
hay hay para reader terkece,chapter ini thor spesial kasih visual gambar tokoh nih,tapi thor agak kesulitan biat nemu yang pas,so jangan ngejudge thor ya😅
thor dah usaha lho,and jangan jadi pembaca gelap lho,plis give me support with like,coment and star for my novel😉thank you 😙🙏🙏
☕happy reading all☕
#flasback on#
setelah acara pengakuan cinta davin yang tidak bertepuk sebelah tangan,mereka memutuskan untuk merayakannya di panthouse milik devan.
sore itu setelah berbelanja kebutuhan dapur,Anggi bersama Devan sedang Rianti bersama Davin mereka langsung menuju panthouse milik Devan.
"honey kalian mau masak apa nih"tanya davin pada rianti sambil memeluk pinggang gadis itu posesive.
"gak tau ,tanya aja sama anggi dia yang jagonya masak,aku ikut aja hehehe"jawab rianti sambil senyum malu.
"emang kamu bisa masak sayang"tanya devan,kini tangannya sudah melingkar sempurna diperut Anggi.
"apaan sih kak lepas gak,kalo gak percaya gak usah dimakan"jawab Anggi ketus,kini tangannya mencubit lengan Devan.
"aw sakit sayang,sama pacar galak amat liat tuh rianti sama davin romantis bgt,masa kita kalah,and percaya kok pasti pacar kakak ini jago masak"jawab devan,kini mendamkan kepalanya di bahu Anggi.
"ya udah sana kita mau masak"sambil melepaskan tangan Devan dan mengajak rianti menuju dapur.
empat porsi pasta meet ball,empat gelas jus jeruk dan semangkuk besar fruit salad sudah terhidang manis diatas meja makan.
"wow,kayaknya enak nih honey"davin sudah mengambil tempat disamping rianti.
"ia dong kak,kalo Anggi udah masak pasti enak "jawab rianti yakin.
"mana jadi gak sabar nih,sayang ambilin dong buat aku"goda devan antusias.
"astaga inget umur kak,udah tua jangan manja"jawab Anggi cuek,namun tetap mengambil kan makan untuk devan.
"biarin,tapi kamu sukakan bilang aja"bisa devan sambil mengedipkan mata jail.
mereka makan dengan canda tawa di meja makan,hingga hari nampak mulai larut karna keasikan bergurau bersama,akhirnya Anggi,rianti serta davin menginap,namun tempat devan hanya punya dua kamar walau sama besar namun,awalnya Anggi meminta tidur sekamar dengan rianti,namun entah bagaimana bisa devan sudah ada di kamar nya,sedang davinpun sama.
#flasback off#
matahari mulai menyusupkan sinarnya diantara celah celah tirai yang menutupi jendela besar di kamar tempat Anggi tertidur.anggi melirik jam digital yang terdapat diatas nakas sebelah ranjang,jam 07.30,segera ia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan tanpa beranjak dari ranjang.
sebelum terduduk di ranjang,ia merasakan sesuatu yang berat dan hangat melingkar diperutnya,dan benar saja ada tangan devan ,anggi membalikkan tubuhnya menghadap dan memperhatikan tiap lekuk wajah laki laki disebelahnya"tampan",satu kata yang terucap dari bibir Anggi.
ditambah dengan tempaan sinar mentari yang menerobos masuk membuatnya terlihat damai.
dengan perlahan dan sangat hati hati Anggi mengangkat tangan devan dan mengganti pelukannya dengan sebuah guling.
Anggi tidak mau mengganggu tidur devan,setelah terlepas ia perlahan berjalan menuju pintu kamar yang dirasa itu adalah pintu balik kamar mandi,dan wow,mata Anggi sedikit terbelalak.
sebuah kamar mandi dengan nuansa bak kamar mandi hotel bintang 5.Anggi rasa dia akan betah berlama lama didalam hanya untuk berendam dan menikmati dekorasi klasik kamar mandi itu.
setelah cukup puas berendam anggi segera membilas tubuhnya dengan shower,anggi memutar orang air dingin dan air panas seimbang agar mendapat suhu yang pas.dan saat selesai anggi melupakan ia tidak membawa baju ganti.
"oh astaga gimana nih,aku gak bawa baju ganti,mana yang ada cuman anduk gini,mana kecil banget lagi,semoga kak devan udah keluar kamar"gumam Anggi sedikit panik.
#devan pov#
__ADS_1
aku tak dapat membayangkan bagaimana aku dan davin adikku sepakat diam diam masuk ke kamar dimana Anggi dan rianti tertidur,segera aku menggendong anggi dan mengangkatnya menuju kamar utama di panthouse ku dan membiarkan davin tidur bersama rianti.
yah satu hal yang pasti,kami hanya tidur bersama tidak lebih.dan perasaanku sangat bahagia bisa mengamati wajah damai gadisku saat tertidur dalam damai,dan aku rasa adikku juga merasakan hal yang sma denganku saat bersama rianti kekasihnya.
aku masih menutup mataku,tapi aku masih bisa merasakan aku memeluk Anggi saat ini.
aku tak dapat menahan senyumku membayangkan Wajahnya.tapi ada satu pertanyaan besar dalam benak devan,
"kenapa tubuh Anggi jadi empuk dan dingin sekali"batin devan masih memejamkan matanya.
aku memberanikan diri membuka mataku,dan benar saja saat ini yang aku peluk bukan tubuh gadisku melainkan sebuah guling!
aku melempar guling itu kesal,dan mengedarkan pandanganku tapi tak nampak keberadaan gadisk.
"jangan jangan dia marah,trus langsung pulang gitu aja,oh god i'm so stupid"batinku.
tanpa pikiran panjang aku melompat turun dari ranjang dan keluar mencarinya,dan setiap sudut penjuru panthouse sudah aku cari,namun tidak dapat kutemukan juga.akupun berlari frustasi kekamarku,aku berniat mengganti baju dan mandi.
belum sempat membuka pintu kamar mandi,pintu itu sudah terbuka dengan sendirinya,dan aku dapat melihat pemandangan surga dunia dibalik pintu itu.
"fix ini namanya cuci mata "batinku sambil menampangkan wajah bodoh tercengangku.
#anggi pov#
dengan ragu ragu aku mengintip sedikit kamar tempat aku dan devan tertidur tadi.
"kurasa kak dev sudah bangun,lama lama aku bisa menggigil berlama lama seperti ini terus"batinku.
aku memberanikan diri membuka pintu kamar mandi dengan hanya sehelai handuk sebatas paha ditubuhku.
#flasback off#
devan segera tersadar dari pikiran motornya melihat Anggi dan segera meminta maaf.
"ma..maaf gi,kakak gak sengaja dan tidak bermaksud apa apa sama kamu"kata devan gugup.
"meski sebenarnya kalo aja kita Udah sah,pasti sekarang juga abis kamu sama kakak dek"batin devan.
"i...ini bu..kan salah kakak,bisa minta tolong ambilkan handuk dan baju ganti untuk Anggi kak?,Anggi lupa ambil tadi"jawab Anggi berusaha menelan rasa malunya.
betapa malunya Anggi,dimana seorang pria sudah melihat tubuhnya dengan sangat intens,yah walau masih terbungkus handuk yang sangat jauh dari kata cukup.
beberapa lama anggi menunggu dibalik pintu kamar mandi devan,Sampai tidak lama terdengar suara ketukan pintu.
tok tok tok
"ini handuk dan ada kemeja kakak,kamu pake aja dulu,art masih keluar beliin baju buat kamu,sekali lagi kakak minta maaf"kata devan penuh penyesalan.
anggi hanya berdehem dan mengulurkan tangan ya dibalik pintu.
devan memberikan sebuah kemeja putih kebesaran sebatas paha,dan sebuah celana kain pendek yang entah milik siapa.
setelah selesai berpakaian anggi langsung membuka pintu.Devan langsung berdiri dari duduknya ditepi ranjang dan menghampiri Anggi.
"anggi maafkan kakak ya,kakak sungguh tidak bermaksud apa apa tadi,sungguh"ucap devan sambil menunjukan jari telunjuk membentuk v.
"emm ya sudahlah,itu juga gak sengajakan,jadi kakak gak salah,aku mau turun buat sarapan"Jawab anggi,dan segera berlalu meninggalkan devan yang masih berdiri mematung.
__ADS_1
anggi berjalan menuju dapur,setelan sampai dapur anggi langsung membuka kulkas dan menemukan beberapa bahan untuk membuat nasi goreng .
anggi mulai memasak,tiba tiba sepasang tangan melingkari perut ramping anggi.dan devan memeluknya dari belakang.
"mau masak apa sayangku?"tanya devan sambil mencium leher jenjang anggi.
"nasi goreng,awas kak jangan ganggu anggi,anggi sedang masak"Anggi merasa merinding ketika bibir devan menciumi lehernya.
"ok ok kakak gak ganggu lagi"kemudian devan melepas pelukan ya dan berjalan menuju meja makan,bertepatan dengan keluarga davin serta rianti dari dalam kamar.
tak berapa lama Anggi datang menghidangkan 4 porsi nasi goreng lengkap dengan potongan sosis,bakso dan telur ceplok diatasnya.
"mukamu kenapa ri,kok pagi pagi ditekuk gitu"tanya anggi bingung.
"ini nih kak davin,kok bisa tidur disamping aku,mana main nyosor aja nyium orang pagi pagi"Jawab rianti sambil menatap davin jengkel.
"ya gapapa sayang,bentar lagi kita juga nikah,aku udah bicara sama papamu,bulan depan kita ke pelaminan"jawab davin santai sambil menatap rianti jail.
"wah,cepat banget kak,kapan kamu kasih tau ayah Bagas?"tanya Anggi.
"kepo banget kamu gi,tunggu aja,ia gak kak dev"ucap davin sambil menarik turunkan alisnya memandang kakaknya.
"ia gi,biar davin dulu yang nikah gantiin tanggal nikahan dia sama dewi dulu,abis itu kakak yang bakalan nikahin kamu,bereskan "jawab devan santai menimpalin ucapan adiknya.
"oh"anggi dan rianti ber oh ria.
dan kedua pria bersaudara itu hanya bisa berdecak jengkel melihat respon mereka.
"ini suangat luozoat"devan berbicara dengan mulut penuh.
serentak ke tiga orang dimeja makan itu terkikik geli melihat tingkah devan.
"habiskan dulu makannya baru bicara,kakak seperti orang tidak pernah makan saja"kata anggi sambil tersenyum geli.
devan terlihat cepat mengunyah dan menelan makanan ya,lalu meneguk segelas air disampingnya.
"ini sangat enak sayang,kalo aku makan seperti ini terus,kakak bisa cepat gendut,apalagi kalau nanti kau sudah jadi istriku"jawab devan santai.
uhuk uhuk
anggi terbatuk karna tersedak mendengar kalimat yang diucapkan devan,istri?!!
"kenapa sayang,kok pake tersedak gitu"tanya devan.
"abis kakak ngomong sembarangan,kita baru aja jadian kak,kok kakak main ajak nikah aja"protes Anggi.
"ia biar aj kan udah dijelasin tadi,abis davin kita nyusul nikah"Jawab devan tanpa beban.
"what the hell,are you kidding me"tanya anggi lagi masih belum yakin.
"honey you are my future wife,and you always be my mine,remember that"jawab devan tegas.
ok guys ini thor kasih visual devan dulu,chapter besok davin.
jangan jadi pembaca gelap lho,mana like,komen n bintangnya jangan lupa😄
__ADS_1