sambil menatap tajam sang adik.
"jika tidak ada urusan penting ibu memintamu pulang,mereka merindukan Nikolas"jawab Davin tak kalah acuh mengabaikan tatapan tajam Devan padanya.
"huft"Devan menghela nafasnya kasar.
"pergilah aku akan pulang nanti"jawab Devan acuh.
tak mau berlama lama Davin langsung angkat kaki meninggalkan Devan untuk pulang menemui Rianti istrinya,sudah 5 hari ia melakukan perjalanan bisnis tanpa Rianti di sisi nya,dan selama hampir 5-6 tahun menikah mereka baru saja dikaruniai seorang anak yang baru saja berumur 2 tahun berbeda setahun dari putra Devan Nikolas,putra Davin bernama Daniel samuel Anggara.
Nikolas memiliki kepribadian lebih dewasa diusianya yang baru 3 tahun anak laki laki pendiam namun selalu berusaha mandiri dan tidak mudah menangis.anak laki laki berwajah tampan dengan sikap cuek dan sangat menyayangi Daniel sang adik sepupu nya.
Daniel Anggara putra Davin dan Riyanti anak laki laki hiperaktif yang selalu ceria dan sangat tidak menyukai jika ada orang yang mengusik sesuatu yang sudah ia klaim sebagai miliknya.kedua cucu laki laki dari keluarga Anggara memang terkenal akan ketampanan dan kelucuan wajah mereka.
tak berapa lama Davin telah sampai ke panthouse miliknya.
"sayang,mas pulang"teriak Davin memanggil istrinya.
tak berapa lama seorang bocah laki laki berwajah tampan namun terlihat begitu menggemaskan berlari Menghampirinya.
"ayah,Niel tangen ama ayah"ucap daniel dengan cadelnya.
"astaga anak ayah yang paling manis ,bunda mana sayang?"tanya Davin sambil mencium pipi chabby daniel.
__ADS_1
"ayah,angan ilang alo Niel anis,Niel itu tampan ukan anis"jawab daniel merajuk dengan ekspresi bibir nya mengerucuk kesal.
"aduh gemesnya putra ayah,yah sudah deh pangeran ayah yang tampan,mana bunda sayang?"tanya Davin sambil menoel gemas pada pipi sang putra.
"unda ada di dapur,adi unda agi masak untuk ayah"jawab Daniel sambil berusaha turun dari gendongan sang ayah.
setelah menurunkan putranya,Davin berjalan perlahan menuju dapur untuk menjumpai istrinya.
Davin meluhat Rianti tengah asik melamun melihat bahan masakannya tanpa sadar akan kehadiran suaminya yang sedang tersenyum geli melihat ekspresi bingung rianti yang sedang memandang seekor ayam yang masih dalam keadaan mentah belum diolah sama sekali.
Davin berjalan perlahan hingga dengan tiba tiba memeluk pinggang rianti dari belakang,rianti tersentak dan tanpa sadar memukul lengan Davin dengan spatula cukup keras hingga meninggalkan bekas memerah.
Plak!!!
lengan Davin memerah dan Davin terpekik kaget akan pukulan spatula yang dilayangkan istrinya.
"aduh sayang,suami pulang bukannya dicium ini malah kena pukul"Davin merajuk jengkel akan kelakuan rianti yang tidak bisa diajak beromantis ria.
"hehehe maaf mas,lagian salah kamu sendiri dateng kayak maling gak ada suaranya,mana ku tahu itu kamu"tawa rianti tanpa dosa memandang geli pada noda merah akibat tanda spatula yang ia pakai memukul suaminya.
"udah gak usah masak,sini temenin aku aja,aku mau kamu manjain aku,siapa suruh tadi main pukul aja"Davin memperlihatkan wajah kesalnya pada rianti dan hanya ditanggapi dengan kekehan geli oleh rianti.
"aduh bayi gede ku ngambek,sini sini bunda obatin,mana tangannya"goda rianti pada Davin.
Davin memutar bola matanya jengkel akan godaan sang istri.
"hadeh mau godain istri,ini malah aku yang dijailin istri,nasib nasib istri selalu benar"batin Davin kesal.
"sayang aku bukan Niel,nanti kalau ada bawahan aku yang liat aku kayak gini,bisa ilang wibawa aku sebagai pemimpin,udah kita kekamar aja aku mau kasih kamu hukuman"ucap Davin memandang wajah rianti intens.
tiba tiba Davin mengendong rianti ala bridal hingga membuat semua pelayan yang bekerja di panthouse miliknya tersenyum senyum melihat keharmonisan sang majikan.
"mas turunin aku,aduh mas malu tau"ucap rianti sambil memukul mukul pelan dada bidang Davin.
Cup!!
Davin mencium singkat bibir rianti.rianti terbelalak kaget.
"ish mas gak liat tempat,aku malu tau mas diliatin semua pelayan kita"ucap rianti jengkel sambil menyembunyikan wajahnya didada bidang Davin.
"MAS DANIEL MESUM IH"teriak rianti ditelinga Davin saat mereka sudah berada didalam kamar.
HAHAHAHHAHA
tawa Davin melihat wajah kesal istrinya.
"ya sudah sekarang mas serius deh"jawab Davin menghentikan tawanya dan memulai memandang tegas istrinya.
"kenapa mas?ada masalah"tanya rianti melihat perubahan ekspresi wajah suaminya.
"ini tentang Anggi,sayang tolong beritahu mas,apa kamu tau dimana Anggi?"tanya davin serius.
Riyanti terdiam beberapa saat lalu menatap balik wajah suaminya.
"rianti juga gak tau mas,terakhir komunikasi dengan Anggi sekitar 2 atau 3 tahun lalu,setelah itu loss kontak,terakhir anggi hanya berpesan agar aku jangan khawatir dan fokus pada ayah sama bunda,jika tiba saatnya anggi akan menghubungi ku mas,dia selalu menggunakan alamat email berbeda jadi sulit untuk menghubunginya kembali"jawab rianti sedih.
"sudah tidak apa sayang,mungkin Anggi sedang menata kehidupan barunya ditempatnya,jadi biarkan saja nanti juga dia akan menghubungi kita lagi"ucap Davin sambil mengelus rambut sebahu rianti sayang.
"baiklah mas,ya sudah ayo kita turun dan makan siang,kasian Niel pasti anak itu menunggu ayah bundanya"kata rianti sambil menarik tangan suaminya menuju lantai bawah.
******************
di belahan bumi lain tiga orang pria dengan ketampanan dan kharisma masing masing sedang bertatapan sengit.
dua orang saling melemparkan tatapan tajam,dan seorang lagi tengah menahan segala amarahnya.
"kau sudah tau kebenarannya,sekarang apa maumu Xavier?"tanya Marvel sengit.
Xavier tersenyum mengejek.
"apa mauku bukanlah urusanmu,meski aku sudah memaafkanmu,tetap saja kau tidak berhak akan segala tindakanku"jawab Xavier angkuh.
"kau memang keras kepala,sekarang kuminta padamu baik baik lepaskan veleri"geram Marvel,sedang disisi lain Rafendra menatap mereka dengan wajah memerah penuh aura kelam dan kemarahan yang ia tahan sedari tadi.
__ADS_1
Rafendra masih tetap diam.mendengar percakapan Marvel dan Xavier yang semakin berbelit belit.
#flasback on#
saat keluar dari toilet Rafendra dihadang begitu banyak laki laki berbadan besar dengan wajah garang menatap ia dan gadisnya.
Rafendra menghajar semua dengan segenap kemampuannya.
Anggi tidak tinggal diam meski kualahan akibat baju yang ia kenakan Anggi membantu Rafen sebisa mungkin menghadapi kepungan anak buah Xavier .
Bugh!!!
Bugh!!!
Bugh!!!
suara pukulan saling beradu menghantam kulit,saat lengah tiba tiba Anggi dibekap.dari belakang hingga tidak sadarkan diri dan dibawa entah kemana oleh suruhan Xavier.
#flasback off#
Anggi berada di sebuah ruangan tersembunyi mansion Xavier.meski tak ada seorangpun yang tau,Anggi tau ruangan itu dan dengan segala akalnya ia mencoba keluar dari sana.
"untung saja aku pernah tidak sengaja menemukan ruangan ini saat menjelajahi mansion Xavier"kata anggi sambil berusaha membuka pintu dengan jepit rambut miliknya.
ceklek!!!!
"yes,berhasil"ucap Anggi pelan,kemudian ia melihat sekeliling,lorong tempatnya sepi tak ada siapapun.
Anggi berjalan perlahan menelusuri lorong hingga sampai ke ujungnya dan melihat ada beberapa penjaga yang mengawasi sekitar.
"dimana Xavier?"batin Anggi menatap was was keadaan mansion yang seakan mencekam.
tak berapa lama lewatlah bibi mary membawa nampan berisi 3 buah capucino.
"pest pest,bibi mary sini"panggil anggi pelan.
mary terkejut melihat keberadaan Anggi.
"loh non kok bisa keluar?"tanya mary bingung.
"sudah bi gak perlu tau, mana Xavier bi,aku harus menyadarkannya akan kesalah pahaman dengan kak Marvel"jawab anggi .
"di ruang kerjanya bersama tuan Marvel dan seorang pria tampan bermana Rafendra"kata mary tergesa gesa meninggalkan anggi.
"cepat sembunyi atau mereka menangkapmu"kata mary kemudian berlalu pergi.
**********
Brak!!!!!
Rafendra mengebrak meja dengan penuh emosi.
tak berapa lama kedua kubu sudah saling mengacungkan senjata masing masing,dua buah pistol Glock 20 sudah mengarah ke kepala Xavier,tidak mau kalah Xavier pun mengarahkan senjatanya ke arah Rafendra diikuti kedua anak buah mereka masing masing.
"kembalikan calon istriku bajingan"ucap Rafendra dingin menatap tajam Xavier,Xavier tidak bergeming karna sejujurnya ia juga sudah mencintai anggi.
"tidak,aku yang akan menikah dengannya"jawab Xavier tegas.
Rafen menyerigai tajam
"kalau begitu kau memilih ku lenyapkan ,oh baikalah dengan senang hati peluru ku menembus kepala mu itu"seringai Rafen bertambah tajam.membuat anak buahnya serta anak buah Xavier bergidik ngeri dengan tubuh bergetar.
Bruk!!!
pintu dibuka paksa kasar dan
Dor!!!!!!
semua diam membatu.
Tbc..........
maaf baru bisa up,mohon beri El vote,like komen all😘😘
__ADS_1