
hai all maaf up x lama,jangan lupa selalu tinggalkan vote.like dan komen buat El....
ok cekidot😉.......
☕happy reading☕
hari ini akan ada pesta pertemuan besar antara para CEO di seluruh asia,dan Rafendra mendapatkan undangan khusus sebagai triliuner muda yang memiliki bakat dan otak paling jenius sehingga kerajaan bisnisnya tidak hanya di bidang pariwisata namun sudah merambat ke busnis perkapalan dan jaringan pusat kesehatan dimana mana.sungguh pria triliuner yang genius.
"Bimo,kau sudah siapkan penjagaan perasaanku sedikit tidak tenang di perjamuan kali ini?"ucap Rafen nampak menerawang jauh.
"ayolah bos,pertemuan ini diadakan setiap 3 tahun sekali untuk menentukan peringkat setiap perusahaan diasia,kau tau semenjak WJC masuk ke pasar saham asia,kita sudah menjadi 1 dari deretan 10 perusahaan paling berpengaruh didunia"terang Bimo puas.
"hemm,kau tau Bimo,jika hanya diriku aku tidak masalah,namun sekarang ada valy istriku,aku tak mau para musuhku menyakitinya,itulah yang aku takutkan"ucap Rafendra cemas.
"apa yang kau takutkan Rafen,aku bukan wanita lemah,harusnya jika cintamu kuat maka jadikan lah aku sebagai sumber kekuatanmu,bukan kelemahanmu baiklah sekarang cepat bersiap kita akan berangkat,Bimo jangan bengong cepatlah"tiba tiba anggi masuk dan mulai mencoba meyakinkan suaminya itu.
"ck,baiklah my baby Val,as you wish"senyum Rafendra mengembang mendengar kata kata dari istrinya,sungguh seakan semua bebannya meluap entah kemana.
kini Rafen sudah siap dengan setelan jas Armani hitam lengkap dengan sepasang sepatu pantofel berwarna coklat yang menambah kadar katampanan dan kewibawaan sang bos BLOOD EAGLE.
nampak Rafen ditemani Bimo serta lingga tengah duduk tenang menunggu kedatangan sang istri yang tengah bersiap.
tak...
tak...
*tak***....
suara ketukan sepatu hills beradu dengan lantai marmer mansion megah Rafendra.
deg.........
"tuhan betapa cantiknya istriku"batin Rafendra menatap intens kedatangan sang istri.
ketiga pria itu menoleh kearah tangga dan mendapati seorang wanita cantik tersenyum cerah menatap ketiga pria tampan yang sedang menunggunya.
"kondisikan mata kalian,apa sudah bosan hidup hah"Rafendra berkata dengan datar dan jangan lupakan aura dingin penuh intimidasi ,meski tak menoleh pada Bimo serta lingga,namun hal itu cukup membuat kedua pria itu bergidik ngeri dan langsung menurunkan pandangan mereka terhadap istri cantik sang bos tirani.
dengan anggun dan tenang anggi turun dengan tampilan long dress brokat model ekor duyung dan v neck berwarna krem soft.
"sudah siap my baby"ucap Rafen masih dengan pandang fokus menatap intens penampilan sang istri.
"hem,I'm ready"jawab anggi sambil menerima uluran tangan lembut Rafen.
Rafen menarik tangan halus sang istri dan mengecupnya Mesra.
"you look so beautiful to night my wife"ucap Rafen tulus.
tangan Rafen mulai melingkari pinggang ramping sang istri dan membawanya masuk ke dalam mobil limosi putih yang sudah terparkir cantik menunggu kedatangan sepasang suami istri itu.
dan disinilah mereka,Rafendra menggandeng mesra tangan sang istri memasuki aula gedung mewah tempat berkumpulnya para CEO di seluruh asia,keduanya berjalan beriringan diikuti oleh Bimo serta lingga dibelakangnya.
"Bimo pastikan kau meretas seluruh cctv gedung ini,dan pantau dari dalam mobil cepat,dan lingga kau pastikan keadaan berjalan aman selama perjamuan ini berlangsung,awasi dengan jeli jangan ada kesalahan,dan jika ada yang mencurigakan segera beritahu aku"perintah Rafen tegas sambil menggenggam erat tangan halus sang istri.
kini nampak seluruh mata tertuju pada pasangan yang nampak serasi berjalan berdampingan dengan anggun dan tenang memasuki aula besar tempat berkumpulnya para tamu.
para tamu wanita menatap penuh pemujaan pada sosok Rafendra,pria Tampan dengan pahatan wajah sempurna dan tubuh atletis yang dibalut dalam jas Armani mewah yang menambah kesan arogant serta tenang secara bersamaan.
bukan hanya Rafen,istrinya pun mendapat tatapan kagum dari para pria yang hadir di pesta tersebut dan tatapan iri dari kaum hawa,melihat untuk pertama kalinya seorang CEO WJC berjalan berdampingan dengan mesra bersama seorang wanita yang memang sudah berstatus sebagai istrinya,namun sayangnya tidak semua orang mengetahui pernikahan keduanya dan hanya sebagian saja yang memang diundang oleh Rafen pada pernikahan nya dulu.
sayangnya bukan hanya tatapan kagum serta iri yang didapat oleh Anggi,namun sebagian tatapan lapar penuh nafsu juga tidak lepas dari penglihatannya,hal itu membuat genggaman tangannya pada Rafen semakin erat dan jangan lupakan bulu kuduknya nampak meremang seketika.
Rafen merasakan telapak tangan sang istri terasa dingin dan wajah cantiknya nampak gelisah.
"tenanglah baby,suamimu yang tampan ini akan selalu berada disisimu,jangan takut dan nikmati saja ok"Anggi mengangguk pelan mendengar ucapan manis dari suaminya itu.
__ADS_1
"kau selalu berlebihan,aku ini bukannya takut,hanya risih saja,jika bisa ingin ku colok mata mereka,sungguh menjengkelkan"gumam anggi pelan ,dan Rafen hanya terkekeh mendengar kekesalan sang istri.
tanpa disadari nampak dari jauh seorang pria tampan memandang penuh kerinduan akan sosok Anggi,namun matanya menatap bingung akan sosok sahabatnya yang menggandeng mesra tangan wanita yang ia rindukan selama ini.
perlahan Devan mendekat dan kini ia sudah berdiri mematung dibelakang anggi,wanita yang sudah sangat ia rindukan.
"Anggi"panggil Devan pelan.
deg.........
sontak tubuh anggi menegang,ia tau betul suara ini,suara pria yang sudah menghancurkan hatinya dulu,hancur sehancur hancurnya.
Rafendra sadar akan perubahan sikap sang istri,dengan tenang Rafen melingkarkan tangan kokohnya pada pinggang ramping sang istri,memeluknya erat dan posesif serta memberi penegasan bahwa wanita cantik ini hanya miliknya.
"hallo Devan long time no see"ucap Rafendra datar.
Anggi menatap datar pada sosok Devan dan tak mau mengeluarkan suara sedikitpun untuk sekedar menyapa mantan kekasihnya itu,biarlah suaminya yang bertindak.
"Rafendra,ada apa ini,mengapa ia nampak begitu dekat dengan Anggi?"devan bertanya dalam hati.
Devan menatap sendu pada reaksi acuh Anggi padanya.
"ya long time no see dude,maaf bolehkah aku berbicara secara pribadi dengan Anggi"ucap Devan sendu.
"maaf kurasa kita tak punya urusan apapun,tapi senang kau masih menginggatku"jawab anggi acuh.
"tolong lah Anggi,apa.kau belum memaafkanku sampai sekarang,kumohon Anggi beri aku satu kesempatan untuk memperbaiki segalanya"Devan menatap nanar pada wajah datar anggi.
"kau apa kau bilang,berani sekali kau bicara seperti itu Devan,apa kau tau dia-"anggi menarik pelan jas suaminya ,memintanya untuk tenang.
Rafen menghela nafasnya kasar,sungguh ia sedang menahan emosinya sekuat tenaga agar tak menyakiti istri cantiknya itu.
"laki laki sialan,jika tidak ingat situasi ini akan kuhabisi kau meski kau sahabatku sekalipun,tidak ada yang bisa merebut istriku meski kau sekalipun"batin Rafendra menatap nyalang penuh permusuhan pada Devan.
Devan sadar akan reaksi Rafen,namun ia tak perduli,sekarang tujuannya hanya satu mendapat hati anggi kembali.
"apa sebegitu besarnya kebencianmu padaku hingga bahkan tak ada celah lagi bagiku bisa masuk kedalam hidupmu"gumam devan sendu menatap punggung anggi yang sudah berlalu bersama Rafen menuju meja perjamuan.
kini semua tamu nampak duduk mengelilingi sebuah meja besar nan elegant berisi 40 buah kursi lengkap dengan aneka hidangan mewah tertata rapi di atas nya.
ting.....ting.....ting
suara ketukan gelas terdengar sebagai intruksi agar semua tamu nampak duduk sesuai dengan nama yang tertera di balik kursi .
"selamat datang para tamu terhormat,perjamuan ini diadakan setiap 3 tahun sekali demi memperluas jaringan bisnis dan menjalin kerja sama menguntungkan setiap pengusaha yang ada di asia,namun juga di seluruh dunia.tak berlama lama lagi mari nikmati seluruh hidangan yang telah disediakan sembari kini membahas kerja sama yang ingin dilaksanakan"suara tegas dari sang mc mulai terdengar sebagai penanda acara dimulai.
"Mr Rafendra,siapakah wanita disamping anda,saya tak pernah melihat dia selama ini"seorang wanita berambut gelombang dengan pakaian lumayan terbuka mulai membuka suara sambil menatap remeh sosok Anggi.
Anggi nampak tenang dan terlihat tidak perduli pada wanita yang sedang berusaha menggoda suaminya.
"Miss Sintia apa anda tidak tau ,wanita cantik itu adalah istri dari Mr Rafendra,mereka sudah menikah beberapa bulan yang lalu,bahkan beberapa dari kami mendapat undangannya"terang seorang pria paruh baya yang masih terlihat segar diusianya yang nampak tak muda lagi.
"kau benar Mr Adam,wanita cantik ini memang istriku,dan aku beruntung bisa mendapat kan nya"jawab Rafen tenang menatap hangat pada wajah cantik sang istri yang nampak tersenyum cerah mendengar jawaban Rafendra suaminya.
sontak mendengar perkataan dari Mr Adam Ruxcel ,CEO dari Ruxcel Corp,semua orang nampak terkejut dan sebagian lagi nampak tenang karna memang sudah mengetahui hal itu.
Devan mengepalkan kedua telapak tangannya mendengar penuturan dari Mr Adam.
"jadi itu alasanmu tak bisa ketemukan selama ini sayang,Rafen beraninya kau menipuku dan menyembunyikan wanitaku,aku tak akan memaafkanmu,akan kurebut kembali milikku"batin Devan menahan amarah menatap kemesraan yang diberikan Rafen pada anggi.
kini semua orang nampak menyantap hidangan dengan tenang diselingi sedikit pembicaraan seputar bisnis dan investasi penanaman saham.
Rafendra nampak tak memperdulikan keadaan sekitar dan dengan manjanya meminta Anggi untuk menyuapinya.
"baby,tolong suapi suamimu ini please"pinta Rafen manja menatap geli wajah kesal sang istri.
"ck,makan saja sendiri kenapa sih?"ucap Anggi kesal.
__ADS_1
"ayolah baby,kau tak lihat kedua tangannya sibuk dengan tablet ini"ucap Rafen tak hilang akal.
anggi menghela nafas berat,lalu dengan terpaksa menuruti keinginan suaminya itu.
pria tampan itu nampak tersenyum penuh kemenangan menatap wajah memerah istrinya.
"ayolah Rafen,aku malu makan sendiri ya"ucap Anggi sungguh memelas sambil menyodorkan potongan steak kedalam mulut suaminya itu.
"no,suapi aku atau kau mau aku cium disini"goda Rafen tersenyum geli melihat wajah anggi yang semakin merenggut kesal.
Anggi menatap jengkel wajah Rafen yang nampak tak perduli dengan keadaan mereka sekarang ditengah para tamu yang menatap takjub pada sikap Rafen.
sebersit ide jahil terlintas diotas cantik anggi.dengan sengaja anggi menarik potongan steak yang menancap mulus pada garpu di tangan ya dengan perlahan sehingga membuat Rafen sontak memajukan wajah nya.
hap...nyam nyam
potongan steak itu dengan mulus masuk kedalam mulut anggi dan tanpa rasa bersalah anggi mengunyah perlahan sambil menatap puas pada wajah syok suaminya.
Anggi tergelak dengan wajah Rafen yang mengangga menatap anggi,sungguh ekspresi pria itu nampak lucu .
"kau,wah istriku sudah nakal ya ,berani mempermainkan suaminya"ucap Rafen jengkel,lalu dengan kesal Rafen mengambil saus yang ada di piring dan mencoleknya pada ujung hidung anggi.
cup........
Rafen dengan gemas mencium hidung sang istri tak lupa lidahnya menyapu bersih noda saus yang ada di permukaan hidung mancung anggi,anggi benar benar tersipu malu menerima perlakuan manis suaminya itu.
"Rafen jangan gini ,aku malu "ucap anggi sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"gak usah malu,suamimu ini"jawab Rafendra tanpa dosa.
jengkel akan sikap mesum suaminya,anggi dengan gemas mulai mencubiti perut sixpack suaminya itu.
"aw aw aw geli baby,eh bukan sakit sakit ,kalau gak mau berenti aku cium nih"goda Rafen sambil menahan rasa geli sedikit sakit akibat cubitan maut sang istri.
para tamu menatap mengangga lebar melihat sikap Rafen pada istrinya itu.senyum geli nampak menghiasi wajah semua orang,baru kali ini mereka melihat Rafen yang sangat usil sehingga mengundang gelak tawa semua orang.
Rafendra selama ini cenderung mengeluarkan aura dingin mencekam dan intimidasi,namun kali ini berbeda karna ada sosok wanita cantik yang berstatus sebagai istrinya,Anggita veleria Hermawan,hanya wanita itu yang bisa melakukan hal itu.
"wah,ap betul itu adalah Mr Rafendra,sang CEO arogat dingin serta tirani itu?"tanya Mr Adam menatap takjub pada adegant terkesan romantis keduanya yang seakan lupa akan keberadaan tamu tamu yang lain.
suara tawa langsung memenuhi ruangan perjamuan melihat kelakuan pasangan itu.
sontak anggi tersadar dan melepas cubitannya pada suami mesumnya itu..
Rafendra akhirnya tersadar dan menatap datar pada semua orang ,dengan cepat kondisi kembali normal.
"aku ke toilet dulu,dasar mesum"bisik anggi ditelinga Rafen sambil menepuk keras bahu kekar suaminya itu.
"ia jangan lama baby,aku tunggu disini,ajaklah Bimo mengantar mu"ucap Rafen cemas.
"hei,kau ini tidak mungkin aku membawa Bimo mengantar ku,sudahlah tenang saja,aku hanya sebentar"ucap anggi mengelus lembut rahang kokoh suaminya itu.
"baiklah ini bawalah pistol ini bersamamu,jika ada apa apa gunakan itu dan cepat hubungi aku"ucap Rafen menatap hangat wajah cantik istrinya itu.
sudah cukup lama Rafendra menunggu istrinya itu kembali.
"bos sepertinya akan ada sedikit masalah"ucap Bimo berbisik.
**Dor
Dor
Dor
"shit"
TBC**..........
__ADS_1